Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
53. Menaklukkan Naga Asia


__ADS_3

Kapal laut tanpa bendera, karena Arya menurunkan bendera yang dipasang sebelumnya, labuh jangkar diperairan Banten, sengaja Arya berlabuh diperairan tersebut, karena ingin memanggil sebagian bawahannya, untuk menjaga ratusan wanita muda, agar tidak diserang oleh anggota Naga Asia.


Arya segera memanggil komandan pengawal Penguasa Agung, Seno Adji, lewat telepati jarak jauh, agar membawa tiga puluh bawahannya ke perairan Banten, untuk menjaga kapal yang ditempati oleh ratusan wanita muda, karena Arya akan meninggalkan kapal laut itu untuk menghadapi Naga Asia dan sekutunya, dipuncak Gunung Krakatau.


Komandan Pengawal Penguasa Agung, Seno Adji, yang telah mendapat pesan dari Arya, segera mengumpulkan tiga puluh bawahannya, yang sedang menjaga seluruh aset-aset milik Prabu Agung.


Ketiga puluh anggota pasukan Pengawal Penguasa Agung, dibawah pimpinan komandannya, langsung melesat terbang ke atas awan, dan menuju kearah yang telah diminta oleh Arya.


Dengan kecepatan tinggi, Komandan Pengawal Penguasa Agung beserta tiga puluh bawahannya, terus melesat terbang menuju ke perairan Banten, tempat kapal labuh jangkar.


Tidak begitu lama, sekitar satu jam waktu berjalan, di atas langit tampak puluhan manusia terbang menuju ke kapal laut, dimana Arya sudah berdiri di atas kapal menunggu mereka.


Tiba dihadapan Arya, seluruh pengawal hendak berlutut memberikan salam penghormatan. Namun Arya segera mencegah mereka.


"Seperti biasa saja, jangan dibiasakan untuk terus berlutut," cegah Arya, ketika mereka berada dihadapannya.


"Salam, Tuan Muda," ucap mereka bersamaan.


"Nah begitu dong, kan lebih enak terdengarnya. Tidak usah berlutut, dan tidak usah memanggil dengan sebutan Penguasa Agung. Biasakanlah, setiap bertemu tidak terlalu formil," ucap Arya, kepada bawahannya.


"Baik, Tuan Muda," balas mereka.


"Komandan Seno, jaga kapal laut ini, jangan sampai ada satu orangpun dari kelompok Naga Asia, yang berani naik ke kapal ini," ucap Arya.


"Siap, Tuan Muda. Perintah Tuan Muda akan segera kami laksanakan," balas Komandan Seno Adji, yang diikuti oleh bawahannya dengan sikap tegap.


"Empat orang ikut denganku, untuk membereskan para gurandil itu," permintaan Arya pada mereka.


Komandan Seno Adji, memilih orang-orang terkuatnya untuk mengikuti Arya, ke puncak Gunung Krakatau. Empat orang tersebut, bila di alam atas, ranahnya cukup tinggi untuk menjadi anggota pengawal. Namun bila di Alam Bumi, kekuatan mereka tidak ada tandingannya. Karena hampir rata-rata, para penduduk bumi, hanya mengandalkan kekuatan fisiknya.


"Siapa nama kalian?" Tanya Arya, kepada keempatnya.


"Aku Karpala, aku Rangkuti, aku Soeranta, aku Warangga," jawab keempatnya.


"Baiklah, ayo ikuti aku," ajak Arya, yang langsung melesat terbang ke atas langit, diikuti oleh keempat bawahannya.


Arya dan keempat bawahannya, terbang dibalik awan dengan kecepatan tinggi, menuju kearah Gunung Krakatau.


Di atas langit, Arya dan keempat bawahannya, mengawasi pergerakan di Selat Sunda, dari jauh terlihat ada dua puluh perahu motor melintas Selat Sunda. Arya segera memindai mereka dengan mata malaikatnya, ingin lebih jelas lagi, apakah mereka itu dari kelompok Naga Asia atau bukan?


