Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
36. Menggempur Pasukan Iblis


__ADS_3

Didalam gedung pertemuan, seluruh bawahan Arya dari berbagai wilayah di tiga benua, tengah mendengarkan pengarahan dari Penguasa Agung, yang kini telah resmi diakui oleh semua benua di alam ini.


Pengarahan dari Arya, terutama menyangkut masalah keamanan diberbagai wilayah, yang dinilainya kurang maksimal, karena masih ada wilayah yang sama sekali belum terjangkau oleh pasukan khusus pengaman benua, seperti dipesisir pantai dan sekitar wilayah hutan, yang selalu digunakan oleh para perampok dan pasukan iblis, untuk menjadikan wilayah itu sebagai markas pergerakannya.


Arya menekankan pentingnya memperluas pengamanan wilayah, dengan meningkatkan patroli rutin disetiap pelosok benua. Karena setiap warga berhak mendapatkan perlindungan keamanan. Dengan demikian, semua warga benua akan merasakan hidup aman, nyaman dan tentram, tidak perlu takut lagi oleh ancaman kelompok bandit atau gangguan dari pasukan iblis.


Ditengah-tengah berlangsungnya acara pertemuan Tingkat Tinggi Tiga Benua, tiba-tiba Arya mendapat laporan dari jenderal Bayu Amarta, melalui telepati jarak jauh, bahwa pasukan Raja Iblis Ular Hitam sudah mulai menyerang Benua Timur.


Pasukan iblis itu muncul dari Hutan Gelap, perbatasan dengan Hutan Larangan, antara Benua Tengah dengan Benua Timur. Karena dihutan itu ada sebuah portal keluar masuk Pasukan Iblis, yang benar-benar tersembunyi, sulit untuk dideteksi oleh pasukan bawahan Arya.


Hari ini mereka menyerang Benua Timur, untuk mengacaukan acara pertemuan Tingkat Tinggi Tiga Benua, mereka terus merangsek menuju perbatasan wilayah Garuda Kencana. Namun keburu dihalau oleh Pasukan Tempur Prabu Widjaya, yang didukung oleh Pasukan Elit Rajawali Sakti dan Pasukan Pemanah Beracun.


Arya setelah menerima laporan itu, dia segera menugaskan Jenderal Adiwiyata lewat telepati, yang sudah bersiap bersama para Leluhur Dewa, Raja Agung dan Ratu Kencana Ungu, serta Prabu Widjaya, tidak jauh dari wilayah perbatasan Garuda Kencana.


Jenderal Adiwiyata segera melaksanakan perintah dari Arya, dia langsung melesat terbang diikuti oleh para leluhur Dewa, Raja Agung dan Ratu Kencana Ungu, serta Prabu Widjaya kearah perbatasan.


Sedangkan Arya, masih didalam Gedung Graha Pertemuan, bersama para delegasi dari tiga benua,  karena dia ingin cepat-cepat menuntaskan segala permasalahan yang terjadi di seluruh benua, khususnya di Benua Barat dan Utara, yang kini sedang ditaklukkan oleh Pasukan Inti Penguasa Agung, dipimpin oleh jenderal Anggadiredja.


Dalam pertemuan itu, Arya tidak menceritakan pasukan iblis mulai menyerang Benua Timur, untuk menjaga ketenangan para delegasi.


Usai pengarahan dari Arya, dilanjutkan dengan pembahasan Tim kerja dari masing-masing delegasi, sesuai dengan pungsi dan wilayah kerjanya.


Untuk urusan pembahasan Tim Kerja, Arya menyerahkan kepada menteri Urusan Dalam Benua, Tuan Barmantian, Menteri Urusan Ekonomi dan Perdagangan, Tuan Wiradiredja, Menteri Urusan Luar Benua, Tuan Djayusman, untuk meneruskan pertemuan itu hingga selesai.


