
Di tengah tengah perdebatan mereka, mereka di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang bersuara berat.
"Khem?! Cari siapa ya bak?" Tanya pak Hadi pada Fara dan yang lain.
"Ini rumah Audrin kan pak?" Tanya Fara sopan.
"Iya, kalian ini temanya non Audrin ya?"
"Iya pak." Ucap semuanya serentak.
"Mau hadiri acara pesta ulang tahun non Audrin kan?"
"Betul pak! Ucap Mira bersemangat.
"Ok, silahkan masuk. Non Audrin sama yang lain ada di dalam." Ucap pak Hadi membuka pintu gerbang dan mempersilahkan Fara dan yang lainnya masuk.
Fara dan yang lainnya masuk. Sampai di depan pintu, Fara dan yang lainnya terkejut dengan kehadiran seseorang di depan mereka, mereka ingin bicara, namun di larang oleh seseorang tersebut, Fara dan yang lainnya diam membisu, mereka masuk kedalam rumah seolah tidak menemui apapun di luar.
"Happy birthday gunung es!"
"Kalian?!"
"Ahh happy birthday Drin. Maaf kita kita udah cuekin Lo." Ucap Fara seraya memeluk Citra.
"Iya gak papa, makasih ya semuanya, Firly, Mira, Fiza, indah, Wulan, Aliya. Makasih banyak ya."
"Sama sama gunung es..." Ucap semuanya serentak seraya memeluk Citra bersamaan.
"Hey udah udah, masih tersisa satu kejutan spesial. Kita udah sepakat buat bantuin."
"Ohh iya lupa." Ucap Fara tersadar.
Mereka pun melepas pelukan mereka dari Citra. Mereka mundur kebelakang Citra, dan Citra didorong ke depan pintu.
Citra bingung atas apa yang teman teman nya lakukan, Citra menatap mama dan papa untuk mencari jawaban. Namun mama dan papa hanya memberikan anggukan dan senyuman pada Citra. Teman teman Citra menyuruh Citra untuk membuka pintu. Citra pun menuruti keinginan teman temannya itu.
Saat membuka pintu, hanya kegelapan yang terlihat, walau ada sedikit sinar tetap saja itu gelap. Citra terpaku dengan seseorang yang ada di teras rumahnya, orang itu berdiri berlawanan dengan Citra. Sehingga citra tidak tau siapa orang itu. Citra hanya melihat cake yang dia pegang Karna sinar cahaya lilin.
"Kau siapa?" Tanya Citra gugup.
Namun seseorang itu hanya diam membisu, tidak bergeming sedikitpun.
"Hey? Kau ini siapa? Dan apa mau mu?" Tanya citra sekali lagi, dan hasil yang sama pun diterima citra kembali.
Citra gugup, dia menoleh kebelakang dan melihat orang orang di dalan rumahnya. Namun mereka semua hanya tersenyum pada Citra. Di tengah kegugupannya. Lampu teras rumah pun menyala. Terlihat orang itu membalikkan badannya.
"Happy birthday to you, Happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday Audrin...." Nyanyian orang itu mulai terdengar diikuti oleh semua orang di dalam rumah.
"Happy birthday, semoga makin sukses, sehat terus, dan tetaplah menjadi gadis yang aku cintai." Ucapnya tersenyum seraya mendekati Citra.
Citra meneteskan air matanya. Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Seseorang yang dia rindukan, juga yang telah berhasil menyakiti hatinya beberapa waktu lalu.
"Kau pembohong! Penipu! Kau laki laki pembohong!" Sarkas Citra berlinang air mata.
"Shh shh shh shh, maafin aku. Aku minta maaf udah buat kamu nangis dengan kata kata aku di telepon. Aku terpaksa lakuin itu buat kasih kejutan buat kamu." Ucap Bara seraya mendekap Citra dalam pelukannya.
"Hiks hiks, kak Bara jahat! Kak bara tau gak! Aku sedih banget kak Bara bicara Lo gue Lo gue sama aku."
"Maaf Aku udah nyakitin perasaan kamu, maafin aku Drin." Ucap bara mengelus lengan Citra dengan lembut.