Ternyata, kedua puluh perahu motor itu, paling depan tiga perahu motor besar berlambang Naga Asia, diikuti oleh perahu motor berbendera Serigala Merah, Mata Elang, Harimau Perak dan Banteng Kedaton. Karena kelompok Bagaspati sudah ditaklukkan oleh Arya, dan mereka dipenjarakan di tempat khusus, yang tidak dapat ditembus oleh mata manusia.


Didalam perahu motor Bos Naga Asia, sejumlah orang yang bersenjata Laras panjang lengkap dengan pelurunya, berdiri didepan kapal mengawal bosnya.


"David, apakah kamu tau keberadaan Bagaspati?" Tanya Bos Naga kepada orang kepercayaannya.


"Tidak tau, Bos. Tapi menurut laporan dari anggotanya, yang dibebaskan oleh seorang pemuda itu, mereka semua dibawa, tapi entah dibawa kemana. Satu orangpun tidak ada yang tau," ucap bawahan Bos Naga.


"Seorang pemuda! Apakah pemuda itu yang menantang kita, dan menyandera kapal besar milik kita?" Tanya Bos Naga kepada orang kepercayaannya.


"Bisa jadi, Bos. Pemuda itu adalah dia," balas bawahannya.

__ADS_1


"Hmmm.... Kalau begitu, kita bikin perhitungan dengan dia, apakah dia benar-benar seorang pemuda yang hebat, yang bisa mengalahkan kelompok kami," ucap Bos Naga, yang merasa yakin dapat meringkus Arya, yang telah menghancurkan bisnis gelap mereka.


Tidak seberapa lama, rombongan kelompok Naga Asia tiba di tepi pantai Gunung Krakatau, mereka segera berjalan menaiki gunung itu menuju ke puncaknya.


Bos Naga memimpin langsung kelompoknya, karena dia sendiri yang ingin meringkus pemuda itu, yang telah berani menantang dan menghancurkan bisnis gelapnya.


Mereka berjalan menaiki Gunung Krakatau, lewat jalan setapak yang terjal. Mereka sangat kesulitan untuk menaiki gunung tersebut, karena mereka tidak ada yang bisa terbang.


"Hahaha.... Hanya segitukah kemampuan kelompok Bos Naga Asia itu. Baru mendaki Gunung Krakatau saja, sudah kepayahan. Apalagi melawanku," ucap seorang pemuda dari atas udara melayang terbang, diikuti oleh empat orang bawahannya.


Kelompok Bos Naga Asia, mendengar ucapan dari seorang pemuda yang melayang terbang di atasnya, begitu terkejut bukan kepalang. Mereka seolah tidak percaya di Alam Bumi ini, ada orang yang mampu terbang.


"Hahaha.... Bagaimana sekarang? Apakah mau dilanjutkan terus mendaki sampai ke puncaknya, atau mau menyerah?" Tanya Arya, berdiri tegak di atas udara, menatap Naga Asia.


"Hai, siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu ikut campur dengan urusanku?" Tanya balik Bos Naga kepada Arya.


"Hahaha.... Dasar manusia yang tidak punya adab, ditanya malah balik bertanya," ucap Arya. "Sekarang tinggal pilih, mau dilanjutkan atau mau menyerah?" Tambah Arya bertanya.


"Dasar bajingan...! Walaupun kamu bisa terbang, tapi belum tentu kamu bisa bertahan, menghadapi serangan senjata otomatis dari kelompok kami. Ayo, tembak dia," ucap Bos Naga, sambil memberi perintah kepada bawahannya.


Seluruh bawahan Naga Asia, yang memegang senjata otomatis dan senjata pistol, mengarahkan senjatanya ke atas, mengarah kepada Arya, dan kepada keempat bawahannya, yang pada berdiri tegak di atas udara.


