Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
89. Kembali Ke Alam Lapisan Bawah


__ADS_3

Setelah selesai membenahi Alam Dewa Agung Lapisan Kedua, dan usai menghadiri pertemuan dengan para petinggi seluruh benua, Arya bersama seluruh bawahannya, pamitan kepada Nawangsari dan para petinggi alam ini, untuk meneruskan perjalanannya lagi ke Alam lainnya.


Ada dua portal di alam ini, satu portal yang digunakan oleh leluhur Dewa Agung menuju ke Alam Dewa Nirwana, dan satu portal lagi menuju ke Alam Agung Lapisan Pertama, dibawah satu tingkat dari Alam Dewa Agung Lapisan Kedua.


Untuk menuju ke Alam Lapisan Bawah, Arya beserta seluruh bawahannya, harus melewati Alam Agung Lapisan Pertama terlebih dahulu, karena di alam ini tidak ada portal penghubung ke Alam Bawah, yang ada hanya di Alam Agung.


Sebab itu, dia bersama bawahannya, bergerak kearah istana lama Dewa Bulan, yang kini dijadikan tempat khusus untuk menerima tamu dari Alam Agung, karena dibelakang istana inilah sebuah portal penghubung berada, dan di jaga ketat oleh prajurit ibukota Dewa Dewi Bulan.


Arya terlebih dahulu, memasukkan seluruh bawahannya kedalam dunia jiwa, agar dia lebih leluasa untuk bergerak, dan tidak terbebani dalam perjalanannya.


Dengan dikawal oleh Komandan Ibukota beserta sejumlah prajurit pilihan, Arya segera menuju kebelakang istana, dan langsung memasuki sebuah portal, yang telah diaktifkan oleh para penjaga.


Whuuss....


Arya melesat masuk kedalam portal, yang akan membawanya ke alam Agung. Arya terus meluncur dengan kecepatan tinggi, didalam portal yang gelap, tidak ada cahaya sama sekali. Hanya dengan mengedarkan mata malaikatnya, dia dapat melihat keadaan disekitarnya.


Menurut keterangan dari para penjaga, perjalanan ke Alam Agung Lapisan Pertama, membutuhkan waktu satu minggu, namun diperkirakan oleh Arya, perjalanan yang dia jalani, sudah lebih dari satu minggu. Apakah ada yang salah dalam perjalanannya?


Dalam benaknya, terus berkecamuk pikiran-pikiran yang tidak karuan. Apakah dia akan dibawa ke Alam Agung, ataukah menuju ke alam lainnya? Semua pertanyaan didalam benaknya, tidak terjawab sama sekali, sebelum dia sampai ketempat tujuannya.


Dua belas hari perjalanan didalam portal, namun belum tampak ada tanda-tanda, yang menunjukkan akan sampai di Alam Agung Lapisan Pertama.


Dia terus meluncur dengan kecepatan tinggi, tersedot oleh lorong waktu, yang membawanya ke Alam Bawah, bukan ke Alam Agung.


Arya sudah merasa kesal, lebih dari dua belas hari, dia masih berada didalam portal, seperti dipermainkan oleh ruang dan waktu.


Setelah enam belas hari, diujung lorong waktu, baru terlihat ada sebuah titik putih.


Titik putih itu, semakin dekat semakin membesar. Sebuah cahaya yang masuk kedalam lorong waktu, menandakan sebentar lagi akan keluar dari dalam portal.


Arya bersiap-siap untuk keluar dari portal, agar tidak terlempar menabrak sesuatu diluar portal.


Whuuss....

__ADS_1


Dia melompat jungkir balik di atas alam terbuka, setelah keluar dari dalam portal.


Setelah mendarat di tanah, Arya melihat kesekelilingnya, dia merasa heran, karena cahaya itu hanya disekitar mulut portal, yang terpancar dari sejumlah batu-batu kristal yang menyala terang, dan menempel di dinding mulut portal, sedangkan ditempat lainnya, sangat pekat gelap gulita. Dia semakin bingung, sedang berada di alam manakah dia?


Kemudian dia mengedarkan pandangan mata malaikatnya, kesekeliling tempat itu. Dia baru mengetahui, setelah mata malaikat Arya menangkap ada ratusan makhluk bertanduk, tengah berkumpul didepan mulut sebuah Goa, yang diterangi oleh cahaya dari batu kristal.


Sepertinya, mereka itu pasukan iblis yang sudah tidak memiliki kekuatan lagi, yang beberapa tahun kebelakang dihancurkan basis kultivasinya oleh Arya. "Ternyata, mereka semua pada tinggal disini, tidak berani pulang ke alamnya," ucap Arya, didalam batinnya.


Gegas Arya melesat terbang menghampiri mereka, dengan rasa penasarannya, dia ingin mengetahui yang sebenarnya. Apa yang sedang mereka lakukan di Alam Bawah ini? Setelah mereka tidak memiliki ranah kekuatan kultivasinya lagi.


Para makhluk iblis terkejut bukan main, setelah Arya muncul dihadapan mereka.


"Siapa kamu?" Tanya pemimpin makhluk iblis, mundur beberapa langkah kebelakang.


"Oh, rupanya kalian sudah tidak mengenaliku lagi ya. Baiklah, kalau begitu, akan ku kirim kembali ke alam asal kalian," ucap Arya.


Pemimpin iblis dan prajuritnya yang sudah tidak memiliki kekuatan, menatap kearah Arya, yang berdiri tegak dihadapannya.