"Terus cewek yang sama kak Bara itu siapa?!" Tanya Citra mengintrogasi dalam keadaan setengah menangis.
"Itu si cerewet sahabat kamu." Jawab bara melihat Risa.
"Hah?! Risa?!" Ucap Citra terkejut dan melepaskan diri dari pelukan Bara.
Kemudian Citra melirik tajam Risa setelah mendengar jawaban dari Bara. Risa yang mendapat delikan dari mata tajam Citra pun menjadi gugup dan Canggung.
"Mau Lo apaan manggil manggil kak Bara Beb?!"
"Ya namanya juga sandiwara drin."
"Tetep aja gak boleh! Kak bara milik gue!" Ucap Citra menaruh kedua tangan nya di pinggang.
"Woy, minta halalin dulu baru ngomong milik Lo!"
"Gak usah diminta juga kak bara udah siap halalin gue, cuma waktunya aja belom tiba, ya kan kak?!" Ucap citra mendongakkan wajahnya ke atas dan melihat Bara.
"Pinter." Jawab bara seraya menyentuh kepala Citra dengan lembut.
"Huu mesra mesraan muluk!" Ucap Risa sebal akibat kalah berdebat.
Semua orang hanya tertawa kecil melihat Risa yang kesal karena kalah berdebat, kemudian Mama pun mengajak semua orang untuk masuk, sampainya di dalam Rumah Citra pun memulai pesta ulang tahun nya. Tidak lupa pak Dodi sebagai juru kamera.
Pak Dodi merekam pesta ulang tahun Citra dengan posisi yang pas. Citra sangat cantik dalam video, walaupun sebenarnya emang udah Cantik banget.
Ponsel iPhone 12 pro milik citra dipegang oleh Risa. citra sedang live seperti harapan fansnya sebelumnya. Citra meniup lilin dan memotong kue nya, kue pertama diberikan pada mama dan papa. Lalu potongan ke 2 Citra berikan pada Bara, dan potongan selanjutnya diberikan pada Riska dan adik adiknya di ikuti kepada teman teman dan tamu lainnya.
__ADS_1
"Silahkan nikmati Makanan nya..." Ujar Citra mempersilahkan.
"iya neng, Terimakasih." Jawab tamu yang merupakan tetangga Citra itu.
"sama sama buk." Ucap Citra tersenyum.
"Firly! Itu banyak kue, kenapa Lo gak makan? gak suka?" Ujar Citra menatap Firly.
"bukan kok. gue soal makan gak nolak. Cuma malu sama tamu Lo. takut gue malu maluin."
"ah! santai aja kenapa. makan aja sana."
"Iya fir, ayok deh. gue juga pengen makan kue itu." Timpal Aliya menarik Firly menuju meja tempat kue kue itu berada.
Saat semua orang sedang menikmati kue ulang tahun dari Citra beserta makanan dan minuman yang tersedia di atas meja, hal tak terduga terjadi. Pak Dodi mendekat kan kamera dan merekam nya dari dekat. Begitu juga Risa yang memegang ponsel milik Citra.
"Dhukk!" Seseorang berlutut di depan Citra.
"Kak Bara mau ngapain? Berdiri ah! Jangan aneh aneh, ini diliatin orang banyak." Ucap Citra gugup.
"Shutt! Aku mau bicara serius."
"Hari ini saya ingin kalian menjadi saksi keseriusan saya. Sebelum saya melanjutkan kata kata saya ke intinya, saya ingin meminta persetujuan dari Om Ilham dan Tante Fahira, Om, Tante? Bolehkah?"
Mama dan papa tidak mengatakan apapun, mereka hanya mengangguk Seraya tersenyum kepada Bara mengartikan persetujuan nya. Mereka tau betul apa yg Bara inginkan, Dan mereka sangat bahagia dengan niatan Bara.
"Karena Om dan Tante sudah memberikan Izin, maka saya akan menunjukkan keseriusan saya." Ucap Bara seraya merogoh sesuatu di saku celananya.
"Citra Audrina Putri Wulandari, Aku mencintai mu, maukah kamu menjadi calon istri ku?" Ucap Bara seraya membuka kotak cincin di tangannya.
