
Tiga hari berlalu didunia luar, tiga tahun didalam kubah formasi, semua ranah kekuatan kultivasi warga Kampung Lembah Cikuray meningkat drastis. Peningkatan itu bervariasi, ada yang tiga tahap, empat tahap, lima tahap dan bagi mereka yang berbakat dalam waktu tiga tahun meningkat secara gila-gilaan.
Ada dua belas pemuda dan pemudi, yang ranahnya meningkat mencapai delapan belas tahap, dalam setahun di kubah formasi meningkat enam tahap, hingga dalam tiga tahun peningkatannya benar-benar gila-gilaan.
Kedua belas pemuda dan pemudi itu diantaranya tujuh orang pemuda, dan Lima orang pemudi. Mereka yang berbakat dan jenius, oleh Arya langsung diangkat menjadi bawahannya.
"Selamat, kalian semuanya telah naik tingkat. Dan mulai sekarang kalian menjadi bawahan ku. Apakah kalian bersedia?" Ujar Arya, memberikan selamat pada mereka, sambil bertanya kesediaannya menjadi bawahan inti Arya.
"Bersedia Penguasa Agung," balas mereka bersamaan.
"Baiklah, kalau begitu, kalian masuk kedalam dunia jiwa, untuk lebih meningkatkan ranah kekuatan kalian. Dan teruslah berlatih, nanti dua orang bawahan ku yang akan membimbing kalian," ucap Arya, sambil membuka gerbang dunia jiwanya.
"Masuklah kalian, tidak usah ragu," tambah Arya.
Kedua belas orang itu saling lirik bertukar pandangan. Ada sedikit keraguan bagi mereka, karena mereka baru tau, ada gerbang dunia jiwa.
Arya memakluminya. Gegas dia pun memanggil Darmasena dan Anjani, untuk membawa mereka kedalam dunia jiwa, sekaligus menjadi pelatihnya.
"Kalian berdua, bawalah mereka masuk kedalam dunia jiwa, dan latihlah untuk menjadi lebih kuat lagi," perintah Arya pada Darmasena dan Anjani.
"Baik Penguasa Agung," jawab kedua bawahannya.
"Ayo kalian ikuti aku, jangan ragu-ragu," ajak Darmasena, sambil melesat masuk kedalam dunia jiwa, dan diikuti oleh kedua belas pemuda dan pemudi super jenius, dibelakang mereka Anjani mengikutinya.
Sedangkan ratusan warga lainnya masih dibelakang Pendopo, karena akan dilatih bertarung oleh Jenderal Adiwiyata dan Saraswati.
Ranah kekuatan kultivasi mereka, setelah berlatih didalam kubah formasi, paling rendah berada pada tingkat Pendekar Dewa Langit tahap menengah, dan tertingginya di ranah Pendekar Dewa Surga tahap puncak.
Sedangkan kedua belas pemuda dan pemudi, yang meneruskan berlatihnya didalam dunia jiwa, ranahnya rata-rata mencapai Maha Dewa Penguasa tahap awal. Benar-benar super jenius. Makanya Arya langsung tertarik untuk menjadikan mereka sebagai bawahan intinya.
Tetua Kampung sendiri ranahnya naik empat tingkat, dari semula Pendekar Dewa Surga tahap puncak, kini sudah mencapai Maha Penguasa tahap awal.
"Selamat Paman, ranah Paman sekarang sudah mencapai Maha Penguasa tahap awal," ucap Arya, memberikan selamat pada Ki Sanca, Tetua Kampung Lembah Cikuray.
"Terimakasih Penguasa, ini semua berkat bantuan dari Penguasa," balas Ki Sanca senang.
Keduanya lalu mengobrol didalam Aula Pendopo, untuk membahas rencana penyerangan terhadap Pasukan Raja Iblis, di pusat kota Telaga Warna.
"Bagaimana Penguasa, rencana kita menyerang kelompok Serigala Merah itu. Waktunya kapan?" Tanya penasaran Ki Sanca.
"Tunggu beberapa bulan lagi, kita mencari waktu yang tepat, agar semuanya berjalan lancar," Jawab Arya.
"Baik Penguasa," balas Ki Sanca.
__ADS_1
Keduanya meneruskan obrolan mereka, hingga waktu pun tidak terasa, sudah hampir menjelang sore. Keduanya pergi meninggalkan Aula Pendopo, untuk membersihkan dirinya masing-masing.
