Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 74


__ADS_3

"Ini sempurna sekali... Makasih suami ku.. Cup." Celetuk Riska antusias mencium bibir suaminya itu.


Aris terkejut sesaat, Setelah itu Aris merespon ciuman gairah dari istrinya. Pertama kalinya melihat Riska begitu bersemangat.


"Hah hah!" Nafas Aris naik turun setelah melepaskan ciumannya.


"Huh! Kenapa kamu lambat sekali merespon? Bahkan tak terasa enak." Gerutu Riska mengelap bibirnya.


Aris membulatkan matanya dan terkekeh kecil. "Kamu ini sangat bergairah hari ini." Ucap Aris memegang dagu Riska.


"Bukankah kamu sudah menahan diri dari kemarin?" Ucap Riska mengusap rahang Aris lembut.


Karena istrinya yang terus memancing gairah, Aris pun lantas langsung menggendong istrinya ala bridal style menuju kamar mereka. dengan malu malu Riska memberikan hak kepada laki laki yang telah berstatus suaminya itu sore ini.


Aris yang telah menunggu dari kemarin pun menjadi ganas pada istrinya itu, berbagai jeritan tak membuat Aris goyah malah membuatnya menjadi begitu bersemangat. Riska hanya bisa mencoba bertahan sebisanya di bawah serangan ganas dari suaminya, ia sadar, bahwa ini kewajiban nya, dan juga hak suaminya.


Jam dinding kamar menunjukkan pukul 21:35 WIB, setelah beberapa ronda pasangan pasutri itu lakukan, kini aksi Aris yang mengarungi lautan kenikmatan bersama istrinya itu harus berhenti. selain karena lelah, Riska juga sudah sangat lemas.


"Sayang, Terimakasih. Dan maaf sudah membuat mu lelah." Ucap Aris mencium kening istrinya dalam.


Riska hanya bisa membalas dengan senyuman hangat nya, sungguh tak mampu baginya bahkan untuk sekedar bicara pada suaminya itu. Badannya seperti remuk karena aksi ganas suaminya yang ia tau bahwa semua itu sudah suaminya tahan dari kemarin. anggap Riska membayar bunga ketelatenan malam pertama mereka. walaupun gak telat telat amat.


*****


Citra sedang ada di suatu tempat semacam butik di kampung halamannya, Citra ditemani adiknya yaitu Rendi, yang kebetulan memang karena keperluan sang adik. Rendi pernah meminta sebuah baju dengan design unik pada Citra, Citra tentu langsung memenuhi permintaan asal adiknya itu.

__ADS_1


Dari dulu waktu terpuruk nya pun Citra tak pernah menolak keinginan adik adiknya, Bahkan Citra reka banting tulang ikut kerja sampingan terlepas dari sepengetahuan orang tuanya. ia selalu berusaha untuk bisa membahagiakan adik adiknya, Terutama Rendi. Rendi dan Citra sangat dekat hingga kemanapun Citra pergi Rendi pasti selalu bersamanya.


"Mba? betul ini pesanan nya, kan?" tanya pemilik toko tersebut.


"Nah betul Bu, Ini dia. Saya gak nyangka bisa secepat ini udah jadi. hebat banget toko ibu ini." jawab Citra memuji.


"Hahaha Mba bisa aja."


"Saya serius Bu. Nah Rendi, Coba liat sesuai selera gak?" Ujar Citra menatap Rendi.


"Iya, sesuai kok. makasih ya bak. padahal aku cuma asal ngomong mintanya, ternyata Bak Citra gak berubah dari dulu, tetap sama." jawab Rendi seraya mengingat masa lalu.


"Duh kamu ini bicara omong kosong apaan? udah ambil bajunya, aku akan urus pembayaran nya. kamu tunggu mbak di mobil sana."


Hanya dalam 10 menit saja kini Citra sudah tancap gas pergi meninggalkan wilayah toko tersebut. Citra tersenyum manis saat melihat Rendi yang terus tersenyum seraya menatap baju barunya.


"Ini udah larut banget, terus kamu belum makan dari tadi. kita cari makan dulu gimana? kayaknya masih ada beberapa yang buka jam segini." Ujar Citra menawarkan.


"Aku sih terserah Bak Citra aja." jawab Rendi yang hanya ingin mengikuti.


"Ok, Kita makan malam dulu baru pulang, sekalian menghilangkan rasa kantuk.


Citra pun dengan hati hati melirik sekilas setiap sisi jalan yang ia lewati. berharap ada satu warung atau tempat makan apapun yang buka dan cocok untuknya.


10 menit Berlalu, Mobil Citra terhenti di sebuah warung makan kecil kecilan yang terpampang papan nama bertuliskan MIE AYAM. kebetulan juga warung MIE AYAM itu masih buka, mungkin karena warung ini ada di perbatasan kecamatan yang sudah biasa banyak orang berlalu lalang walaupun waktu sudah larut.

__ADS_1


"Buk, mie ayam nya 2 ya." Ucap Citra mulai memesan.


"Siap neng, minumnya mau apa neng?" Balas nya yang kemudian bertanya.


"Es--"


"Air putih aja Buk." Putus Rendi memotong perkataan Citra.


Citra pun mengernyit bingung, apa lagi saat Rendi tiba tiba menatapnya dengan tatapan tajam saat ibu pemilik warung itu pergi menyiapkan pesanan mereka.


"Apa? Ngapain natap tajam aku gitu? dan juga ngapain pakek acara memotong perkataan mbak?"


"Bak ingat tubuh kamu. gak boleh makan berlawanan gitu ah!" Tukas Rendi mengingatkan.


Citra pasrah, walaupun dirinya ingin, tapi benar apa yang adiknya bilang, jangan sampai tubuhnya mejadi kemah lagi. Citra pun hanya bisa menghembuskan nafas panjang karena pasrah.


Tak butuh waktu lama setelah perbincangan kakak beradik itu, pesanan mereka pun datang, Citra dan Rendi pun makan dengan lahap, yang memang mereka akui mie ayam itu sangat enak, dan juga perasaan lelahnya menambah selera makan nya.


setelah selesai makan malam, Citra dan Rendi pun bergegas pulang. Jam 23:25 WIB mereka berdua tiba di rumah mereka yang tengah di tunggu oleh pak satpam untuk membukakan gerbang rumah. sedangkan Mama dan papanya sudah tidur karena kelelahan mengurus acara pernikahan Riska dan Aris.


Rendi pun memiliki pergi ke kamarnya duluan karena dirinya sudah sangat mengantuk, Citra mengangguki Rendi yang memang ia akui Rendi memang butuh istirahat. setelah Rendi pergi, Beberapa saat kemudian Citra memutuskan untuk pergi ke kamarnya juga, karena dirinya benar-benar sudah kelelahan.


Ok Next! Bye bye👋👋 thanks udah mampir 😚🌹 sampai jumpa di episode selanjutnya Muachh 😙


BERSAMBUNG................................................................

__ADS_1


__ADS_2