Semua orang terkejut bahagia dengan apa yg mereka lihat. Para fans Citra yang melihat live Citra. Heboh juga dengan melayangkan banyak komentar. Citra membulatkan matanya, dia terkejut dengan apa yang dia lihat. Citra tak percaya bahwa dirinya langsung dilamar.
"Ini aku..."
"Audrin, dengar, Aku mencintai kamu, dan aku menghormati impian mu, aku tidak meminta untuk kamu cepat cepat menikah dengan ku, aku ingin mengajak mu bertunangan, dan soal menikah aku akan menunggu, kejarlah impian mu, saat kita sama sama siap, maka saat itulah kita melangkah ke jalan selanjutnya." Ucap Bara panjang lebar dengan tatapan mata yang hangat.
"Kak Bara serius?"
"Sangat Serius. Aku tidak pernah berbohong dengan keseriusan aku sama kamu Drin."
"Aku ulangi lagi. Mau kah kamu mengambil status tunangan ku, dan menjadi istriku di masa depan?"
Seketika semua berseru menyuruh Citra untuk menerima lamaran Bara, para fans Citra di sebrang sana heboh berteriak sana sini bahwa Ratu es mereka telah dilamar.
~Ok banyangkan aja kayak gini.~
>ok, kurasa ini cukup sebagai penjelasan. Kembali ke.. cerita.
"Terima, Terima, Terima, Terima." Seru semua orang.
Citra tersenyum kepada bara dan dia mengangguk.
"Baik, Aku Terima."
"Hah?! Apa apa?! Te-terima?" Ucap bara terkejut dan memastikan apa yang dia dengar.
"Iya, aku bersedia mengambil status sebagai Tunangan mu. Aku terima lamaran kamu."
"Woah yes! Wuuu Aku di terimaa...." Teriak Bara seraya berdiri dan mengangkat kedua genggaman tangannya ke atas.
"Kak Bara apaan sih?! Gak malu diliat orang?"
"Gak apa-apa aku seneng banget! Itu gak masalah buat aku. Makasih udah terima aku." Ucap Bara seraya memeluk Citra.
Citra hanya tersenyum dan membalas pelukan Bara, semua saksi mata ikut berbahagia dengan apa yang telah mereka saksikan.
"Guys gue di terima!" Ucap Bara pada Risa dan yang lainnya."
"Selamat ya kak Bara, Audrin." Ucap Risa berbahagia dengan kebahagiaan sahabatnya itu.
Fara dan yang lain membalas ucapan Bara dengan senyuman bahagia mereka.
"Ciee yang manggilnya udah aku kamu." Ucap Fara menggoda Citra.
"Apaan sih." Ucap Citra tersenyum malu.
_____________
___
Setelah acara selesai, semua orang pun pulang membawa bingkisan masing masing. Bik Ina dan Riska menaruh kado kado Citra ke dalam kamar Citra. Bara yang memang ke kampung sendiri di suruh menginap oleh papa dan mama. Bara setuju Karena tidak enak untuk menolak papa dan mama yang sudah bersih keras.
Beruntung Citra menyediakan 2 kamar tamu untuk hal hal tak terduga, dan 1 kamar itupun terpakai hari ini.
********
• Keesokan Harinya.
__ADS_1
"Drin, aku antar kamu ke sekolah ya?" Ucap Bara menghampiri Citra yg baru turun dari tangga.
"Yakin?" Tanya citra Memastikan.
"Iya." Jawab Bara singkat.
"Ok deh. Tapi harus di tunggu jangan di tinggal. Siap gak?" Ucap Citra merangkul tangan Bara.
"Siap dong. Pakai mobil kamu yang mana nih?" Ucap Bara seraya bertanya.
"Avanza." Jawab Citra singkat .
"Ok siap. Mang iman?!" Ucap Bara seraya meminta kunci mobil pada mang iman.
Setelah meng iman menyerahkan kunci mobil, Bara pun bergegas mengantar Citra pergi ke sekolahnya.
_________
• Di tengah jalan.