Sementara Arya, pamit undur diri, untuk segera menyelesaikan permasalahannya dengan kekuatan dari pasukan iblis, dia bergegas keluar dari Gedung Graha Pertemuan, dan langsung menuju ke Kereta Kencana yang ditarik oleh empat kuda putih besar.


Kereta Kencana melaju di jalan utama perkotaan dengan kecepatan sedang, dengan dikawal oleh pasukan elit gabungan Garuda Kencana, agar cepat sampai di gerbang kota, karena ramainya pengunjung yang membuat padatnya kota Metropolitan, hingga membutuhkan pengawalan untuk melancarkan perjalanannya.


Tak lama berselang, Kereta Kencana tiba di gerbang utara, gegas Arya turun dari kereta, dan langsung melesat terbang menuju kearah perbatasan, dengan kecepatan tinggi.


Dikawasan hutan perbatasan, pertempuran antara Pasukan Prabu Widjaya, yang dibantu oleh Pasukan Elit Rajawali Sakti dan Pasukan Pemanah Beracun, dengan Pasukan Raja Iblis Ular Hitam, telah berlangsung dengan gencarnya.


Duarr.... Duarr....


Ribuan panah beracun, melesat kearah pasukan iblis bagaikan hujan deras, disusul oleh pukulan jarak jauh Cakar Rajawali, dari Pasukan Elit Rajawali Sakti, hingga membuat pertahanan pasukan iblis buyar, dan melemparkan ribuan prajurit iblis yang terkena pukulan Cakar Rajawali, serta hantaman dari ribuan panah beracun.

__ADS_1


Duarr.... Duarr


Pukulan jarak jauh Cakar Rajawali, terus menerus menerjang pasukan iblis, hingga mereka dibuat kocar-kacir sambil menghindari serangan ribuan panah-panah beracun.


Panglima Pasukan Raja Iblis Ular Hitam dan beberapa jenderalnya, bertarung seru dengan para Leluhur Dewa, yang dibantu oleh Raja Agung Darma Kusumah, Ratu Kencana Ungu serta Prabu Widjaya.


Mereka saling menerjang, memukul, menendang, dan berkelit menghindari tendangan dan pukulan dari masing-masing lawan.


Pertempuran semakin sengit, setelah melewati puluhan jurus-jurus tingkat tinggi, bunyi ledakan menggema diseputaran arena pertarungan, hingga membuat pepohonan pada tumbang terkena pukulan jarak jauh.


Hiaattt.... Dug.... Bug....


Suara teriakan para prajurit, suara pukulan dan tendangan, saling beradu diantara mereka.


Dug.... Ahhh....


Jerit kesakitan terdengar dari mereka, yang terkena pukulan dan tendangan, berpadu dengan ******* nafas yang berpacu dengan gencarnya serangan demi serangan, hingga membuat pertarungan itu semakin sengit.


Panglima Pasukan Iblis dan jenderal bawahannya, sudah mulai terdesak, karena ranah mereka jauh dibawah kekuatan Para Leluhur Dewa, Raja Agung, Ratu Kencana Ungu dan Prabu Widjaya.


Duarr.... Duarr.... Bug....


Sedangkan Jenderal Adiwiyata terus menerus menerjang ribuan prajurit iblis, dengan dibantu oleh Pasukan Tempur Prabu Widjaya, Pasukan Elit Rajawali Sakti dan Pasukan Pemanah Beracun.


Dari puluhan ribu prajurit Raja Iblis, kini tinggal Seribu enam ratus prajurit yang tersisa, dan mereka sudah mulai terdesak oleh gempuran dari Jenderal Adiwiyata bersama pasukannya.


Arya yang baru tiba ditempat itu, mengedarkan pandangan mata malaikatnya, untuk mencari Raja Iblis Ular Hitam, namun tidak ditemukan.


"Hmmm.... Ternyata hanya semut-semut kecil yang datang, sedangkan Rajanya masih bersembunyi di Alam Neraka Besar. Awas saja nanti, lain waktu aku akan berkunjung ketempat kalian, untuk menangkap raja kalian," gumam batin Arya marah.


