Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 19


__ADS_3

"Non?" Panggil Bik Maryam di balik pintu.


Bik Maryam tidak bisa mengetuk pintu Karena membawa nampan saran Citra. Takut kalo kalo minumannya tumpah jika bik Maryam memegang nya tidak seimbang.


"Masuk aja bik."


Ucap Citra pada bik Maryam yang memang pintu kamarnya tidak di tutup rapat. mendengar perkataan Citra, Bik Maryam mendorong pintu dengan bahu nya dan masuk ke dalam kamar Citra.


"Ini non sarapannya." Ucap bik Maryam menaruh nampan yang berisi sarapan Citra di meja santai di dalam kamar Citra.


"Iya bik. Makasih ya bik."


"Sama-sama non. Bik Maryam pamit ya non."


"Iya bik."


Bik Maryam pun pergi meninggalkan kamar citra, Saat bik Maryam sudah pergi Citra menuju meja dan memakan sarapannya.


Selesai sarapan, Citra pergi ke balkon dan duduk di kursi gantung nya, citra menikmati aroma bunga mawar merah kesukaan Nya.


Citra membuka akun WhatsApp nya, Terlihat banyak pesan masuk Di grup kelasnya. Citra membuka grup itu dan membaca setiap pesan, isinya membuat citra tertawa terbahak bahak. Teman teman nya saling adu mulut dengan cacahan aneh aneh, bercanda puisi ala ala gombal bin lebay binti menggelikan.


Melihat semuanya senang, Citra ikut nimbrung untuk sekedar mengetahui apa yang terjadi.


"Hai guys, Rame banget. Ada apa? Gue ketinggalan berapa abad nih? Haha." Tulis Citra dalam pesannya.


Pesan itu mengalihkan perhatian teman teman nya yang ribut. Dan teman kelas cowoknya pun berhenti mengirimkan pesan. Sebelum Citra nimbrung mereka ribut marah marah pada cewek-cewek Karna terlalu berisik di grup, mereka murka karena pesan mereka mengganggu para cowok yang sedang main game.


"Audrin! Parah Lo Drin, Lo udah ketinggalan 10.000 abad tauk." Balas Risa pada pesan Citra.


"Tauk nih. Ngapain aja Drin? Nih anak anak udah pada ribut aja habis subuh." Balas Firly.


"Gue gak enak badan, lagi flu, jadi gak fokus kalo main hp, nih aja baru seger pikiran gue."


"Pasti mikirin itu tuh." Balas Fara.


"Um! Bener Lo far, pasti itu." Balas Risa lagi.


"Hey! apaan sih kalian, GaK ada ya .."


"Cie cie .. resmikan Napa Drin! Kasian dia." Balas indah ikut nimbrung.


"Eh Btw.. kemana perginya bagian cowok²? Bukannya tadi asik marah-marah ke kita?" Tanya Risa dalam pesan singkatnya.


"Ya elah Lo Risa! Audrin udah muncul bisa apa mereka?!😏" Balas indah di sebrang sana dengan nada sombong.


"Wkwk, Audrin emang mantep!"


"Kenapa? Emang gue menakutkan gitu? Kok gue muncul mereka ngilang?"


"Lo kayak gak tau diri Lo aja Drin."


Saat sedang asyik mengobrol dengan para teman ceweknya pesan seseorang merusak keseruan Semuanya.


"Hi Audrin. Kemana aja kamu?" Tulis seseorang yang tidak citra sukai.


"Ada." Balas citra cuek.


"Katanya sakit, kamu udah minum obat?" Tulis nya sok perhatian.


"Pliss ya, gue udah berkali kali bilang sama Lo, jangan panggil gue dengan sebutan itu! Bikin gue mual tau gak!!"


"Gitu banget kamu Drin." Balas Ragil sok akrab.


"Lo ngerti bahasa Indonesia gak sih?! Sumpah bikin enek Lo." Balas Citra dingin.


Melihat pesan yang datang itu, teman teman citra pun menjadi jengkel dan ikut nimbrung dalam pembicaraan itu, namun mereka nimbrung adalah untuk marah marah.


