
Arya melesat terbang kearah timur, menelusuri beberapa tempat yang selalu digunakan untuk persembahan ritual, mengikat perjanjian bersekutu dengan para iblis.
Ada beberapa tempat yang ditandai oleh Arya, dipesisir pantai dan di gunung-gunung. Tempat itu kerap kali digunakan untuk meminta bantuan dari iblis. Entah itu meminta bantuan harta kekayaan, kekuatan, meminta nomor nalo dan grehon, serta meminta bantuan untuk menaklukkan orang lain, dengan jalan menyantet dan mengguna-gunanya.
Seluruh tempat yang telah ditandai oleh Arya, nantinya akan dia sapu bersih sampai ke Raja Iblisnya, atau kalau di Alam Bumi ini disebut dengan Raja Siluman, sebagai target Arya untuk membersihkan iblis atau siluman, setelah dia membereskan urusannya dengan beberapa kelompok pengusaha.
Setelah Arya menandai seluruh tempat para iblis atau siluman bercokol, dia kembali terbang menuju ketempat rahasia, sebuah tempat yang dirahasiakan oleh Arya, hanya bawahan Arya yang bisa memasuki tempat itu. Karena tempat itu tidak terlihat oleh mata biasa, kecuali dengan ranah kekuatan yang sangat tinggi.
Dia tiba disebuah Goa, dibalik air terjun, setelah memindai seluruh tempat itu, tidak ada orang yang menyaksikannya. Lalu dia bergegas masuk kedalamnya, terus menelusuri lorong-lorong Goa hingga ke ujungnya. Diujung Goa ada empat cabang lorong, Arya mengambil lorong kedua dari sisi kiri, dan terus berjalan menuju ke ujung lorong lagi.
Diujung lorong, ada dua pintu yang dijaga oleh sepuluh makhluk yang menyeramkan. Kesepuluh makhluk itu adalah makhluk iblis yang sudah ditaklukkan oleh Arya, untuk menjaga tempat yang dirahasiakan itu.
"Salam, Penguasa Agung!" Seru mereka memberi salam, ketika melihat Arya datang dan berlutut.
"Berdirilah, salam kalian aku terima. Apakah yang lainnya sudah berada didalam?" Tanya Arya.
"Sudah, Penguasa Agung," balas mereka hampir bersamaan.
"Baiklah, kalau begitu aku masuk dulu," ucap Arya, langsung masuk kedalam ruangan itu.
Whuuss......
Arya muncul didalam dunia kecil, sebuah dunia yang dia buat khusus untuk menahan seluruh pasukan iblis, dan manusia yang bersekutu dengan iblis.
Dia terus melangkah kesebuah tempat di wilayah barat dunia kecil, tempat itu merupakan tempat khusus untuk menginterogasi lawan, dan juga sebagai penjara bagi mereka.
Ada puluhan makhluk yang menyeramkan menjaga tempat itu, mereka bertugas bergiliran dengan teman-temannya.
Arya langsung masuk kedalam ruangan khusus, tempat mengintrogasi musuh-musuhnya, tampak kelompok Bagaspati sedang diinterogasi oleh bawahan Arya. Dengan posisi sekujur tubuhnya dirantai.
"Bagaimana dengan mereka?" Tanya Arya, menunjuk kearah Bagaspati dan anggotanya. "Apakah benar mereka memiliki aset yang dipertaruhkan itu?" Tambahnya.
"Sama sekali dia tidak memiliki aset itu, dia hanya para begundal suruhan beberapa pengusaha yang membayarnya," jawab bawahan Arya menjelaskan.
"Sudah dibereskan para pengusahanya?" Tanya Arya lagi.
"Sedang dibawa kesini, sebentar lagi juga mereka tiba," balas bawahan Arya.
"Oke, bereskan semuanya. Jika mereka memiliki aset yang dijanjikan dalam pertarungan itu, segera balik namakan atas nama Prabu Agung," ucap Arya.
"Baik, Tuan Muda," sahut bawahannya.