Arya hanya menonton pertarungan mereka, tidak melibatkan dirinya. Karena dia rasa cukup dihadapi oleh Pasukan dan orang-orangnya.


Duarr.... Duarr....


Jenderal Adiwiyata terus mendesak pasukan iblis, yang hanya tinggal delapan ratusan lagi. Tidak diberi ampunan sama sekali, karena sudah mengganggu ketentraman rakyat Alam Dewa Agung Lapisan Bawah.

__ADS_1


Yang tersisa dari pasukan iblis itu, sekitar lima ratus orang lagi, kocar-kacir pada melarikan diri menuju ketempat semula mereka muncul, dikawasan Hutan Gelap.


Jenderal Adiwiyata dan pasukannya bermaksud mau mengejarnya, namun keburu dicegah oleh Arya, yang berseru dari udara melayang menyaksikan pertarungan itu.


"Jangan dikejar, biarkan saja mereka kembali ke alam asalnya," cegah Arya, dari atas langit melayang.


Arya dengan sengaja membiarkan sebagian prajurit iblis itu kabur, untuk memberikan laporan kepada rajanya, agar rajanya berfikir ulang untuk menyerang Alam Bawah.


Jenderal Adiwiyata dan pasukannya, kembali ke perbatasan Garuda Kencana. Sedangkan para Leluhur Dewa, Raja Agung Darma Kusumah, Ratu Kencana Ungu dan Prabu Widjaya, masih bertarung dengan Panglima Iblis dan jenderal bawahannya.


Mereka terus mendesak bawahan Raja Iblis Ular Hitam, tak memberi celah sedikitpun. Terus menerus menggempur Panglima dan Jenderal Iblis.


Duarr.... Duarr....


Ledakan demi ledakan menggema di hutan perbatasan, hingga melemparkan seluruh jenderal iblis beserta panglimanya.


Mereka terus didesak tanpa diberi celah untuk lolos, bahkan hanya tinggal panglimanya yang tersisa.


Arya langsung melesat menghampiri panglima iblis untuk mengikatnya, dan dijadikan sebagai tawanan perang.


Panglima iblis terkejut, karena secara tiba-tiba rantai baja yang sudah dialiri oleh sebuah kekuatan mistis, membelit sekujur tubuhnya, hingga dia sama sekali tidak berdaya.


Arya lalu menarik Panglima Iblis dengan kekuatannya, dan melemparkannya kehadapan Jenderal Adiwiyata.


"Jenderal, bawa tawanan perang itu, dan jebloskan kedalam penjara bawah tanah," perintah Arya, kepada Jenderal Adiwiyata.


"Baik Penguasa Agung," balasnya.


"Terimakasih para Leluhur Dewa, Raja Agung, Ratu Kencana Ungu, Kakek Prabu Widjaya telah membantu membasmi pasukan iblis," ucap Arya, sambil menangkupkan kedua tangannya di dada, sambil membungkuk tanda menghormati para leluhurnya.


Setelah Jenderal Adiwiyata dan pasukannya, pergi membawa tawanan perang Panglima Iblis, Arya segera membuka gerbang dunia jiwa untuk para leluhurnya beristirahat.


"Silahkan para Leluhur Dewa, Raja Agung, Ratu Kencana Ungu dan Kakek Prabu Widjaya, beristirahat didalam dunia jiwa," ucap Arya, membuka gerbang dunia jiwanya.


Whuuss.... Whuuss.... Whuuss.... Whuuss.... Whuuss....

__ADS_1


Mereka berloncatan memasuki dunia jiwa, untuk beristirahat. Begitu pula dengan Arya, dia kembali melesat terbang, menuju kearah gerbang barat kota Metropolitan Garuda Kencana, untuk kembali ketempat Pertemuan Tingkat Tinggi Tiga Benua.


Bersambung.......


__ADS_2