Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
71. Pohon Buah Abadi


__ADS_3

Negeri Awan Mengambang, udaranya sangat baik, tidak tercemar oleh polusi udara. Cuacanya selalu cerah, tidak seperti alam dibawahnya, selalu mendung, hujan, dan udaranya selalu tercemar.


Namun didalam Negeri Awan Mengambang, hujan sangat jarang sekali. Karena hujan itu adanya dibawah awan, sedangkan di Negeri Awan Mengambang, udaranya malah dingin, angin selalu bertiup kencang, terkadang berhembus sedang. Penduduknya selalu mengenakan jubah tebal, yang terbuat dari kulit bintang salju, yang langsung menutupi leher dan kepalanya, agar rasa dingin tidak terlalu menusuk-nusuk kulit mereka.


Ada yang mengenakan mantel dari kulit bintang rubah yang tebal, untuk menutupi rasa dinginnya.


Arya sendiri mengenakan jubah dari kulit beruang salju yang tebal, yang dia beli dari sebuah toko di kota ini, sebelum dia menuju ke sebuah rumah makan, hanya sekedar untuk mencari informasi dari percakapan para pengunjung.


Ada beberapa pengunjung rumah makan, yang tengah membicarakan tentang sebuah Bukit Awan, di kota Awan Putih, disebelah kota yang kini dikunjungi oleh Arya.


"Tidak ada satu orangpun yang mampu menaikinya, karena sebelum naik ke Bukit Awan itu, mereka sudah terlempar duluan. Bukit awan itu dijaga oleh Lima makhluk raksasa yang menyeramkan," ucap salah pria kepada teman-temannya.


"Itu benar adanya. Beberapa temanku pernah ke sana, tapi yang nekad menerobos masuk ke wilayah Bukit Awan itu, langsung mati, entah kenapa? Hanya ada dua orang yang selamat, yang menunggu diluar wilayah bukit itu," sambung temannya, mendukung ucapan pria yang pertama berbicara.


"Ngeri juga ya!" Seru yang lainnya.


"Jadi sampai sekarang, belum ada yang mampu naik ke bukit itu?" Tanya yang lainnya.


"Sampai hari ini, belum ada satu orangpun yang sanggup menaiki Bukit Awan itu," jawab pria pertama.


Disaat asyik-asyiknya mendengarkan obrolan dari para pengunjung rumah makan, ada sekelompok pria masuk kedalam rumah makan. Sepuluh pria muda mengenakan jubah mewah dari kulit harimau Angkasa, dengan dikawal oleh dua puluh orang prajurit kota, langsung mengusir mereka yang duduk ditempat itu.


"Kalian yang pada duduk ditempat ini, silahkan keluar semuanya. Karena Tuan Muda Kota bersama teman-temannya, akan makan ditempat ini," ucap komandan prajurit kota, kepada para pengunjung rumah makan itu.


"Kamu juga sama keluar, jangan membuat marah tuan muda kota," hardik Komandan Prajurit Kota, kepada Arya.


Arya diam saja, malah dia tetap menikmati makanan dan minumannya, sedikitpun tidak melihat kepada komandan prajurit itu.


"Hai, kamu tuli atau pura-pura tidak mendengar?" Tanya komandan prajurit, menatap Arya kesal.


Tanpa banyak bicara, Arya hanya melambaikan tangan kanannya, komandan prajurit kota bersama rombongannya terlempar, ada yang menabrak meja, dinding rumah makan, dan ada yang terlempar keluar dari rumah makan.


"Ada-ada saja, orang lagi pada menikmati makanan dan minuman diganggu," ucap Arya, menatap kearah mereka terlempar, dan langsung melesat loncat kearah para begundal-begundal itu.


Arya menarik semua para begundal dan prajurit kota, dengan rantai mistis baja, yang langsung melilit sekujur tubuhnya, dan menyatukan mereka dihalaman depan rumah makan.


"Nah, bagaimana kalau sekarang, kekuatan kalian aku lumpuhkan," ucap Arya kepada mereka, sambil bergerak cepat memukul basis kultivasi mereka.


Dug... Dug... Bug... Arg... Aahhh...


Terdengar suara pukulan yang keras dibawah perut mereka, Arya menghancurkan basis ranah kekuatan kultivasi para begundal-begundal itu, hingga mereka menjerit merasakan rasa sakit yang luar biasa.


"Apakah sekarang kalian berani, menindas orang-orang yang lemah. Jangan mentang-mentang kalian orang-orang yang kuat, hingga seenaknya saja mengusir orang-orang yang lagi pada makan," ucap Arya lagi, sambil mengambil beberapa kantong koin emas dari cincin penyimpanan mereka, lalu menyerahkan kepada pemilik rumah makan.


"Pak Tua, terimalah ini, sebagai pengganti meja dan dinding yang rusak," ucap Arya, sambil menyerahkan beberapa kantong koin emas, yang diambil dari para begundal itu.


"Terimakasih, Tuan Muda," ucap pria tua pemilik rumah makan, menangkupkan kedua tangannya di dada, sambil membungkukkan setengah badannya, tanda menghormati Arya.


