Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
16. Pernikahan Arya


__ADS_3

Menjelang hari pernikahan Arya dan Wulan, suasana di Pedukuhan Suramanggala makin ramai, banyak penduduk dari berbagai daerah berdatangan, ingin langsung menyaksikan acara pernikahan tersebut.


Tidak ketinggalan, para kultivator bebas pun turut hadir, karena acara pernikahan itu digelar selama tujuh hari tujuh malam. Menyajikan berbagai hiburan, pentas seni tari, wayang, pentas adu ketangkasan dan berbagai ragam acara hiburan lainnya.


Para pedagang pun makin bertambah, menggelar berbagai macam dagangannya. Tukang akrobat, tukang sulap, tukang ramal juga turut menunjukkan kemampuannya.


Ada juga permainan dadu, sintir, rolet, lempar bola dan masih banyak permainan lainnya.


Pihak keamanan dari Perguruan Beladiri Suramanggala, hilir mudik memantau situasi diarena tersebut.


Situasi di Pos Pemeriksaan Gerbang Utama, sangat ramai dipenuhi para pendatang, yang ingin menyaksikan acara pernikahan tersebut. Begitu pula di Pos Gerbang Timur, Barat dan Utara. Dipenuhi oleh antrian dari para kultivator dan penduduk, yang datang dari berbagai daerah.


Pasukan Elit Rajawali Sakti dan Pasukan Elite Pemanah Beracun, terus menerus berpatroli dari udara memantau situasi keamanan di atas Pedukuhan. Begitu juga dengan Pasukan Cakrabenua, bergantian berjaga dan berpatroli mengelilingi area Pedukuhan Suramanggala dari luar.


Sementara didalam dunia jiwa, Arya, Prabu Widjaja dan Raja Agung baru selesai berendam di kolam air kehidupan. Ranah mereka bertiga pada naik, ranah Raja Agung sudah mencapai ranah Abadi Bintang Lima tahap puncak, melebihi dari ranah Raja Iblis. Sedangkan Arya, sekarag ranahnya sudah sama dengan ranahnya Raja Iblis, Abadi Bintang Tiga tahap awal.


Namun Prabu Widjaja, ranahnya tersusul Arya dan Wulan. Ranah Kultivasi Prabu Widjaja masih ditingkat Maha Dewa Putih tahap awal, lebih tinggi dari Ki Suramanggala yang mentok di ranah Penguasa tahap puncak.


Karena itulah, Arya ingin membantu kakeknya mencapai ranah yang lebih tinggi lagi.


"Kakek, biar kakek tinggal disini saja bersama Raja Agung, agar kekuatan Kakek lebih bertambah lagi," ucap Arya, berharap kakeknya tinggal bersama.


"Bagaimana dengan markas latihan pasukan Cakrabenua, di hutan larangan?" Tanya kakeknya.


"Tempat itu biar diurus oleh Jenderal Bayu Amarta, dijadikan sebagai tempat khusus pendidikan dan latihan pasukan Prabu Widjaja, baik itu dipakai latihan oleh Angkatan Darat, Udara atau Angkatan Laut. Biar semua angkatan bersatu untuk berlatih tanding," ujar Arya panjang lebar.


"Baiklah, kalau begitu aku akan tinggal disini, menemani Raja Agung," ucap kakeknya tersenyum senang.


"Nah, aku jadi punya teman untuk mengobrol dan berbagi cerita," sambung Raja Agung, senang dan gembira ada yang nemani.


_______________


Esok harinya, acara pernikahan Arya dan Wulan dilangsungkan secara militer, dengan khidmat para tamu undangan, para kultivator dan penduduk, mengikuti jalannya acara janji bersama kedua mempelai, janji setia keduanya dipimpin oleh ketua dari kantor keagamaan kerajaan.


Usai melaksanakan ikrar bersama, kedua mempelai dipersilahkan duduk di kursi pengantin, yang sudah dipersiapkan.

__ADS_1


"Kepada seluruh tamu undangan, diperkenankan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai," ucap protokol acara pernikahan.


Seluruh tamu undangan pun beranjak dari tempat duduknya, melangkah menuju ketempat pengantin untuk memberikan ucapan selamat.


"Kepada para tamu undangan, dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah disajikan, disebelah ruangan aula ini," ucap protokol, mempersilahkan para tamu undangan menikmati hidangan.


Satu persatu tamu undangan mengantri, mengambil hidangan yang terbaik, masakan dari daging hewan buas dipadukan dengan berbagai macam sumberdaya, untuk meningkatkan kekuatan, ditambah dengan buah-buahan dewa. Setiap tamu kebagian dua jenis buah dewa, apel dan anggur dewa, untuk meningkatkan ranah Kultivasi.


"Sungguh mewah acara ini, makanannya pun makanan terbaik, ditambah dengan buah-buahan dewa dan berbagai sumberdaya. Aku akan segera meningkatkan ranah Kultivasi," ucap para tamu undangan.


"Aku juga sama, ingin meningkatkan ranah Kultivasi ku," sambung yang lainnya.


"Ayo kita sama-sama berkultivasi," ucap yang lainnya lagi.


Para kultivator dan tetamu undangan lainnya, dibebaskan untuk menaikkan ranah kultivasinya diruangan itu. Karena pihak panitia sengaja menyediakan berbagai sumberdaya energi dan buah-buahan dewa, khusus kepada mereka yang hadir menyaksikan acara pernikahan tersebut.