"Woy! Siapa Lo Sok akrab gitu sama Audrin! Lo gak pantes tau gak!" Tulis Risa dalam pesan singkatnya.


"Apa sih Ris, ikut campur aja Lo." Tulis Ragil kesal.


"Gue harus ikut campur! Lo gangguin kesenangan kita terutama Audrin, Sahabat gue!" Tulis Risa dalam Chet nya.


"Gue kan cuma perhatian sama Audrin." Balas Ragil.


"Huh!! Lo gak pantes buat perhatian sama Audrin tauk!!" Balas Risa Dingin.


Risa emosi karena dia tau betul Ragil orang seperti apa, waktu teman teman nya curiga Ragil ingin mendekati Citra, teman teman nya langsung memberitahu pada Risa sifat asli Ragil selama ini.


"Kasar banget Lo! Emang gue kenapa? Kenapa gue gak pantes buat perhatian sama Audrin?!"


"Lo gak baik buat Audrin, jadi stop deketin Audrin, paham Lo!" Jawab Risa ketus dalam sebuah pesan suara.

__ADS_1


"Ohh jadi Ragil deketin Audrin?" Tulis Mira yang baru tau.


Mira memang belum mengetahui tentang Ragil yang mencoba mendekati Citra. Karna Mira jarang memerhatikan Ragil, yang memang Mira sangat tidak menyukai Ragil. Beda dengan yang lain yang selalu memerhatikan tingkah Ragil pada Citra.


• Maklum, Si Mira korban gosting nya Ragil.


"Dari hari hari lalu udah ketebak kali mir.. Lo sih sibuk pacaran muluk! Ketinggalan info kan." Balas indah.


"Eh malah gue yang kena, gue kan cuma nanya njirr."


"Adu Ragil Ragil! Lo kek Manusia aja." Tulis indah dalam Chetnya membalas pesan Ragil.


"Maksud Lo gue bukan manusia?! Gue manusia!!" Tulis Ragil yang di sebrang sana sedang naik pitam.


"Oh, Lo manusia? Gue kira buaya. Abis tingkah Lo kek buaya, kerjanya Gosting cewek muluk, Gonta ganti sana sini!" Balas indah santai.


"Upss! Sorry .. mulut gue suka bener. Wk." Tambah nya lagi.


"Hahaha mantep dah! Woy Ragil! Audrin itu udah punya calon, jadi berhenti dong gangguin Audrin. Kalo calonnya Dateng abis Lo."


"Apa sih Lo dah!! Lo ngajak berantem hah?!" Balas Ragil dalam pesan suara.


"Gak salah Lo Ragil? Lo ngajak gue berantem?" Balas indah dalam pesan suara juga.


"Iya kenapa?! Takut Lo!" Balas Ragil.


"Hahaha gue takut sama Lo? Lo becanda! Gue, indah! gak pernah takut sama cowok manapun. Apalagi buaya kayak Lo!" Balas indah menghina.


Di sebrang sana Ragil benar benar emosi atas perkataan Indah, yang lain hanya tertawa puas di rumah masing masing atas perkataan Indah yang pasti sangat menusuk Ragil.


Citra hanya menyimak, sampai pada akhirnya Citra melihat semuanya akan lepas kendali. Citra angkat bicara agar teman teman nya menghentikan perdebatan nya.


"Udah ndah, jangan ribut disini. Gak enak loh sama yang lain." Tulis Citra mencoba menghentikan keributan.


"Gak papa Drin, biar semua orang tau orang seperti apa dia." Balas Indah.


"Tapi gak mungkin juga masalah pribadi gue di umbar di sini dah."


"Emm iya juga, maaf ya Drin." Balas indah lagi.


"Iya gak papa." Balas Citra Santai.


"Hey!! Gue udah buat GC khusus kita. Kita ngobrol disana aja mulai sekarang." Tulis Fara memberikan informasi.


"Fara gitu loh ..." Tulis Fara berbangga diri.


Akhirnya semuanya berpindah haluan mengobrol bin gosip binti gibah di GC khusus yang Fara buat.


