
"Bukan, Ada yang ingin menjadikan kamu tren ambassador gaun pengantin. Kamu mau ngak?"
"Eng... Terus nanti gimana tuh kak? Acaranya Dan siapa yg ngundang aku itu?"
"Itu dari perusahaan beauty dress Design, dan mereka akan melakukan pemotretan di pulau senka jika kamu bersedia."
"Pulau Senka? Emm kalo gitu aku terima deh kak tawaran itu."
"Beneran?"
"Iya."
"Bagus! Tadi aku juga mau nyaranin buat terima tawaran ini, soalnya ini akan sangat menguntungkan buat kamu."
"Iya aku tau kok, secara mereka perusahaan besar. Eng... Ada lagi kak?"
"Eng gak ada drin."
"Ya udah aku tutup dulu, nanti jadwal pemotretan nya Kak Eza hubungi aku lagi. Tutt!!!!....." Ucap citra langsung mematikan panggilan dari Eza.
Di sebrang sana Eza sedang menggelengkan kepalanya, Karna sudah tidak asing dengan sikap citra ini.
"Oh o..." Pembicaraan Eza terputus saat citra mematikan panggilan dari nya.
"Dasar audrin" kata Eza menggeleng gelengkan kepalanya.
___________
• Keesokan harinya.
~ **SMA angkasa** ~
"Hay Audrin." Sapa seseorang yang berdiri di samping Citra.
"Iya." Saut Citra singkat tampa melihat orang itu.
Jelas saja citra menjawab singkat tampa melihat orang itu, Karna yang menyapa citra jelas adalah seorang laki laki.
"Cuek banget kamu."
"Ha? Kamu? Ralat dong kata kata Lo, kita gak sedekat itu." Cetus citra tetap tidak melihat orang itu, citra masih fokus menulis puisi nya.
"Nulis apaan sih? Liat aku dulu dong."
"Sorry gue gak ada waktu." Kata citra tetap tidak menatap laki laki di hadapannya.
Citra memang tidak suka di dekati laki laki yang belum ia tau sifatnya. Citra akan sangat dingin kepada laki laki di banding perempuan.
"Cuek banget, aku mau ngomong sesuatu drin." Tukas laki laki ini maju ke depan citra, yang kebetulan citra duduk miring.
"Oh, mo ngomong apa?!" Tanya Citra ketus.
*Gila, cewek ini cueknya bukan main, tapi gue suka haha, liat seberapa lama dia nolak gue.* Batin laki laki tersebut menatap Citra.
"Kalo mo ngomong, ngomong langsung, jangan natap gue lama lama kek gitu!" Ketus citra menatap laki laki itu kesal dan langsung berdiri dari duduknya.
"Kok kamu tau aku natap kamu, kamu kan gak natap aku dari tadi."
"Ya gue tau, gue peka kalo Lo natap gue. Sekarang Lo mo ngomong apaan? Cepet bilang, gue gak punya waktu ladenin Lo basa basi!" Ketus Citra lagi.
Saat citra tengah di Landa rasa kesal Aliya datang memanggil Citra.
"Audrin? Ada yang cari Lo." Ucap Aliya di pintu masuk kelas.
"Ha? Siapa Al? Mana?." Tanya citra menoleh ke arah Aliya dan melontarkan banyak pertanyaan.
"Ada ini di luar, dia gak mau masuk, gak enak katanya." Jawab Aliya menunjuk ke luar.
"Risa tau gak dia siapa?"
"Risa gak ada, dia pergi ke ruang OSIS sama Firly."
"Ohh, ya udah bentar." Balas citra sembari menutup bukunya.
Saat ingin melangkah pergi, satu tangan menghadang langkah nya.
"Mau Lo apaan sih?!" Tanya citra kesal.
"Kamu mau kemana? Aku belum selesai ngomong."
"Lo budek ya?! Gak denger tadi Aliya bilang apaan?! Ada orang yang nyari gue! Jadi permisi!" Ucap citra dengan nada yang sangat galak.
Di luar orang tersebut sedang menunggu nunggu kemunculan citra. Dia terus berdiri dengan gelisah, yang pada akhirnya Aliya memaksanya agar masuk ke dalam kelas untuk menemui citra langsung.