Akhirnya, suasana pun menjadi sunyi, karena semua tamu undangan diperbolehkan berkultivasi diruangan itu, dengan diawasi oleh kedua mempelai, keluarga pengantin dan Pasukan Kerajaan yang mengamankan tempat itu.


Beberapa waktu kemudian, akhirnya mereka pada naik tingkat, dua tahap hingga tiga tahap, sesuai dengan kekuatan pondasinya masing-masing.


Ki Suramanggala naik ketingkat Maha Dewa Penguasa tahap puncak. Para komandan pasukan, para kultivator ada yang mencapai ranah Penguasa, ranah Pendekar Dewa Surga, Pendekar Dewa Langit, dan paling rendah tahap Dewa Bumi.


Dengan bantuan dari Arya, kekuatan dua benua semakin meningkat. Benua Selatan sekarang memiliki kekuatan paling tinggi di ranah Kultivasi Maha Dewa Penguasa tahap puncak, yang dimiliki oleh Prabu Ranggaseta beserta empat saudaranya.


Seluruh tamu undangan dan para kultivator, mengucapkan rasa bersyukur dan berterima kasih kepada Arya, yang telah membantu mereka menaikkan kekuatan ranahnya.


Nama Arya di dua benua semakin dikenal dan disanjung. Dengan kebaikan, Arya selalu menyempatkan diri untuk membantu sesamanya.


Arya memang tegas dan kejam bagi penghianat dan penjahat, tapi baik untuk orang yang jujur dan benar. Bahkan jika orang itu baik dan sopan pada dirinya, maka diapun akan lebih baik dan sopan, dan bersedia membantunya untuk kebaikan.


Seperti di hari pernikahannya, Arya dengan senang hati membantu para tamu undangan, para kultivator dan penduduk yang hadir menyaksikan acara pernikahannya, untuk meningkatkan kekuatan ranah mereka.


"Selamat.... Selamat, kalian semuanya sudah pada naik tingkat," ucap Arya, menggema diseputaran ruangan tersebut.


Menjelang sore, mereka semua keluar dari ruangan aula itu, kemudian menuju ketempat berbagai hiburan dan permainan, ada juga yang menyempatkan diri untuk mampir ketempat peramal. Menanyakan beberapa hal menyangkut masa depan dirinya dan keluarganya.

__ADS_1


Ada yang ikut permainan dadu, lempar bola dan permainan lainnya.


Melihat permainan sulap, atraksi dari akrobatik, berbelanja, menonton pentas adu tangkas, pentas seni tari, menonton wayang dan menonton berbagai hiburan lainnya.


Selama pesta pernikahan tujuh hari tujuh malam, Arya dan Wulan, dengan penuh kebahagiaan menghadapi tamu-tamunya. Tidak merasa mengeluh karena capai atau mengantuk, karena sebagai seorang kultivator kelas tinggi, dia tidak mengenal rasa ngantuk dan lelah.


Dengan semangat hidupnya, Arya dan Wulan selalu ceria dan bahagia, dihadapan seluruh tamu undangan, yang datang silih berganti selama tujuh hari tujuh malam.


Setelah usai merayakan pesta pernikahannya, Arya, Wulan, Raja Agung dan istrinya, serta Prabu Widjaja dan seluruh bawahan intinya, masuk kedalam dunia jiwa. Mereka beristirahat sebentar, lalu berendam di kolam air kehidupan, bergiliran dengan yang lainnya.


Tiga tahun didalam dunia jiwa, sama dengan tiga hari didunia luar. Arya dan Wulan beserta bawahannya, terus-menerus naik tingkat. Ranah Arya dalam tiga tahun, meningkat mencapai ranah Abadi Bintang Enam tahap puncak.


Sedangkan Wulan sedikit tertinggal, ranahnya sekarang mencapai ranah Abadi Bintang Tiga tahap awal, tertinggal jauh oleh Arya.


Semua bawahan Arya, jenderal Adiwiyata dan Jenderal Anggadiredja, naik tingkat menjadi Semi Abadi Bintang Lima tahap puncak. Darmasena, Anjani, Komalasari dan Saraswati, juga naik ketingkat Semi Abadi Bintang Tiga tahap puncak.


Wiraseda naik tingkat ke ranah Semi Abadi Bintang Dua tahap puncak, dan tiga puluh bawahannya naik mencapai ranah Semi Abadi Bintang Dua tahap awal.


Benar-benar bawahan Arya yang sangat mengerikan. Dan mereka sudah waktunya untuk naik ke Alam Dewa Agung Lapisan Pertama.


"Kita selesaikan dulu semua permasalahan di alam ini, termasuk menundukkan tiga benua lagi. Setelah itu, baru kita naik ke alam di atasnya," ucap Arya.


"Baik Penguasa," sambut bawahannya serempak.


"Ayo kita sama-sama ke hutan sebelah timur, kita berlatih tanding disana. Supaya kekuatan tempur kita semakin kuat," ujar Arya, mengajak mereka.


"Siap Penguasa," balas mereka bersamaan.


Mereka pun mengikuti Arya kearah hutan sebelah timur dunia jiwa, bermaksud melatih kemampuan fisiknya untuk bertarung, tanpa menggunakan kekuatan dalamnya.


Dengan dibiasakan berlatih menggunakan kekuatan fisik, akan menjadi lebih kuat jika nanti dibarengi dengan kekuatan inti.


Mereka terus-menerus berlatih setiap hari, tanpa merasa lelah dan capai. Dengan satu tujuan, menjadi lebih kuat ketika nanti berada di Alam Dewa Agung Lapisan Pertama.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2