Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
105. Kekuatannya Melebihi Dewa Sawarga


__ADS_3

Sebuah pulau pasir yang panas dan gersang, yang jarang ditumbuhi oleh tanaman, ataupun oleh pepohonan, membentang luas seperti tanpa ujung, dan di pulau itu hanya ada satu jenis pohon seperti pohon buah kurma. Apakah ini pohon kurma Dewa? Batin Arya bertanya-tanya dan penasaran, sambil berjalan menuju salah sebuah pohon yang banyak buahnya.


Arya mencoba mengambil dua buah kurma Dewa, lalu memakannya secara perlahan, dan menyerapnya. Dari dalam tubuh Arya, Mustika Jagat yang semula mengunci ranah kultivasi Arya, agar tidak meningkat lagi, karena melanggar aturan yang telah ditentukan oleh Penguasa Sawarga, kini membuka diri lagi untuk menerima sebuah kekuatan yang sangat dahsyat, yang berasal dari buah kurma Dewa.


Arya memetik lagi beberapa buah, lalu memakannya, hingga tubuhnya bergetar serasa akan menerobos lagi


Dia segera duduk lotus, menyerap energi dari buah kurma Dewa, sambil terus berkultivasi, karena pondasi kultivasinya sangat kokoh.


Setelah lima jam berlalu, terdengar dari dalam tubuhnya suara terendam sebanyak tujuh kali, menandakan dia naik tingkat lagi.


Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom....


Arya berhasil menerobos ketingkat lebih tinggi lagi, dari semula berada ditingkat Great God King Maha Abadi Bintang Delapan tahap puncak, kini meningkat ke ranah Great God King Maha Abadi Bintang Sebelas tahap awal, empat tahap lanjut mencapai tingkat sempurna, batas terakhir kultivasi di seluruh alam semesta raya.


Bersamaan dengan meningkatnya ranah kekuatan kultivasi Arya, pulau pasir tempatnya berdiri, hilang dari pandangan Arya. Dia penasaran dengan menghilangnya pulau pasir beserta seluruh isinya, akhirnya untuk menjawab ke penasarannya, dia menggunakan mata malaikatnya, untuk mencari tau ada apa dibalik menghilangnya sebuah pulau pasir, yang gersang dan panas itu.


Tampak dimata malaikatnya, pulau pasir mengambang disebuah alam, yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa. Didalam pulau pasir, terlihat ada sebuah istana besar dan megah, dipinggir sebuah danau yang airnya jernih.


Gegas Arya melesat menuju kearah istana, yang begitu Agung dimata malaikatnya. Namun begitu Arya melewati danau didekat istana, dia ditarik oleh sebuah kekuatan yang sangat besar, hingga dia masuk kedalam dalam danau, terus meluncur dengan cepat ke dasar danau, dan masuk kedalam putaran air, yang membawanya kesebuah tempat yang sangat indah.


Arya seakan dilemparkan oleh kekuatan yang sangat besar, kesebuah tempat yang begitu indah dan nyaman, dan tempat itu diselimuti oleh energi yang tinggi.


Tiba-tiba ada cahaya yang menyilaukan masuk kedalam dirinya, sehingga dia langsung tidak sadarkan diri, karena begitu kuatnya energi yang masuk kedalam tubuhnya, lebih kuat dari energi sebelumnya.


Dari tubuh Arya, keluar ribuan cahaya menyelimuti tubuhnya, dan Mustika Jagat yang berada didalam diri Arya, membantu tuannya untuk menaklukkan sebuah kekuatan, yang tiba-tiba masuk menyeruak kedalam tubuh Arya.


Kekuatan dari sebuah cahaya yang menyilaukan itu, lambat laun akhirnya redup, tunduk kepada Mustika Jagat, dan lebur bersatu didalam tubuh Arya.

__ADS_1


Tubuh Arya bergetar, dari dalamnya terdengar suara teredam sebanyak tiga kali.


Bom.... Bom.... Bom....


Ranah kekuatan kultivasinya naik lagi ketingkat Great God King Maha Abadi Bintang Sebelas tahap akhir, satu langkah lagi ketingkat sempurna.


Tubuh Arya perlahan terangkat, melayang dari permukaan tanah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tubuhnya terus terangkat lebih tinggi lagi, dan melesat seperti terlempar dengan kecepatan tinggi, hingga menghilang dibalik awan.


___________________


Disebuah hutan di Alam Dewa Sawarga, seorang pria tua menemukan seorang pemuda yang tergeletak dalam keadaan tidak sadarkan diri. Seorang pria tua itu begitu kaget, melihat ranah kekuatan kultivasinya sudah mencapai tingkat Great God King Maha Abadi Bintang Sebelas tahap akhir, satu langkah lagi menuju ketingkat sempurna.


"Anak muda super jenius, masih muda ranahnya sudah diambang batas akhir Alam Dewa Sawarga. Dari manakah anak muda ini!" Gumam batin pria tua.


Kemudian dia memanggul pemuda itu, dan dibawanya pulang ke rumahnya, yang tidak jauh dari tempat itu. Karena dia tinggal sendirian didalam hutan, hanya ditemani oleh seekor harimau emas, yang selalu menjaga rumahnya, ketika pria tua pergi.


Pemuda yang tak lain adalah Arya, dibaringkan di atas batu giok hitam, ketika pria tua yang memanggul tubuh Arya sampai di rumahnya.


"Kamu sudah siuman?" Tiba-tiba pria tua muncul dari balik pintu, menghampiri Arya, sambil membawa seguci minuman segar, untuk meningkatkan vitalitas tubuh.