__ADS_1
"Baiklah, kalian selesaikan semuanya hingga tuntas. Aku pergi dulu, masih banyak yang akan aku urus," ucap Arya lagi, sambil terus berlalu meninggalkan tempat itu, kembali lagi keluar dari Goa.
Tiba diluar Goa, Arya menyempatkan diri berendam di air terjun yang segar. Sekitar tiga puluh menit, dia berendam sambil membersihkan badannya, dari seluruh kotoran debu yang menempel ditibuhnya. Lalu beranjak dari air terjun, dan mengeluarkan pakaian yang baru dari cincin penyimpanannya.
Setelah mengenakan pakaiannya, gegas dia kembali melesat terbang menuju kerumahnya, untuk memberi kabar kepada sekretaris pribadinya.
Dia terbang dengan kecepatan tinggi dibalik awan, hanya hitungan kurang dari satu jam, dia sudah sampai dihalaman belakang rumahnya.
Tanpa membuang waktu, dia langsung masuk kedalam rumahnya, kebetulan ada beberapa bawahannya yang lagi pada santai.
"Salam, Tuan Muda," ucap beberapa bawahannya, yang melihat kedatangan Arya.
Mereka sekarang, di Alam Bumi ini, sudah dibiasakan mengucapkan salam tidak berlutut. Karena Arya paling tidak suka semua bawahannya, jika bertemu dengan Arya terus-menerus berlutut.
"Perdi, sampaikan kepada Suci Oktavia, dalam peresmian Prabu Agung Tower nanti, undang semua pengusaha dan Petinggi Negara di daratan Asia ini. Masih ada waktu dua bulan lagi," perintah Arya, kepada ajudan pribadinya.
"Baik, Tuan Muda," balas Perdi.
"Katakan kepada Suci dan Lukman, urus semuanya hingga tuntas. Karena aku masih ada urusan yang belum selesai," tambah Arya.
"Siap, Tuan Muda. Perintah dari Tuan Muda akan segera aku laksanakan," jawab Perdi sigap.
"Bagus, aku pergi lagi. Katakan kepada mereka, aku berangkat keluar negeri. Nanti begitu mendekati peresmian Prabu Agung Tower, aku segera kembali," ucap Arya sedikit berbohong, dan langsung keluar dari rumahnya, menuju ke halaman belakang kembali.
Semua warga disekitar rumah itu, akhirnya sudah biasa melihat pemandangan seperti itu. Mereka menganggapnya hanya sebuah barang pusaka, atau khodam yang pulang pergi antara rumah mewah itu dengan Alam Langit.
Diatas awan, Arya mengganti pakaiannya dengan pakaian sederhana, pakaian yang biasa dikenakan oleh pemuda kampung, dan menggendong ransel hitam, yang sering dia bawa ketika menyamar sebagai pemuda petualang.
Dia melesat terbang menuju kearah timur, ke beberapa tempat yang sudah ditandai. Pertama yang dia datangi adalah sebuah Goa, dipesisir Pantai Selatan.
Di atas udara Goa Ratu Ular, atau sebagian orang menyebutnya Istana Ratu Ular, yang dihuni oleh puluhan ribu ular-ular berbisa, Arya mengedarkan pandangan mata malaikatnya menuju keseluruh tempat itu, oleh penglihatan mata malaikatnya, yang tadinya ribuan ular-ular berbisa, tampak dimata malaikatnya terlihat ribuan manusia, yang tengah membangun sebuah penjara, untuk memasukkan para manusia yang telah menjadi budak-budak Iblis, sesuai dengan waktu perjanjiannya.
Ada beberapa ratus orang yang tidak bersalah, menjadi korban tumbal kerakusan manusia iblis. Dan ada juga orang-orang yang bersekutu dengan iblis, yang telah habis masa perjanjiannya, kini menjadi penghuni alam siluman.
Arya melesat turun ingin menghancurkan tempat itu, dan menolong orang-orang yang baru menjadi tumbal, karena orang yang baru ditumbalkan, jasadnya masih utuh walaupun sudah dikuburkan.
Ada enam orang korban tumbal, baru datang ke Alam Siluman, terdiri dari empat pria dan dua wanita. Keenam orang itu baru ditumbalkan, mereka digiring hendak dimasukkan kedalam penjara.
