Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 110


__ADS_3

Nana author: "Ok lanjut ya guys, asisten gue udah dihukum"😌


Setelah Rendi masuk kedalam kamarnya, ada maid yang tak sengaja naik ke lantai atas untuk mengambil keranjang cucian di kamar adik-adik Citra, maid tersebut lantas berteriak ketika melihat Citra tergeletak di lantai.


"AGHHH."


"Ada apa Bi?" Tanya Mama Fahira yang ada di ruang utama bersama Papa Ilham.


"Nona pingsan Buk." Jawab Maid berteriak dari atas seraya menopang Citra.


"Apa?!" Kejut Mama Fahira dan Papa Ilham bersamaan.


Keduanya pun langsung berlari menuju lantas atas, Papa Ilham kaget bukan main melihat putri kesayangannya tergeletak lemah di lantai, sedangkan Mama Fahira langsung saja menangis karena takut, takut ada apa-apa dengan putrinya.


Sementara Rendi yang ada di dalam kamarnya kaget dengan keributan di luar, ia keluar dari kamar dan melihat semuanya sedang panik.


"Ada apa Ma?" Tanya Rendi.


"Kakak kamu pingsan Ren." Jawab Mama Fahira.


"Pingsan beneran? Bukan pura-pura?" Tanya Rendi yang sontak membuat Papa Ilham dan Mama Fahira kaget.


"Kamu udah tau tentang ini?!" Tanya Mama Fahira terkesan marah.


Rendi mengangguk kecil menjawab pertanyaan Mama Fahira itu.


"Rendi!! Bisa-bisanya kamu membiarkan kakak kamu dalam keadaan begini?! Mama kecewa!" Sentak Mama Fahira.


"Marah boleh saja, kenapa kamu mengabaikan keadaan kakak kamu hah?! Mama benar-benar tidak menyangka kamu begini, Mama kecewa! Kecewa sama kamu Ren! Kecewa!" Sambung Mama Fahira emosi di balik tangisannya.


"Udah ma, kita harus bawa Cicit kerumah sakit." Tutur Papa Ilham menengahi.


Mama Fahira mengangguk, kemudian mereka melangkah pergi menuju lantai dasar.


"Papa aku ikut." Ucap Rendi.


"Ngapain kamu ikut! Gak usah!" Sentak Mama Fahira.


"Udah Ma, sabar." Ucap Papa Ilham mencoba melerai.


"Ayo Ren, jangan dengarkan Mama kamu, dia cuma sedang khawatir." Tutur Papa Ilham.


Rendi mengangguk, kemudian mereka semua menuju rumah sakit, Sandy dan Arsha juga di panggil untuk ikut.


🌬️🌬️🌬️🌪️


•HOSPITAL🏥


Sampai di rumah sakit, Citra segera di periksa oleh dokter, sementara keluarganya menunggu si luar ruangan, semua orang cemas, tak terkecuali Rendi, ia merasa bersalah pada kakak nya, ia menyesal telah marah pada kakak nya.


"Mama~" Cicit Rendi.


"Apa? Jangan bicara sama Mama sebelum kamu minta maaf sama kakak kamu!" Cetus Mama Fahira di balik tangisnya.


Rendi terdiam, ia tak dapat mengatakan apa-apa, Mama Fahira pasti sangat marah padanya hingga tak ingin bicara dengannya.


5 menit kemudian, dokter keluar dari ruang pemeriksaan, Papa Ilham dan Mama Fahira lantas berdiri dari duduknya, lalu menghadap dokter itu dan menanyakan keadaan putri mereka.

__ADS_1


"Bagaimana dengan putri saya dok? Baik-baik saja kan?" Tanya Papa Ilham.


"Putri anda baik-baik saja, dia hanya kelelahan, dia bisa pulang jika sudah sadar, dan harus banyak istirahat." Jawab dokter tersebut.


"Hufft, syukurlah.... Terimakasih dok." Ucap Papa ilham merasa lega.


"Sama-sama, saya permisi." Balas Dokter tersebut di akhiri pamitan, dan Papa Ilham mengangguk mengiyakan.


Mama Fahira langsung saja menerobos masuk kedalam ruang rawat Citra, terlihat Citra yang masih memejamkan matanya, ia belum sadarkan diri.


Papa Ilham, Sandy dan Arsha menyusul Mama Fahira masuk, sementara Rendi diam di tempatnya, ia takut untuk bertemu dengan kakaknya, dan juga merasa bersalah karena kejadian sebelumnya.


"Mama, Sis Citra bangun." Tutur Arsha yang melihat Citra menggerakkan kelopak matanya.


"Citra, sayang, anak mama udah bangun? Baik-baik aja kan?" Tanya Mama Fahira khawatir.


"Ma~ Rendi... Abang mana Ma?" Tanya Citra.


"Di luar!" Jawab Mama Fahira yang masih kesal.


"Adek, Panggilkan Abang kesini." Pinta Citra pada Sandy.


"Ok." Ucap Sandy seraya berbalik pergi keluar ruangan.


