Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
22. Kekuatan Garuda Kencana


__ADS_3

Dari hari ke hari, Minggu bertemu bulan, bulan bertemu tahun. Satu tahun sudah pasukan Garuda Benua berlatih, kekuatan fisik prajurit pasukan bertambah meningkat, begitu pula dengan ranah kultivasi mereka.


Setelah adanya pelatihan khusus teknik Kultivasi yang dipimpin oleh jenderal Anggadiredja, dengan dibantu oleh buah-buahan Dewa yang diberikan oleh Arya. Kekuatan dan ranah Kultivasi mereka meningkat. Hampir rata-rata ranah kultivasinya berada di ranah Pendekar Dewa Bumi tahap puncak.


"Benar-benar suatu peningkatan yang drastis," ujar Tetua Kampung, yang ranahnya juga naik mencapai ketingkat Pendekar Dewa Langit tahap puncak.


Satu tahun setengah berjalan, pedukuhan Garuda Kencana semakin ramai dikunjungi oleh para kultivator, yang ingin bergabung dengan Pasukan Garuda Benua.


Hingga saat ini, prajurit Garuda Benua sudah mencapai tiga puluh ribu, dengan ranah kekuatan meningkat lagi mencapai Pendekar Dewa Langit tahap puncak, sedangkan Tetua Kampung ranahnya mencapai Pendekar Dewa Surga tahap puncak, seimbang dengan kekuatan kelompok Serigala Hitam.


Karena dengan tersiarnya kabar, begitu mudahnya menaikkan ranah Kultivasi, maka ribuan pemuda dan pemudi dari berbagai daerah dan wilayah di Benua Timur, berbondong-bondong mendatangi markas komando Garuda Benua, untuk mendaftarkan dirinya menjadi prajurit.


Hingga kabar itu sampai ke telinga Raja dan pemimpin Serigala Hitam, yang membuat mereka penasaran, dan keduanya mempunyai niat licik, yang ingin menariknya kedalam pasukan kerajaan, dengan iming-iming sejumlah harta dan wanita.


Niat licik dan jahat itu terdengar oleh Arya dan bawahannya, hingga Arya memerintahkan semua bawahannya untuk memperketat penjagaan. Dan bilamana ada pihak musuh yang menyusup, segera tangkap dan jebloskan kedalam penjara.


Karena Arya dengan kekayaannya yang cukup besar, ingin membangun Pedukuhan Garuda Kencana menjadi suatu kota yang ramai dan besar, maka Arya beserta bawahannya, terus-menerus menata dan membangun Pedukuhan tersebut, sama dengan kota Metropolitan Pelabuhan Tanjung Perak.


Arya segera memberi tugas kepada Wiraseda, menghubungi Raja Benua Selatan Prabu Ranggaseta, dan kepada Jenderal Adiwiyata menghubungi Patih Benua Tengah Begawan Abisana, untuk mengirimkan sejumlah pasukan elit dari berbagai angkatan ke Markas Garuda Benua, sekaligus dengan mengirimkan lima ratus burung rajawali raksasa.


Arya benar-benar ingin membangun kekuatan di Benua Timur, sebelum menundukkan raja yang dzalim dan lalim.


Akhirnya, kelompok aliran putih dari berbagai perguruan beladiri berdatangan, menyatakan kesediaannya bergabung dengan Garuda Benua, bahkan mereka ingin menetap tinggal di Pedukuhan Garuda Kencana, yang sebentar lagi berubah menjadi kota metropolitan, setelah semua pembangunannya selesai.


Arya dengan senang menerima mereka, dan menyetujuinya untuk menetap di pedukuhan.


Hingga saat ini, pasukan Garuda Benua bertambah besar, bahkan kekuatannya di atas kekuatan Kerajaan Benua Timur, yang bersekutu dengan pasukan Raja Iblis Serigala Hitam.

__ADS_1


Apalagi dengan kehadiran pasukan khusus udara Benua Tengah, Pasukan Elit Rajawali Sakti, Pemanah Beracun dan Pasukan Cakrabenua serta pasukan Telik Sandi.


Walaupun kekuatan Arya dan pasukannya sangat hebat dan dahsyat, namun Arya tidak ingin terburu-buru menyerang Kerajaan Benua Timur, sebelum pembangunan kota Metropolitan Garuda Kencana selesai.


Saat ini, Arya beserta seluruh bawahannya, terus-menerus menata dan membangun Kota Metropolitan Garuda Kencana, dengan penjagaan super ketat dari berbagai Pasukan Elit Benua Tengah dan Selatan.


Pasukan Khusus Garuda Benua, yang nantinya dipersiapkan untuk menjaga keamanan diseluruh benua alam ini, kini dikirim ke Hutan Larangan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan. Karena Hutan Larangan, sekarang sudah dijadikan tempat khusus pendidikan dan pelatihan lanjutan prajurit seluruh benua, dibawah kepemimpinan Jenderal Kartadipura.


Wajah Hutan Larangan kini sudah berubah, didepan sebelum masuk ke Hutan Larangan, ada beberapa gedung untuk mempelajari teknik-teknik khusus pertempuran, mempelajari teknik Kultivasi, teknik menggunakan pedang, teknik bertarung jarak dekat dan jarak jauh, serta beberapa teknik jurus bertempur lainnya.