Citra lega akhirnya mereka berhenti bergosip di GC kelas. Namun ya ... Gak di GC apapun masalah hubungan Citra yang selalu jadi bahan perbincangan teman teman nya, Citra pasrah pada teman teman yang suka bergosip.


Saat setelah memutar bola matanya yang pasrah akan kelakuan teman teman nya, Citra menengadah melihat nama GC khusus yang Fara buat itu, Citra tak heran teman teman nya terus ngegosip dari tadi.


"Gibah lover's?!" Ucap Citra yang Membaca judul nama di GC tersebut.


"Gak heran mereka ngegosip muluk dari tadi. Tapi kenapa masalah gue muluk yang mereka jadikan topik pembicaraan?" Ucap Citra mengelus dahinya yang tak sakit.


"Hey, kenapa masalah gue muluk yang kalian bahas? Emang gak ada topik lain?" Tulis Citra dalam Pesan singkatnya.


"Masalah Lo lebih menarik tau gak." Balas indah.


"2in" balas Fara.


"3in." Balas Firly mengikuti.


"Audrin, terus gimana Lo sama kak Bara?" Tulis Risa dalam Chetnya.


"Ya gak gimana-gimana, masih sama." Balas Citra pada pesan Risa.


"Audrin-Audrin, Lo gak takut kak Bara di ambil cewek lain?" Balas Risa memanas-manasi Citra.


"Kalau gitu, gue sama kak Bara gak jodoh." Balas Citra santai.


Citra membalas Chet teman teman nya dengan santai, namun tidak dengan kenyataan, ada rasa gundah dihatinya. Bayangan Bara yang bersama wanita lain melintas di Pikirannya. Seketika rasa takut dihatinya muncul. Citra tidak dapat berbohong, Dia menginginkan Bara untuk dimiliki nya sendiri.


"Weh santai banget Lo Drin." Balas Risa.


"Drin, Kak Bara ngomong gimana pas nyatain cintanya ke Lo?" Tulis Risa yg semakin penasaran.


"Emm, Dia bilang gini, Citra Audrina Putri Wulandari, Aku mencintai mu. Terus kak bara bilang, jangan bohongi diri aku sendiri kalo aku punya rasa yang sama."


"Terus Lo jawab gimana Drin?" Balas Firly yang penasaran bukan main.


"Gue bilang gue gak suka sama kak Bara."

__ADS_1


"What!! Gila Lo Drin..." Balas Risa yang terkejut bukan kepalang.


Risa amat terkejut dengan pernyataan yang Citra lontarkan, Risa tau betul bahwa Citra juga ada rasa yang sama pada Bara. Namun tanpa diduga di saat terakhir Citra malah menolak Bara, Risa benar benar kaget dengan itu, Risa bertanya tanya apa alasan dibaliknya.


"Iya kan, emang lagi gila si audrin, gue juga udah bilang dia bodoh. Padahal si Audrin juga suka sama kak Bara ehh pas kesempatan udah di depan mata, audrin malah bilang gitu. Gue gak kebayang gimana kecewanya kak Bara." Balas Fara panjang lebar.


"Lo udah tau awal awal far?" Tanya Firly dalam Chetnya.


"Iya, kemaren audrin cerita sama gue."


"Udah kembali ke topik, Terus gimana respon kak Bara Drin?" Tulis Risa menghentikan perdebatan yg menyamping.


"Kak bara bilang, gue cuma perlu tau bahwa kak Bara sayang sama gue, dia gak akan maksa gue, dan kak Bara juga bilang.. kalo dia gak akan nyerah sampe bisa dapetin hati gue."


"Wah gilaaa, kak Bara romantis banget. Drin-Drin, cowok setulus itu kenapa GK langsung di embat sih?! Kalo Lo gak mau.. gue yang mau. Kasih ke gue aja." Tulis Firly.


"Enak aja Lo, Dia milik gue! Dan juga.. Lo bisa deketin kak Bara asal dia mau."


"Wehh cemburu nih. Ya Drin ... Becanda gue, gunung es kayak gitu mau di deketin gimana? Natap aja gue takut."


"Gunung es apaan? Dia orang yang hangat kok."


