
Arya mengedarkan pandangan mata malaikatnya, memindai seluruh hutan berkabut itu. Mata malaikatnya terfokus pada sebuah tempat yang berada di Lembah Gelap, ada sebuah kekuatan dari dasar lembah itu.
Dia segera melesat terbang menuju kearah lembah, terlihat lembah itu sangat gelap sekali. Namun Arya merasakan adanya sebuah kekuatan, yang menarik-narik dirinya dari dasar lembah.
Gegas Arya melesat terbang menuju ke dasar lembah, dengan menggunakan kekuatan mata malaikatnya, agar bisa menembus di kegelapan lembah.
Setibanya didasar lembah, dia memindai tempat itu dengan mata malaikatnya. Terlihat dimata malaikatnya, ada sebuah Goa disebelah utara dasar lembah. Dia cepat melesat terbang menuju kearah Goa, dan langsung masuk kedalamnya.
Whuuss.... Whuungg....
Gua itu tiba-tiba menghilang, dan dia sendiri berada disebuah taman yang begitu indah dan nyaman, penuh dengan berbagai jenis bunga dan tanaman herbal tingkat Dewa
Udara di taman itu begitu sejuk dan segar, ada sebuah energi yang sangat kuat menarik dirinya. Gegas Arya mendekati sumber energi itu, begitu tiba disebuah danau yang cukup luas, dengan airnya yang tenang dan jernih, dia seakan ditarik oleh kekuatan yang sangat besar, hingga terjun ke dasar danau.
Arya tersedot oleh kekuatan yang sangat besar, yang dia sendiri tidak mampu untuk menahan tubuhnya, yang terus melesat dengan kecepatan tinggi di dasar danau, hingga dia masuk kedalam pusaran air danau, yang tiba-tiba muncul dihadapannya.
Swhuusss.... Whuuss....
Arya tersedot masuk kedalam pusaran air, yang membawanya kesebuah tempat. Tempat itu begitu sunyi, tidak ada suara bising dari burung ataupun hewan. Hanya terasa udaranya sangat dingin, dan diselimuti oleh sebuah energi yang sangat kuat.
Namun dia sangat terkejut, begitu mengedarkan pandangan mata malaikatnya, terlihat dimatanya ada seorang pria sepuh tengah memperhatikan dirinya, tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Si... Siapakah Tuan sebenarnya?" Tanya Arya gugup.
Pria sepuh itu tersenyum kearah Arya, sambil menghampirinya, hingga jarak antara pria sepuh dengan Arya hanya setengah meter. Tangan sebelah kanan pria sepuh itu, mencengkram kepala Arya, yang sama sekali tidak dapat digerakkan, seolah dia sudah dibuat patung hidup, walaupun dia mengeluarkan seluruh kemampuannya, namun tetap tidak berdaya.
Cengkraman tangan pria sepuh itu terasa sangat kuat sekali, ada sebuah kekuatan yang sangat besar mengalir kedalam tubuhnya, hingga dia berteriak menahan rasa sakit yang luar biasa.
__ADS_1
Arghh.... Aahhhh....
Teriakan Arya menggema diseputaran tempat itu, yang tadinya sunyi, sekarang pecah dengan suara-suara teriakan dari Arya, yang terus-menerus keluar dari mulutnya.
Sangat lama Arya merasakan sakit didalam sekujur tubuhnya, hingga dia tidak sadarkan diri, saking tidak kuatnya menahan rasa sakit didalam dirinya.
Pria sepuh itu tersenyum, apa yang dia lakukan terhadap Arya, sesuai dengan persyaratannya untuk memilih Arya sebagai calon Penguasa Agung Semesta Alam Raya.
Dengan menyalurkan seluruh kekuatan pria sepuh itu kepada Arya, dia telah resmi menjadi Penguasa Agung Semesta Alam Raya, seakan dia dinobatkan dengan satu kekuatan yang Maha Dahsyat.
Dalam keadaan tak sadarkan diri, terdengar suara teredam dari dalam tubuhnya sebanyak sepuluh kali. Kini ranah Arya naik dari semua berada ditingkat Great God King Abadi Bintang Dua tahap puncak, sekarang naik ketingkat Great God King Abadi Bintang Enam tahap awal.
Sebelum pria sepuh itu menghilang dari hadapan Arya, di menulis pesan disebuah kulit rusa yang sangat lebar, dan memakaikan cincin penyimpanan di jari tengah Arya.
