Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
31.


__ADS_3

Jenderal Anggadiredja beserta seluruh bawahannya, setelah menaklukkan Kota Wisata Telaga Warna, atas perintah Arya, Kota Wisata dibangun dan ditata kembali, untuk menjadi kota wisata terbesar di Alam Dewa Agung Lapisan Bawah. Dan mengangkat Ki Sanca yang sebelumnya menjadi Tetua Kampung diperkampungan Lembah Cikuray, Benua Barat, diangkat menjadi Walikota, dan diperintahkan untuk lebih mengembangkannya lagi, menjadi kota wisata termewah diseluruh benua.


Sedangkan seluruh pasukan iblis, yang semula menguasai Kota Telaga Warna, setelah ditaklukkan oleh Jenderal Anggadiredja bersama bawahannya, basis kultivasinya dihancurkan dan dikembalikan lagi ketempat asalnya di Alam Neraka Besar.


Setelah selesai semua urusan di Kota Telaga Warna, Jenderal Anggadiredja beserta bawahannya, langsung menuju ke Ibukota Kerajaan Benua Barat, untuk menumpas pasukan iblis yang tersisa di Istana Kerajaan, karena Raja dan seluruh antek-anteknya, telah bersekutu dengan Raja Iblis dari Alam Hitam dan Alam Neraka Besar.


Karena itulah, Arya memerintahkan Jenderal Anggadiredja dan seluruh bawahannya, untuk segera membersihkan Benua Barat dan Benua Utara dari pengaruh negatif yang disebarkan oleh pasukan iblis, yaitu semua perbuatan yang menyengsarakan rakyat seperti merampok dengan kekerasan, bila tidak mau membayar pajak yang terlalu mahal dan memberatkan, serta mengambil paksa gadis-gadis belia untuk dijadikan pemuas nafsu dan persembahan darah perawan kepada Raja Ular Hitam, leluhur dari ketiga alam iblis, yaitu Alam Bayangan, Alam Hitam dan Alam Neraka Besar.


Raja Ular Hitam yang menguasai tiga Alam Iblis itu, sangat ditakuti oleh seluruh alam, karena ranah kekuatannya, sudah berada ditingkat Great Absolute tahap puncak.


Hanya Alam Nirwana, yang tidak bisa dimasuki oleh Raja Ular Hitam, sebab kekuatan di Alam Nirwana, Lebih tinggi dari alam lainnya.


Penguasa dibeberapa alam lainnya, yang tidak mampu menghadapi serangan dahsyat dari Raja Ular Hitam dan pasukannya, memberikan tugas kepada Arya, untuk menumpas seluruh pasukan Iblis, hingga mengejarnya sampai ke Alam Neraka Besar.


Karena tugas itulah, Arya berusaha semampu mungkin untuk menaikkan kekuatannya, hingga sekarang ranahnya sudah mencapai tingkat Imortal Bintang Satu tahap awal, satu tingkat di atas Raja Ular Hitam.


Namun sebelum Arya menjalankan tugasnya, untuk menumpas seluruh pasukan iblis di alam lainnya, dia memerintahkan Jenderal Anggadiredja dan seluruh bawahan intinya, untuk membersihkan seluruh pasukan iblis yang berada di Benua Barat dan Benua Utara.


Kini, seluruh bawahan intinya yang dipimpin Jenderal Anggadiredja, telah menumpas seluruh pasukan iblis yang menguasai Kota Telaga Warna, dan membersihkan sisa-sisa iblis diseluruh kota Benua Barat, hanya tinggal menaklukkan Raja Benua Barat dan antek-anteknya, yang bersuku dengan pasukan Raja Iblis.


Pasukan yang dipimpin Jenderal Anggadiredja, terus melesat terbang kearah Ibukota Kerajaan Benua Barat, untuk segera membersihkan Ibukota dari pengaruh jahat Pasukan Iblis, yang bersemayam didalam Istana Raja.


Tidak memakan waktu lama, pasukan yang dipimpin Jenderal Anggadiredja, tiba di atas langit Istana Raja, dan langsung menggempur Istana dari atas.