Orang tersebut pun setuju, dan mulai berjalan masuk ke arah pintu, namun langkah nya terhenti saat dia baru membuka sedikit dari pintu. Sepasang matanya pun menatap apa yang ada di dalam.
"Tunggu dulu drin, aku mau ngomong."
"Lo dari tadi bicara mau ngomong mau ngomong, tapi gak ngomong ngomong, Lo gila ya?" Cercah Citra mengecilkan suaranya.
"Udah gue mau keluar." Sambung Citra pada laki laki itu.
"Tunggu." tukas laki laki itu meraih tangan citra.
"Apaan sih Lo pegang pegang!" Sarkas citra menepis tangan laki laki itu dan langsung pergi.
"Aliya? Mana orang yang nyari gue?" Tanya citra yang sudah ada di luar.
__ADS_1
"Baru aja pergi. Lo kelamaan, tadi dia gue paksa masuk, terus pas dia mau masuk, dia berhenti, gak tau kenapa dia langsung berbalik pergi.
"Kenapa?"
"Tadi gue tanya dia, katanya gak enak gangguin Lo, nanti aja lagi katanya."
"Udah lama gak perginya?"
"Ngak, baru aja, kalo Lo kejar masih keburu kok. Mungkin baru Sampe di gerbang.
"Oh, ok! Makasih ya Al." Kata citra langsung memakai sepatunya dan bergegas menuju gerbang.
Sampai di gerbang citra menoleh ke sana ke mari mencari orang tersebut. Citra bingung bukan kepalang, Karna Citra tidak melihat ada wajah baru di sana.
"Mana ya..." Ucap Citra sembari celingak-celinguk mencari orang tersebut.
Citra tidak sadar bahwa sepasang mata menatap nya dari dalam sebuah mobil.
*Siapa laki laki itu ya? Mengapa dia memegang tangan audrin? Dan kata tunggu itu mengapa terdengar sangat manja?!* Batin seseorang di dalam mobil menatap Citra sembari mengingat kembali.
"Temui gak ya... Kasian Audrin nyari nyari aku." Katanya tak tega.
Di luar Citra di kejutkan dengan seseorang yang menjumpai dirinya.
"Audrin." Sapa seseorang menghampiri citra.
"O... Om Lukman?! Om kok disini?" Tanya Citra terkejut dan Langsung mencium tangan Lukman.
Citra sangat kaget dan bingung, mengapa Lukman bisa muncul di hadapannya, dan mengapa bisa berada di area sekolah citra.
"Om baru aja sampai, om ke kampung ini mau liat rumah yg om pernah beli dulu."
"Om pernah tinggal di sini?"
"Iya, bukan hanya pernah, tapi lama banget drin, sekitar 5 tahunan deh."
"Wow, lama juga ya Om."
"Iya, bisa dibilang om ini penduduk di pulau ini loh drin haha."
Lukman berbicara dengan citra tentang kehidupan masa lalunya di pulau Satonda ini, Citra hanya melihat dan mendengar kan Lukman berbicara. Sekali kali Lukman bercanda maka citra akan tertawa.
Lukman bisa menjadi orang yg humoris untuk seseorang yg sudah akrab dengan nya. Jika kepada orang lain, Lukman akan selalu menampilkan wajah serius dan dingin, juga bisa galak kapan saja.
"Eng... Om sendirian?" Tanya Citra sembari mencari seseorang.
"Nyari Bara ya?" Tanya Lukman sembari tersenyum.
"Ah, Eng.... Ngak kok Om." Jawab Citra mengelak.
"Dia..." Kata Lukman menatap ke mobilnya.
"Dia gak ikut, dia sibuk sama kuliah nya."
"Ohhh." Balas Citra kecewa.
Lukman menatap Citra yang terdiam, Dia merasakan bahwa Bunga di hati Citra sudah mulai mekar, dan hanya tinggal menunggu seseorang memetik bunga itu ketika bunga itu sudah mekar dengan sempurna.
Saat citra jatuh dalam diamnya, Bara diam diam keluar dari mobil dan berjalan ke arah gerbang di belakang Citra. Saat sampai di gerbang Bara berpapasan dengan Risa yang baru datang dari ruang OSIS.