Arya lekas menarik kembali rantai baja mistisnya, yang melilit sekujur tubuh para begundal-begundal kota, dan menyuruh mereka melaporkan kepada tuan kotanya.

__ADS_1


"Silahkan kalian pergi dari sini, dan sampaikan salam ku kepada Tuan Kota, salam bertarung dari seorang petualang, jika Tuan kalian masih membela para begundal-begundal yang tak ada gunanya," ucap Arya, mengusir mereka.


Tanpa menunggu diusir kedua kalinya, mereka berlarian pergi meninggalkan halaman rumah makan. Begitu pula dengan Arya, dia melesat terbang menembus awan, hingga tidak terlihat dari bawah.


Semua orang yang berada di rumah makan, takjub dan kagum dengan kekuatan yang dimiliki oleh Arya, yang semula mereka menganggapnya sampah, karena ranah Arya berada ditingkat Semi Abadi Bintang Satu tahap awal, suatu ranah kekuatan kultivasi yang tidak masuk di alam ini. Karena ranah di Negeri Awan Mengambang, paling rendah ditingkat Imortal Bintang Satu tahap awal.


"Tidak aku duga sebelumnya, ternyata dia seorang kultivator tingkat tinggi, yang menyamarkan ranah kekuatannya," ucap salah seorang pria pengunjung rumah makan.


"Tidak dapat dilihat ranah kekuatan kultivasinya, benar-benar sangat sempurna cara menyamarkan ranah kekuatannya," sambung yang lainnya.


"Untungnya kita tidak menyinggung dia," balas yang lainnya. "Kalau tadi kita sempat menyinggungnya, pasti kita semua akan dibuat cacat seperti Tuan Muda Kota dan orang-orangnya."


"Iya, hampir tadi kita menyinggungnya," ucap pria temannya.


"Dia sangat berani menentang Penguasa kota ini, yang tidak boleh terbang didalam kota. Tapi malah dia terbang," ucap pengunjung lainnya.


Arya sendiri menghiraukan larangan itu, karena dia ingin cepat-cepat sampai di Bukit Awan, sebelah utara kota Awan Putih.


Diapun menambah kecepatan terbangnya. Dia terbang dibalik awan dengan kecepatan tinggi, agar tidak terlihat dari bawah, hingga tidak dianggap melanggar aturan larangan terbang.


Dalam waktu tujuh jam, Arya terbang dibalik awan, dia sudah tiba di atas langit Bukit Awan. Lalu dia mengedarkan pandangan mata malaikatnya, kesegenap penjuru kawasan bukit itu. Terlihat dimatanya, disebelah tenggara Bukit Awan, ada sebuah pintu gerbang rahasia untuk masuk kedalam bukit itu.


Gegas Arya melesat terbang kearah tenggara Bukit Awan, setibanya ditempat itu, dia melihat ada sebuah celah dibalik bukit. Celah itu pas dengan dirinya, bila dia berjalan memiringkan badannya.


Dia mencoba masuk kedalam celah itu, dengan memiringkan badannya, dan berjalan miring memasuki celah. Setelah badannya masuk semua, Arya merasa badannya ditarik oleh satu kekuatan yang sangat besar, dia sendiri tidak bisa menahannya, tersedot kedalamnya hingga serasa dilemparkan kesebuah tempat yang berair.


Suara benda yang berat jatuh kedalam air yang dalam, air itu terasa dingin sekali hampir membekukan badan Arya. Namun setelah masuk lebih dalam lagi, hingga sampai ke dasar kolam didalam Bukit Awan, rasa dingin berganti dengan rasa panas.


Arya mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menahan rasa panas, dengan formasi sayap rajawali, yang melindungi dari rasa panas atau dingin, serta melindungi dari air yang masuk kedalam tubuhnya.


Didalam formasi sayap rajawali, sama dengan keberadaan ketika di darat, bisa bernafas dan tidak basah.


Dia mengedarkan mata malaikatnya, untuk memindai seluruh dasar kolam itu. Tampak ada sesuatu dibalik batu besar, disebelah pojok kanan kolam. Arya bergegas menuju kearah batu besar, menggeser batu besar itu dengan kekuatannya, batu besar bergerak perlahan, dan tampak dibawah batu besar, ada tangga menuju kebawah, dia penasaran ada apa didalamnya?


Sebelum Arya memasuki tempat itu, dia kembali memindai kebawah tangga. Ada sebuah lorong panjang menuju kesuatu tempat, yang mana tempat itu ditumbuhi oleh satu pohon yang sedang berbuah.


Dengan perlahan, Arya mulai melangkahkan kakinya menuruni tangga itu, anak tangga demi anak tangga dia lalui, hingga menyusuri lorong yang panjang.


Setibanya diujung lorong, lekas dia loncat keluar dari lorong itu. Menuju kesebuah pohon yang sedang berbuah.


"Selamat datang anak muda," terdengar ada suara tanpa wujud, mata Arya mengitari seluruh tempat itu, mencari sumber suara yang tadi bicara.


