
Bara masih tertawa di sebelah Citra, Itu membuat Citra malu karena itu di depan Om Lukman. rasanya Citra tak punya muka untuk bicara lagi nanti pada Om Lukman.
"Ih! Kak Bara berhenti ah ketawanya! Mogok bicara nih ya!" Tukas Citra manyun.
"A-aku tarik nafas dulu, Hahahaha." Ucap Bara tertawa lagi.
"Ihhh nyebelin banget!" Tukas Citra memalingkan wajahnya manyun.
Citra memandangi jalanan yang mereka telusuri dengan mobil BMW seri 6 itu, seketika Citra mengabaikan Bara dan mengingat setiap momen nya di Jakarta dulu. Sudah lumayan lama citra tidak menginjakkan kaki di tanah kota Jakarta.
"Kenapa Drin?" Ujar Bara yang melihat Citra terdiam.
"Gak apa-apa kok kak, Kangen aja sama suasana di Jakarta." Ujar Citra mengalihkan pandangannya ke arah Bara.
"Emm, nanti kalo kita nikah kamu juga bakal sering ke sini."
"Ih apaan sih! Jangan bicara manis muluk ah!"
"Hehe Kenapa? Kan emang bener."
"Ih tau deh terserah kak Bara aja."
Bara tersenyum seraya mengelus rambut Citra dengan lembut ketika melihat Citra berpaling ke arah jalan lagi.
Om Lukman hanya tersenyum menggelengkan kepalanya mendengar kemanisan pasangan muda di kursi belakang itu.
______________
_________
"Ok sampai, Yuk kita turun." Ujar Om Lukman.
Bara dan Citra pun turun dari mobil bersama dengan Om Lukman, mereka bertiga telah di tunggu oleh Bunda Lista di teras rumah.
"Audrin?" Ujar Bunda Lista berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Udah nyampek sayang? Ayo ayo masuk."
"Iya Tante, makasih Tante."
"Duh kayak sama siapa aja." Celetuk Bunda Lista gemas.
"Tante gimana? Sehat sehat aja selama ini kan?" Ujar Citra seraya melangkah masuk bersama Bunda Lista.
"Iya sayang, Tante baik baik aja. Kamu gimana? Bara gak ngerepotin Kamu disana kan?"
"Alhamdulillah, audrin baik banget Tante. Kak Bara gak ngerepotin audrin kok Tan, malah audrin yang ngerasa selalu ngerepotin kak Bara juga Om sama Tante."
"Jangan gitu, kita ini keluarga." Ujar Bunda Lista tersenyum.
Citra tak bicara apapun, dia hanya tersenyum manis pada Bunda Lista sebagai tanda terima kasih nya atas kehangatan yang mereka berikan pada Citra.
****
"Bi Nini, Rumah kok sepi?" Tanya Citra pada Bi Nini yang kebetulan lewat di ruang tamu.
"Ohh, Kok audrin gak Dibangunin sih Bi? kan gak enak Audrin bangun kesiangan gini."
"Tuan berpesan untuk membiarkan non Audrin istirahat lebih lama. jadi saya juga gak berani non."
"Ohh, Terus Sekarang BI Nini mau mau kemana?"
"mau nyiram tanaman di halaman Non."
"Ohh ya udah Audrin aja Bi. Audrin juga bosen kalo gak ngapa ngapain."
"Tapi Non."
"Ihh udah Bi nurut aja. Bi Nini kerjain yang lain aja."
"Beneran Nih Non." Tanya Bi Nini memastikan.
__ADS_1
"iya... udah Bi Nini pergi aja."
Bi Nini pasrah dan pergi melakukan pekerjaan Rumah yang lain. Citra juga bergegas pergi ke halaman rumah dan menyiram berbagai tanaman yang ada di sana. Citra amat senang karena bisa beraktivitas di waktu kosong nya. dari kemarin Bunda Lista selalu melarang Citra untuk melakukan semua hal, sampai sampai Citra merasa tertekan dan sangat bosan.
"Audrin? Ngapain disini?" Ujar Bara Yang baru saja kembali.
"Loh! Kak Bara kok udah balik?" Ucap Citra balik bertanya.
"Ih kamu ini ya kebiasaan balik nanya, Kelas ku udah selesai Sayang, Terus kamu ngapain?"
"Oh... aku lagi nyiram semua tanaman ini. Kok cepet sih Kak kuliahnya?"
"Dosennya gak Dateng, Aku bantuin ya Drin, biar cepat selesai." Ucap Bara Meraih selang di tangan Citra.
Citra menarik kembali selang yang Bara rebut, Citra menolak tawaran Bara, Citra ingin menyelesaikan nya sendiri untuk melepas kebosanannya dari kemarin. Karena Citra yang bersih keras akhirnya Bara menyerah dan membiarkan Citra melakukan apa yang dia inginkan. Bara pun beranjak pergi masuk kedalam rumah dan meninggalkan Citra melakukan aktivitas menyiram nya.
"Loh Kok Mati? padahal tinggal sedikit lagi." Celetuk Citra menatap selang di tangannya.
"Apa minta pak Dadang Cek dulu ya, Tapi pak Dadang nya mana?" Ucap Citra lagi mencari cari keberadaan tukang kebun rumah Bara.
"Sayang kenapa? Kok kayak kebingungan gitu?" Celetuk Bara dari balkon rumahnya.
Citra mendongak ke balkon saat mendengar suara itu. "Airnya mati Kak." Ucap Citra menatap Bara.
"Ohh ya udah tunggu aku bantu cek ya?" Ucap Bara seraya beranjak pergi untuk turun ke bawah.
"Ok." jawab Citra singkat.
Bara pun turun kebawah untuk memeriksa apa yang terjadi, alhasil setelah memeriksa nya Citra malah basah kuyup gara gara ulah jahil Bara. Bara menyemprotkan air itu ke arah Citra yang jelas membuat Citra kaget.
kalian pasti taulah apa yang terjadi selanjutnya kan? Bara juga ikut basah kuyup karena Citra yang membalas kejahilan Bara. Air yang awalnya di gunakan untuk menyiram tanaman sekarang malah menjadi menyiram diri sendiri karena tingkah pasangan muda satu ini.
• HADUH KALIAN INI YA... MENGCAPEK HYUNG 🙃
BERSAMBUNG.............
__ADS_1