Bara terkejut melihat Risa yang tergagap, Bara tau apa yang akan terjadi dan langsung menyadarkan Risa melalui isyarat.
"Kak....ka ka Kak Kak.. kak bar...." Ucap Risa gagap.
"Shutt, diem! Audrin ada di sini." Kata bara pada Risa dengan suara pelan yg hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri, dengan isyarat yg memberikan penjelas.
Seketika Risa langsung mengerti dan segera menutup mulutnya. Lalu Risa membuat umpan agar Citra berbalik arah.
"Woy Audrin?!" Panggil Risa pada Citra. Panggilan itu menyadarkan Citra dari diamnya.
"Si Cerewet ini udah muncul Ternyata." Ucap Citra pelan.
"Lo dengar gue panggil Lo gak sih drin? Liat gue Napa!" Kata Risa dengan nada kesal yg di buat seolah olah nyata.
"Cerewet banget Lo Ris, Ada ap...pa." kata Citra berbalik arah dan terkejut dengan sosok laki laki tinggi yang sangat Citra kenali berdiri di arah gerbang.
"Hay Audrin." Kata Bara tersenyum manis.
Citra terpaku diam di tempatnya, Citra menatap laki laki di hadapannya itu, laki laki yg sudah Citra rindukan di hatinya namun dirinya menolak mengakui. Citra terkejut sekaligus Tidak menyangka Bahwa Citra bisa bertemu langsung dengan bara.
"Hey? Kenapa diam?" Tanya bara lembut.
*Aku gak mimpi?.... Ini beneran kak Bara?! Ini memang benar kak Bara, Kak bara selalu lembut pada ku.* Batin Citra dalam lamunannya.
"Ada apa drin? Kamu gak ngenalin aku lagi? Baru pisah sebentar udah...." Ucap Bara yang terputus saat Citra berlari kecil dan menghambur ke diri bara dan memeluknya.
"Kak Bara?! Ini beneran kamu!" Tukas Citra yang masih memeluk Erat Bara.
Bara hanya diam, Bara tidak menyangka bahwa gadis yang Ia cintai inisiatif memeluknya. Lukman dan Risa tersenyum melihat suasana pertemuan bara dan citra.
Lukman dan Risa terharu dengan perjuangan Bara yang ingin menemui Citra, sampai akhirnya mereka bisa bertemu seperti sekarang ini.
"Eng... Audrin? Aku bisa kehabisan nafas jika kamu masih memelukku seperti ini." Kata bara menyadarkan Citra.
"Ah!! Ma... Maaf, aku gak sengaja." Kata Citra yg segera melepaskan pelukannya.
Karna Bara yang jauh lebih tinggi dari Citra, Citra ber-jinjit untuk bisa memeluk bara, Karana itu, jika citra memeluk Bara dengan begitu erat, Citra seakan hampir mencekik leher Bara.
__ADS_1
"Kangen banget ya sama aku?" Tanya bara menggoda Citra.
"Ap... Siapa yang kangen?! Ngak kok!" Jawab Citra gugup karna malu.
"Yeeee gak mau ngaku." Kata Bara menyenggol bahu Citra.
Saat sedang asyik menggoda Citra, Risa datang memisahkan mereka.
"Hus!! Sudah sudah, aku sudah hampir mual dengan ke manisan kalian berdua." Tukas Risa yang menerobos di tengah tengah Bara dan Citra.
"Iya, Om juga Ris, mereka terlalu romantis untuk bisa kita lihat." Balas Lukman menyambungi perkataan Risa.
"Om sama Risa apaan sih!" Tukas Citra merona.
"Hahaha malu malu Dia." Ucap Risa lagi.
Citra tidak merespon perkataan Risa, citra hanya melihat ke arah Bara dan tersenyum.
"Kak bara gak mau ke dalam? Aku lagi gak ada jam pelajaran, jadi aku bisa kenalin kak Bara sama temen temen aku."
"Ngak ah drin, aku gak enak sama pacar kamu." Tolak Bara dengan raut wajah kecewa.