Namun tiba-tiba, suara ledakan yang cukup keras menghantam para prajurit siluman, yang sedang menggiring korban tumbal.
Semua prajurit siluman yang berada disana terkejut, karena secara tiba-tiba, ada serangan mendadak memporak-porandakan tempat itu.
__ADS_1
Seorang pemuda mengenakan pakaian dan ikat kepala serba hitam, berdiri tegak dihadapan mereka.
Tentu saja dengan kemunculan pemuda itu, tambah membuat mereka terkejut. Karena selama ribuan tahun, belum pernah ada pemuda yang berani masuk ke kerajaannya, apalagi berani menghancurkan tempat itu.
Belum sadar dari keterkejutannya, Arya mengeluarkan rantai baja yang sudah dialiri oleh kekuatan mistis, dari cincin penyimpanannya.
Rantai baja itu langsung membelit sekujur tubuh Pasukan Siluman, hanya menyisakan Ratu Ular dan para petinggi kerajaan siluman.
"Siapakah kamu sebenarnya? Beraninya membuat ulah di tempatku?" Hardik Ratu Ular itu, menatap tajam kearah Arya.
"Siapa aku kamu tidak perlu tau, yang harus kamu tau, tempat ini sekarang akan aku hancurkan," ucap Arya, balik menatap Ratu Ular.
"Kurang ajar kau...! Berani-beraninya mengancam ku. Rasakan ini... Hiiaaatttt.....!" Seru Ratu Ular berteriak menerjang Arya.
Arya menadah serangan Ratu Ular itu, dengan kekuatan tujuh puluh lima persen.
Duarr.... Duarr....
Ledakan keras menggema ditempat itu, melemparkan Ratu Ular ratusan meter, menabrak dinding bangunan yang sedang dibangun, hingga merobohkan kembali bangunan itu.
Sedang Arya masih berdiri tegak ditempatnya, tidak berubah satu meter pun.
Tentu saja kejadian itu, membuat Ratu Ular dan para petinggi kerajaan siluman ular, semakin dibuat terperangah kaget. Karena pemuda itu sangat tangguh sekali.
Sebelum mereka bergerak, Arya cepat-cepat mengeluarkan jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan. Arya tidak ingin membuang-buang waktu percuma, dia ingin segera menuntaskan semua permasalahan di alam ini, sebelum dia kembali ke alam asalnya.
Ratu Ular dan para petingginya, dibuat tidak berkutik sama sekali. Selain dijadikan patung, dia juga diikat sekujur tubuhnya dengan rantai baja yang dialiri oleh kekuatan mistis, agar tidak berkeliaran di alam bebas, dan tidak mengganggu manusia lagi.
Arya segera membebaskan enam orang yang menjadi tumbal manusia iblis, dan menyatukan kembali dengan masing-masing tubuhnya.
Setelah Arya mencarinya kebeberapa tempat, yang akhirnya tubuh keenam orang itu ditemukan oleh Arya, yang baru saja dikebumikan.
Namun keenam orang itu tidak segera dikembalikan kepada keluarganya, karena belum saatnya menjelaskan semua kejadiannya. Sebelum ditangkap manusia iblis yang menumbalkan mereka.
"Kalian semua ikut dulu denganku. Karena saat ini belum tepat untuk menjelaskan semua kejadiannya. Sebelum orang yang menumbalkan kalian ditangkap," ucap Arya pada mereka.
"Baik, Mas... Aku mengikuti apa kata pan jenengan," kata salah seorang seorang dari mereka.
Keenamnya mengikuti Arya dari belakang, setelah jauh dari tempat itu, Arya memasukkan mereka kedalam dunia jiwanya. Dan memerintahkan kepada bawahannya yang berada didalam dunia jiwa, untuk menempatkan mereka di Istana Rajawali Sakti.
Kemudian setelah usai menuntaskan urusannya, dia kembali terbang menuju ketempat-tempat yang sudah ditandai sebelumnya.
__ADS_1
Bersambung......