Didalam dunia jiwa, kedua belas pemuda dan pemudi terus menerus dilatih oleh Darmasena dan Anjani, baik latihan fisik dengan berlari, sambil membawa beban berat dipunggung dan tangannya, maupun latihan bertarung.
Selain latihan fisik dan bertarung, mereka juga diajarkan teknik Kultivasi Dewa, teknik khusus yang diajarkan oleh Arya, untuk semua bawahan intinya, agar pondasi kultivasinya kokoh dan setabil.
Dan untuk latihan terakhir, mereka semua direndam di tiga kolam ajaib. Pertama mereka disuruh berendam di kolam Air Kehidupan selama sebulan, dilanjutkan di kolam Air Abadi, dan terakhir di kolam Air Suci Dewa Nirwana.
Setelah puluhan tahun didunia jiwa, sama dengan satu bulan didunia luar, kedua belas pemuda dan pemudi itu sudah menjadi lebih kuat. Ranah kekuatan kultivasi mereka sudah berada ditingkat Abadi Bintang Satu tahap puncak.
Jadi sekarang semua bawahan inti Arya, ranah kekuatannya paling rendah ditingkat Abadi Bintang Satu tahap puncak, paling tinggi di ranah Absolute tahap puncak.
Arya sendiri, dalam beberapa bulan terakhir ini, ranahnya naik hanya satu tingkat, agak kesulitan untuk meningkatkan ranah berikutnya.
Ranah kekuatan kultivasi Arya saat ini, sudah mencapai Imortal Bintang Satu tahap awal, sedangkan Wulan naik ke ranah Great Absolute tahap awal, Jenderal Adiwiyata dan Jenderal Anggadiredja sudah mencapai Absolute tahap menengah, Darmasena, Anjani, Komalasari, Saraswati dan Ratnawati mencapai ranah Maha Dewa Abadi tahap puncak, Wiraseda berada di ranah Maha Dewa Abadi tahap awal, dan tiga puluh bawahannya sudah mencapai Dewa Abadi tahap puncak.
Sedangkan Raja Agung Darma Kusumah, ranahnya sudah mencapai tingkat Great Absolute tahap menengah, dua tingkat tertinggal oleh Arya, dan Ratu Kencana Ungu, istrinya Raja Agung Darma Kusumah berada di ranah Great Absolute tahap awal, sama dengan Wulan, serta Prabu Widjaja, kakeknya Arya, ranahnya berada ditingkat Absolute tahap puncak.
Seluruh keluarga, kerabat dan bawahan inti Arya, di alam ini kekuatannya memang sangat mengerikan.
Namun Arya dan seluruh orang-orangnya, belum saatnya untuk naik ke Alam Dewa Nirwana, setidaknya Arya harus mampu mencapai ranah Great Imortal Bintang Satu tahap puncak, baru akan mampu menjelajah Alam Dewa Nirwana.
Di Lembah Cikuray, Arya memberikan tugas menaklukkan Benua Barat kepada Jenderal Anggadiredja dan seluruh bawahannya. Sedangkan Arya beserta Wulan dan Jenderal Adiwiyata, akan segera kembali ke Kota Metropolitan Garuda Kencana di Benua Timur, karena akan diselenggarakan Pertemuan Tingkat Tinggi Tiga Benua, tempatnya di Kota Metropolitan Garuda Kencana.
"Baik Penguasa Agung, semua titah Penguasa akan segera kami laksanakan," balas jenderal Anggadiredja.
Setelah memberikan perintah dan pengarahannya kepada seluruh bawahan intinya, Arya beserta Wulan dan Jenderal Adiwiyata, undur diri berpamitan untuk kembali ke Kota Metropolitan Garuda Kencana.
Tak lupa sebelum pergi, dia memberikan bekal untuk seluruh bawahannya berupa buah-buahan dewa, sumberdaya tingkat Dewa dan jutaan koin emas kepada Jenderal Anggadiredja sebagai pemimpinnya.
"Jenderal, ambil ini untuk bekal dalam perjalanan," ucap Arya, sambil menyerahkan cincin penyimpanan Tingkat Dewa kepada Jenderal Anggadiredja.
"Terimakasih Penguasa Agung," sambut Jenderal Anggadiredja, sambil menerima cincin dari tangan Arya.