"Hangat ke Lo! Ke orang lain?"


Tak terasa citra mengobrol di GC berjam jam. Hingga pada siang hari perutnya terasa lapar, Citra baru menyadari bahwa siang hari telah tiba.


"Ugh! Gue lapar... Jam berapa sih?" Ucapnya melihat jam tangannya.


"Hah? Bentar lagi dhuhur? Astaghfirullah gue jadi lupa waktu."


Saat melihat jam tangannya, Citra terkejut bahwa waktu sudah siang dan dia jadi lupa waktu gara gara temannya yang banyak gibah membuat Citra hanyut juga ke dalam dunia gibah mereka.


"Gara gara mereka gue jadi lupa waktu. Gue mandi dulu deh, udah siang gini."


Saat citra turun dari kursi gantung kesayangannya Citra menghentikan langkahnya yang ingin masuk.


"Gue kok kayak orang ngidam gini ya? Huhu ini nih derita gak enak badan banyak maunya."


Sebelum meninggalkan balkon Citra sempat membuat Story.


"Huhu gak enak badan gini jadi pengen itu🤤🥺" tulis Citra dalan unggahan statusnya.


Citra pun masuk ke dalam kamar dan menaruh ponselnya di atas Bufet dalam kamarnya. Citra men-charge ponselnya nya sementara ditinggal mandi.


Setelah beberapa saat kemudian, Citra keluar dari kamar mandi dengan gulungan handuk di kepalanya. Citra melihat ponselnya dan menemukan banyak pesan masuk di GC *GHIBAH LOVER'S*, Citra mengabaikan itu, Citra berias dan berganti pakaian terlebih dahulu, setelah nya Citra keluar kamar dan menuruni anak tangga rumahnya dengan rambut yang masih basah.


Citra menuruni anak tangga yang berbentuk melengkung itu perlahan, tak tertinggal tisu di tangannya, Karna kondisi nya yang sedang flu.


Citra mencari seseorang di sana, namun rumah tampak sepi. Riska sudah selesai dengan Cuti kerjanya jadi Riska kembali ke rumah Risa untuk bekerja. Mang iman dan lainnya pasti sedang di pos satpam dan sedang bermain kartu.


"sepi banget, kemana semua orang?" Ujar Citra pada dirinya sendiri bingung.


"mama juga gak keliatan, pada kemana sih?"


"emm gua cari ke luar aja deh!" Ucap Citra mulai melangkah menuju pintu utama.


Citra terus berjalan keluar rumah mencari pembantu nya, Karna di dalam rumah tak terlihat satu orang pun, papa di siang hari akan berangkat bekerja. Novi pasti sedang menemani Arsha, namun citra tidak tahu kemana perginya mama.


"Mang? Mang iman?" Panggil Citra dengan suara serak Karna tenggorokan nya yang sakit.


Mang iman tak mendengar apapun, mang iman asik bermain kartu dengan yang lain. Karna tak menerima jawaban. Citra berjalan menuju pos satpam.


Salah satu satpam yang duduknya berhadapan dengan citra langsung berdiri. Dia kaget dengan kedatangan Citra.


"Kenapa pak? Kok tegang?" Tanya mang iman heran.


"Iya nih aneh banget." Ucap yang lainnya.


"Psstt! Itu..." Ucap pak satpam sangat pelan memberi isyarat dengan matanya.


Citra menatap pak satpam dengan wajah marah yang di buat buat, sehingga membuat pak satpam takut.


"Apa sih pak? Liat apaan sih sampek segitunya? Hantu gak ada di siang hari." Ucap salah satu satpam menoleh ke belakang.


"BRAK!!" Pak satpam langsung menyingkir kan kursinya dan berdiri tegap melihat adanya Citra.


Pak satpam ini pun mencolok colek lengan mang iman untuk memberikan isyarat. Namun mang iman tak menghiraukan itu.


"Ini lagi, pak Hadi kok ikut ikutan pak Dodi sih?"


"Mang iman..." Ucap Citra dengan suara yang sangat ramah.


Mang iman terkejut bukan kepalang mendengar suara yang tak asing ditelinga nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2