Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
106.


__ADS_3

Tampak Arya bersama Dewa Kertajaya, berjalan kaki disepanjang jalan pinggiran hutan, hendak menuju kesebuah kota terdekat, keduanya ingin membenahi kesemrawutan aturan yang tumpang tindih, yang dibuat oleh beberapa Penguasa kota, bertentangan dengan Penguasa benua dan Penguasa Alam Dewa Sawarga, semua peraturan tumpang tindih, semua Penguasa pada membuat peraturannya masing-masing, sehingga memberatkan para penduduknya.


Arya bersama dengan Dewa Kertajaya, menyamar sebagai dua petualang yang lemah, karena mereka berdua, menekan ranah kultivasinya hingga ketingkat Great God King Abadi Bintang Satu tahap awal, ranah terendah di Alam Dewa Sawarga.


Keduanya mengenakan jubah hitam dan caping, menuju kearah gerbang Ibukota Dewa Awan, yang selalu ramai dikunjungi oleh para kultivator dari berbagai daerah dan perguruan beladiri, karena di didalam kota Dewa Awan, terdapat sebuah danau awan, yang memancarkan sebuah kekuatan yang sangat dahsyat.


Namun para kultivator tidak diizinkan untuk masuk ke area Danau Awan, karena yang boleh masuk kedalam area itu hanya para petinggi dan Penguasa, serta para bangsawan, sedangkan para kultivator dan masyarakat biasa, hanya bisa berkultivasi diluar area danau, dengan jarak tiga ratus meter dari danau awan.


Itupun mereka masih dipungut bayaran sebesar seratus koin emas, oleh para petugas yang menjaganya, dengan persentase sebagai berikut ; Tiga puluh persen untuk Penguasa Alam Dewa Sawarga, tiga puluh persen untuk Penguasa Benua Dewa Awan, dua puluh persen untuk Penguasa Kota, dan dua puluh persen untuk para petugas di lapangan.


Benar-benar Penguasa yang serakah, mencari keuntungan pribadi, dan memberatkan para kultivator yang ingin meningkatkan ranah kekuatan kultivasinya.


Karena itulah, Dewa Kertajaya mengajak Arya, untuk membenahi Alam Dewa Sawarga, dimulai dari Ibukota Dewa Awan, membersihkan kedzaliman para petinggi dan Penguasa ibukota, beserta seluruh antek-anteknya.


Keduanya melangkah memasuki kota Dewa Awan, setelah melewati pemeriksaan di pos penjagaan. Mereka berdua menyusuri jalanan kota, menuju kearah selatan, ke Danau Awan yang selalu di jaga ketat oleh prajurit Ibukota.


Arya dan Dewa Kertajaya, langsung menerobos penjagaan dengan melumpuhkan para prajurit ibukota, dengan sekali serangan tunggal, seluruh prajurit tumbang tidak bergerak lagi, dan tubuh para prajurit, dilemparkan oleh Arya ke istana ibukota dengan kekuatan sepenuhnya, hingga terlempar memenuhi area istana.


Tentu saja peristiwa itu, membuat para petinggi dan Penguasa Benua Dewa Awan terkejut, dan sangat marah sekali, seolah ada yang berani menantang Penguasa benua.


"Jenderal, siapkan seluruh prajurit elit, kita tangkap orang yang telah berbuat kerusuhan di danau awan!" Seru Penguasa Benua Dewa Awan, memberi perintah kepada jenderal bawahannya.


"Siap, Yang Mulia," jawab jenderal bawahan sigap.


Tanpa diperintah dua kali, jenderal ibukota segera melaksanakan perintah atasannya, membawa dua ribu prajurit elit ke Danau Awan, untuk menangkap biang kerusuhan.

__ADS_1


Sementara Arya langsung terjun kedalam Danau Awan, menyelam menuju ke dasarnya. Sedangkan Dewa Kertajaya, mengganti jubah hitamnya dengan pakaian bangsawan kelas satu di Alam Dewa Sawarga, dan memasukkan jubah hitam dan capingnya kedalam cincin penyimpanannya.


Ketika dua ribu prajurit elit, yang dipimpin Jenderal ibukota tiba di Danau Awan, mereka langsung menyisir seluruh tempat diarea danau, mencari biang kerusuhan, namun mereka tidak menemukan apa yang dicarinya. Malah mereka melihat ada beberapa bangsawan, yang tengah berkultivasi dipinggir danau. Termasuk bangsawan kelas satu di Alam Dewa Sawarga.


Jenderal ibukota bersama prajuritnya, tidak berani mengganggu Dewa Kertajaya, karena mereka tau siapa Dewa Kertajaya?


Mereka akhirnya kembali lagi ke istana Dewa Awan, setelah tidak menemukan satu orangpun yang mereka cari.


Sementara Arya masih mengitari dasar danau yang cukup luas, sembari membentengi dirinya dengan formasi sayap rajawali sakti, agar nyaman bergerak didasar danau, selain tidak dimasuki oleh air dan bisa bernafas lega, juga tidak diganggu oleh makhluk-makhluk danau.


Arya mengedarkan mata malaikatnya, untuk memindai seluruh dasar danau. Tampak dimata malaikatnya, ada sebuah celah ditengah-tengah dasar danau, seperti lubang seukuran tubuh Arya. Dia mendekati lubang itu, dan masuk kedalamnya.