"Ohh jadi tadi kak Bara yang cari aku di luar kelas? Dia bukan pacar aku kak."
"Beneran bukan pacar kamu?" Tanya Bara memastikan.
"Bener kak Bara, Audrin gak punya pacar kok, audrin cuma nungguin kak Bara buat Memetik bunga di hatinya." timpal Risa dengan tatapan menggoda Citra.
Bara menatap Citra dengan tatapan lembut nya, Citra yang sadar bahwa dirinya di tatap oleh Bara jadi salah tingkah, dan akhirnya angkat bicara pada Risa.
"Apaan sih lo Ris." Cetus citra dengan tatapan tajam ke arah Risa.
"Aduh takut." Ucap Risa bertingkah seolah ketakutan.
"Ya udah, abaikan aja si Risa ini, yuk kak kedalam, nanti aku kenalin temen temen aku."
"Gak papa nih?"
"Iya gak papa kok kak. Lagian gak ada pelajaran juga, jadi kakak tenang aja."
"Ok deh kalo gitu."
"Yey, ayo kak." Kata citra menarik tangan bara dan membawanya masuk.
Citra akhirnya membawa Bara masuk, dalam perjalanan masuk ke dalam sekolah, citra memperkenalkan lingkungan sekolah kepada bara. Ya maklum saja, SMA angkasa termasuk salah satu sekolah yang paling besar dan paling banyak siswa nya di pulau ini.
Gerbang sekolah saja berjarak beberapa meter dari sekolah. Citra mulai memperkenalkan lingkungan sekolah dari ruang guru, lalu perpustakaan, laboratorium, lab komputer, lab bahasa dan ruang OSIS serta Aula. Lalu citra menunjuk ke arah paling ujung, Citra menunjukkan tempat kamar mandi sekolah dan kantin, lalu gudang yg berada di sebelah kamar mandi.
Bara hanya menatap Citra dan tersenyum, Bara Bahagia Bisa melihat Citra bicara lagi di depan matanya.
_________
• KELAS XI MIPA 1.
"Siapa drin?" Tanya Fara berbisik kepada Citra.
"Ehh ini cowok yang tadi." Tukas Aliya menatap Bara.
"Kenalin Dia kak Bara, kakak kelas gue waktu di Jakarta, tapi dia udah kuliah sekarang." Ucap citra mulai memperkenalkan bara.
"Owhh kakak kelas?.." kata semuanya secara bersamaan.
"Hay kak Bara." Lanjut semuanya secara bersamaan juga.
"Hay." Jawab Bara singkat.
"Ganteng drin, beneran bukan pacar lo?" Tanya Firly berbisik ke telinga Citra memastikan sembari menatap Bara seksama.
"Ngapain lo natap segitunya?" Kata Citra menghalangi pandangan Firly ke arah Bara.
"Begitu banget drin, gue gak ambil kok. Kalo cemburu bilang aja dong." celetuk firly tertawa.
"Ngak kok, gue cuma... Cuma..." Kata citra salah tingkah.
Bara tertawa kecil melihat tingkah Citra, Bara mengelus rambut Citra lembut sembari menahan tawa nya.
"kak Bara ngetawain aku?!" Tanya Citra ketus.
"Ngak kok haha." Kata Bara mengelus kepala Citra lembut.
"Tuh kan ngetawain! Tau deh, aku mau masuk!" Kata Citra masuk ke dalam kelas nya.
"Hayo... Audrin ngambek! Pasti susah tuh bujuknya." Kata Risa mengompori.
"Apaan sih Lo Risa."
"Bener kata Risa kak, Masuk juga sana bujuk audrin." Kata yg lain mengimbuhi.
"Iya, ini juga OTW." Ucap Bara yang langsung berpaling dan bergegas menyusul Citra.
Saat ada di dalam ruang kelas, bara menemukan Citra sedang menuliskan sesuatu di buku hariannya. Dan ya.... Tentunya laki laki tadi juga menghampiri citra.
"Audrin?" Sapanya menghampiri Citra.
"Kenapa." Saut Citra Dingin.
"Aku mau ngomong serius, tatap aku kali ini aja." Ujarnya memohon.
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................