Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 57


__ADS_3

• 1 Minggu Kemudian.


~ Bandara ~


Hari ini adalah hari keberangkatan Citra. Namun dia masih harus terbang ke Jakarta terlebih dahulu untuk melanjutkan perjalanan terbang ke Amerika.


Bara yang telah menyelesaikan tugas nya mengajak kelompok nya untuk pulang ke Jakarta. Saat ini semuanya berangkat dalam pesawat yang sama.


"Gunung es... Kita bakal kangen sama Lo." Celetuk Risa memeluk Citra.


"Lebay banget Lo, Udah lepasin pelukan Lo! Gue gak suka di peluk orang cerewet kayak Lo." Ujar Citra dingin.


"Begitu banget Lo! Gini gini gue sahabat Lo tau?!"


"Iya iya gue tau cerewet!"


Risa manyun seraya memalingkan wajahnya, kemudian Citra secara inisiatif memeluk Risa berikut teman temannya yang lain.


"Jangan lupain gue ya, gue gak mau kehilangan temen temen seperti kalian."


"Pasti gak akan..." Ucap Fara tersenyum.


"Iya gunung es. Justru Lo tuh yang jangan sampai lupa sama kita. Nanti punya temen baru di sana malah gak mau lagi sama kita." Ujar indah.


"Ah gak akan lah dah... Kalian teman teman terbaik Gue."


Teman teman yang Citra temui tak sampai 2 tahun itu membuat sedikit perubahan pada diri Citra. Dimana Citra lebih sering tersenyum dari biasanya dan Kehangatan Citra perlahan Kembali.


Teman teman Citra memeluk Citra erat. Bagi mereka... Citra adalah teman ter-Spesial yang pernah mereka punya.


"Cicit... Kalo udah sampai di Amerika, jangan lupa hubungi Papa sama Mama ya?" Ujar Papa.


"Papa tenang aja, Cicit pasti segera mengabari kalian kalo udah nyampek."


"Iya, jaga diri baik-baik ya?"


"Siap Papa." Celetuk Citra seraya memeluk Papa.

__ADS_1


Citra memeluk keluarga nya satu persatu. Dengan penuh kasih dan cinta juga rasa sedih karna akan berpisah membuat air mata Citra tak dapat dia bendung, Citra akan sangat sangat merindukan keluarga nya itu.


"Rendi? Gak mau ikut Kak Citra sekolah ke luar negeri nih?"


"Gak mau. Disini juga lumayan untuk permulaan. Nanti pas lulus SMA juga, baru aku mau, Mbak mau biayain gak?"


"Ya pasti mau dong! Kalo kamu minat mbak pasti turutin, tapi dengan syarat gak boleh main main, harus serius!"


"Pasti lah itu."


"Ehemn! Bak Citra tunggu kamu lulus."


"Citra, ini nugget kesukaan kamu, bawa ini sebagai cemilan Ok?" Ujar mama menghadap Citra.


"Emm Ok, Makasih ya ma."


"Iya sayang.."


Saat tengah mengucapkan salam perpisahan pesawat tumpang Citra, Bara dan yang lain sudah memanggil. Jadwal penerbangan mereka tinggal 10 menit lagi.


"Sayang? Udah belom? Pesawat kita bentar lagi udah terbang." Ujar Bara.


"Dah Gunung es...." Teriak semuanya serempak seraya melambaikan tangan.


Citra membalas mereka dengan senyuman, Keluarga Citra hanya melambaikan tangan Tampa bicara apapun, namun senyuman sendu terlukis di antara bibir mereka, terutama Mama dan papa, mereka agak berat untuk berpisah dengan Citra. Namun mereka harus rela. Karena ini demi masa depan Citra.


_________


______


\*\*\*\*\*\*\*


"Uh Pegel banget... " Celetuk Citra mengeluh.


"Baru juga penerbangan sebentar udah lelah, gimana mau ke Amerika?" Celetuk Bara melirik Citra.


"Ih, beda lagi itu, kalo ke Amerika aku bakal bersemangat." Jawab Citra memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Haha kamu ini, Ya udah yuk ayah udah jemput kita."


"Beneran?"


"Iya, yuk."


"Guys kita pisah disini ya. Rena, file nya jangan sampai ilang, simpan baik baik." Ujar Bara lagi seraya menatap Rena.


"I-iya tenang aja." Jawab Rena gugup.


"Ok."


Bara dan Citra pun berlalu pergi dari hadapan mereka, dalam sekejap mata mereka berdua hilang dari pandangan mata Semuanya. Rena dan yang lainnya pun bergegas pergi juga menuju ke rumah mereka masing masing.


__________


_____


"Audrin, Kamu kapan ke Amerika nya nak?"


"Dua hari lagi Om."


"Ohh Dua hari Lagi. Selama Dua hari ini tinggal di rumah kita aja gimana?"


"Ah?! Ngak deh Om, nanti ngerepotin lagi, dan juga audrin perempuan Om, takut tetangga berpikir macam-macam."


"Kamu ini gimana... Kamu Tunangan Bara, yang berarti calon menantu Om, tetangga gak akan mikir macam macam Kok, lagian kan gak tinggal berdua, ada Om sama Tante."


"Audrin sih paham itu, tapi..." Ucap Citra menggantung Kalimatnya.


"Tapi Kenapa sih sayang? Kok di gantung gitu ngomong nya?" Tanya Bara penasaran.


"...Mulut tetangga Virus beracun." Celetuk Citra pelan Seraya menggigit bibirnya.


Sontak pernyataan Citra ini membuat Bara dan Om Lukman tertawa terbahak bahak. Apa lagi Bara yang tertawa seraya memukul mukul pahanya karena menahan tawa. Walaupun mendapatkan Cubitan dari Citra, Bara tak dapat menghentikan acara tertawa nya.


• WAH AKU SETUJU SAMA MISS QUEEN, MULUT TETANGGA ADALAH RACUN PALING BERACUN🥲.•

__ADS_1


UDAH YA GUYS.... SAMPAI KETEMU DI EPISODE SELANJUTNYA...... TAHUN BARU AKU KASIH 5 EPISODE DEH BUAT KALIAN😁 HEHE BYE BYE 👋😙


BERSAMBUNG..............


__ADS_2