Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
69. Menaklukan Jutaan Prajurit Iblis


__ADS_3

Waktu tinggal satu hari lagi, besok siang Pasukan Gabungan Iblis Dengan Pasukan Alam Dewa Agung, sudah tiba di wilayah perbatasan Ibukota Dewa Dewi Bulan, untuk menyerang kota Dewa Dewi.


Jutaan prajurit musuh, yang rata-rata ranah kekuatan kultivasinya dari mulai Imortal Bintang Tiga tahap puncak, hingga Great Imortal Bintang Tujuh tahap puncak, yang dipimpin langsung oleh Jenderal Besar Iblis, yang ranahnya sudah ditingkat Great Imortal Bintang Tujuh tahap puncak, dan para Petinggi Iblis serta Penguasa Alam Dewa Agung, yang ranahnya mulai dari Great Imortal Bintang Lima tahap puncak, hingga Great Imortal Bintang Tujuh tahap menengah, besok siang sudah memasuki kawasan perbatasan.


Namun Arya kelihatannya santai saja, tidak seperti penduduknya, yang merasa khawatir Kota Dewa Dewi akan hancur oleh serangan jutaan prajurit iblis, dan prajurit Alam Dewa Agung Lapisan Kedua.


Bahkan Arya tidak mempersiapkan pasukan Ibukota untuk melawan prajurit iblis, malah seluruh Pasukan Ibukota Dewa Dewi, hanya dipersiapkan sebagai pasukan pembantu, untuk membersihkan perbatasan bilamana perang sudah selesai.


Arya mengeluarkan seluruh bawahannya dari dunia jiwa, yang rata-rata ranahnya sudah berada ditingkat Great Imortal Bintang Lima tahap puncak, hingga Bintang Delapan tahap puncak, untuk menghadapi jutaan prajurit iblis dan prajurit Alam Dewa Agung Lapisan kedua.


Tiga ratus bawahan Arya, yang digembleng didalam dunia jiwa, akan mampu membasmi para begundal iblis dan begundal-begundal Penguasa alam ini.


Seluruh bawahannya, yang terdiri dari seratus tujuh puluh orang pria, dipimpin oleh Komandan Seno Adji, dan seratus tiga puluh orang wanita, dipimpin oleh Ratu Derwani, sudah muncul dihadapan Arya. Mereka berbaris rapi, dipimpin oleh Komandannya masing-masing.


"Komandan Seno, Ratu Derwani, bawa mereka ke perbatasan. Siapkan mereka dengan strategi tempur yang telah disusun," ucap Arya, kepada bawahannya.


"Siap, Penguasa Agung," jawab keduanya bersamaan.


"Jenderal Argadana, siapkan seluruh pasukan ibukota, untuk membantu membersihkan wilayah perbatasan, setelah perang usai," ucap Arya lagi.


"Siap, Pengusaha Agung," jawab Jenderal Ibukota Dewa Dewi Bulan, Jenderal Argadana.


Komandan Seno Adji dan Ratu Derwani, langsung melesat terbang menuju kearah perbatasan, dengan diikuti oleh sejumlah pasukannnya.


Begitu pula dengan Jenderal Argadana, dia menuju kearah Markas Pasukan Ibukota Dewa Dewi Bulan, untuk mempersiapkan pasukannya diluar gerbang ibukota, sebagai pasukan pembantu.


Setelah Arya memerintahkan seluruh bawahannya, gegas dia melesat terbang menuju kebalik awan, dan langsung menuju kearah timur, dimana seluruh prajurit iblis telah dipersiapkan untuk menyerang kota Dewa Dewi Bulan.


Arya akan memberikan warning kepada pemimpin iblis, agar pergi dari alam ini, atau lenyap ditangan Arya.


Ancaman dari Arya ini, akan dia buktikan dengan menggempur seluruh pasukan iblis bersama pemimpinnya, sisanya dari pasukan alam ini, akan diserahkan kepada bawahannya, untuk membereskan semuanya.

__ADS_1


Dengan kecepatan tinggi, dia terus melesat terbang kearah markas pasukan iblis, yang berada di wilayah timur Benua Dewa Dewi Bulan.


Dalam tempo setengah hari, Arya sudah berada di atas Markas Pasukan Iblis. Dari balik awan, dengan pandangan mata malaikatnya, dia mengawasi tempat para pemimpinnya, yang akan menjadi target pertama dalam serangannya.


Tampak di salah satu ruangan, ada tiga puluh iblis sedang mengadakan pertemuan. Ranah kekuatan mereka rata-rata berada ditingkat Great Imortal Bintang Lima tahap puncak, hingga Bintang Tujuh tahap puncak.


Arya tersenyum senang, melihat para pemimpin iblis berkumpul disatu tempat. Dia langsung mendekati tempat itu, sambil menggempurnya dari jarak jauh.


Duarr.... Duarr.... Bom....


Terjadi ledakan dahsyat, menghancurkan bangunan yang sedang digunakan oleh para petinggi iblis.


Ledakan tersebut, mengundang perhatian semua prajurit yang berada di markas iblis. Mereka pada berdatangan ketempat sumber suara ledakan.


Arya tidak tinggal diam, dia langsung mengeluarkan jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, hingga seluruh prajurit ditempat itu, beserta para petingginya yang baru keluar dari reruntuhan bangunan yang hancur, semuanya menjadi patung.