Dor.... Dor.... Dor.... Dereded dereded.... Dor.... Dor....


Terdengar suara rentetan tembakan dari senjata otomatis, dan senjata pistol yang dilancarkan kelompok Naga Asia, menggema disekitar puncak Gunung Krakatau.


Arya hanya tersenyum, sambil mendorong kedua tangannya kearah kelompok Naga Asia, sehingga memunculkan sebuah kekuatan yang sangat besar dari kedua telapak tangan Arya. Seluruh peluru yang mengarah kepada Arya dan bawahannya, balik arah kembali kepada para pemiliknya.


Tentu hal itu membuat mereka kalang kabut, karena sebelumnya mereka tidak menyangka sama sekali, bahwa peluru yang ditembakkan kearah Arya, akan berbalik arah kembali kepada mereka.


Ratusan anggota kelompok Naga Asia, tumbang terkena pelurunya sendiri. Senjata makan tuannya.


Bos Naga terbengong-bengong dibuatnya, dia baru pertama kali ini melihat seorang pemuda Sakti mandraguna. Karena selama dia hidup, baru hari ini dia dikejutkan oleh seorang pemuda yang melebihi kesaktiannya.


Antara ragu dan penasaran, dia ingin mencoba kesaktian Arya, yang melayang di atasnya. Namun dia tidak bisa terbang, hanya mampu berteriak menyuruh Arya turun.


"Hai, pemuda bajingan! Kalau kamu punya nyali besar, hadapi aku dibawah, jangan mentang-mentang kamu bisa terbang, sehingga seenaknya saja menyuruh orang untuk menyerah," ucap marah Naga Asia.


Baru selesai Bos Naga Asia berbicara, Arya sudah mengeluarkan jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, yang membuat seluruh anggota kelompok itu menjadi patung.


Arya melesat turun menghampiri Bos Naga Asia, sambil menarik kumis dan jenggotnya yang panjang.


"Inilah kumis dan jenggot seorang naga itu, kumis panjang kayak kumis kucing, tidak mirip seperti kumis naga. Juga jenggotnya seperti kambing, tidak seperti jenggot naga," ucap Arya, sambil terus mencabuti kumis dan jenggotnya.


Wajah pucat dari Bos Naga terlihat meringis, menahan rasa pedih ketika kumis dan jenggotnya dicabuti.


"Bagaimana sekarang, Bos...? Apakah masih penasaran ingin melawanku," tanya Arya kedekat telinga Bos Naga, sembari meledeknya. "Oke, jika kamu penasaran. Kamu bisa langsung bertarung denganku," tambah Arya, membebaskan Bos Naga Asia, dari pengaruh jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan.


"Nah, sekarang kamu sudah bebas. Aku beri kesempatan satu kali, jika kamu tidak mampu mengalahkanku. Kamu bersama anggota lainnya, akan aku pindahkan ke alam lain, agar kamu tidak seenaknya berbuat kejahatan dan kerusakan di alam ini," jelas Arya, mengancam Bos Naga.


Setelah bebas dari pengaruh Dewa Rajawali Mengunci Lawan, Bos Naga Asia bersiap-siap menerjang Arya, dengan sebilah pedang yang dipegang ditangannya.

__ADS_1


"Ayo, serang aku. Jika benar kamu punya nyali besar!" Seru Arya, memprovokasi Bos Naga.


Bos Naga Asia tidak berbicara satu katapun, malah dia langsung melugas pedagangnya, dan menyabetkannya kearah tubuh Arya.


Hiiaaatttt......


Teriak Bos Naga Asia, menerjang Arya, dengan menggunakan pedang panjangnya.


Arya menjentikkan jarinya kearah pedang itu. Tercelat sebuah larik cahaya petir dari jari Arya, menghantam pedang panjang milik Bos Naga Asia.


Trang..... Trakk.....


Pedang panjang Bos Naga, tiba-tiba patah menjadi dua bagian, terkena hantaman cahaya petir dari jari Arya.


