Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
37. Kota Singa Kencana


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu, semua delegasi dari tiga benua telah kembali ke Kerajaan masing-masing. Jenderal Anggadiredja beserta Pasukan Inti Penguasa Agung, juga sudah selesai menjalankan tugasnya membersihkan Pasukan Iblis di Benua Barat dan Benua Utara.


Hasil pertemuan dengan para penguasa di tiga benua, kini tengah dilaksanakan oleh Tim Inti Percepatan Pembangunan Tiga Benua, yang dipimpin langsung oleh Wakil Penguasa Agung alam ini, Tuan Suramanggala, yang selanjutnya diperintahkan oleh Arya, untuk membenahi sistem administrasi di Benua Barat dan Benua Utara, yang sudah ditaklukkan oleh Jenderal Anggadiredja beserta Pasukan Inti.


Usai melaksanakan semua kegiatan, dan selesai membersihkan seluruh pasukan iblis, Arya beserta Pasukan Intinya kembali kedalam dunia jiwa, untuk beristirahat.


Enam gadis belia dan seorang wanita muda dewasa, yang telah diselamatkan oleh Arya, dari para bajingan yang akan merenggut kegadisannya, kini ranahnya sudah meningkat pesat setelah berlatih puluhan tahun didunia jiwa. Begitu pula dengan Mawar, adik angkatnya Arya, serta seorang pemuda jenius anak seorang bangsawan yang diselamatkan oleh Arya, dan tujuh pemuda serta pemudi Kampung Lembah Cikuray, yang ditarik menjadi anggota Pasukan Inti, ranahnya juga meningkat drastis ketingkat yang lebih tinggi.


Sekarang, seluruh Pasukan Inti yang berada didalam dunia jiwa, ranahnya sudah pada meningkat. Paling rendah ranah mereka berada ditingkat Abadi Bintang Tiga tahap puncak, paling tinggi berada di ranah Great Absolute tahap puncak.


Sedangkan ranah Arya naik dua tingkat, sekarang ranahnya berada ditingkat Imortal Bintang Satu tahap puncak. Para Leluhur Dewa dan Raja Agung Darma Kusumah, ranahnya naik ketingkat Imortal Bintang Satu tahap awal, serta Kakek Prabu Widjaya, Wulan dan Ratu Kencana Ungu ditingkat Great Absolute tahap puncak.


Begitu pula dengan kedua jenderal Pasukan Inti, Jenderal Anggadiredja dan Jenderal Adiwiyata, naik ketingkat Great Absolute tahap awal. Darmasena, Komalasari, Saraswati, Anjani, dan Ratnawati berada di ranah Absolute tahap puncak.


Ranahnya Wiraseda naik ketingkat Absolute tahap awal, dan ketiga puluh bawahannya sudah mencapai ranah Maha Dewa Abadi tahap puncak, serta ketujuh pemuda dan pemudi yang ditarik dari Kampung Lembah Cikuray, kini ranahnya sudah mencapai tingkat Dewa Abadi tahap awal, dan yang paling rendah berada di ranah Abadi Bintang Tiga tahap puncak, yaitu Mawar beserta keenam gadis belia, seorang pemuda keluarga bangsawan, dan seorang wanita muda dewasa yang telah diselamatkan oleh Arya.


Keseluruh Pasukan Inti, yang berada didalam dunia jiwa, terus berlatih untuk menjadi lebih kuat lagi, karena nantinya akan dibawa ke Alam Iblis, untuk menaklukkan Raja Iblis Ular Hitam, beserta seluruh pasukannya.


Setelah Arya beristirahat dan membenahi dunia jiwanya, dia segera keluar dari dunia jiwa, berniat untuk berpetualang sendiri.


__________________


Perjalanan Berpetualang.


Dalam perjalanannya kali ini, Arya ingin berpetualang sendirian, tidak mengajak istri dan bawahannya, seluruhnya tinggal didalam dunia jiwa, untuk berlatih terus.


Kecuali dalam saat-saat tertentu, Arya akan mengajak Wulan beserta bawahannya, untuk berlatih tanding bersama musuh-musuhnya.


