Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
96. Terlempar Ke Alam Lapisan Ketujuh


__ADS_3

Wulan yang membawa bayi perempuan kedalam dunia jiwa, terus menuju ke Istana para pelayan, diikuti oleh Nawangsari dan Ratnawati, yang terus masuk kedalam Istana.


"Salam, Penguasa Putri!" Seru para pelayan, menyambut kedatangan Wulan.


"Sundari, adik Mawar kemana?" Tanya Wulan, menanyakan adik angkatnya.


"Putri Mawar, lagi berlatih didekat kolam air kehidupan," jawab kepala pelayan.


"Anak itu memang jenius, rajin dan ulet," ucap Wulan.


"Iya, Penguasa Putri. Sekarang ranah Putri Mawar sudah berada ditingkat High God tahap puncak, satu langkah lagi menuju ranah God King tahap awal," balas Sundari.


"Oh, iya. Tolong bayi ini diurus, nanti setelah besar dididik dan dilatih, untuk menjadi kuat, serta menjadi orang yang lebih baik," ucap Wulan.


"Ini bayi siapa, Penguasa Putri?" Tanya Sundari.


"Tidak tau bayinya siapa, Penguasa Agung menemukannya dipinggir jalan ibukota Dewa Dewi Bulan," jawab Wulan.


"Biadab benar orang yang membuang bayi perempuan ini," sambung Sundari.


"Ya, sudah. Urus dengan baik," ucap Wulan.


"Baik, Penguasa Putri," balas kepala pelayan itu.


"Adik Nawang, Adik Ratna, Ayo kita ke Kolam Air Kehidupan, untuk melihat adik Mawar berlatih, sekalian kita berkultivasi," ajak Wulan, kepada kedua adik sepupunya.


"Baik, Kak Wulan," jawab keduanya.


Ketiganya bergerak menuju kearah utara dunia jiwa, dimana lima kolam air energi berada, dan tanaman sumberdaya tingkat Dewa, serta pohon buah-buahan dewa dan pohon buah abadi tumbuh subur.


____________________


Di Ibukota Dewa Dewi Bulan.


Arya beserta bawahannya, berkumpul di lapangan ibukota, karena Arya hendak mengeluarkan seratus ribu prajurit pilihan, yang sudah selesai digembleng didalam dunia jiwanya.


Keseratus ribu prajurit pilihan itu, kini ranah kekuatannya sama dengan Alam Bawah dan Alam Agung, paling rendah berada ditingkat God King tahap awal, dan tertinggi berada di ranah God King Tahap Sempurna Bintang Bintang Lima Puncak.


Seluruh prajurit pilihan itu, bergabung kedalam pasukan khusus pengaman benua, yang telah dibentuk oleh Arya di Alam Bawah, Alam Agung dan Alam Dewa Agung, yaitu Komando Pasukan Khusus Cakrabenua, yang bertugas menjaga dan mengamankan seluruh benua di Alam Dewa Agung.


Jenderal Besar Handaka, diangkat oleh Arya sebagai Panglima Pasukan Khusus Cakrabenua, dan Panglima Argadana diangkat menjadi Penguasa Alam Dewa Agung, dibawah kendali kekuasaan Semesta Alam Raya.


Sedangkan Nawangsari, statusnya telah naik menjadi Penguasa Putri kedua, setelah Wulan sebagai Penguasa Putri pertama Semesta Alam Raya, sebagai istri-istrinya Penguasa Agung.

__ADS_1


Setelah mengeluarkan keseratus ribu prajurit pilihan, dari dalam dunia jiwanya, dan telah menyerahkan kepada Panglima Handaka, untuk menempatkan posisi tugas para prajuritnya, baru Arya memasukkan seluruh bawahannya kedalam dunia jiwa, karena dia sendiri ingin melanjutkan perjalanannya menuju ke Alam Dewa Nirwana, yang portal penghubung ke Alam Dewa Nirwana berada dibalik awan.