"Kapan kamu akan kembali ke Jakarta?." Ucap Citra seraya menyantap makanan ringan yang ada di tangan nya.
"Kamu mau aku cepet cepet balik ke Jakarta?" Ucap Bara melirik Citra.
"Bukan gitu, Emang kamu gak kuliah? Jangan bilang kalo kamu bolos." Ucap Citra menunjuk Bara dengan makanan ringan rasa keju yang dia pegang.
"Ehh ngak bolos kok, benaran deh!" Ucap Bara seraya menyantap makanan ringan yang Citra tujukan ke arah nya.
"Yah malah dinamakan, terus gimana kuliah kamu?" Ucap Citra kembali merogoh Bungkus makanan ringan yang ada di tangannya.
"Cuti sayang, Senin ini masuk S2." Ucap Bara santai seraya fokus pada jalan.
"Ohh. Eh eh! Apa tadi kamu bilang? Sayang? Kak bara kesurupan? Enak aja main panggil sayang." Ucap Citra yang tersadar dengan panggilan dari bara.
"Kamu kan tunangan aku, gak masalah dong." Ucap Bara santai seraya menaik turunkan alisnya.
"Belum ketemu sama Om dan Tante, Belom resmi! Kalo udah resmi tunangan Baru!" Ucap Citra manyun.
"Yaudah nanti aku hubungi ayah sama bunda buat kesini resmikan pertunangan kita. lusa mereka bakal nyampe."
"Astaghfirullah Kak Bara! Mau bikin aku jantungan ya?! Se enaknya mau temuin aku sama Om dan Tante secara dadakan."
"Kamu sama keluarga aku kan udah Deket dari lama drin, gak masalah lah sayang."
"Ih tau deh. Terserah."
Bara hanya tertawa melihat tingkah gadis kecilnya itu, Bara mengelus rambut Citra dengan lembut seraya tetap fokus pada jalan. Hari ini Citra berangkat sangat awal, Karna hari ini akan ada acara senam pagi bersama.
Sampainya di sekolah, Citra tak melihat satu sepeda motor pun di parkiran sekolah, Hanya ada bapak petugas parkir yang menunggu di post keamanan. Citra menebak bahwa dirinya datang terlalu awal. Dan ternyata Citra benar benar terlalu awal berangkat. Pintu gerbang memang terbuka. Tapi tak ada siswa satupun yang terlihat, bahkan siswa siswi yang rumahnya di dekat sekolah pun tak terlihat.
"Terlalu pagi ternyata." Ucap Citra mengintip dari balik kaca mobil.
"Kamu terlalu rajin."
"Ya abis katanya bakal ada senam pagi bersama ya aku semangat dong. Eh ternyata belom pada Dateng."
"Cup Cup Cup, Sabar."
"Cemilan aku juga udah abis lagi. Ah gak seru kalo nunggu Tampa cemilan." Ucap Citra manyun.
"Tadi di dekat sini ada supermarket kecil. Mau beli lagi?"
"Kamu yang traktir?" Tanya Citra seraya menaik turunkan alisnya.
"Ok, apa sih yang gak buat kamu."
"Yeeee malah gombal." Ucap Citra seraya memajukan bibir bawahnya.
____________
___
"Nah mau yang mana? Tuh ada banyak."
"Manis semua Kak, aku maunya yang asin asin gitu."
"Ohh di Bagian situ tuh sayang." Ucap Bara menunjuk suatu tempat.
"Oh iya bener." Ucap Citra bersemangat.
"Ya udah kamu pilih aja yang kamu mau, aku mau cari sesuatu dulu." Ucap Bara seraya menyentuh kepala Citra dengan lembut.
"Ok." Ucap Citra seraya fokus memilih.
Bara pun pergi meninggalkan Citra memilih makanan ringan sendirian. Bara pergi ke suatu rak di bagian pojok supermarket itu. Bara melihat dengan seksama Dan mulai bingung memilih.
Di sisi lain Citra sudah memilih makanan ringan yg dia mau. Citra memilih 3 bungkus makanan ringan berukuran jumbo dan segera pergi ke arah kasir.
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................