Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
74. Mendapat Dua Kekuatan


__ADS_3

Arya melesat terbang kedalam hutan Lembah Maut Negeri Awan Mengambang, dia terbang mengikuti petunjuk yang diberikan oleh anak gadis kecil, yang melihat kedua orangtuanya mengejar seekor burung besar membawa sebuah cincin, masuk kedalam lembah maut yang curam, namun hingga kini kedua orangtuanya tidak pernah kembali lagi.


Didekat Lembah Maut, ada sebuah pondok kecil dengan taman bunga dan sumberdaya energi di halamannya. Pondok itulah tempat anak gadis kecil itu, dibesarkan oleh kedua orangtuanya.


Berdasarkan petunjuk dari anak gadis kecil, Arya mencari sebuah pondok didekat bibir lembah, yang curam dan berkabut. Tidak ada seorangpun yang berani masuk kedalam lembah maut, meskipun ada yang berani, itu hanya akan mengantarkan maut saja. Makanya lembah itu, dinamakan Lembah Maut.


Lagi-lagi Arya mengedarkan mata malaikatnya, memindai seluruh kawasan hutan, mencari sebuah pondok yang dikatakan oleh anak gadis kecil. Namun jauh dari dirinya, dia melihat sebuah pondok yang sudah rusak. Lama tidak ditempati dan tidak diurus, hingga membuat sebagian atapnya banyak yang bolong.


Gegas Arya terbang mendekati pondok itu, yang kini dihuni oleh berbagai bintang hutan, seperti kelelawar dan burung hantu.


Dia memperhatikan pondok dari dekat, kelelawar berterbangan ketika Arya mendekati pondok tua. Ada rasa penasaran Arya terhadap pondok itu, kenapa pondok itu dihuni oleh berbagai binatang malam?


Arya melangkah masuk kedalam pondok, empat burung hantu terbang menjauh dari Arya, disusul oleh ribuan kelelawar berterbangan.


Terlihat disudut sebelah kanan ruangan pondok tua, ada sebuah peti persegi empat ukuran sepuluh centi kali sepuluh centi meter. Arya menatap peti itu dengan mata malaikatnya, ingin tau isi didalam peti.


Tampak dengan jelas didalam peti itu, ada sebuah telur sebesar bola volley, dia cepat memindahkan peti itu kedalam cincin penyimpanannya. Lalu dia keluar dari pondok, dan melangkah menuju ke bibir lembah.


Didepan lembah, dia kembali mengedarkan pandangan mata malaikatnya. Memindai isi lembah sampai ke dasar, mata malaikatnya tertuju kepada tiga kerangka. Satu kerangka burung besar menggantung disebuah pohon, dua kerangka manusia dibawah pohon.


Di jari kaki burung besar ada sebuah cincin melingkar, tidak jatuh walaupun burung itu sudah menjadi kerangka.


Arya bergegas terbang menukik turun ke dasar lembah, menuju kearah pohon tempat kerangka burung tergantung.


Namun ada satu kekuatan mistis dari dalam lembah, yang mencengkram tubuh Arya, hingga dia merasakan tubuhnya remuk diremas-remas oleh kekuatan mistis, hampir membuat dia tidak bisa bernafas.


Arya segera membentengi tubuhnya, dengan formasi sayap rajawali sakti tingkat tinggi. "Akhirnya aku bisa bernafas lagi. Pantas saja kedua manusia dan burung itu mati, karena kehabisan nafas diremas-remas oleh kekuatan mistis dari lembah ini," ucap batin Arya.


Kemudian Arya mengedarkan mata malaikatnya kesegenap penjuru lembah maut, untuk mencari sumber kekuatan mistis itu.

__ADS_1


Tampak dari dasar lembah ada seekor laba-laba raksasa, siap memangsa siapa saja yang terjerat oleh kekuatan mistisnya. Ada keinginan dalam diri Arya, ingin memiliki kekuatan mistis itu. Karena jika dia memiliki kekuatan mistis laba-laba raksasa, bisa digabungkan dengan kekuatan mistis rantai baja, sehingga kekuatannya akan semakin dahsyat.


Dari jarak jauh, Arya mengeluarkan jurus Dewa Rajawali Mencengkram Kekuatan, untuk menarik kekuatan mistis laba-laba raksasa keluar dari tubuhnya, dan masuk kedalam dirinya.


Terlihat laba-laba raksasa itu meronta-ronta, mempertahankan kekuatannya yang hendak keluar dari tubuhnya.


"Rasakan oleh mu, wahai laba-laba bodoh, yang ingin membunuhku dari jarak jauh, kini rasakan balasan dariku," ucap Arya, menatap tajam kearah laba-laba, dari jarak jauh dalam posisi Arya melayang terbang, ditengah-tengah lembah maut.


Tak membutuhkan waktu lama, kekuatan mistis tingkat tinggi milik laba-laba, berpindah kedalam tubuh Arya. Lalu dia duduk lotus sambil melayang terbang, menyerap kekuatan mistis itu, hingga dalam tubuh Arya terasa panas seperti dibakar oleh api yang besar, sampai dia sendiri hampir keteter kalah, oleh kekuatan mistis yang sangat besar.


Argh.... Aahhh.... Uuhhh....


Keluh Arya, merasakan panas dalam tubuhnya, seperti tengah dipanggang dibara api yang sangat dahsyat.


Dia terus bertahan dengan kekuatan sepenuhnya, untuk meredakan rasa panas dalam tubuhnya.


Arghh..... Aahhh......


