
Di sisi lain di ruang karyawan, sekertaris Jen tengah mengomel pada karyawan yang bertugas mencetak file yang ia serahkan pada Bara tadi.
"Cheline! Kau ini bagaimana bekerjanya he?! Lihat data berkas ini! Untung masih dikasih kesempatan!"
"A-ada apa? File nya kenapa sekertaris Jen?" Tanya Cheline gugup.
"Kau masih tanya hah?! Semuanya salah!! Aku hampir dipecat!" Sarkas Sekertaris Jen emosi.
"A-Apa?! Ba-bagaimana mungkin?" Ujar Cheline gugup yang segera memeriksa file tersebut.
"I-ini..... Bagaimana bisa aku melakukan kesalahan begini?" Ucap Cheline lagi setelah melihat file itu dan sesekali menatap ke arah sekertaris jen.
"Kau nanya pada ku aku tanya siapa?! Periksa ulang dan cetak kembali! Itu tidak lagi di serahkan pada Bos muda, tapi pada tuan besar!" Sarkas Sekertaris Jen.
"Tu-Tuan Besar? Habislah...." Kejut Cheline takut.
"Cepat kerjakan itu, waktumu tak banyak." Pungkas sekertaris Jen seraya beranjak pergi.
"Baik Sekertaris Jen." Jawab Cheline membungkukkan badan ke arah sekertaris Jen yang pergi.
Sekertaris Jen pergi dengan menggeleng gelengkan kepalanya, perasaan antara heran, cemas dan takut berkumpul menjadi satu dalam fikiran nya. Sementara Cheline sedang di landa beban fikiran karena tugas baru yang ia dapat juga belum selesai. Namun dirinya sudah harus mengerjakan tugas yang sekertaris Jen berikan.
"Ini.... Aku harus bagaimana ini? Ini juga masih belum selesai! Apa yang harus ku lakukan?" Ujarnya pada dirinya sendiri yang tengah putus asa.
"Cheline, kau kerjakan saja yang itu, pekerjaan mu yang ini biar aku saja yang bantu kamu kerjakan, bagaimana?" Tawar salah satu rekan kerja Cheline.
"Ha? Beneran?" Tanya Cheline menatap rekan kerjanya itu.
"Iya." jawab Jessica tersenyum dan mengangguk.
"Tapi Jessica ini kan...." Ucap Cheline ragu.
"Sudah, kamu beri instruksi sambil kerjain itu, aku yang tangani ini. Juga ada yang lain yang akan bantu, iya kan teman teman?" Ujar Jessica pada Cheline yang kemudian menatap ke seluruh rekan kerjanya yang ada di sana.
__ADS_1
"Iya benar, Kami akan membantu mu Cheline." Ucap salah satu dari mereka mewakilkan yang di angguki yang lainnya.
"Nah, kamu yang tenang Ok, walaupun ini sebenarnya tugas kamu, tapi kan gak ada peraturan kita gak boleh bantu kamu." Ucap Jessica menepuk bahu Cheline.
"Terimakasih ya Jes, aku gak tau lagi mau ngomong apa."
"Udah, aku temen kamu bukan orang lain." Ucap Jessica tersenyum.
Cheline tersenyum sesaat sebelum menyetujui keputusan rekan kerjanya itu, Cheline bahagia memiliki rekan kerja yang sebaik mereka. Teman teman yang begitu tulus pada nya.
Beberapa saat kemudian, Cheline dan rekan kerja nya pun mulai mengerjakan pekerjaan mereka bersama. Saling memberi saran dan intruksi.
Sementara Diperusahaan yang sibuk, kini Bara telah sampai di universitas, Bukan Bara namanya jika baru turun dari mobil saja tidak di dikerumuni banyak gadis. Walaupun Bara tidak pernah merespon mereka tapi gadis gadis itu tetap saja tidak menyerah untuk menggoda Bara.