Duarr.... Duarr.... Duarr....


Ledakan demi ledakan terdengar keras, dari Istana Kerajaan Benua Barat, bangunan istana langsung roboh dihantam oleh kekuatan yang dahsyat dari atas langit.


Seluruh pasukan iblis berhamburan berlari ke halaman depan Istana, menengadahkan kepalanya melihat ke atas langit.


Sejumlah pasukan yang dipimpin Jenderal Anggadiredja, melayang turun menghampiri sisa-sisa pasukan iblis yang bergabung dengan prajurit Istana Kerajaan, dan langsung mendaratkan pukulan jarak jauhnya kepada seluruh pasukan iblis dan prajurit istana.


Duarr.... Duarr.... Duarr....

__ADS_1


Pukulan jarak jauh yang sangat dahsyat, melemparkan ratusan pasukan iblis dan prajurit istana, keberbagai arah beberapa puluh meter, hingga tidak bergerak lagi.


Pasukan yang dibawah komando Jenderal Anggadiredja, terus menerjang sisa-sisa pasukan iblis dan prajurit istana.


Duarr.... Duarr.... Duarr....


Ledakan demi ledakan terus terdengar, membuat pasukan iblis dan prajurit istana kocar-kacir, berhamburan melarikan diri.


"Kejar terus, jangan sampai ada yang lolos!" Seru Jenderal Anggadiredja berteriak.


Dengan jurus Cakar Rajawali, yang diberikan oleh Arya kepada seluruh bawahan intinya, terus mendaratkan pukulan-pukulannya kepada sisa-sisa pasukan iblis dan prajurit istana, sehingga membuat mereka kewalahan, untuk menghadapi terjangan pukulan Cakar Rajawali.


Sisa-sisa pasukan iblis dan prajurit istana, yang masih bertahan dari serangan bahawan inti Arya, terusĀ  terdesak hingga ke reruntuhan bangunan istana.


Dug.... Bug....


Begitu pula dengan tendangan dan pukulan dari jarak dekat, silih berganti mengenai tubuh prajurit istana dan sisa-sisa pasukan iblis.


Dug.... Bug.... Ahhh....


Akhirnya, sisa-sisa pasukan iblis dan prajurit istana yang tersisa, menyerah dihadapan bawahan inti Arya, begitu pula dengan Raja Benua Barat dan antek-anteknya, berlutut dihadapan Jenderal Anggadiredja.


Jenderal Anggadiredja pun melaksanakan perintah Arya, untuk menghancurkan basis kultivasi mereka, yang telah berbuat dzalim pada rakyatnya. Dan mengembalikan sisa-sisa pasukan iblis yang sudah menjadi sampah ke Alam Neraka Besar.


Walikota Telaga Warna, akhirnya dipanggil oleh Jenderal Anggadiredja, untuk menjabat sebagai raja sementara di Benua Barat, sambil menunggu keputusan yang syah dari Arya.


Dan diperintahkan untuk memindahkan Ibukota Kerajaan Benua Barat, ke Kota Wisata Telaga Warna, serta menyusun kembali kekuatannya di Kota Wisata.


Sejumlah bawahan Walikota yang memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi, diangkat untuk menduduki jabatan sementara di Kerajaan Benua Barat, sambil menunggu keputusan yang resmi dari Arya, sebagai Penguasa Agung di seluruh benua.


Setelah semua urusan selesai di Benua Barat, rombongan pasukan Jenderal Anggadiredja, kembali meneruskan perjalanannya menuju ke Benua Utara, sama seperti di Benua Barat, menumpas kedzaliman yang dilakukan oleh Raja terhadap rakyatnya.


Pasukan Anggadiredja, melesat terbang ke langit menembus awan, dan terus menuju kearah utara dengan kecepatan tinggi, untuk segera menyelesaikan semua tugas yang diperintahkan oleh Arya.

__ADS_1


_______________


Di Kota Metropolitan Garuda Kencana.