Usai pamitan kepada Argadana dan Panglima Handaka, Arya diantar oleh kereta kuda menuju gerbang keluar dari ibukota.


"Salam Penguasa Agung," ucap para penjaga gerbang, setelah Arya turun dari kereta kuda, dan melewati gerbang keluar.


"Ini buat kalian, tingkatkan ranah kultivasi kalian, agar lebih kuat lagi," ucap Arya, sambil memberikan buah-buahan dewa, kepada para prajurit penjaga gerbang.


"Terimakasih, Panguasa Agung," balas mereka senang.


Arya segera meninggalkan pos penjagaan, dan berjalan menuju kearah hutan. Setelah jauh dari gerbang keluar ibukota, Arya melesat terbang menuju ke atas langit, menembus beberapa lapisan awan.


Tiba disebuah lingkaran awan hitam yang tebal, sebelum Arya memasukinya, dia terlebih dahulu memindai tempat itu dengan kekuatan mata malaikatnya, agar tidak salah masuk.


Terlihat putaran awan hitam menuju kesebuah lorong waktu, Arya bingung dan penasaran. Bingungnya karena belum tau, apakah lorong waktu itu akan membawanya ke Alam Dewa Nirwana, atau ke Alam lainnya.


Sedangkan rasa penasarannya, dia ingin mengetahui sampai dimana batas ujung lorong waktu itu. Karena rasa penasaran yang kuat, akhirnya dia mencoba masuk kedalam putaran awan hitam.


Whuuss..... Whuungg.....


Arya meluncur dengan cepat, terbawa arus kuat putaran awan hitam, hingga dia sendiri merasakan kepalanya pusing, dan mual seperti ingin muntah.


Baru kali ini, dia memasuki lorong waktu yang membuat kepalanya pusing dan berat, hingga lama kelamaan membuat dirinya tak sadar, dan terombang-ambing didalam lorong waktu.


Setelah siuman, dia bingung entah berada di alam mana. Aura energinya sangat kuat sekali, seolah menarik-narik dirinya.


Dengan mengedarkan mata malaikatnya, dia memindai seluruh tempat itu. Ternyata dia berada disebuah dasar lembah yang curam, dan di atasnya dipenuhi oleh kabut yang tebal. Disebelah utara dasar lembah, ada sebuah Goa, yang menarik dirinya dengan sebuah kekuatan yang sangat kuat.


Ada rasa penasaran dalam dirinya, ada apakah sebenarnya didalam Goa? Sehingga terus menerus menarik dirinya untuk masuk kedalam Goa.


Akhirnya Arya mendekati sebuah Goa tersebut, setibanya didepan mulut Goa. Dia sebelum masuk kedalamnya, mengedarkan mata malaikatnya untuk menembus kedalam Goa. Tampak diujung lorong Goa, ada sebuah cahaya yang sangat menyilaukan, dengan aura yang sangat kuat, berusaha menarik Arya untuk mendekatinya.


Tanpa banyak berpikir, dia bergegas masuk kedalam Goa. Menyusuri lorong goa yang gelap dan lembab, Arya menggunakan mata malaikatnya, untuk bisa menembus di kegelapan. Disisi kiri dan kanan, dipenuhi oleh jamur kristal, dan ada tetesan air dari atas Goa, menimpa tubuh Arya.


Diujung lorong, ada sebuah cahaya yang sangat terang, semakin dekat ke sumber cahaya, semakin menyilaukan, bahkan tidak akan ada yang bisa mendekatinya, kalau hanya dengan menggunakan mata biasa.


Arya sendiri menggunakan mata malaikatnya, mata sebelah kirinya dia tutup karena silau, tidak bisa melihat. Hanya mata malaikatnya yang berada disebelah kanan, yang mampu menembus sumber cahaya itu.


Dia terus melangkah, mendekati sumber cahaya yang menyilaukan. Setelah berada sekitar satu meter dari sumber cahaya, tubuhnya tersedot dengan kekuatan yang sangat dahsya, sehingga dia sendiri tidak mampu untuk menahannya.