"Kau....! Pemuda bajingan itu! Apakah kau akan menghancurkan kami lagi?" Tanya pemimpin makhluk iblis.


"Percuma saja kami hidup layak bareng dengan mereka, kalau kami sudah tidak memiliki kekuatan, tentunya kami akan menjadi sasaran mereka, setiap hari kami akan ditindasnya," sambung pemimpin iblis.


"Masalah itu gampang, aku akan mengobati kalian, agar ranah kekuatan kalian kembali lagi seperti semula. Tapi dengan syarat, kalian harus merubah wujud seperti layaknya manusia, dan harus benar-benar tobat, serta membantu mengamankan wilayah dari gangguan para pengacau," ucap Arya, menjelaskan.


"Jika itu memang benar, kami siap menjalankan syarat itu. Yang penting kekuatan kami pulih seperti biasa," balas pemimpin iblis.


"Jaminan apa yang bisa aku pegang dengan ucapan mu?" Tanya Arya.


"Kami bersumpah dengan nyawa dan darah kami, jika kami melanggar sumpah dan janji kami, atas nama Langit dan Bumi, kami bersedia menerima akibatnya," ucap janji sumpah mereka bersamaan.


Duarr.... Jeder.... Jeder.... Riyeg.... Riyeg....


Terdengar suara guntur dan petir membahana di atas langit, hingga memekakkan telinga seluruh manusia di Alam Bawah, disusul oleh guncangan bumi, seperti sedang mengalami gempa.

__ADS_1


Semua kejadian itu, merupakan satu tanda diterimanya sumpah dan janji mereka, oleh langit dan bumi.


"Baiklah, ayo semuanya berkumpul dihadapan ku," ucap Arya.


Pemimpin iblis, memerintahkan kepada seluruh prajuritnya, untuk berkumpul dihadapan Arya.


Kemudian Arya mengeluarkan ratusan botol kecil, yang isinya racikan dari empat kolam energi Air Abadi, Air Kehidupan, Air Suci dan Air Energi Dewa Nirwana, yang sudah diracik dan dicampur dengan sari buah-buahan dewa, dan sumberdaya energi tingkat dewa, yang diolah dan diracik oleh beberapa bawahan Arya didalam dunia jiwanya.


Arya memberikannya kepada mereka, untuk mengkonsumsi dan menyerapnya. Mereka semua menuruti apa yang diperintahkan oleh Arya, semuanya duduk lotus, sambil menyerap energi dari racikan obat penyembuh dantian yang cacat dan rusak, juga memulihkan dan meningkatkan ranah kekuatan kultivasinya secara drastis, selain kembali seperti semula, juga kekuatannya lebih meningkat lagi.


Tampak semuanya seperti menahan rasa sakit, ada rasa panas menjalar ke seluruh tubuh mereka, titik-titik dantiannya terbuka lagi, sekarang tambah melebar dari sebelum-sebelumnya.


"Tahan sebentar, jangan sampai tidak sadarkan diri. Karena itu akan mempengaruhi proses penyembuhan basis kultivasi kalian, dan proses memulihkan kekuatan ranah kalian," ucap Arya.


Semuanya berusaha semampu mungkin, untuk menahan rasa sakit ditubuh mereka, terutama dibawah perutnya.


Beberapa waktu berjalan, rasa sakit itu berubah menjadi rasa nyaman didalam tubuhnya. Tubuh-tubuh mereka terasa sangat ringan. Kekuatan mereka kembali lagi seperti semula. Bahkan ranah kekuatan kultivasinya meningkat lebih tinggi lagi.


Pemimpin iblis sekarang ranahnya berada ditingkat Abadi Bintang Tiga tahap awal, sedang para prajuritnya berada ditingkat Abadi Bintang dua tahap awal, menengah dan tahap puncak, dibawah pasukan elit di Alam Bawah ini.


Karena Arya sebelum meninggalkan alam ini, dia kepada seluruh bawahan inti dan pasukannya, sudah memberikan bekal sumberdaya dan buah-buahan Dewa, yang ditanam di Hutan Larangan, di pusat markas Komando Pasukan Prabu Widjaya, dan dibelakang Istana Penguasa Agung, di Kota Metropolitan Garuda Kencana.


Para prajurit iblis beserta pemimpinnya, merasa senang karena kekuatannya telah pulih kembali. Bahkan kekuatannya, tambah meningkat beberapa tahap lagi.


"Terimakasih, Tuan Muda. Karena kemurahan Tuan Muda, kekuatan kami telah kembali pulih, bahkan telah bertambah lebih kuat lagi. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih," ucap pemimpin iblis berlutut dihadapan Arya, diikuti oleh para prajuritnya.


"Berdirilah kalian, mulai saat ini, wujud asli kalian, jangan ditunjukkan lagi. Hiduplah seperti layaknya manusia. Dan aku akan memberikan satu wilayah khusus untuk kalian," balas Arya.


"Terimakasih, Tuan Muda," ucap pemimpin iblis, yang kini telah menjadi pria setengah baya yang gagah dan tampan, setelah merubah wujudnya kebentuk manusia sempurna.


"Sekarang ikuti aku," ucap Arya kepada mereka.


Kemudian Arya meninggalkan tempat itu, diikuti oleh prajurit iblis dan pemimpinnya yang telah menjadi manusia, keluar dari Lembah Hitam Hutan Gelap, yang masuk kedalam wilayah Benua Tengah alam ini, menuju ke suatu tempat, untuk menempatkan kelompok mereka.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2