Tangan kanan yang memegang pedang panjang, terasa panas dan perih seperti terbakar oleh api.


Ahhh.... Aduuhhh....


Teriak kesakitan Bos Naga Asia, yang tangan kanannya terkelupas seperti terbakar.


Sedangkan diperairan Banten, dimana kapal besar itu labuh jangkar, diserang oleh kelompok Naga Asia, yang dipimpin oleh Erlangga, kepercayaan Bos Naga Asia, yang juga sebagai pemimpin Elang Asia.


Erlangga, bersama seratus anggotanya, menembaki sejumlah pengawal Penguasa Agung, yang dipimpin oleh Seno Adji.


Dor.... Dor.... Dor.... Teretet... Dor.... Dereded.... Dereded.... Dor.... Dor....


Rentetan suara tembakan, menghujani puluhan pengawal Penguasa Agung. Namun satupun tidak ada yang terluka, malah sebaliknya, seluruh anggota kelompok Naga Asia dilemparkan ke laut oleh Komandan Seno Adji dan bawahannya.


Mereka semua tenggelam terseret arus ombak laut, yang kebetulan ombaknya sedang pasang.


Erlangga sendiri ditangkap oleh Komandan Seno Adji, dan dirantai sekujur tubuhnya oleh rantai baja.


"Sekarang kamu sudah berada ditangan ku, tinggal menunggu bos mu yang sekarang sedang ditaklukkan oleh Tuan Muda. Dan kamu, bersiap-siaplah untuk menjadi penghuni di penjara khusus manusia iblis" kata Komandan Seno Adji kepada Erlangga.


Erlangga hanya terdiam, sepatah katapun tidak keluar dari mulutnya. Hanya memikirkan sesuatu yang membuat dirinya penasaran, karena di Tanah Sunda ini masih ada puluhan orang yang bisa terbang, dan tidak mempan oleh berbagai senjata.


"Sungguh sangat sakti sekali, bila aku bisa bertemu dengan gurunya. Pasti aku akan mengabdikan diri kepadanya, untuk belajar ilmu kesaktian dari guru mereka," ucap Batin Erlangga, yang sangat ingin bertemu dengan gurunya.


Kembali lagi kepada Arya, yang telah menaklukkan Bos Naga dan kelompoknya.


Arya langsung mengeluarkan rantai baja dari cincin penyimpanannya, dan melilit sekujur tubuh anggota kelompok Naga Asia, begitu juga dengan bos mereka.


"Ampuni diriku, Tuan.... Ampuni aku! Mohon, Tuan.... ampuni diriku!" Seru Bos Naga Asia, terus menerus memohon ampunan dari Arya.


"Sudah tidak ada lagi, pengampunan bagi seseorang yang berhati iblis," balas Arya.


"Karpala, bereskan semuanya. Bawa mereka ketempat tahanan khusus manusia iblis!" Seru Arya, memberi perintah kepada bawahannya, untuk membawa mereka ketempat yang dirahasiakan.


"Baik, Tuan Muda," balas bawahannya, yang langsung menggiring mereka dengan kekuatan merubah manusia menjadi sebuah cahaya, setelah menjadi cahaya, mereka sangat mudah dibawa terbang melesat kearah tempat penjara rahasia.


Usai membereskan semuanya, Arya turun menghampiri seluruh perahu motor, yang ditinggalkan mereka. Perahu-perahu itu dia masukkan kedalam dunia jiwanya, karena didalam dunia jiwanya, sudah dibangun sebuah danau Talaga Warna yang luas, ditengah-tengah kota dunia jiwa, yang dinamakan kota Rajawali Sakti, tepat didepan Istana Rajawali Sakti.

__ADS_1


Setelah semua pekerjaannya selesai, Arya segera terbang kembali menuju ketempat semula, kesebuah kapal laut besar yang berada diperairan Banten.


Bersambung......


__ADS_2