"Tidak usah mencari ku, aku berada tidak jauh dari hadapanmu," ucap suara itu lagi.


Arya menatap kesebuah pohon itu. "Apakah yang tadi berbicara itu adalah anda, wahai pohon buah? Kalau benar anda yang berbicara, pohon buah apakah anda ini? Dan khasiat buahnya untuk apa, wahai pohon buah?" Tanya Arya penasaran.


"Benar...! Akulah yang tadi berbicara itu. Aku adalah pohon buah abadi, jika memakan satu buah abadi pemberian dariku, maka ranah kekuatan kultivasinya akan meningkat secara drastis, dan ranahnya akan abadi selamanya, tidak akan hancur walaupun ada yang menghancurkannya," ucap sebuah pohon buah abadi itu, menjelaskan kepada Arya.


Arya sangat tertarik dengan ucapan dari pohon buah abadi itu, maka dia berniat ingin memindahkan pohon itu kedalam dunia jiwanya, untuk meningkatkan seluruh kultivasi bawahannya.

__ADS_1


"Maukah kamu ikut denganku, ketempat yang lebih nyaman lagi, dan penuh dengan sumber daya tingkat Dewa," ajak Arya, kepada pohon buah abadi.


"Dimanakah itu?" Tanya pohon buah abadi, penasaran begitu mendengar sumber daya tingkat dewa.


"Didalam dunia jiwaku. Jika anda ingin mencobanya, aku akan menemanimu masuk kedalam dunia jiwa. Jika menurut mu tempatnya tidak cocok, boleh anda keluar lagi dari dunia jiwaku," jawab Arya.


"Boleh, tapi janji, bila tempatnya tidak nyaman, aku akan segera keluar dari dunia jiwamu," ucap pohon buah abadi lagi.


Arya pun membuka gerbang dunia jiwanya, hendak memindahkan pohon buah abadi itu kedalam dunia jiwa. Namun Arya terkejut dibuatnya, pohon buah abadi, dengan sendirinya terangkat melayang dipermukaan tanah, hingga akarnya keluar dari dalam tanah, dan berjalan dengan akar-akarnya yang dijadikan sebagai kakinya. Kemudian loncat masuk kedalam dunia jiwa, diikuti oleh Arya dari belakang.


Whuuss.... Whuuss....


Keduanya berloncatan masuk kedalam dunia jiwa. Lalu Arya membawa pohon buah abadi itu ketempat tumbuhnya buah-buahan Dewa.


"Pohon apakah ini?" Tunjuk pohon buah abadi bertanya.


"Pohon buah-buahan dewa, disebelahnya tumbuh-tumbuhan sumberdaya tingkat Dewa, dan empat kolam itu adalah kolam Air Suci Dewa Nirwana, Kolam Air Abadi, Kolam Energi Dewa Nirwana, dan Kolam Air Kehidupan. Dan tinggal pilih saja, maunya ditempat yang mana?" Jawab Arya menjelaskan.


"Aku akan tinggal disebelah kolam Air Abadi, rasanya tempat itu sangat cocok buatku," ucap pohon itu, loncat kedekat kolam Air Abadi, sambil menggali tanah untuk memasukkan akar-akarnya.


Pohon buah abadi itu berdiri tegak didekat kolam air abadi, dengan dahannya yang rindang menutupi sebagian Kolam Air Abadi.


"Tempat ini sangat nyaman untukku. Sebagai rasa terima kasih, silahkan jika ingin memetik buah abadiku ini, kapan saja jika kamu mau," ucap pohon buah abadi.


"Bolehkah sekarang aku minta dua?" Tanya Arya meminta buahnya.


"Ambilah yang sudah matang," jawabnya.


"Terimakasih," ucap Arya.


Arya segera mengambil dua buah abadi, dan memakannya dua buah sekaligus sampai habis. Lalu dia duduk lotus dibawah pohon buah abadi itu, sambil memejamkan kedua matanya.


Arya menyerap energi dari buah abadi, dipadukan dengan menyerap seluruh energi ditempat itu, energi yang kuat muncul dari empat kolam dan batu kristal bulan, yang tertanam didasar kolam Air Energi Dewa Nirwana.


Tak berselang lama, terdengar sepuluh kali suara teredam dari dalam tubuhnya.


Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom....


Kenaikan tingkat yang gila-gilaan, setelah mengkonsumsi dua buah abadi sekaligus.


Kini ranah kekuatan kultivasi Arya meningkat sepuluh tahap, dari semula Great Imortal Bintang Sembilan tahap puncak, sekarang meningkat ke ranah God King tahap puncak, satu langkah lagi ke ranah sempurna bintang satu.


Setelah semuanya selesai dikerjakan oleh Arya, dia segera meninggalkan tempat itu, dan kembali keluar dari dalam dunia jiwanya.


Whuuss....


Arya muncul di dasar kolam yang airnya panas dan dingin. Lekas dia beranjak dari kolam itu, dan bergegas keluar dari tempat didalam Bukit Awan.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2