Arya turun menghampiri para petinggi iblis dan prajuritnya, yang sudah tidak bergerak, lalu dia memukul dantian para iblis dibawah perutnya, hingga basis kultivasi mereka hancur.


Jeritan dan geraman marah dari para petinggi, dan para prajurit makhluk iblis, terdengar keluar dari mulut mereka, merasakan kesakitan yang luar biasa dibawah perutnya.


"Nah, kalian semua sudah kehilangan kekuatan, dan sekarang kalian sudah tidak berguna lagi, sudah menjadi sampah. Jadi ada dua pilihan buat kalian, mau kembali ke alammu, atau mau jadi budak disini. Semuanya terserah kalian," ucap Arya, kepada para petinggi iblis yang sudah menjadi sampah.


Arya kemudian menarik kembali jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, hingga mereka kembali sadar.


"Nah, silahkan pilih oleh kalian, dua pilihan yang telah aku berikan barusan," ucap Arya lagi, sambil berlalu meninggalkan tempat itu, menuju ketempat khusus pelatihan jutaan prajurit iblis, yang ranahnya masih berada ditingkat Imortal.


Arya bergerak menuju kearah hutan hujan, karena ditempat itu setiap harinya hujan terus, dan udaranya selalu dingin. Sangat cocok sekali memang, jika prajurit iblis berdiam ditempat ini.


Dia terus memasuki hutan hujan lebih kedalam lagi, namun dia tidak menemukan satu prajurit iblis pun. Lalu dia melesat terbang ke atas langit, dan mengedarkan pandangan mata malaikatnya ke seluruh penjuru hutan hujan.


Terlihat oleh mata malaikat Arya, banyak pergerakan didasar lembah maut yang curam. Arya bergegas melesat menuju kearah Lembah Maut itu, lantas masuk kedalam lembah, terbang menukik menuruninya.

__ADS_1


Dari jauh terlihat, didasar jurang ada sebuah markas besar prajurit iblis. Arya melayang turun mendekati Markas Prajurit Iblis, dari jarak sepuluh meter, di atas pohon besar yang tinggi, Arya mengawasi pergerakan mereka.


Setelah jelas, apa yang dilihat oleh Arya, dia langsung menggempur tempat itu dari jarak lima meter, untuk memancing semua prajurit iblis keluar dari sarangnya, dan berkumpul disebuah halaman yang luas, didepan bangunan besar yang sudah dirobohkan oleh Arya.


Tidak seberapa lama, begitu mereka mendengar suara ledakan yang cukup keras, mereka berdatangan ketempat itu, dan berkumpul dihalaman yang sangat luas.


Begitu jutaan prajurit iblis berkumpul, Arya langsung mengeluarkan jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, untuk membuat makhluk iblis tidak berdaya.


Setelah semua makhluk iblis menjadi patung, gegas Arya dengan gerakan cepat, memukul basis kultivasi semua prajurit iblis hingga hancur.


Arya menggiring mereka seperti mumi hidup, dengan kekuatan jurus penarik Sukma Rajawali Sakti tingkat tinggi, beriringan menuju kearah sebuah portal, yang akan mengembalikan mereka ke alam asalnya.


Mereka benar-benar dibuat oleh Arya seperti mumi hidup, berjalan beriringan, dan menurut apa yang diucapkan oleh Arya.


Jutaan prajurit akhirnya masuk kembali kedalam portal, yang akan membawanya ke alam iblis. Lalu Arya menutup sementara portal itu, menguncinya dengan kekuatan mistis tingkat tinggi, agar para makhluk iblis tidak bisa kembali lagi ke alam ini.


Jika mereka memaksakan diri, ingin menembus kekuatan mistis tingkat tinggi, dengan sendirinya mereka akan hancur lebur oleh kekuatan mistis.


Sekarang Alam Dewa Agung Lapisan kedua, aman dari invasi kekuatan prajurit iblis, tinggal membereskan para begundal-begundal yang bercokol di alam ini, yang sudah membuat rakyatnya menderita.


Usai mengembalikan seluruh makhluk iblis ke alamnya, dengan membuat mereka menjadi mumi. Arya bergegas meninggalkan dasar lembah maut itu, kembali ke hutan hujan.


Arya melesat terbang ke atas langit, dari balik awan dia mengawasi Ibukota Dewa Agung, yang tengah mempersiapkan pasukannya untuk menyerang kota Dewa Dewi.


Dengan perjalanan terbang, dari Ibukota Dewa Agung menuju ke Kota Dewa Dewi, hanya membutuhkan waktu setengah hari.


Kalau Arya mau, dia bisa melumpuhkan semua prajurit alam ini. Hanya saja dia ingin melatih kekuatan dan kemampuan para bawahannya, bertempur secara langsung dengan para musuh-musuhnya yang tangguh.


"Biarlah, mereka semua itu, jatah para bawahan ku," ucap Arya, dalam batinnya. "Biar bawahanku yang membereskan mereka semua," tambah batin Arya.


Dia melesat terbang dibalik awan menuju kearah barat, kembali lagi ke Kota Dewa Dewi. Seolah Arya tidak berpergian, jadi tidak ada yang tau bahwa Arya telah menaklukkan jutaan prajurit iblis, beserta para petingginya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2