Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
09. Menuju Benua Selatan


__ADS_3

Setelah terbentuknya Kerajaan Besar Benua Tengah, Arya mengalihkan pusat kerajaannya ke Kota Pelabuhan Tanjung Perak, yang telah diresmikan menjadi Kota Metropolitan, dan merupakan kota terbesar di seluruh Alam Dewa Agung.


Perkembangannya begitu pesat, gedung-gedung bertingkat yang megah dan mewah, serta pertamanan, tempat wisata dan tempat hiburan ditata sedemikian rupa, untuk menarik perhatian para pengunjungnya.


Pertumbuhan ekonominya, terus meningkat, sehingga rakyat merasa senang dengan adanya kebijakan baru dari penguasanya, yang tidak mementingkan diri dan kelompoknya.


Rakyat dibebaskan dari pajak, karena kerajaan hanya menarik pajak perdagangan, pajak penghasilan dan pajak usaha lainnya.


Begitu pun dengan para investor asing dari mancanegara, dipermudah untuk membuka usahanya, sehingga para pengusaha dari berbagai kerajaan di Alam Dewa Agung, berlomba menanamkan modalnya.


Pihak kerajaan memang tidak mempersulit para pengusaha, yang penting taat pada peraturan yang dibuat kerajaan.


Setelah menjadi kota Metropolitan, dan terkenal keberbagai penjuru dunia.  Status kerajaan pun meningkat, sebagai Kerajaan Utama dan Besar, tentunya sangat ditakuti dan disegani di seluruh Alam Dewa Agung.


Karena Benua Tengah, merupakan sebuah benua yang terkuat dari empat benua lainnya. Di Benua Tengah, dipimpin oleh seorang penguasa dengan ranah Maha Dewa tahap puncak, setelah Arya naik tingkat dari Dewa Surga tahap puncak, naik lagi tiga tingkat menjadi Maha Dewa tahap puncak, memang monster yang mampu terus menerus menaikkan ranah kultivasinya, sehingga melebihi batasan Kultivasi di Alam Dewa Agung Lapisan Bawah ini.


*** Tingkatan Kultivasi Di Alam Dewa Agung Lapisan Bawah ***




Pendekar Tahap Awal satu sampai tujuh.




Pendekar Prajurit satu sampai tujuh.




Pendekar Perwira satu sampai tujuh.




Pendekar Jenderal satu sampai tujuh.




Pendekar Raja satu sampai tujuh.




Pendekar Kaisar satu sampai tujuh.




Pendekar Pertapa satu sampai tujuh.




Pendekar Spiritual satu sampai tujuh.




Pendekar Dewa.




Pendekar Dewa Bumi.




Pendekar Dewa Langit.




Pendekar Dewa Surga.

__ADS_1




Dari mulai Pendekar Dewa, Dewa Bumi, Dewa Langit dan Dewa Surga masing-masing dibagi menjadi tiga tahap. Tahap awal, menengah, dan tahap puncak.


Sedangkan ranah Arya sendiri, sudah melebihi ranah yang ada di Alam Dewa Agung Lapisan Bawah. Karena ranah di alam bawah paling tinggi adalah Pendekar Dewa Langit tahap puncak. Itupun orang yang mencapai Pendekar Dewa Langit tidak banyak, hanya beberapa orang saja, karena untuk menaikkan ranah Kultivasi itu, sangatlah sulit. Jenius Super pun paling hanya satu tahun dua kali naik tingkat. Beda dengan monster seperti Arya, yang mampu menaikkan ranahnya satu tahun lima kali, dan bahkan Arya mampu dalam satu tahun delapan kali naik tingkat.


Namun jika Arya berada di Alam Dewa Nirwana, dan Alam dewa Agung Lapisan Kesatu hingga Kesembilan, Arya dianggap semut kecil. Karena di alam itu, bayi baru lahir saja basis kultivasinya sudah di ranah Dewa Surga tahap awal.


Maka jika Arya ingin naik ke alam di atasnya, dia sendiri harus mampu mencapai ranah lebih tinggi lagi.


*** Kultivasi Di Alam Dewa Agung Lapisan Kesatu ***




Dewa Surga tahap awal, menengah, puncak.




Maha Dewa tahap awal, menengah, puncak.




Maha Dewa Bumi tahap awal, menengah, puncak.




Maha Dewa Langit tahap awal, menengah, puncak.




Maha Dewa Surga tahap awal, menengah, puncak.






Maha Penguasa awal, menengah, puncak.




Dewa Penguasa awal, menengah, puncak.




Dewa Putih awal, menengah, puncak.