Whuuss.... Whuungg....


Arya masuk kedalam sumber cahaya, yang membawanya kesebuah kolam petir, dan melemparkannya kedalam kolam, sehingga dia benar-benar tersiksa, merasakan seluruh tubuhnya terasa sakit, seperti diiris dan disayat-sayat.

__ADS_1


"Kuatkan dirimu, jangan sampai tidak sadarkan diri, kalau dirimu ingin selamat dari kolam petir. Bertahanlah dengan kemampuan mu," ucap suara tanpa wujud.


"Siapa anda, Tuan? Kenapa aku dilemparkan ketempat ini?" Tanya Arya penasaran.


"Jangan banyak bicara! Turuti perintah ku, kalau dirimu ingin lebih kuat lagi!"


Arya pun diam, dia menuruti perintah dari suara tanpa wujud itu. Dia duduk lotus didalam kolam petir, menyerap energi yang sangat dahsyat. Tubuh Arya bergetar, menahan kekuatan yang ingin menguasai seluruh tubuhnya.


Lima jam Arya bergelut dengan kekuatan yang sangat besar, yang berusaha ingin menguasai tubuhnya. Namun dengan kegigihannya, dia mampu menaklukkan kekuatan besar itu.


Setelah dia dapat menguasainya, tubuhnya terasa nyaman, dan terasa sangat ringan. Kemudian dia duduk lotus dengan khusyuk, menyerap seluruh energi dari kolam petir.


Tak lama kemudian, terdengar beberapa kali suara teredam dari dalam tubuhnya.


Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom....


Sebelas kali terdengar ledakan dari dalam tubuh Arya, menandakan dia naik tingkat secara gila-gilaan.


Sekarang ranah kekuatan kultivasi Arya, meningkat secara drastis, yang semula berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Sembilan Puncak, kini naik sebelas tingkat, ranahnya sudah mencapai tingkat Great God King Tahap Sempurna Bintang Tiga Awal.


Sungguh kekuatan yang sangat mengerikan bila di Alam Bawah, namun di Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh, ranah kultivasi Arya masih dianggap rendah.


"Selamat, kamu sudah naik tingkat. Namun masih ada satu dua kolam lagi, untuk menambah kekuatan mu. Karena di alam ini, kekuatanmu belum seberapa," ucap suara tanpa wujud itu.


"Maaf, Tuan. Kalau boleh tau, aku sekarang berada di alam mana?" Tanya Arya penasaran.


"Sekarang kamu berada di Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh, masih ada lagi dua alam di atasnya, yang tidak sembarangan untuk dimasuki semua Dewa. Hanya orang-orang tertentu yang dapat menembus alam di atasnya," ucap suara tanpa wujud itu, yang membuat Arya tambah penasaran, dengan dua alam di atasnya.


Lalu Arya beranjak dari kolam petir, kemudian menuju ke kolam angin ****** beliung, karena isi kolam itu hanya angin yang sangat dahsyat.


Dia masih memperhatikan pusaran angin yang kencang didalam kolam, namun tiba-tiba dirinya ada yang melemparkan kedalam kolam angin.


Dengan bekal pengalaman di kolam petir, dia memfokuskan dirinya untuk menyerap energi dari angin ****** beliung. Angin ini lebih dahsyat, dari angin yang diciptakan oleh Ratu Derwani.


Tidak begitu lama, Arya dapat menguasai seluruh energi yang masuk kedalam dirinya. Lalu dia menyerapnya, untuk digabungkan kekuatan intinya.


Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom....


Terdengar lagi suara teredam tujuh kali, dari dalam tubuhnya.


Sekarang ranahnya naik lagi ketingkat Great God King Tahap Sempurna Bintang Lima Menengah, namun tidak bisa dipaksakan terus menerus berendam, harus ada jeda waktu untuk menstabilkan pondasi kultivasinya.


Arya beranjak dari kolam angin ****** beliung, dan naik ke atas sebuah batu besar, untuk duduk menstabilkan dan memulihkan pondasinya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2