Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
52. Menantang Naga Asia


__ADS_3

Badai Angin laut berhembus kencang, diiringi oleh ombak laut yang begitu besar dan tinggi, menghantam seluruh pesisir Pantai Selatan, hingga memporak-porandakan semua tempat dipesisir pantai.


Arya yang melihat hal itu dari kejauhan, hanya bisa melongo seperti patung berdiri di atas langit. Dia menggelengkan kepalanya melihat Eyang Naga Sakti sedang marah, dengan mengibaskan ekornya yang panjangnya sekitar seribu meter, membuat air laut bergulung-gulung menjadi ombak besar, disusul oleh tiupan angin besar yang keluar dari mulutnya.


Gegas Arya menghampiri Eyang Naga Sakti, sambil menangkap ekornya yang membabi-buta kemana-mana.


"Hentikan amarahmu, jangan sampai membuat banyak korban dari orang-orang yang tak berdosa," cegah Arya, sambil memegang ekor Naga Sakti, dengan kekuatan sepenuhnya.


"Ampuni kekhilafanku, Penguasa Agung. Aku berbuat begini, karena banyak manusia yang tak tau diri dipesisir pantai. Mereka banyak melakukan segala cara untuk memenuhi kepuasannya. Coba lihat saja oleh Penguasa Agung, banyak tempat-tempat mesum dipesisir pantai," ucap marah Naga Sakti, menjelaskan kepada Arya.


"Iya, tapi dengan cara begitu, justru orang-orang yang tak berdosa juga ikut menjadi korban. Seharusnya, datangi setiap tempat mesum itu. Lalu peringatkan dengan api milik mu, hanya untuk menghanguskan tempat mesum itu saja. Tidak melebar kemana-mana," balas Arya memberikan saran, sambil melepaskan ekor Naga Sakti itu, dari genggaman tangan Arya.


Naga Sakti itu tidak menjawab, malah dia pergi ke dasar laut, meninggalkan Arya yang menatap kepergiannya.


Begitupun dengan Arya, dia kembali melesat terbang kearah timur, tampak dari kejauhan, ada sebuah tempat yang mencurigakan ditepi pantai.


Arya mendekati tempat itu, dari jarak sekitar sepuluh meter di atas pohon besar, dia mengawasi semua pergerakan sekelompok orang, yang berkumpul didepan mulut Goa di tepi pantai.


Tak lama kemudian, ada dua perahu motor, yang membawa lima belas gadis belia, yang diikat tangannya, serta ditodong dibawah ancaman senjata pistol dan Laras panjang.


Kelima belas gadis belia itu, hendak dimasukkan kedalam Goa. Namun dengan gerakan cepat yang tidak dilihat oleh mata, Arya memukul dan menendang keenam pria yang menggiring para gadis belia itu, hingga terlempar ke laut. Serta merantai delapan orang yang berada didepan Goa.


Arya melepaskan ikatan ditangan kelima belas gadis belia itu, yang menatapnya dengan linangan air matanya.


"Tunggu disini sebentar, aku akan masuk dulu kedalam Goa," ucap Arya, kepada para gadis belia itu.


Arya pun terus masuk kedalam Goa, menelusuri lorong Goa yang tidak terlalu dalam.


Tampak didalam Goa, ada sepuluh pria yang sedang menjaga tiga puluh gadis belia, yang mereka culik untuk diperdagangkan keluar negeri.


Dari kesepuluh pria itu, ada dua orang yang memakai seragam dinas, dari instansi kepolisian.


"Beginilah perbuatan sampah di negri ini, yang sudah tidak memiliki urat malu lagi. Kalau benar-benar kalian bukan lelaki pecundang, hadapilah aku!" Seru Arya, yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.


Kemunculan Arya, yang secara tiba-tiba, tentu saja membuat mereka terkejut.


"Hai, siapa kamu? Beraninya kamu masuk ketempat ini! Apakah kamu sudah bosan hidup?" Tanya salah seorang dari mereka, menghardik Arya.


"Dasar bajingan...! Berani sekali kamu bertanya!" Arya balik menghardik mereka.