Sekitar lima jam, Arya bergelut dengan kekuatan mistis didalam dirinya, sampai dia bisa menguasai kekuatan mistis itu, hingga menyatu dalam dirinya.


Sejam kemudian, terdengar dari dalam tubuhnya suara teredam enam kali, menandakan kekuatan Arya meningkat, dari semula berada ditingkat God King tahap puncak, kini ranahnya naik menjadi God King Tahap Sempurna Bintang Dua menengah.


Dia masih duduk lotus, memulihkan kekuatannya, yang hampir habis menahan kekuatan besar, yang memberontak didalam tubuhnya.


Satu jam berikutnya, kekuatannya mulai pulih kembali, walau belum pulih seutuhnya, namun masih bisa untuk terbang menuruni lembah, menuju kearah kerangka burung besar.


Setibanya didepan kerangka burung, Arya segera mengambil cincin dari jari kakinya. Ada satu keanehan , ketika tangan Arya hampir meraih cincin di jari kaki burung, justru cincin itu melesat masuk sendiri ke jari telunjuk tangan kanannya Arya, hingga dia kembali merasakan tubuhnya terasa sakit, dari jari tangan sampai ke sekujur tubuhnya, terasa seperti disengat oleh aliran listrik, yang sangat kuat sekali, menyeruak masuk ke seluruh tubuhnya


Kembali Arya bergelut, dengan sebuah kekuatan yang ingin menguasai tubuhnya, namun kali ini dia seperti disengat-sengat oleh aliran listrik tegangan tinggi, hingga dia tidak sadarkan diri selama beberapa jam.

__ADS_1


Dan untungnya, didalam tubuh Arya, ada empat kekuatan yang membentengi tubuhnya dari maut, yakni kekuatan dari Energi Air Kehidupan, membentengi dirinya agar tetap hidup, walaupun dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan sudah diujung maut.


Kekuatan kedua dari Energi Air Abadi, agar kekuatan dalam tubuhnya selalu abadi, tidak goyah dan tidak musnah.


Kekuatan ketiga dari Energi Air Suci Dewa Nirwana, yang membersihkan seluruh tubuhnya dari segala jenis racun, dan membentengi tubuhnya dari serangan racun.


Kekuatan yang keempat adalah, dari Batu Energi Kristal Bulan, yang berada di dasar kolam Air Energi Dewa Nirwana, yang sudah diserap oleh Arya, dan dipadukan dengan seluruh air energi tingkat dewa.


Meskipun Arya dalam keadaan tidak sadarkan diri, tapi kekuatan dalam dirinya, mampu menguasai kekuatan dari sebuah cincin Penguasa Agung Semesta Alam Raya, yang kini sudah berada melingkar di jari telunjuknya, bahkan kekuatan Arya meningkat empat tahap, dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Perlahan tubuh Arya mulai bergerak, dia sudah siuman, namun belum sepenuhnya pulih, tubuhnya masih lemah. Lalu dia duduk lotus untuk memulihkan kekuatannya, namun dia terkejut, karena ranah kultivasinya naik lagi empat tahap, walaupun dalam keadaan pingsan.


Sekarang ranah Arya, naik lagi ketingkat God King Tahap Sempurna Bintang Tiga Puncak, sebuah kekuatan yang sangat mengerikan di alam ini.


Namun jika Arya berada di Alam Dewa Nirwana, dan di Alam Dewa Lapisan Kelima, Keenam dan Ketujuh, dia belum menjadi apa-apa, karena di alam itu dia hanya sebagai kultivator bebas dengan kekuatan sedang, karena semakin tinggi keberadaan alamnya, akan semakin tinggi pula ranah kekuatan kultivasinya.


Dia juga sangat menyadarinya, dan tidak mungkin dia naik ke alam itu secepatnya, sebelum dia terus berusaha dan berjuang untuk meningkatkan ranah kekuatan kultivasinya, sehingga dilain waktu nanti, dia bisa naik mencapai ke alam berikutnya.


Setelah keadaan tubuhnya pulih kembali, dia bergegas terbang meninggalkan tempat itu, menuju ketempat semula, dimana dia menemukan telur besar didalam sebuah peti persegi empat.


Arya dengan perlahan melayang terbang di udara, mengitari seluruh hutan dari atas langit, sambil mengedarkan pandangan mata malaikatnya. Karena dia masih penasaran dengan keberadaan hutan itu, yang selalu menebarkan aura energi yang sangat kuat, namun keberadaannya selalu berpindah-pindah, tidak menetap di satu tempat.


Mata malaikat Arya, kembali menangkap satu pergerakan yang berpindah-pindah, kadang di sebalah barat, terkadang disebelah timur, dan terkadang diam ditengah-tengah hutan.


Arya berusaha mendekati ketempat bergeraknya suatu benda itu, yang tidak akan kelihatan jika tidak menggunakan mata malaikat.


Namun ketika Arya mendekatinya, benda itu dengan cepat menghilang, dan muncul disebelah selatan hutan, begitu dan begitu seterusnya, sampai Arya bosan sendiri mengejarnya.


Benda itu benar-benar mengajak bermain kejar-kejaran dengan Arya, yang terus berpikir bagaimana cara menaklukkan sebuah benda yang kasat mata itu.

__ADS_1


Lama kelamaan, Arya sendiri merasa kelelahan, karena terus menerus menggunakan kekuatan mata malaikatnya, hingga dia duduk lemas di atas dahan sebuah pohon yang besar dan tinggi.


Bersambung......


__ADS_2