Dewa Kuning awal, menengah, puncak.




Semi Abadi bintang 1 sampai 9.




Abadi bintang 1 sampai 9.




Dewa Abadi awal, menengah, puncak.

__ADS_1




Maha Dewa Abadi awal, menengah, puncak.




Karena itulah, Arya ingin berpetualang ke seluruh benua, untuk meningkatkan kemampuan bertarung dan kultivasinya.


Namun sebelum Arya meninggalkan Alam Dewa Agung Lapisan Bawah, dia terlebih dahulu ingin meningkatkan kekuatan seluruh bawahannya. Setidaknya, dengan kekuatan yang dahsyat, kerajaan Benua Tengah, akan menjadi kerajaan terbesar di seluruh Alam Dewa Agung Lapisan Bawah.


Begitu pula dengan para prajurit yang menjaga kota Metropolitan, kemampuan dan kekuatan mereka, harus lebih ditingkatkan lagi. Paling tidak, kekuatan penjaga kota serendah-rendahnya harus Pendekar Dewa tahap awal, para komandannya harus Pendekar Dewa Bumi tahap puncak. Para jenderal rendah harus naik ke ranah Pendekar Dewa Langit, jenderal menengah naik ke Pendekar Dewa Surga. Jenderal Besar dan para Petinggi Kerajaan, harus berada di ranah Maha Dewa, dan Patih Kerajaan harus mampu mencapai ranah Maha Dewa Bumi tahap puncak. Karena Arya sendiri berusaha untuk naik ranah lagi, sebelum menjelajah alam lainnya.


________________


Didalam kota Metropolitan, keamanan pun semakin ditingkatkan, disetiap sudut kota dan tempat strategis, dijaga oleh Pasukan Elit Pemanah Beracun dan Pasukan Tempur Cakrabenua.


Dari udara, terus menerus Pasukan Elite Rajawali Sakti berpatroli, mengawasi dan memantau situasi keamanan.


Saat ini, di kota metropolitan, Panglima Kerajaan Jenderal Besar Bayu Amarta, tengah sibuk merekrut prajurit pilihan, dengan persyaratan setiap calon prajurit, serendah-rendahnya harus mencapai Pendekar Spritual dan Pendekar Dewa, dengan usia rata-rata delapan belas tahun hingga tiga puluh tahun.


Namun hanya sekitar sembilan ratus kultivator, yang mendaftar berada di ranah Pendekar Spritual, dan tiga ratus delapan puluh brrada di ranah Pendekar Dewa. Mereka semua berasal dari berbagai daerah, kampung dan kota di seluruh benua daratan tengah.


Hanya sedikit memang yang berada di ranah tersebut, dengan usia yang sudah ditentukan, karena hampir kebanyakan yang sudah mencapai ranah Pendekar Spritual dan Pendekar Dewa, sudah berumur empat puluh tahun ke atas, bagi mereka memang sangat sulit untuk menaikan tingkatnya. Apalagi sumberdaya untuk mencapai ranah lebih tinggi, sangat sukar didapat, lain halnya dengan para kultivator dari perguruan beladiri, selalu didukung oleh banyak sumberdaya energi.


Di Markas Besar Pasukan Prabu Widjaja, tengah berlangsung perekrutan calon prajurit pilihan. Di atas arena pertarungan, tampak para calon prajurit tengah berlaga. Babak pertama sudah hampir rampung, tinggal babak kedua, dan terakhir babak ketiga.


Sementara Arya bersama Jenderal Adiwiyata dan Jenderal Anggadiredja, tengah menjalankan misinya, ingin menundukkan semua benua, sekaligus mencari sumberdaya kekuatan untuk meningkatkan ranahnya.


Terlihat di atas langit, burung rajawali raksasa melesat dengan kecepatan tinggi, menuju ke arah benua selatan. Di atas punggung rajawali, Arya duduk berkultivasi, sedang kedua jenderal bawahannya, mengawasi dan memantau keadaan dibawahnya.


Hamparan sawah nan hijau, dikelilingi oleh bukit-bukit dan pegunungan, nampak indah menghiasi pemandangan alam disekitarnya.


Ditengah persawahan ada bangunan Pendopo, Asrama, saung dan beberapa rumah.  Didepan pendopo ada lapangan yang sangat luas. Tempat itu, merupakan sebuah Padepokan Beladiri aliran putih, yang diketuai oleh Suramanggala, yang kekuatannya sudah mencapai ranah Maha Dewa Langit tahap puncak, sama dengan sahabatnya, Prabu Widjaja Suryamanggala.