Isi pesan itu berbunyi ; 'Kamu sudah resmi sebagai penghuni Alam Dewa Agung Lapisan Kesembilan, dan sudah resmi menjadi utusan ku untuk menjaga dan mengamankan seluruh alam, dan cincin ini aku pakaikan ke jari tangan mu, karena didalam cincin penyimpanan tingkat Dewa Agung ini, ada sebuah mahkota, baju kebesaran sebagai Penguasa Agung Semesta Alam Raya, pusaka alam raya yang terbuat dari inti petir, sebuah kapal besar Angkasa untuk menuju ke seluruh alam, tanpa harus melewati sebuah portal penghubung, dan trilyunan koin emas untuk membangun seluruh alam semesta.
Itulah bunyi pesan yang tertulis di sebuah kulit rusa raksasa, dari pria sepuh yang misterius itu, yang ranah kekuatan kultivasinya berada ditingkat Great God King Maha Abadi tahap sempurna, sebuah batas akhir dari ranah kekuatan kultivasi yang berada di seluruh alam fantasi ini.
Beberapa waktu berjalan, Arya siuman dari pingsannya. Dia melihat ada sebuah tulisan didalam kulit rusa, lalu dia membaca tulisan tersebut hingga selesai.
Dia melihat ke jari telunjuknya, apa yang dikatakan didalam tulisan itu ternyata benar, sebuah cincin penyimpanan ada di jari telunjuknya. Lalu dia membuka cincin penyimpanan itu, matanya terbelalak melihat sejumlah koin emas, platinum, pusaka petir, kapal Angkasa dan berbagai harta lainnya.
Arya segera memakai mahkota, dan baju kebesaran Penguasa Agung Semesta Alam Raya, dan mengambil pusaka inti petir. Aneh bin ajaib, mahkota, baju kebesaran dan pusaka inti petir, langsung menghilang, masuk meresap bersatu dengan dirinya, hingga terdengar suara teredam dari dalam tubuhnya sebanyak enam kali, dan terdengar suara tanpa wujud ;
"Kamu sebagai utusanku di alam semesta ini, sudah saatnya untuk membenahi seluruh alam, yang telah dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, yang telah bersekutu dengan Alam Iblis. Segeralah pergunakan harta itu untuk kebaikan, untuk menolong dan membantu orang-orang yang lemah dan hidupnya susah."
"Siapakah Tuan sebenarnya?" Tanya Arya penasaran.
__ADS_1
"Aku Penguasa Agung Alam Nirwana Lapisan Ketujuh, Raja Dewa Agung di seluruh lapisan alam, yang membawahi semesta alam raya, termasuk dirimu yang menjadi wakil ku di Alam Semesta."
"Hormat ku kepada Yang Mulia Raja Dewa Agung Alam Nirwana, mohon maaf atas kelancangan ku bertanya kepada Yang Mulia," ucap Arya, membungkuk memberi hormat.
Namun pria sepuh itu tidak bersuara lagi, menghilang bak ditelan sunyinya tempat Arya berdiri, setelah dia membungkuk memberi hormat.
Ranah kekuatan kultivasi Arya, sekarang berada ditingkat Great God King Abadi Bintang Delapan tahap awal.
Sementara para leluhur Dewa Agung Lapisan Ketujuh, yang tengah mencari keberadaan seorang pemuda misterius itu, kehilangan jejak diujung lembah gelap. Walaupun pemimpin leluhur Dewa Agung menggunakan kekuatan mata Dewanya, tetap saja dia tidak dapat menemukan keberadaan pemuda misterius.
"Benar-benar misterius, jejaknya saja menghilang disini," ucap pemimpin Leluhur Dewa Agung.
"Apakah pemuda misterius itu, utusan dari Alam Nirwana Lapisan Ketujuh?" Tanya Leluhur Dewa Agung lainnya.
"Bisa jadi, dia memang utusan dari Alam Nirwana. Utusan Raja Dewa Agung," jawab Leluhur Dewa Agung lainnya.
"Kalau memang pemuda itu, adalah utusan dari Raja Dewa Agung. Kita bisa terkena dampaknya, karena kita melindungi orang-orang yang salah," ucap pemimpin Leluhur Dewa Agung Lapisan Ketujuh.
"Sekarang kita harus bagaimana?" Tanya Dewa Agung lainnya.
"Mulai sekarang, kita harus mulai berbenah diri. Terutama membenahi seluruh Alam Dewa Agung dari Lapisan Ketujuh sampai lapisan yang paling bawah," jawab pemimpin Leluhur Dewa Agung Lapisan Ketujuh.
"Baik pemimpin Leluhur Dewa Agung," balas semua Leluhur Dewa Agung Lapisan Ketujuh.
Akhirnya merekapun meninggalkan lembah gelap, dimana Arya masuk ke dasar lembah.
Bersambung.....
__ADS_1