Ketika berada didalam, Arya kaget, karena dibalik dasar danau, ada ruangan yang cukup luas. Ditengah-tengah ruangan, ada sebuah batu giok hitam, di atas batu giok, terdapat tiga biji mustika merah pink sebesar biji delima, dan ada warna putihnya, persis mirip bijih buah delima. Namun ini lebih besar dari bijih merah delima, apakah ini yang disebut mustika merah delima Dewa? Batin Arya bertanya-tanya.


Seluruh tubuh Arya bergetar hebat, dari sekujur tubuhnya, keluar cairan hitam kemerahan, tenaganya terkuras untuk menahan rasa sakit dalam dirinya. Akhirnya kembali Arya tak sadarkan diri, hingga dari tubuhnya, keluar ribuan cahaya menyelimuti tubuhnya.


Kekuatan dari ribuan cahaya itu, mengangkat tubuh Arya hingga melayang. Sekitar lima jam tubuhnya melayang, lalu muncul cahaya pelangi dari dalam tubuh Arya, disusul oleh cahaya merah delima, cahaya Mustika Jagat, dan kekuatan mistis dari empat air energi Dewa.


Semua cahaya dan kekuatan, berkumpul menjadi satu, dan kembali masuk kedalam tubuh Arya. Bersamaan dengan masuknya ribuan cahaya dan kekuatan ke tubuh Arya, tubuhnya tiba-tiba menghilang. Entah pergi kemana?


Sementara dipinggiran Danau Awan, banyak kultivator yang pada berlatih kultivasi, termasuk Dewa Kertajaya, dan beberapa Dewa lainnya.


Tak lama kemudian, rombongan Penguasa Alam Dewa Sawarga disertai para petingginya, masuk kedalam area Danau Awan, dengan pengawalan ketat dari pasukan elit ibukota.


Penguasa Alam Dewa Sawarga, para Penguasa Benua, para petinggi dan para Dewa, mengelilingi Danau Awan untuk menggelar acara penghormatan kepada para leluhur Dewa Sawarga, agar mereka lebih diberkati lagi, dan diberi kekuatan, karena ranah mereka sudah pada mentok, tidak bisa naik lagi walau mereka terus menerus berusaha, untuk meningkatkannya.

__ADS_1


Acara ritual penghormatan kepada leluhur Dewa, dipimpin langsung Penguasa Alam Dewa Sawarga, yang arogan dan selalu mementingkan dirinya sendiri, sehingga membuat banyak pertentangan dengan para Dewa.


Ditengah-tengah acara, tiba-tiba dari langit muncul ribuan cahaya, turun mendekati Penguasa Alam Dewa Sawarga dan para sekutunya.


Sekitar jarak sepuluh meter dari rombongan Penguasa Alam Dewa Sawarga, ribuan cahaya yang menyilaukan itu menghilang dari hadapan mereka.


Bersamaan dengan menghilangnya ribuan cahaya, muncul seorang pria muda dengan gagah, dan mengenakan jubah kebesaran serta mahkota sebagai Penguasa Agung Semesta Alam Raya, didampingi oleh dua orang wanita cantik di kiri dan kanannya, serta diikuti oleh para bawahan dan leluhur Dewa Sawarga.


"Atas nama Penguasa Agung Semesta Alam Raya, kami para leluhur Dewa Sawarga, akan menjatuhkan hukuman kepada Penguasa Alam Dewa Sawarga, dan juga hukuman kepada para bawahannya yang telah berbuat dzalim. Hukuman ini akan dilaksanakan oleh Penguasa Agung Semesta Alam Raya," ucap Pemimpin Agung Leluhur Dewa, mengutarakan maksud kedatangannya.


Arya yang telah memakai jubah dan mahkota Penguasa Agung Semesta Alam Raya, didampingi oleh kedua istrinya, Wulandari dan Nawangsari, mengeluarkan aura kekuatan Great God King Maha Abadi Bintang Sebelas tahap sempurna, diarahkan kepada Penguasa Alam Dewa Sawarga, para Pengusaha Benua, para petinggi dan para antek-anteknya, sehingga mereka langsung tersungkur dan muntah darah.


Selain itu, Arya mengeluarkan jurus Rajawali Sakti penghancur kekuatan lawan, yang diarahkan kepada Penguasa Alam Dewa Sawarga dan antek-anteknya, agar basis kultivasi mereka hancur, dan tidak berbuat sewenang-wenang lagi.


Serta Arya menobatkan Dewa Kertajaya, menjadi Penguasa Alam Dewa Sawarga yang baru, dan memerintahkan kepada penguasa yang baru, untuk segera membenahi Alam Dewa Sawarga.


Setelah Arya bersama kedua istrinya, seluruh bawahannya, dan Leluhur Dewa Sawarga, menobatkan Dewa Kertajaya menjadi Penguasa Alam Dewa Sawarga yang baru, dia bersama rombongannya meninggalkan tempat itu, dan kembali menghilang dari hadapan mereka.


Tamat


NB : Telah terbit cerita "Tiga Manusia Super", dari seorang pria sampah, pecundang dan tak berguna, mampu merubah takdirnya menjadi manusia yang hebat dan tangguh.


Mohon maaf jika cerita Kultivator Tingkat Dewa, masih banyak kekurangannya, karena novel ini merupakan karya pertama, hingga masih banyak belajar tentang cara menulis novel yang bagus.


Baik saran maupun pendapat dari teman-teman, aku ucapkan terima kasih. Semoga hari ini dan esok, lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Amin....!

__ADS_1


__ADS_2