Tepat Sampai di lobby kampus Citra dan Marina yang sedang belajar di taman terganggu karena keributan itu, sampai sampai terpaksa mereka menghentikan acara belajar mereka.
"Ih, Pasti si Bara itu lagi nih!" Sarkas marina merasa kesal seraya menutup kasar buku di tangannya.
Melihat Citra yang pergi Marina pun menyusul langkah Citra. Sampainya di lobby terlihat lah Bara yang di dikerumuni gadis gadis.
*Ck! Wanita yang menyebalkan!* Batin Bara merasa kesal dan berusaha agar tak memukul para gadis gila itu.
"Hei Lihat! Itu Bara." Ujar Marina menunjuk Bara.
"Iya tau....." Celetuk Citra malas.
"Hey, kau kenapa? Cemburu ya?" Tanya Marina yang bingung melihat sikap Citra.
"Ngak... Udah biasa dia kemanapun selalu menarik perhatian cewek!" Tukas Citra seraya terus melangkah pergi.
Marina hanya mengikuti langkah Citra seraya menggeleng gelengkan kepalanya, tepat saat itu Bara juga melihat Citra, Bara memanggil Citra namun Citra mengabaikannya dan terus melangkah pergi.
"Drin!" Panggil Bara berusaha menerobos gadis gila di sekitarnya.
__ADS_1
Namun nihil, Bara di tahan oleh para gadis gila itu, ia di tarik kembali ke posisinya yang membuat Bara kesulitan untuk bergerak, bahkan bernafas pun susah.
"Cit, Apa menurutmu Bara akan baik baik saja? Suasana disana lebih serius dari pada hari hari sebelumnya." Ucap Marina berjalan seraya menoleh ke belakang.
Citra pun menghentikan langkahnya ketika mendengar perkataan Marina. "Bagaimana bisa itu jadi hilang kendali begitu? Gadis gadis itu semakin gila saja!" Sarkas Citra kesal saat melihat kerumunan itu.
"Eh, Citra? Kamu mau kemana lagi? Bukannya katanya mau ke kelas?" Ujar Marina yang melihat Citra pergi ke arah kerumunan.
Citra tak menjawab pertanyaan dari Marina ia terus melangkah dengan kasar ke arah kerumunan itu, Citra menghentikan langkahnya sebelum menerobos kerumunan itu.
Citra menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan cara yang sama, kemudian dalam hitungan detik Citra menerobos kerumunan itu dengan kasar, yang sontak membuat para gadis yang Citra terobos merasa kesal sekaligus terkejut.
"Mau apa gadis culun kayak kamu ke sini heh?!" Sarkas salah satu gadis penggila itu.
"Bukan urusan kamu!! Minggir!" Ketus Citra seraya terus menerobos.
Sontak hal yang baru saja Citra katakan membuat beberapa gadis itu terkejut, Bukannya ia gadis culun pendiam yang terkenal? Mengapa tiba tiba jadi begitu berani dan kasar? Jelas mereka tidak tahu sifat Citra, ia sengaja berpenampilan culun saat di Amerika karena tak ingin punya masalah.
Tepat setelah menerobos Citra malah di kejutkan dengan sesuatu yang benar benar mengganggu emosinya.
*Ihh berani beraninya dia...* Gumam Citra kesal seraya mengepalkan tangannya.
"Kalian semua minggir! Berisik banget!" Sarkas Citra emosi.
Seketika kerumunan itu pun beralih posisi, kini terdapat ruang yang cukup disana. Bukan karena takut pada Citra, mereka menyingkir karena terkejut seorang gadis culun pendiam yang mereka kenal tiba tiba menjadi berani berteriak pada mereka.
"Apa apaan kamu teriak teriak begitu sama kita!" Sarkas salah satu dari mereka.
"Iya, berani sekali kamu!" Ketus satunya lagi.
"Kalian berisik tau gak?! Ini kampus bukan taman hiburan!" Sarkas Citra masih dengan nada yang sama.
BERSAMBUNG............................................
__ADS_1