"Eh, dasar bocah gendeng. Ditanya malah balik menantang! Kamu mau merasakan ini, hadiah dariku!" Seru salah seorang pria yang mengenakan seragam dinas polisi, sambil mengokang pistolnya, yang diarahkan kepada Arya.


Dor.... Dor.... Dor....


Suara letusan dari sebuah pistol terdengar tiga kali, peluru itu mental lagi berbalik arah kepada mereka.


Tiga orang pria, termasuk yang menembak Arya, jatuh tersungkur terkena pelurunya sendiri.


Tinggal tersisa tujuh orang yang bengong, melihat kejadian yang menakutkan. Ternyata, dihadapannya adalah seorang pemuda yang sakti, yang tidak mempan oleh timah panas.


"Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian juga sama ingin mencobanya? Ayo, sekalian maju semuanya!" Tantang Arya pada mereka.


Mereka saling menatap diantara teman-temannya, meminta pendapatnya.


"Kita coba maju bersama, cari titik kelemahannya. Pasti, setidaknya pemuda itu memiliki kelemahan," ucap salah seorang dari mereka, memberikan usulan.


"Benar juga tuh...! Ayo, kita sergap dari berbagai arah," sambung teman mereka.

__ADS_1


"Ilmu kebal, atau ilmu kedugalan. Titik kelemahannya, biasanya ada di pusarnya. Kita coba tangkap ramai-ramai, lalu pusarnya kita pukul," saran dari salah seorang temannya.


"Boleh jadi, ayo kita ramai-ramai tangkap pemuda itu!" Seru pria yang memakai seragam polisi itu.


Ketujuh pria itu, akhirnya mengepung Arya dari berbagai arah, hendak mencari titik kelemahan Arya, yang mereka kira, Arya sama dengan yang lainnya, memiliki ilmu kebal yang pastinya juga ada kelemahannya.


Hampir tepat perkiraan mereka, basis kultivasi seseorang tidak jauh dari pusar. Namun bukan tepat pada pusarnya, hanya beberapa inci dari pusar.


Mereka mencari titik kelemahan Arya, yang mengarahkan pukulannya kearah pusar Arya.


Arya surti dengan tingkah mereka, yang ingin menghancurkan basis kultivasinya.


Dengan sunggingan senyuman yang menyepelekan mereka, Arya membentengi dirinya dengan tujuh puluh persen kekuatannya. Untuk mencegah niat busuk mereka.


Mereka serentak menyergap Arya dari berbagai arah, dengan menggunakan berbagai senjata tajam, sebagai pancingan agar Arya lengah. Karena yang tiga orang lagi mengincar pusar Arya, dari arah depan satu orang bersiap memukul pusar, begitu juga dari arah sisi kiri dan kanan Arya, siap menghantamnya dengan golok.


Strategi serangan mereka sangat tepat dan terarah, namun Arya sudah membentenginya dengan tujuh puluh persen kekuatannya, yang sudah siap menadah pukulan-pukulan dari mereka.


Dug.... Bug.... Trang.... Trang....


Suara pukulan, tendangan, dan suara beradunya beberapa senjata tajam terdengar nyaring, seperti menghantam sebuah baja tebal yang menghalanginya, hingga membuat ketujuh pria itu terpental kearah belakang, golok dan senjata tajam lainnya pada patah. Begitu juga dengan tangan-tangan mereka, pada patah dan hancur.


"Bagaimana....? Apakah kalian masih ingin mencobanya?" Tanya Arya, masih ingin bermain-main dengan mereka.


"Ampuni kami, Bang.  Ampuni kami, Bang!" Seru mereka memohon ampunan kepada Arya, merasakan rasa sakit ditangannya.


"Apakah kalian juga memberi ampunan pada semua gadis yang kamu tangkap? Sungguh naif perbuatanmu!" Arya menatap mereka satu persatu.


"Kami hanya menjalankan perintah, Bang!" Seru salah seorang dari mereka.


"Perintah dari siapa? Ayo katakan sejujurnya, jika kalian ingin pada selamat!" Ancam Arya, memberikan penekanan.


"Dari bos siapa? Ayo katakan yang sebenarnya! Kalau tidak, kalian akan merasakan akibatnya!" Seru Arya mengancam mereka.


