
Citra menoleh ke belakang untuk melihat apa yang Teman temannya lihat, saat telah berbalik, Citra juga terkejut dengan apa yang teman temannya lihat. Kini Citra tau, apa yang di maksud Risa dengan ada, dan datang."
"Ka-Kak Bara?" Ujar Citra terkejut dan senang.
Terlihat Bara di 10 meter dari tempat nya berdiri. Bara melebarkan kedua lengannya membuat tempat untuk Citra memeluknya. Citra tersenyum, dan berlari kecil dengan high heels yang dia pakai. Dalam sekejap dia mendekap di pelukan Laki laki yang di cintai nya itu.
"Kamu datang?" Ujar Citra melepaskan pelukannya.
"Iya, khusus buat kamu." Jawab Bara Seraya tersenyum manis pada Citra.
Di belakang Citra teman temannya asik tersenyum bahagia melihat pertemuan mereka.
"Ouhh, manis banget!" Celetuk Risa seraya mengerakkan badannya bolak balik ke samping.
"Itu siapanya Audrin? Cowoknya kah?" Tanya Nita penasaran.
"Bukan." Jawab Risa singkat.
"Terus? Setau gue audrin gak punya kakak laki laki, kalo bukan pacarnya kok mesra gitu? " Ujar Nita Tambah penasaran.
"Ya Karna dia itu tunangannya, bukan pacar lagi." Ujar Risa santai seraya asik tersenyum.
"Tunangan?! Jadi audrin udah punya Tunangan?.."
"Iya." Ucap Fara menimpali.
• Ok Kita kembali ke Citra dan Bara.•
"Kalo kamu disini, gimana sama kuliah kamu?"
"Kamu gak usah khawatir, aku ada tugas kampus di sini."
"Tugas kampus?"
"Iya, emm semacam wawancara lansia. Juga beberapa adat kampung... Misalkan, Upacara Upacara khusus desa."
"Eumm untung deh kalo gitu."
"Iya, Sayang?" Celetuk Bara malu.
"Emm, Kenapa?" Ujar Citra menatap mata Bara.
"Kamu cantik pakai hijab." Ujar Bara tersenyum.
Citra menghembuskan nafas panjang seraya tersenyum sebelum menjawab perkataan Bara.
"Saat aku Siap, Aku akan Istiqomah memakainya." Ujar Citra tersenyum manis.
"Iya... Aku gak akan maksa, senyaman kamu aja. Memakai ini harus dengan kesediaan hati kamu. Oh iya. Ini untuk kamu." Ujar Bara seraya menyodorkan sesuatu.
"Wow mawar?! Cantik banget... Makasih kak aku seneng banget!" Ujar Citra tersenyum Ceria.
"Iya, Mawar Cantik untuk tunangan aku yang cantik." Ujar Bara seraya mengelus kepala Citra yang terlapisi hijab Silver itu.
Setelah itu Citra membawa bara mendekati teman temannya. Sampainya di sana Risa dan yg lain sibuk menggoda Citra sana sini. Kecuali Nita, Dia menatap Bara seksama. Dia kagum atas ketampanan yang di miliki Oleh Bara.
• Aku harap sih, Si Nita gak jadi Pelakor. •
__ADS_1
*Ganteng banget... Lebih ganteng diliat dari dekat kayak gini. Gue jadi tertarik sama ni cowok.* Gumam nita licik.
Nita mulai berfikir licik untuk bisa menarik perhatian Bara. Citra yg memiliki sifat kewaspadaan tinggi dari awal bicara dengan Nita sudah merasa tidak nyaman.
Saat Citra menyadari bahwa Bara tengah di pandangi Nita dengan seksama, Citra segera Maju ke hadapan bara dan bertingkah manja.
"Kak, aku ingin pulang." Ujar Citra merangkul lengan Bara.
"Ok, Aku anterin ya sayang?"
"Itu lebih.... Bagus lagi." Ujar Citra tersenyum.
Risa dan yang lain melongo melihat tingkah manja Citra, ini adalah pengalaman langkah mereka. Namun beda dengan Nita, dia menggertakkan giginya geram.
"Haha, Ya udah ayok, tumben kamu manja." Ujar Bara seraya berbalik badan.
Sebelum Citra pergi dengan Bara, Dia sempat menatap Nita tajam, tatapan biasa menurut teman temannya, Namun tatapan menusuk bagi Nita.
*Huh! Di panggil nya aja gunung es, Tapi ganjen.* gumamnya geram.
• aduu Nita... Lo yg ganjen kali... Astaga... Puyeng gue! Kenapa gue nyiptain wanita kayak Lo!😫🥲.•
Risa yang sebagai sahabat Citra merasakan ada yang aneh dengan sahabat nya itu. Dia pun memutuskan untuk Bertanya nanti. Dia bersikap seolah tidak menyadari apapun di depan yang lain saat ini.
Di sisi lain, Orang yang menatap Bara dan Citra sedari tadi mulai mempunyai niatan licik untuk bisa memisahkan Bara dan Citra, yaitu menggunakan Nita.