"Tuan, anda siapa? Dan aku sekarang berada dimana?" Tanya Arya bingung, karena ingatannya, dia berada disebuah taman yang indah dan nyaman.


"Kamu berada di Alam Dewa Sawarga, aku menemukanmu tergeletak didalam hutan," ucap pria tua menjelaskan.


Pria tua menuturkan kepada Arya, ketika dia tengah mencari madu Dewa, dia menemukan Arya tergeletak di hutan, dalam keadaan tidak sadarkan diri. Lalu membawa Arya ke rumahnya.


"Begitu anak muda," ucap pria tua. "Anak muda ini berasal darimana? Dan kenapa pingsan ditengah hutan?" Tambah pria tua, bertanya kepada Arya.

__ADS_1


"Aku berasal dari Alam Dewa Agung, dan berada di alam ini, karena dilemparkan oleh satu kekuatan yang sangat besar," jawab Arya menjelaskan.


Lalu Arya menceritakannya, dari awal hingga dilemparkan ke Alam Dewa Sawarga, sedikitpun tidak ada yang terlewati. Semuanya diceritakan kepada pria tua itu, dengan terperinci sekali. Tidak dikurangi, atau dilebih-lebihkan.


Bahkan dia juga menceritakan dirinya, yang sudah dinobatkan menjadi Penguasa Agung Semesta Alam Raya, oleh seluruh para leluhur Dewa. Dan beberapa kali mendapatkan kekuatan yang sangat dahsyat, sampai Arya tidak sadarkan diri, hingga dilemparkan ke Alam Dewa Sawarga.


"Begitulah ceritanya, Tuan!" Seru Arya, diakhir ceritanya.


Pria tua menganggukkan kepalanya, apa yang dituturkan oleh Arya, dia sangat memahaminya. Dia begitu kagum dengan pengalaman Arya, masih muda, tapi pengalamannya begitu luas.


Begitu pula dengan kekuatannya, tidak ada yang menandinginya. Sangat tepat, jika Arya menjadi Penguasa Agung Semesta Alam Raya, selain jiwanya tegas, tanpa kecuali jika orang itu menyalahgunakan kekuasaan dan kekuatannya, untuk menindas orang-orang yang lemah, dan membuat sengsara rakyatnya, dia pasti akan menindaknya. Dan juga Arya, sering menolong dan membantu orang-orang lemah, yang membutuhkan uluran tangannya.


Arya juga orangnya sederhana, tidak angkuh dan menyombongkan diri. Malah dia sering menyamar menjadi seorang pemuda sampah, karena bagi dirinya, lebih baik di hina daripada mendapat pujian atau sanjungan.


Sebab jika seseorang di hina, dia akan lebih menyadari atas kelemahan dan kekurangannya, karena manusia itu adalah makhluk yang lemah, yang selalu tergoda dan dikendalikan oleh hawa nafsu. Tapi jika seseorang mendapat pujian atau sanjungan, dia akan semakin membusungkan dadanya, sombong, angkuh dan arogan. Ada sifat takabur dan ria didalam dirinya.


Hal semacam itulah yang dia jaga, terutama dengan ucapannya, jangan sampai menyinggung orang lain, dan kedua dengan perbuatannya, jangan sampai merugikan orang lain, dan ketiga dengan tekadnya, jangan sampai punya niat dan tekad ingin mencelakakan orang lain.


Tiga prinsip itulah yang tertanam didalam dirinya, sehingga dirinya sangat tepat dijadikan sebagai Penguasa Agung Semesta Alam Raya.


Pria tua dihadapan Arya, sangat takjub dan kagum dengan prinsip yang ada didalam diri Arya, yang selalu bersikap ramah kepada sesamanya, dan selalu membantu orang-orang yang tertindas.


Arya akhirnya tinggal beberapa hari di rumah pria tua itu, setelah dirinya pulih dan stabil, baru dia melanjutkan perjalanannya lagi, dengan ditemani oleh pria tua, yang tak lain adalah seorang petinggi Alam Dewa Sawarga, yang biasa dipanggil dengan julukan Dewa Kertajaya, yang telah mengundurkan diri dari jabatannya, karena ada perselisihan dengan para petinggi lainnya, yang didukung oleh Penguasa alam ini, untuk menaikkan pajak kepada rakyatnya.


Dan juga, Penguasa Alam Dewa Sawarga, telah membuat peraturan untuk ditaati oleh seluruh Alam Semesta Raya, yang mana peraturan itu tidak boleh melebihi batas kekuatan Penguasa Alam Dewa Sawarga, yang sudah mentok ditingkat Great God King Maha Abadi Bintang Sembilan tahap menengah, makanya dia membuat peraturan batas akhir ranah kekuatan kultivasi diseluruh alam, hanya sampai ditingkat Great God King Maha Abadi Bintang Delapan tahap puncak, agar tidak melebihi kekuatan dari Penguasa Alam Dewa Sawarga.


Namun kehendak Maha Pencipta Seluruh Alam, justru bertentangan dengan kehendak Penguasa Alam Dewa Sawarga, karena atas kehendak Maha Pencipta Seluruh Alam, ranah kekuatan kultivasi Arya, telah melewati kekuatan Penguasa alam ini, bahkan jauh di atasnya, perbedaan antara kekuatan Arya dengan Penguasa alam ini delapan tahap.

__ADS_1


Ranah kekuatan kultivasi Arya, saat ini berada ditingkat Great God King Maha Abadi Bintang Sebelas tahap akhir, selangkah lagi mencapai tahap sempurna bintang satu awal, sedangkan ranah kultivasi Penguasa Alam Dewa Sawarga, berada ditingkat Great God King Maha Abadi Bintang Sembilan tahap menengah.


Bersambung.......


__ADS_2