Didepan gerbang ada pos penjagaan, yang dijaga ketat oleh prajurit elit berbagai angkatan, di atas gerbang masuk ada tulisan 'Selamat Datang Di Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Khusus Komando Pasukan Benua'.


Tampak banyak prajurit berkuda keluar masuk area pusat pendidikan, mereka pada berpergian ke kota, untuk berbelanja sambil mencari hiburan di keramaian kota Bukit Larangan, yang dulu merupakan sebuah perkampungan tempat Arya dibesarkan, sekarang sudah menjadi kota yang ramai.


Ditengah hutan larangan, secara khusus dijadikan tempat pelatihan bertempur, bertarung dan berlatih tanding.


Mereka yang sudah selesai mengikuti pendidikan, ditempatkan sesuai dengan keahliannya masing-masing, seperti bergabung dengan Pasukan Elit Pemanah Beracun, bergabung dengan Pasukan Elit Rajawali Sakti, Pasukan Elit Cakrabenua, Pasukan Telik Sandi, Pasukan Khusus Pengamanan Garuda Benua, Pasukan Katak Hitam, Pasukan Srikandi dan Pasukan Laba-laba Hitam.


Pasukan Katak Hitam bermarkas di Kota Metropolitan Pelabuhan Tanjung Perak Benua Tengah, Pasukan Garuda Benua bermarkas di Kota Metropolitan Garuda Kencana Benua Timur, yang pembangunan dan penataan kotanya sudah rampung dikerjakan.


Semua prajurit yang baru menyelesaikan pendidikan dan pelatihan, saat ini ditarik untuk memperkuat pasukan di Kota Metropolitan Garuda Kencana, yang baru didirikan oleh Arya.


Ada enam ribu prajurit elit, yang baru menyelesaikan pendidikan dan pelatihan lanjutan, yang rata-rata ranah kekuatannya sudah mencapai Pendekar Dewa Surga tahap puncak, bergabung untuk memperkuat pasukan Garuda Kencana, di Kota Metropolitan Garuda Kencana Benua Timur.


Pasukan Garuda Kencana Kota Metropolitan, kini tengah bersiap-siap untuk menghadapi pasukan Raja Iblis, yang telah bersekutu dengan pasukan Kerajaan Benua Timur.


Garuda Kencana diperkuat oleh pasukan Elit Pemanah Beracun, Pasukan Elit Rajawali Sakti, Pasukan Elit Cakrabenua, Pasukan Elit Telik Sandi, Pasukan Pengaman Garuda Benua, Pasukan Khusus Srikandi dan Pasukan Elit Katak Hitam, serta Pasukan Khusus Laba-laba Hitam, yang kini sudah berada didalam kota Metropolitan Garuda Kencana.

__ADS_1


Kehadiran sejumlah pasukan elit itu menambah semaraknya kehidupan di kota metropolitan, ditambah enam ribu prajurit yang baru menyelesaikan pendidikan dan pelatihan lanjutan, yang turut menghidupkan suasana kota itu.


Didalam Istana Kota Metropolitan, Arya beserta seluruh bawahannya, tengah merencanakan menghadang Pasukan Raja Iblis dan Pasukan Kerajaan Benua Timur, yang kini sudah bergerak hendak menyerang Kota Metropolitan, yang baru selesai dibangun.


Arya membuat strategi penyerangan dan pertahanan, penyerangan dilakukan oleh pasukan gabungan prajurit elit dipimpin oleh Jenderal Adiwiyata, menghadang pasukan iblis dan pasukan kerajaan dipertengahan hutan, lima kilometer dari kota Metropolitan Garuda Kencana.


Pasukan pertahanan dipimpin Jenderal Anggadiredja, mengamankan seluruh wilayah Garuda Kencana, agar tidak dapat dimasuki oleh pihak musuh.


Sedangkan Arya beserta bawahan intinya, bergerak dari udara bersama pasukan Rajawali Sakti dan Pemanah Beracun.


"Bagaimana? Apakah ada pendapat lain?" Tanya Arya pada seluruh bawahannya.


"Tidak ada Penguasa!" Seru mereka bersamaan.


"Baiklah, kalau begitu, yang berangkat terlebih dahulu, pasukan yang dipimpin Jenderal Adiwiyata, aku bersama pasukan Rajawali Sakti dan Pemanah Beracun, akan mengikuti dari udara," ucap Arya.


"Baik Penguasa," balas mereka bersamaan.


Kemudian semuanya pada membubarkan diri, untuk mempersiapkan keberangkatan menghadang pasukan iblis. Arya dan Wulan gegas masuk kedalam kamar di istananya.


Arya mengganti pakaiannya dengan pakaian tempur, yang dirancang khusus untuk Penguasa Semesta Alam, begitu juga dengan Wulan, sama-sama mengenakan pakaian tempur.


Keduanya keluar dari kamar, lalu menuju ke halaman depan Istana, pasukan elit rajawali dan pemanah beracun sudah berada di atas punggung rajawali raksasa, menunggu kedatangan Arya.


Arya dan Wulan tiba dihadapan mereka. "Ayo kita berangkat," ucap Arya, langsung meloncat ke punggung rajawali raksasa, diikuti oleh istrinya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2