Arya melesat terbang dibalik awan, menuju kearah Benua Utara, sambil mengawasi seluruh tempat yang dianggapnya mencurigakan.


Beberapa waktu berlalu, Arya melesat turun dipinggir sebuah hutan, yang tidak jauh dari sebuah kota perbatasan antara Benua Barat dengan Benua Utara. Dia meneruskan dengan berjalan kaki menuju ke gerbang kota Singa Kencana. Tampak didepan gerbang ada beberapa kultivator, yang tengah mengantri menunggu giliran pemeriksaan.


Arya turut mengantri dibelakang seorang pemuda seumuran dengannya.

__ADS_1


"Maaf saudara, sedikit mengganggu, ada apakah didalam kota ini, sehingga banyak pengunjung berdatangan?" Tanya Arya penasaran.


Pemuda yang ditanya itu menatap Arya penuh selidik, seolah ingin tau ranah kekuatan kultivasi Arya. Setelah pemuda itu tau ranah Arya berada dibawahnya, baru dia membuka suaranya.


"Saudara orang baru di benua ini?" Pemuda itu balik bertanya kepada Arya.


"Benar saudara, aku baru datang di Benua Utara ini," jawab Arya.


""Oh, pantas saja saudara belum tau, bahwa didalam kota Singa Kencana sedang diadakan pemilihan calon prajurit elit Garuda Benua, setelah Benua Utara ditaklukkan oleh Pasukan Inti Penguasa Agung, benua ini sekarang lebih dikembangkan lagi untuk menyamai dengan tiga benua yang sudah maju," tutur pemuda itu menjelaskan.


"Saudara, apakah saudara juga mau ikut pemilihan calon prajurit elit Garuda Benua?" Tanya Arya penasaran.


"Benar saudara, karena persyaratan menjadi calon prajurit elit itu, serendah-rendahnya harus berada ditingkat Pendekar Dewa Surga tahap awal, dan kebetulan aku sudah berada ditingkat Pendekar Dewa Surga tahap menengah, dibawah itu tidak masuk dalam kategori persyaratan yang sudah ditentukan," ucap kultivator muda, menatap Arya yang menekan aura kekuatannya ke Pendekar Dewa Bumi tahap puncak.


Tiba giliran kultivator muda dan Arya, diperiksa oleh prajurit penjaga pos.


"Identitasnya, Tuan Muda," pinta penjaga Pos Pemeriksaan kepada Arya.


Arya mengeluarkan identitas dirinya seperti biasa, dia masih menggunakan identitas dari Perguruan Beladiri Suramanggala di Benua Tengah, namun Arya tidak menyangkanya, semua para penjaga Pos Pemeriksaan terkejut, karena nama Suramanggala kini sudah menjadi Wakil Penguasa Agung Alam Bawah, dan Tuan Suramanggala yang memimpin langsung perubahan di Benua Barat dan Benua Utara, makanya nama Suramanggala sekarang terkenal ke seluruh benua di alam ini.


Arya menyadari semua itu, setelah Arya mempercayakan Wakil Penguasa Agung Seluruh alam ini kepada mertuanya, Ki Suramanggala, namun tidak menyangka pengaruhnya sangat besar terhadap Perguruan Beladiri Suramanggala, sehingga dilain waktu kedepannya, dia ingin mengganti identitasnya agar tidak menjadi sorotan orang lain.


Dia berpikir untuk menggunakan identitas darimana yang hendak dia pakai, agar penyamarannya tidak mudah diketahui, dan tidak menjadi sorotan dari berbagai pihak, terutama dari prajurit Garuda Benua, yang sudah tersebar di seluruh benua alam ini.


"Tiga koin emas tuan muda, biaya masuknya," ucap penjaga Pos Pemeriksaan, menyadarkan dari lamunannya, sambil memberikan kembali identitas milik Arya.


Arya mengeluarkan lima koin emas kepada penjaga Pos Pemeriksaan.


"Ini terlalu banyak, Tuan Muda," ucap penjaga Pos Lagi.


