Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 72


__ADS_3

"Bak, Kamu seharusnya gak boleh gitu. Kasian kan mereka jam 7 malam baru kembali. Untung mereka ke sini bukan pagi hari. Kalau ngak gak enak banget sama mereka."


"Hehehe iya iya, lagian gak mungkin ada lain kali, aku nikahnya kan cuma sekali Cit."


"Iya deh terserah..... Aku mau kembali ke kamar." Ucap Citra Dingin seraya beranjak pergi.


"Ih kamu gak adil banget sama mbak Cit!"


"Ada apa lagi?" Ucap Citra menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Riska.


"Kamu hangat sama mereka, kok sama mbak dingin sih?! Ini gak adil." Celetuk Riska manyun.


Citra tersenyum mendengar pernyataan dari Riska, Dia duduk di anak tangga dan berbicara pada Riska mengenai Topik yang Riska ungkit.


"Bak, Itu sopan santun! Untuk hangat kepada orang lain... Aku... Aku..." Ucap Citra tergagap.


"Shut udah! Maafin mbak ya, Gak usah bahas itu lagi. Jadilah diri kamu sendiri. Mbak tadi cuma menggoda mu saja." Ujar Riska meraih tangan Citra.


"......... Aku balik ke kamar ya bak, aku gak ikut makan malam Masih kenyang." Ucap Citra tersenyum seraya bangun dari duduknya dan melanjutkan menaiki anak tangga itu lagi.


Riska hanya Diam, Ada perasaan marah pada dirinya sendiri, mengapa Dirinya mengungkit masalah itu? Riska tau perubahan Citra juga karena kehangatan nya yang tak dihargai dan bahkan di manfaatkan oleh orang lain.


*Aduhh Riska bodoh! Bodoh! Kenapa Lo bicara kayak gitu sih?* Gumam Riska menatap anak tangga yang sudah tak terlihat Citra lagi.


"Riska? Ngapain kamu melamun disini nak? Ayo makan malam."


"Ma-Mama?" Kejut Riska menatap mama.


"Kamu melamun apa disini? Gak ada siapa siapa lagi. Ngapain?" Ujar mama heran.


"Ma... Maafin Riska, Riska salah besar saat ini." Ucap Riska menunduk dalam.


"Ada apa? Liat mama, Coba bilang kesalahan apa yang kamu buat?"


"Riska udah buat Citra gak mau makan. Aku keceplosan ungkit perihal sifat dinginnya."


"Apa?! Adu Riska.... Adik kamu itu trauma bersikap hangat! Dia masih takut terhadap masa lalunya. Kenapa kamu malah... Aduu dasar anak bodoh!" Ujar mama panjang lebar yang kemudian di akhiri dengan topik utama.


"Ih mama, malah bilang aku bodoh! Riska gak sengaja keceplosan." Rengek Riska.


"Ya udah, kalo adik kamu nolak mama juga gak bisa maksa. Sekarang ayo makan malam, insyallah besok udah gak apa-apa lagi."

__ADS_1


"Emmm iya."


*******


• keesokan harinya.


Terlihat dekorasi yang elegan dan cantik untuk dipandang, sebuah meja yang akan menjadi tempat kedua mempelai duduk di hadapan penghulu dan siap mengucap janji suci antara Aris dan Riska.


Sepasang kekasih yang akan di satukan dalam hubungan suci pernikahan berdasarkan Cinta dan kasih sayang, mempersiapkan diri untuk saling menyatukan nama, Hidup dan melalui suka duka bersama.


Citra sudah hadir untuk ikut menyaksikan pengikatan hubungan antara Riska dan Aris seraya vedcoll dengan Bara yang juga ingin melihat hal itu.


"Sudah siap?" Tanya penghulu pada mempelai pria.


Aris menarik nafas panjang, Ia mengangguk mantap. "Siap Pak." Jawab Aris.


Mendengar itu pak penghulu pun menjabat tangan Aris.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Aris Saputra bin Abdul Aziz dengan Berliana Riskia binti Ilham Kurniawan dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 180 juta rupiah dibayar tunai!"