Arya pun berlalu dari tempat itu, menuju ke kamar Pendopo untuk membersihkan dirinya. Sebelum melangkah, dia meminta Wulan dan Jenderal Adiwiyata untuk masuk kedalam dunia jiwanya. Lalu Arya bergegas menuju ke kamar Pendopo.
Setelah selesai mandi, dia berganti pakaian dengan mengenakan pakaian sederhana, dan menekan ranah kultivasinya ketingkat Pendekar Dewa Bumi tahap awal.
Seperti biasa, setiap dalam perjalanan jauh, Arya selalu menyamar sebagai pemuda petualang dengan ranah Pendekar Dewa Bumi tahap awal, dengan mengenakan pakaian sederhana, dia terus berjalan menuju kearah timur, setelah jauh dari gerbang perkampungan, baru dia melesat terbang dengan kecepatan tinggi, menembus awan di atas langit.
Dari balik awan, Arya mengawasi keadaan dibawahnya. Dia mengedarkan mata malaikatnya ke seluruh penjuru, pandangan mata malaikatnya berhenti di suatu tempat yang cukup jauh dari tempat Arya melayang. Dia melihat sekelompok orang berjubah merah, yang tak lain adalah kelompok Serigala Merah, pasukan iblis yang bernaung dibawah kedok kelompok Serigala Merah.
Kelompok Serigala Merah, tengah mengeroyok dua gadis belia, yang tampaknya sudah kewalahan menghadapinya. Dan terus menerus didesak dengan berbagai pukulan dan tendangan.
__ADS_1
Kedua gadis belia itu cukup kuat untuk bertahan, tidak mudah menyerah begitu saja. Dari pada keduanya harus menyerahkan kegadisannya kepada kelompok bajingan itu, mending dirinya meninggal secara terhormat.
Ciaattt.... Het.... Trang....
Bunyi suara pedang beradu, seiring dengan teriakan kedua gadis belia, menerjang lawan-lawannya.
Bug.... Dug.... Ahh....
Kedua gadis belia, terjengkang kebelakang, terkena pukulan dan tendangan kelompok berjubah merah.
"Menyerahlah, wahai nona-nona cantik," ucap salah seorang berjubah merah.
"Cuih..... Najis, jika aku harus menyerahkan kegadisanku pada bajingan seperti kalian, lebih baik aku mati," ucap salah seorang gadis belia geram.
"Rasakan ini.... Hiaattt...."
Kedua gadis itu bangkit dan langsung menerjang kembali, semua jurus-jurus andalannya, mereka keluarkan untuk menghadapi kelompok Serigala Merah.
Trang.... Tring....
Terus menerus terdengar suara pedang beradu, tetesan keringat bercampur dengan darah, dari sekujur tubuhnya yang terluka oleh sabetan pedang, mewarnai jalannya pertarungan yang tidak seimbang. Namun kedua gadis belia itu, cukup kuat untuk bertahan.
Ketika kedua gadis itu sudah benar-benar terdesak, dan sudah tidak mampu lagi untuk bertahan, tiba-tiba terdengar suara ledakan tidak jauh dari tempat kedua gadis itu.
Duarr.... Duarr.... Bom....
Debu bercampur tanah berterbangan disekitar tempat tersebut, terkena dampak dari pukulan Cakar Rajawali, yang dilesatkan oleh Arya kepada para prajurit iblis.
Setelah debu bercampur tanah menghilang, tampak seorang pemuda berdiri dihadapan kedua gadis belia itu, serta puluhan kelompok Serigala Merah tergeletak di tanah, sudah tidak bernyawa lagi.
Kedua gadis itu terkejut, setelah melihat keadaannya berubah, hanya dengan satu serangan tunggal pemuda itu, kelompok Serigala Merah langsung binasa.
Arya tersenyum menghampiri kedua gadis itu, sambil mengeluarkan Wulan dari dunia jiwanya.
Tentu saja kedua gadis itu tambah terkejut, tiba-tiba muncul seorang wanita dihadapannya.
Itulah Arya, yang selalu membuat orang terkejut. Dia paling senang membuat kejutan-kejutan.
"Jangan takut nona, biar luka-luka nona aku obati," ucap Wulan menghampiri kedua gadis belia.
"Ayo ikut aku," ajak Wulan, sambil membawanya masuk kembali kedalam dunia jiwa.
Setelah Wulan dan kedua gadis belia masuk kedalam dunia jiwa, Arya kembali melesat ke udara menembus awan.
__ADS_1
Bersambung......