"Baik, Bang. Tapi Abang janji, mau melepaskan kami," ucap salah seorang dari mereka.


"Tergantung, apa kalian jujur atau tidak. Kalau kalian pada jujur, aku akan melepaskan kalian," balas Arya memancing mereka, agar berkata jujur.


Merekapun menceritakan, apa yang mereka lakukan selama ini, menjerat para wanita muda belia dengan mengiming-imingi sebuah pekerjaan, dengan gaji yang cukup besar diluar negeri.


Namun, setelah para wanita muda banyak yang melamar, mereka ditampung dulu disuatu tempat, setelah cukup banyak, mereka dibawa ke Goa ini, untuk selanjutnya dijual keluar negeri. Dan seluruh uang pembayaran dari hasil penjualan para gadis itu, masuk kedalam rekening bosnya yang berada di Jakarta, yang biasa dipanggil Bos Naga Asia.


Dan bukan hanya itu saja, tapi semua bentuk pekerjaan yang melanggar hukum dilakukannya. Seperti menyelundupkan senjata, narkoba, barang-barang mewah, yang diperjualbelikan di pasar gelap.


Pergerakan Bos Naga Asia, dibantu oleh beberapa oknum pejabat di Imigrasi, kepolisian, anggota dewan dan para petinggi negara, yang selalu menerima bagian setiap bulannya.


Salah satu kelompok yang melindungi mereka, adalah kelompok Bagaspati, yang sudah ditaklukkan oleh Arya, dan sekarang ditahan disuatu tempat rahasia.


"Begitulah pergerakan mereka itu, Bang," ucapnya, diakhir penuturannya kepada Arya.


"Selain dilindungi oleh kelompok Bagaspati, kelompok mana saja yang melindungi mereka?" Tanya Arya penasaran.


"Ada enam kelompok, yang paling kuat diantaranya adalah kelompok Elang Asia, dibawah pimpinan Erlangga, yang bermarkas di Singapura. Dan lima lagi bermarkas di Jakarta dan Surabaya, yaitu kelompok Bagaspati, Serigala Merah, Banteng Kedaton, Harimau Perak, dan kelompok Mata Elang," jawanya menjelaskan.


"Oke, sekarang sampaikan kepada bos kalian, aku tunggu di puncak Krakatau. Jika bos kalian punya nyali, datanglah ke sana, kecuali bos kalian pecundang," ucap Arya menantangnya.


Arya hanya melepaskan dua orang pria saja, untuk melaporkan kepada bos mereka di Jakarta. Sementara yang lainnya, ditahan di Goa itu dengan sekujur tubuhnya dililit oleh rantai baja. Dan seluruh gadis mudanya dibebaskan oleh Arya, serta dilatih dan dididik untuk menjadi kuat dan hebat, didalam dunia jiwa oleh para bawahan Arya.

__ADS_1


Keempat puluh lima wanita muda belia, setelah diberi penjelasan oleh Arya, mereka semuanya setuju untuk dilatih dan dididik didalam dunia jiwa.


Mereka semuanya dijemput oleh bawahan Arya, yang keluar dari dalam dunia jiwa, yang kemudian membawa mereka masuk kembali kedalam dunia jiwa.


Whuuss.... Whuuss.... Whuuss....


Mereka berloncatan masuk ke gerbang dunia jiwa, mengikuti bawahan Arya yang membawanya.


"Kalian tetap disini, menunggu bos kalian datang. Jika bos kalian datang, katakan kepadanya, ditunggu dipuncak Gunung Krakatau. Kalau memang bos kalian seorang pemberani, kecuali seorang banci yang nyalinya menciut," ucap Arya, kepada anak buah dari Bos Naga Asia, memprovokasinya.


Kemudian Arya bergegas meninggalkan tempat itu, dengan menaiki perahu motor milik mereka, mengikuti kedua pria yang dibebaskan oleh Arya, untuk memberi laporan kepada bosnya di Jakarta.


Arya terus memacu perahu motornya ketengah laut, dari jarak jauh Arya melihat ada sebuah kapal laut yang lagi berhenti, menunggu kedatangan para pria yang membawa para gadis itu.