"Selebihnya ambil untuk kalian," balas Arya, sambil berlalu dari tempat itu.


"Terimakasih, Tuan Muda. Semoga Tuan Muda diberkati," ucap para penjaga senang.

__ADS_1


Arya terus melangkah memasuki kota Singa Kencana, menyusuri jalan utama perkotaan, hingga tiba didepan sebuah rumah makan yang sangat ramai. Dia melihat kedalam, apakah masih ada tempat duduk untuknya. Tampak hanya ada satu tempat duduk lagi, namun ketika dia hendak masuk menuju ketempat duduk itu, tiba-tiba dia didorong dari arah belakang, hingga hampir terjerembap menubruk meja didepannya.


"Awas pemuda sampah, kamu jangan menghalangi jalan, Tuan Muda Kota mau lewat" ucap seorang pria setengah baya, kepala pengawal Tuan Muda Kota Singa Kencana, mendorong Arya dari arah belakang.


"Kepada seluruh tamu rumah makan, silahkan kalian keluar, karena tempat ini akan digunakan oleh Tuan Muda kota bersama rombongannya," ucap salah seorang pria pengawal Tuan Muda kota, menatap tajam kearah semua pengunjung rumah makan.


"Apa aku tidak salah dengar, kamu menyuruh Tuan Muda Kota keluar dari tempat ini," balas Arya memprovokasi mereka.


"Siapa kamu, berani memutarbalikkan kata?" Tanya pria pengawal Tuan Muda kota menatap Arya.


"Siapa aku kamu tidak perlu tau, yang perlu kamu tau, adalah kalian semua keluar dari tempat ini, dan bawa Tuan Muda mu kembali kepada Tuan Kota, serta sampaikan salam dariku untuk Tuan Kota, salam olahraga dari seorang pemuda petualang," jawab Arya.


"Bajingan kamu, menganggap rendah tuan kami. Apa kamu mau cari penyakit di kota ini," bentak marah pengawal Tuan Muda Kota.


"Yang mencari penyakit adalah kalian semua, bukan aku, dan pula bukan mereka," balas Arya, sambil menunjuk kearah seluruh pengunjung rumah makan.


"Bajingan kau, keluar kalau kau mau cari keributan di kota ini," sambut pria pengawal lainnya.


"Baik, mari kita bermain-main sebentar," balas Arya langsung melesat keluar rumah makan, diikuti oleh para pengawal Tuan Muda kota.


"Sebelum kami bertindak tegas, kami memberikan kesempatan kepadamu untuk bersujud meminta maaf," ucap pengawal Tuan Muda kota, yang sudah mengepung Arya.


"Apa! Apakah aku tidak salah dengar? Kalian semua mau bersujud kepadaku!" Seru Arya, bertanya kepada para pengawal Tuan Muda kota, sambil terus memprovokasinya.


"Dasar laknat kau, sudah tidak ada kesopanannya. Rasakan ini.... Hiiaaatttt...." Seru para pengawal Tuan Muda kota, sambil terus menerjang Arya dari berbagai arah.


Arya hanya menggerakkan tangan kanannya, berputar menangkis seluruh terjangan para pengawal Tuan Muda Kota, membuat seluruh pengawal Tuan Muda Kota terlempar keberbagai arah, hingga seluruh pengunjung rumah makan yang menyaksikan adegan cepat itu, terkejut dibuatnya.


Tidak hanya sampai disitu, Arya dengan gerakan kilat yang tidak dapat dilihat dengan mata, menghancurkan semua basis kultivasi para pengawal, serta menghancurkan basis kultivasi Tuan Muda Kota.


"Nah, sekarang kalian sudah menjadi sampah, silahkan kalian semua pergi dari tempat ini, jangan mengganggu mereka yang sedang pada makan," ucap Arya, menyuruh mereka pergi dari hadapannya.


Tanpa disuruh kedua kalinya, mereka langsung lari terbirit-birit, meninggalkan rumah makan.

__ADS_1


Arya dan seluruh pengunjung ditempat itu, dibuat tersenyum melihat adegan konyol seperti itu.


Bersambung........


__ADS_2