Sejumlah Pasukan Gabungan Garuda Kencana, yang terdiri dari Pasukan Khusus Pengamanan Garuda Benua, Pasukan Khusus Cakrabenua, Pasukan Elit Rajawali Sakti, Pasukan Elit Pemanah Beracun, Pasukan Telik Sandi, Pasukan Tempur Prabu Widjaya, dan Pasukan Khusus Srikandi, diterjunkan untuk mengamankan seluruh wilayah Kota Metropolitan Garuda Kencana, baik didalam maupun diluar wilayah kota Metropolitan, menjelang diselenggarakannya Pertemuan Tingkat Tinggi Tiga Benua.


Hampir seluruh pimpinan tertinggi dari tiga benua, sudah berdatangan, dan langsung ditempatkan diarea khusus untuk para tamu kehormatan, di Penginapan Graha Kencana, penginapan mewah khusus untuk para pejabat tinggi, dan berdekatan dengan Gedung Graha tempat Pertemuan.


Arya didampingi oleh Jenderal Adiwiyata dan sejumlah pasukan elit, memeriksa kelengkapan tempat pertemuan, khususnya memerksa tingkat pengamanan dari sejumlah pasukan elit yang diterjunkan.


Karena dari laporan Pasukan Telik Sandi, akan adanya kerusuhan yang diciptakan oleh Raja Ular Hitam dan pasukannya, di waktu acara pertemuan berlangsung.


Raja Ular Hitam, Penguasa Tiga Alam Iblis itu, akan menyerang disaat acara pertemuan berlangsung, untuk memberikan kejutan kepada Arya, yang telah memusnahkan seluruh pasukannya di Alam Dewa Agung Lapisan Bawah.


Laporan dari Telik Sandi, dibuktikan dengan tertangkapnya dua jenderal iblis yang menyamar menjadi calon prajurit elit, di hutan larangan. Kedua jenderal iblis, ditangkap langsung oleh Jenderal Kartadipura, dan setelah diinterogasi, keduanya disusupkan untuk mengacaukan seluruh pasukan yang didirikan oleh Arya, dan Raja Ular Hitam akan menyerang disaat acara Pertemuan Tingkat Tinggi Tiga Benua.


Karena itulah, Arya menerjunkan seluruh kekuatan diarea kota Metropolitan Garuda Kencana, dan di kota-kota lainnya, yang berdekatan dengan kota diselenggarakannya pertemuan.


Raja Agung Darma Kusumah, yang ranahnya sekarang sudah ditingkat Great Absolute tahap puncak, sama dengan Raja Iblis Ular Hitam, akan menghadang pasukan iblis yang dipimpin Raja Ular Hitam, didalam hutan sekitar sepuluh kilometer meter dari Kota Metropolitan Garuda Kencana.


Raja Agung Darma Kusumah dibantu oleh Ratu Kencana Ungu, istrinya Raja Agung, yang ranahnya sudah mencapai tingkat Absolute tahap puncak, dan oleh Prabu Widjaya, yang sudah mencapai ranah Great Absolute tahap awal, serta dibantu dengan ribuan pasukan elit gabungan, akan menghadangnya didalam hutan, dimana ketika pasukan itu muncul.


Begitu juga dengan Sejumlah anggota pasukan Telik Sandi, yang disebarkan ke seluruh wilayah yang mencurigakan, akan selalu memberikan laporan secepatnya, bila pasukan Raja Iblis Ular Hitam itu muncul.


Arya juga memerintahkan Jenderal Besar Bayu Amarta, sebagai Panglima Tempur Pasukan Prabu Widjaya, untuk meningkatkan pengamanan diseluruh kawasan yang dianggap mencurigakan, dan membantu Raja Agung Darma Kusumah, untuk bersama-sama menghadapi pasukan dari Raja Iblis Ular Hitam, ketika nanti muncul untuk mengacaukan acara pertemuan.


Bersambung.....


___________________


Catatan :


Baca Juga Novel karya terbaru ABI KUSUMAH, berjudul "Sengsara Membawa Berkah"

__ADS_1


Seorang bocah lelaki usia 11 tahun, yang duduk di bangku SD kelas enam, mampu menaklukkan jawara kahot dan sejumlah penjahat di Bandung, dan menyadarkannya menjadi orang yang baik.


__ADS_2