Secara kebetulan, Kakek Suramanggala tengah berada dihalaman depan Pendopo, sedang mengawasi latihan ratusan pendekar Dewa Bumi.


Kreakk..... kreaakkk.....


Tiba-tiba suara burung rajawali raksasa terdengar dari atas langit, Kakek Suramanggala mendongakkan kepalanya ke atas, dia tersenyum ketika melihat siapa yang berada di atas punggung burung rajawali.


"Hmm..... Cucunya sahabatku,"gumamnya mengenal Arya.


Tak lama berselang, burung rajawali itu mendarat di lapangan depan Pendopo. Arya dan kedua jenderal bawahannya, turun dari punggung rajawali, menghampiri Kakek Suramanggala.


"Salam Paman Kakek," ucap Arya hormat, sambil membungkuk menangkupkan kedua tangannya di dada, diikuti oleh kedua bawahannya.


Kedatangan mereka, disambut dengan senyuman ramah.


"Hahaha..... Anak muda super jenius. Ayo kalian kemari! Ayo masuk!" Kakek Suramanggala tertawa, sambil membawa tamunya masuk ke dalam Pendopo.


"Bagaimana kabar kakekmu, Wijaya Suryamanggala?" Tanya Suramanggala, menatap dengan senyuman ramah kearah Arya.


"Baik Paman," balas Arya.


"Oh ya. Kalian bertiga mau pada kemana? Tanya Kakek Suramanggala lagi.


"Tujuannya ke Benua Selatan," jawab Arya.


Lalu Arya menceritakan tujuan yang sebenarnya. Menjalankan misi, sambil mencari sumberdaya energi, untuk menaikan ranahnya.


"Begitu Paman Kakek," ucap Arya. "Kalau Paman Kakek menginginkan, aku juga ingin mengajak beberapa Pendekar Dewa Langit dari padepokan ini. Laki-laki dan perempuan," lanjutnya.


"Oh.... Tentu.... Tentu... Nanti aku panggil lima orang jenius padepokan ini." Kakek Suramanggala senang, sambil beranjak untuk memanggil para jenius padepokan.


Selang beberapa menit berjalan, Kakek Suramanggala diikuti lima anggota padepokan, lima perempuan satu pria, berjalan memasuki aula padepokan.


"Nak Arya, kenalkan ini cucuku!" Ucap Kakek Suramanggala menunjuk kearah cucunya. "Namanya Dewi Wulandari. Ayo kenalkan diri kalian kepada Penguasa Benua Tengah, cucunya sahabatku," lanjutnya.


Mereka pun pada mengenalkan dirinya masing-masing.


Dewi Wulandari, cucunya Suramanggala, dan keempat temannya, masing-masing bernama Anjani, Komalasari, Saraswati, Darmasena. Mereka berlima sudah berada di ranah Pendekar Dewa Langit tahap puncak, dua tingkat dibawah kedua jenderal bawahan Panji, yang sudah mencapai ranah Pendekar Dewa Surga tahap menengah.


"Salam Penguasa, Salam Jenderal," ucap Salam mereka bersamaan, sambil berlutut tanda menghormatinya.


"Berdiri, Salam kalian aku terima!" Seru Arya tersenyum senang, menatap mereka.


Mereka berlima akhirnya bergabung dengan Arya. Jadi sekarang rombonganya delapan orang, termasuk Arya, perempuan empat dan pria pun empat. Menjadi empat pasangan. Sangat serasi menjadi empat pasang kekasih, mereka cantik-cantik dan ganteng-ganteng.


"Hemm....." Arya berdehem, batinnya tersenyum senang. "Ternyata Paman Kakek begitu mengerti," lanjutnya dalam batin.


Sedangkan Suramanggala berharap cucunya berjodoh dengan Arya, karena memang sebelumnya sudah dijodohkan. Telah ada kesepakatan antara Prabu Widjaja dengan Suramanggala. Namun keduanya, antara Arya dan Wulandari, sama-sama belum mengetahui perjodohan itu.


"Biarkan keduanya berjalan semestinya, tidak ada paksaan. Biar mereka yang mentukannya sendiri, sama-sama merasa suka, dan saling menyukai," batin Suramanggala berharap.


Rombongan Arya, kini sudah berada di atas langit, di atas punggung rajawali mereka berkultivasi. Hanya kedua jenderal yang berjaga.

__ADS_1


Rajawali raksasa itupun melesat dengan kecepatan tinggi, menuju kearah Benua Selatan. Mereka dibawa terbang oleh burung rajawali, di atas awan, sehingga dari bawah tidat terlihat.


Bersambung.....


__ADS_2