"Saya terima nikahnya Berliana Riskia binti Ilham Kurniawan dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" Sahut Aris dengan lantang.


"SAH!!!" Jawab Semuanya serempak.


Usai mendengar jawaban para saksi pak penghulu membacakan Do'a yang di aminkan oleh Semuanya termasuk pasangan yang berbahagia hari ini.


"Alhamdulillah, selamat ya Sekarang kalian sah menjadi pasangan suami dan istri." Ucap penghulu pada Riska dan Aris.


Riska mengusap sudut matanya yang mengeluarkan air mata haru, penantian bertahun tahun nya terbalas kan hari ini. Kekasih yang dicintainya sekarang telah sah menjadi suaminya. Riska meraih tangan Aris dan menciumnya sebagai bentuk hormat istri kepada suaminya. Aris membalas perlakuan sang istri dengan mencium kening Riska.


Aris menatap dalam mata Riska, ia berjanji akan selalu membahagiakan wanita di depannya ini, wanita yang sudah ia cintai sejak SMP dan dipacarinya di masa SMA sampai saat ini.


Para tamu terlihat memberikan ucapan selamat dan Do'a setelah keluarga, Citra juga sudah melakukannya berikut Bara yang mengucapkan selamat lewat vedcoll. Tak lupa Citra memberikan hadiah pernikahan pada keduanya.


"Citra, selamat buat kesuksesan kamu ya, Mas Aris takjub sama kamu." Celetuk Aris menatap Citra.


"Haha makasih mas. Ini juga berkat dukungan dari kalian semua." Jawab Citra tersenyum.


"Mas waktu kesini bingung loh Cit, ini rumah siapa? Kok ada rumah besar kayak gini? Apa Kalian pindah? Mas Aris terus bertanya tanya karena bingung." Ujar Aris memperagakan kebingungannya.


"Mas Aris sih kelamaan di luar kota."

__ADS_1


"Ya ini juga buat kakak kamu." Ucap Aris menyenggol bahu Riska pelan.


"Haha iya iya, selamat sekali lagi buat kalian berdua, mas Aris harus jaga Bak Riska baik baik! Kalau lengah dikit aja awas!" Canda Citra mengancam.


"Siap adik ipar."


Semua orang pun tertawa dengan candaan mereka. Beberapa saat kemudian para orang tua beranjak pergi meninggalkan Citra dan pengantin baru itu tetap berbincang untuk menyambut para tamu yang datang maupun pulang.


"Cit, Ini hadiah buat kamu." Ucap Aris menyerahkan sesuatu pada Citra.


"Apa ini? Kalian yang menikah kok aku yang dikasih hadiah?"


"Udah coba buka, suka apa ngak."


Citra tak berkata apapun, ia menuruti perkataan Aris dan membuka bungkusan itu. Terlihat Lah sekotak makanan kesukaan Citra telah ada di depan matanya.


"Brownies Coklat?! Wah makasih mas." Ucap Citra girang.


"Suka ngak?"


"Jelas suka banget lah mas, makasih ya."


"Sama sama." Ucap Aris tersenyum.


Riska tersenyum seraya menggandeng tangan suaminya itu, Rasa senang melihat adiknya tersenyum ceria bahkan mengeluarkan suara tawa yang sangat merdu di telinganya membuat Riska begitu bahagia, suara tawa yang sudah sangat lama tak pernah ia dengar lagi.


"Bak Acaranya juga udah selesai, aku ke kamar dulu ya?"


"Oh iya gak apa-apa."


"Ya udah, duluan ya mas Aris."


"Iya."


Setelah mendapat Jawaban dari Aris Citra pun beranjak pergi meninggalkan pengantin baru itu. Sampai di kamarnya Citra menyantap brownies dari Aris, setelah dirasa cukup Citra menaruh brownies itu ke lemari es.


lemari es yang penuh dengan buah, puding dan jeli itu membuat Citra bingung sejenak, bagaimana brownies itu akan ia taruh? Sedangkan kotak brownies itu panjang.


• KAMU SIH CIT KEBAYANGKAN NYIMPEN MAKANAN. 😝


BERSAMBUNG..................................

__ADS_1


__ADS_2