
"Hihi pacar Lo ya Man?" Ujar Fara tersenyum menggoda.
"Enak aja Lo! Gue gak ada pacar! Dia itu anak temennya Mama, udah kayak adik gue sendiri." Kejut salman seraya memalingkan wajahnya kasar.
"Ohhh kirain pacar! Kalian udah makan belom?" tanya Fara menatap Fendi dan Salman bergantian.
"Hehe belom sih, tapi nanti aja pas udah jemput temen dia." jawab Fendi nyengir kuda.
"Emmn ya udah sana, takut telat menjemput Gadis itu.." ucap Fara menatap Fendi.
"Iya, duluan ya guys." ucap Fendi melambaikan tangan lalu beranjak pergi yang diikuti yang Salman.
Fara dan yang lainnya tidak bicara apapun, mereka hanya mengangguk seraya tersenyum membalas pamitan Fendi dan Salman.
*Sebenarnya ada apa sama gue? Kenapa hati gue gusar mendengar itu? Padahal Salman udah bilang cuma menganggapnya seperti adiknya sendiri. Tapi kenapa.... Ahh... Jangan jangan gue suka sama Dia? Tapi kenapa? Sebelumnya kami gak terlalu dekat. Apa.... Apa Karna dia baik banget sama gue? Adu Fiza..... Sadar sadar! Dia baik sama Lo Karna Lo adalah temannya!* Gumam Fiza sendu.
"Hey Fiza?! Lo kenapa? Kok manyun kayak gitu?"
"Ah iya kah?! Gak apa-apa kok gak apa-apa, udah jangan pedulikan itu. Ayo lanjut makan."
Teman temannya hanya menuruti perkataan Fiza, mereka menyantap makanan mereka seraya saling melirik dengan penuh tanda tanya di benak pikiran mereka.
Saat ini Fara, Fiza, Risa dan yang lainnya sedang ada di warung makan. Mereka sedang menikmati nasi goreng khas kampung tetangga ini yang khas dengan nasi Krispy sebagai taburan di atas nasi goreng nya.
*******
Waktu berjalan dengan cepat, Satu tahun pun berlalu. Selama Satu tahun ini Bara dan Citra lewati dengan Belajar, begitu juga dengan teman temannya. Kuliah, kumpul bahkan kisah Cinta diam diam saat SMA perlahan masing masing dari mereka mulai memberanikan diri untuk mendekatkan diri.
Citra dan Bara tidak lepas koneksi dari keluarga dan teman temannya. Walaupun terkadang tugas kampus membebani mereka, tapi mereka pasti menyempatkan diri untuk menghubungi keluarganya, walau hanya sekedar pesan singkat.
"Guys, Besok kita reunian dimana?" Tulis Risa dalam sebuah pesan singkat di Grup cheat.
__ADS_1
"Langganan kita pastinya, kan udah resmi ubah nama, kita ke sana aja, siapa tau ada menu baru." Balas Fara.
"Iya, sejak kafe itu ubah nama jadi restoran, kita gak pernah ke sana lagi." Balas Mira.
"Ok, Tempat udah ditentukan. Tinggal Anggota nya nih yang perlu di urus! hello cowok cowok? Kalian ada kan? Setuju gak?" Ujar Risa dalam pesan singkatnya.
"Kami ikut aja. Yang lain sama kan?" Balas Riski.
"Iya, kami ikut para ibu negara aja. Wk." Balas Fendi.
"Emm ada yang bisa hubungi nita gak? Usahakan dia juga ikut." Ujar Fiza dalam pesan singkatnya.
"Biar gue aja yang hubungi dia nanti." Balas Fara mengusulkan diri.
"Ok, jangan sampai lupa ya Far."
"Siap."
________
"Hai, Fiza." Tulis Seseorang dalam Pesan singkatnya dengan cheat pribadi.
"Iya man, Ada apa?" Balas Fiza cepat.
Dapat balasan dari Fiza, Salman menjadi gugup dan sedikit gemetar ingin mengetik balasannya. Pertama kalinya cheat dengan gadis yang dia cintai sejak awal masuk SMA membuat sedikit takut meski hanya sekedar cheating-an.
"Uhh, Gue harus ngetik apaan nih, Kok gue jadi gini sih?!"
Salman merenung sejenak, memikirkan apa yang harus dia katakan pada Fiza, balasan yang sekiranya tak akan membuat Fiza merasa waspada dan canggung.
"Ah bodo amat deh! Gak tau lagi gue. To the point aja lah. Moga aja gak langsung di tolak ."
__ADS_1
"Boleh kalo gue ajak Lo berangkat bareng besok?"
"Berangkat bareng? Ke reunian?"
"Iya. Boleh gak. Nanti gue jemput, itu sih kalo mau, kalo gak mau gak apa-apa kok. Santai aja ya."
Fiza tersenyum cengengesan setelah membaca pesan dari Salman. Dia berguling guling sesaat di atas kasurnya seraya senyum senyum sendiri.
"Salman ngajak gue berangkat bareng? OMG.... Kenapa gue jadi mendadak seneng gini? Dia baik dan perhatian banget sama gue. Jangan jangan gue beneran.... Suka?"
"Tapi... Apa iya dia mencoba untuk PDKT sama gue? Atau gue yang terlalu berharap? Oh no.... Bisa pecah otak gue mikir ini muluk. Udah lah! Tenang Fiza... Jangan berharap pada siapapun."
"Ok. Gue mau."
"Serius? Lo gak bercanda kan? Balas salam yang tidak percaya bahwa Fiza menerima ajakannya semudah itu.
"Lo maunya gue tolak nih? Ya udah gue tolak nih ya."
"Eh jangan jangan, makasih ya, nanti gue jemput. Sampai jumpa besok."
"Ok." Balas Fiza Singkat.
Di sebrang sana Salman tengah kegirangan karena Fiza menerima ajakannya. Dia senang semuanya berjalan lancar. Yang menandakan Fiza bisa saja welcome padanya.
"Ahahaha yes! Fiza Nerima ajakan gue! Pokoknya kali ini gue harus berani! Gue gak boleh menghindar lagi. Kali ini gak boleh gagal!"
*Ayo Salman. Sekarang Lo harus istirahat, Lo harus siap buat jemput dia besok. Lo gak boleh gagal Salman! Atau Lo gak akan pernah bisa dapetin dia.* Gumamnya melempar dirinya ke ranjang nya seraya memejamkan matanya.
• HAHAHA SEMANGAT TERUS MAS SALMAN. ðŸ¤
BERSAMBUNG..........................
__ADS_1