"Ngapain masih nyariin dia? Dia itu tau kamu pingsan, tapi malah biarin kamu gitu aja! Di anggap candaan sama dia! Mama kecewa sama adik kamu itu!" Cetus Mama Fahira.


"Mama~ jangan gitu ah, Rendi seperti itu karena marah sama Citra, dia gak sengaja." Tutur Citra mencoba membujuk.


"Sis~" Seru Rendi.


"Here Abang." Pinta Citra supaya Rendi mendekat.


"Yes Sis." Jawab keduanya serempak.


Sandy dan Arsha pun keluar ruangan, Citra memang begitu, ia tak akan membiarkan adik adiknya melihat masalah yang terjadi dalam keluarga, dalam bentuk sekecil apapun masalah yang terjadi, Citra tidak akan membiarkan adik adiknya menyaksikan itu.


"Rendi.... Kamu masih marah sama kakak?" Tanya Citra.


"Eum."


"Ohh, Ya udah kakak gak maksa lagi, tapi kedepannya disekitar kamu harus Full sama bodyguard Kak Bara." Tutur Citra serius.


"Kakak cuma mau melindungi kamu, gak bermaksud maksa, emang bener semuanya baik-baik aja, tapi kedepannya gak akan tau... Ngertiin kakak ya." Sambung Citra.


Rendi hanya diam membisu, itu membuat Citra ragu-ragu untuk bicara lagi, namun sesaat kemudian Citra kaget melihat Rendi menunduk dan menangis.


"Rendi, ada apa?" Tanya Citra.


"Maaf kak, maafin aku..... Maaf udah mengabaikan kakak tadi saat pingsan." Ucap Rendi tersedu-sedu.


"Eumm sini Bang." Pinta Citra merentangkan kedua tangannya.


Rendi langsung saja menghambur kedalam pelukan sang kakak, ia menangis tersedu-sedu, lalu meminta maaf tiada hentinya dalam pelukan kakaknya itu, Mama Fahira dan Papa Ilham hanya bisa menyaksikan dengan terharu moment itu, Mama Fahira lega Rendi bisa berhenti marah pada Citra.


"Udah-udah, Udah besar kok masih cengeng. King es nya mana Bang, Hem?" Ujar Citra menggoda.


"Gak ada, lagi nyelip di kolong meja." Jawab Rendi mengusap air matanya kasar.

__ADS_1


"Pufft, Pantesan." Balas Citra terkekeh.


"Sis~ Tunda dulu ke Korea nya, boleh?" Tanya Rendi.


"Kamu mau?" Tanya Citra balik.


Rendi lantas mengangguk mengiyakan. "Iya, tapi tunda dulu, ajarin aku bahasa koreanya dulu." Jawab Rendi.


"Hahaha Ok Ok." Balas Citra terkekeh.


"Ma, Pa, ayo pulang, Citra masih punya janji temu dengan seseorang." Ujar Citra pada kedua orangtuanya.


"Gak di tunda aja?" Tanya Mama Fahira.


"Gak bisa Ma." Jawab Citra.


"Abang nanti yang antar, bisa kan Bang?" Tanya Citra menatap Rendi.


"Ok." Jawab Rendi.


_


_


"Pak Rangga, Kita sudah bisa menerima job untuk Audrin." Ujar Eza di balik telepon.


"Bagus sekali! Anda akan menemui Queen kan?" Tanya Pak Rangga.


"Benar, Katanya untuk menemui seseorang, dan itu penting." Jawab Eza.


"Ohh, Disini ada dua tawaran kontrak untuknya, bicarakan dengannya supaya kita bisa membahasnya segera, lewat Video Call juga tidak masalah, kita bisa langsung menghubungi perwakilan 2 perusahaan itu lewat Video Call." Ujar Pak Rangga panjang lebar.


"Siap Pak, terimakasih." Ucap Eza tersenyum senang.


Keduanya memutuskan panggilan telepon tersebut, Lalu Eza mulai memasuki bandara, ingat ya, dia akan terbang ke kampung halaman Citra hari ini.


09:00, diperkirakan Eza akan mendarat di bandara kampung halaman Citra pada jam 12:15, Dan waktunya cukup untuk waktu janjian Citra dan dirinya, mereka bisa membahas perihal kontrak sebelum bertemu orang yang Citra katakan.


Dling~ Dling~ Dling~


"Halo Queen, ada apa?" Tanya Eza.


"Kak, Nanti yang jemput kamu mang Iman ya, aku gak bisa jemput karena baru keluar rumah sakit." Jawab Citra.


"Baru keluar rumah sakit?" Tanya Eza terkejut.


"Iya, kata dokter kelelahan." Jawab Citra.


"Hemm baguslah, kalau gitu kamu istirahat saja, jangan sampai aku di klaim gak bisa menjagamu." Tukas Eza.


"Iya iya, Maaf sekali lagi Kak." Ucap Citra.


"Tidak apa-apa." Balas Eza.


"Ok, Makasih..."


Tutttt~

__ADS_1


OK HABIS YA GUYS, LANJUT BESOK-BESOK YA😁👋


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2