Dalam batin Arya, terbersit suatu pikiran yang mengarah kepada sebuah kapal laut itu, karena setidaknya, didalam kapal laut itu, tentunya banyak wanita muda yang sudah ditawannya untuk dibawa keluar negeri.


Arya segera melesat terbang ke atas langit, mengawasi gerak-gerik semua orang yang berada di atas kapal. Mata malaikat Arya menangkap ratusan gadis belia, yang ditawan disalah sebuah ruangan kapal tersebut.


Di atas kapal laut, tampak ada puluhan orang membawa senjata Laras panjang, tengah berjaga-jaga, mengawasi kedua orang pria yang mengunakan perahu motor, menghampiri kearahnya.


Kedua orang pria itu, memberikan kode dengan mengeluarkan secarik kain dari balik bajunya. Kain itu berwarna kuning emas, dengan sebuah gambar naga melingkar, dibawahnya ada tulisan Naga Asia.


Salah seorang penjaga di atas kapal berseru.


"Itu orang-orang kita!" Seru salah seorang dari penjaga.


"Kenapa hanya berdua? Para gadisnya pada kemana?" Tanya kawannya bingung.


"Entahlah...! Mungkin mereka berdua, memberi laporan dulu," sambung kawannya.


"Bisa jadi! Ayo kita turunkan tangganya," balas Komandan Penjaga Kapal, memerintahkan anggotanya menurunkan tangga, agar kedua pria yang berada di perahu motor, bisa naik ke atas kapal laut.


Namun Arya keburu melesat menerjang mereka semua, dengan gerakan yang tidak terlihat oleh mata, membuat mereka terlempar keluar dari kapal.


Biyur.... Byur.... Jebur....


Semua penjaga terlempar ke laut, dan tangganya cepat ditarik kembali oleh Arya ke atas, agar mereka semua tidak bisa ke atas kapal lagi.


Seluruh crew kapal dibuat bungkam, hanya nahkoda dibiarkan agar menjalankan kapalnya lagi, meninggalkan mereka yang terlempar ke laut.


Arya segera membebaskan ratusan wanita muda belia, yang menjadi korban perdagangan manusia. Dan merantai para pelakunya, kemudian dinaikkan ke perahu motor bersama kedua orang yang pertama dibebaskan oleh Arya.


"Sampaikan pada bos kalian, jika tidak datang dipuncak Gunung Krakatau, semua bisnis bos kalian akan hancur," ancam Arya, lewat bawahan Naga Asia.


Semuanya dibereskan oleh Arya, dalam waktu cepat, sehingga tidak ada yang terlewati. Kapal besar berbendera Naga Asia berwarna kuning emas, diganti dengan bendera Prabu Agung.


"Ayo, arahkan kapalnya ke Selat Sunda. Kita menuju ke Gunung Krakatau, hubungi bos kalian segera, lewat radio komunikasi. Katakan kepada mereka, aku akan menunggunya di puncak Krakatau," ucap Arya, kepada Nahkoda kapal laut itu.


Kapal laut pun melaju, menuju kearah Selat Sunda, dengan kecepatan sedang.


Didalam kapal, Arya mengarahkan ratusan wanita muda itu, untuk menjadi bawahannya di Alam Bumi, dengan gaji yang cukup besar bagi mereka.


Tentu saja mereka semua sangat senang, bisa selamat dari mafia perdagangan manusia, dan bisa bekerja dengan gaji yang cukup besar.


"Terimakasih, Bang....! Atas bantuan dari Abang!  Kalau Abang tidak menyelamatkan kami, entah jadi apa kami ini," ucap salah seorang dari mereka, mewakili ratusan wanita.


Kapal laut pun terus melaju kearah barat, para crewnya yang tunduk kepada Arya, dan menyatakan dirinya menjadi pengikutnya, segera dibebaskan oleh Arya dari ikatan rantai baja, yang melilit sekujur tubuh mereka.

__ADS_1


Nahkoda menghubungi bosnya Lewat radio komunikasi, menyampaikan tantangan dari Arya. Dan kapalnya disandera. Namun hanya diterima oleh orang-orang kepercayaan Naga Asia, yang mengatakan akan segera menyampaikan berita tersebut kepada bosnya.


bersambung.....


__ADS_2