____________
________
"Nggak, aku ke pulau ini sama kelompok aku, dan kami naik kendaraan umum ke tempat perkemahan, tadi waktu ke sini buat nemuin kamu.. aku naik ojek."
"Perkemahan?"
"Iya, emang kenapa sayang?"
"Kenapa gak tinggal di rumah kak bara di sini aja?"
"Karena ada ceweknya, kamu mau aku tinggal serumah sama cewek?"
"Ya kalau Kak Bara tinggal satu rumah sama cewek lain, ya batalin aja pertunangan kita." celetuk Citra santai dan dingin.
"Eh eh! ya jangan dong sayang... "
"Makanya jangan coba-coba."
"Iya ngak kok..." Ujar bara tersenyum canggung.
"Itu di belakang, Hasil hari ini?" Imbuh bara menunjuk ke bangku belakang yg berjejeran dengan piala.
"Iya." Jawab Citra singkat.
"Wanita pilihan aku emang pinter."
"Ngak juga kok, aku juga gagal di beberapa. walaupun masih dapat juara 3."
"Tapi kamu sudah menjadi yang terbaik."
__ADS_1
"Iya." Jawab Citra tersenyum manis.
Mereka berbincang Asyik dalam perjalanan mereka, Sampainya Di rumah, Citra Membawa piala piala masuk di bantu bara dan mang iman. Lalu dia menyuruh bik Ina untuk menyimpan nya di lemari khusus piala piala penghargaan milik Citra.
Citra segera pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian dan mengusap makeup yang ada di wajahnya. setelah itu Citra turun kembali menemui keluarganya dan juga Bara.
Bara ada di rumah Citra lumayan Lama, setelah di rasa cukup bara pamit pergi, Karena teman temannya masih menunggunya di perkemahan, Di sekolah, Risa dan yang lainnya pun telah berlalu pergi ke rumah masing masing.
___________
_______
Citra kini ada di dalam kamarnya, Citra sedang menaruh bunga dari Bara di Dalam vas berisi air, agar bunga itu tidak layu, Karena Citra masih mempersiapkan Tempat untuk menumbuhkan akar bunga bunga itu, agar biasa ia tanam dan bunga itu bisa terus hidup.
"Drett drett drett!!" Ponsel Citra bergetar menandakan ada panggilan masuk.
"Iya halo Ris, kenapa?" Ujar citra menjawab panggilan masuk itu.
"Lo kenapa Drin?" Celetuk Risa.
"Apanya? Bicara yang jelas dodol!" Ketus Citra.
"Emm Ada yang Lo gak suka dari Nita?" Ujar Risa to the point.
"Jangan berani bohong, Gue kenal Lo lama, gue tau kalo ada sesuatu. Lo tipe orang yang waspada nya tinggi, gak mungkin Tampa alasan lemparin tatapan kayak tadi ke orang lain secara sembarang. Kecuali Orang itu gak baik." Ujar Risa panjang lebar.
Citra hanya tersenyum usai mendengarkan pernyataan dari sahabatnya itu, dia senang bahwa sahabatnya itu masih mengenal baik dirinya.
"Gue sih belum tau pasti Ris, tapi gue nggak nyaman aja sama dia."
"Lo ingat gak waktu gue nanya Nanyain dia pas hari terakhir les?" Imbuh citra lagi.
"Iya gue ingat, kenapa? waktu itu omongan lu judes banget tau nggak." Ujar Risa manyun.
"Gue awalnya nanya-nanya dia mau tahu sifatnya gimana, lo tau sendiri kan, gue bisa tau orang tipe Seperti apa cuma lewat cara dia bicara sama gue."
"Iya gue tau, terus ada apa? ada yang gak beres sama dia?"
"Iya, tatapannya aneh, cara bicaranya pun.... walaupun pendiam, tapi cara bicaranya mengartikan kalau sifatnya tak seperti yang terlihat."
"Serius Lo Drin? jangan bercanda." Celetuk Risa tak percaya.
"Emang gue tipe orang yang suka bercanda gitu" ujar citra dingin.
"Ya enggak sih!." Celetuk Risa Canggung.
"Nah, Lo pinter tuh."
"ya tapi lo yakin? dia ngomong pun lembut banget kayak gadis polos."
"Kebanyakan orang munafik." Ketus Citra Dingin
Risa dan citra berbicara tentang nita lumayan lama, Risa menebak nabrak seperti apa sifat Nita yang sebenarnya, selama ini sahabatnya itu tidak pernah salah menilai, Risa pun menjadi ragu kepada nita, dia tidak ingin teman-temannya terjerumus kepada tipuan wanita munafik itu.
Setelah saling berbincang dengan citra, risa menghubungi teman-temannya dan mengatakan kecurigaan citra, kemudian fara dan yang lainnya pun menjadi ikut ragu kepada nita karena gelagat nita selama ini setiap menatap citra seperti tak suka.
BERSAMBUNG.............
__ADS_1