
Suara kicau burung yang cantik nan merdu, turut menyambut pagi hari yang cerah, berterbangan mengitari bukit batu dengan penuh ceria, bernyanyi menyambut sang surya yang baru menampakkan sinarnya.
Burung-burung pada bertengger di atas batu, karena di bukit itu dipenuhi oleh bebatuan yang besar dan tinggi-tinggi, hingga bukit itu diberi nama Bukit batu.
Seorang pemuda mengenakan jubah hitam dan caping, melangkah menuju batu yang paling besar dan tinggi. Lalu mengedarkan pandangan mata malaikatnya, memindai batu besar dihadapannya.
Pemuda yang tak lain adalah Arya, sangat terkejut melihat adanya pergerakan didalam batu besar, nampak ada rasa penasaran pada sorot matanya.
Dia pun mencari pintu masuk kedalam batu besar, dengan mata malaikatnya terus memindai seluruh batu. Ada satu batu sebesar tubuh kerbau, yang terletak tidak jauh dari batu besar, dibawahnya ada lorong menuju kearah beberapa tempat, termasuk kearah batu besar.
Dia mendekati batu itu, kemudian dengan kekuatannya mencoba menggeserkan batunya. Ternyata batu itu dengan sangat mudah dapat digeserkan, dan tampak dibawah batu itu ada sebuah jalan rahasia menuju keberbagai tempat disekitarnya.
Rasa penasaran menghantui benak Arya, dalam pemikirannya, dia ingin mengetahui rahasia dibalik Bukit Batu. Lalu kakinya perlahan mulai menginjak tangga demi tangga, menuju keruang bawah yang cukup besar, batu pun kembali tertutup lagi dengan sendirinya.
Diruang bawah, ada beberapa lorong menuju keberbagai tempat, dia mengedarkan mata malaikatnya untuk memindai seluruh tempat itu. Satu persatu dipindainya. Lorong pertama menuju ketempat penyimpanan harta karun yang berlimpah, lorong kedua menuju ketempat empat kolam air yang berwarna-warni, warna putih, warna merah, warna Kuning dan warna hitam.
Lorong ketiga menuju kesebuah tempat penyimpanan sumberdaya tingkat Dewa. Lorong keempat mengarah ketempat penyimpanan benda-benda pusaka.
Lorong kelima menuju kearah batu besar, yang dilihat oleh Arya adanya suatu pergerakan didalam batu besar itu.
Arya memilih masuk ke lorong yang mengarah kesebuah batu besar terlebih dahulu, maka dia segera melangkah naik tangga menuju ketempat batu besar.
Begitu tiba ditempat itu, dia langsung diselimuti oleh empat cahaya, cahaya putih, cahaya merah, cahaya kuning, dan cahaya hitam, seolah mengikat Arya dengan kekuatan yang sangat besar, hingga dia tidak dapat bergerak dan melepaskan dirinya.
Keempat cahaya itu menghilang bersama Arya entah kemana. Hanya yang dirasakan olehnya, dia dibawa terbang menuju kesuatu tempat yang sangat asing bagi dirinya. Terdengar ada sebuah suara ditelinganya.
"Kamu sekarang berada di alam masa depan, sebuah alam yang berada di Alam Bumi, alam yang terendah di alam semesta ini. Dan setiap orang yang terlempar ke Alam Bumi, waktu untuk kembali ke alam asalmu, menunggu sampai tiga tahun baru ditarik kembali ke tempat semula, tempat dimana kamu berasal. Dan sekarang, di alam barumu ini, kamu berada di tahun seribu sembilan ratus delapan puluh, sekitar seribu tahun kedepan dari alammu, ke alam masa depan," kata suara tanpa wujud itu.
"Kamu harus berusaha beradaptasi dengan lingkungan barumu, karena lingkungan di Alam Bumi tidak sama dengan lingkungan di alam asalmu. Dan aku hanya memberikan bekal secukupnya untuk mu bertahan hidup di Alam Bumi, ambillah cincin penyimpanan ini, didalamnya ada sejumlah uang kertas, sebuah mata uang alat pembayaran di alam bumi. Serta tumpukan koin emas dan berlian milikmu didalam cincin penyimpanan, bisa diolah menjadi perhiasan yang harganya sangat mahal. Jika nanti kamu membutuhkanku lagi, kamu tinggal memanggil namaku dengan sebutan putih, merah, kuning, hitam berkumpulah. Dan datanglah, datanglah, datanglah. Maka aku akan segera datang kehadapan mu," jelas suara itu panjang lebar.
Ternyata suara itu perwujudan dari empat cahaya, cahaya putih, merah, kuning, dan cahaya hitam.
Arya dilemparkan kesebuah bangunan kosong yang besar dan berkesan mewah, sebuah bangunan kuno yang sudah lama ditinggalkan, sejak semua pemiliknya mati keracunan, dan tidak ada yang berani mengisinya, karena dihuni oleh berbagai jenis makhluk halus.
Setiap ada orang yang berani menempati rumah besar itu, pagi hari dia ditemukan didepan rumah itu sudah tidak bernyawa lagi.
Maka hingga saat ini, rumah itu dibiarkan kosong, karena sudah tidak bertuan lagi, seluruh pemiliknya sudah pada tiada.
Arya mengedarkan pandangan mata malaikatnya, memindai seluruh tempat itu. Tampak dibeberapa tempat dihuni oleh makhluk-makhluk menyeramkan.
__ADS_1
Setiap tempat yang dihuni oleh para makhluk iblis dihampirinya, lalu Arya mengikat makhluk itu dengan rantai baja, yang sudah dialiri kekuatan mistis. Akhirnya seluruh makhluk iblis diruangan itu takluk kepadanya, dan menyatakan dirinya akan menjadi pengikut Arya.
Arya memberi perintah kepada mereka untuk membersihkan seluruh ruangan itu, dengan kekuatan dan kemampuannya, semua ruangan dalam waktu sekejap sudah rapih dan bersih kembali seperti semula, megah, indah dan mewah. Serta semua lampu penerang kembali berpungsi.
"Terimakasih, kalian sudah membantuku membersihkan tempat ini. Ini hadiah untukmu," ucap Arya, memberikan buah-buahan dewa kepada mereka.
Tentu saja mereka terkejut, karena baru melihat lagi buah-buahan seperti itu.
"Ini dapat darimana, Tuan Muda?" Tanya pria tua makhluk iblis, penuh dengan keheranan.
"Aku mendapatkan buah-buahan dewa, dari leluhur para dewa," jawab Arya.
"Leluhur para dewa! Memangnya Tuan Muda berasal darimana?" Tanyanya lagi.
"Aku berasal dari Benua Tengah Alam Dewa Agung Lapisan Bawah," balas Arya lagi.
"Alam Dewa Agung!" Semua makhluk iblis itu terkejut.
"Memangnya kenapa dengan Alam Dewa Agung?" Tanya Arya kepada mereka.
"Kami semua berasal dari Alam Bayangan. Awalnya kami mengikuti pasukan iblis ke Alam Dewa Agung Lapisan Bawah di Benua Utara, untuk bergabung dengan yang lainnya tinggal di Benua Utara, namun kami berpisah dengan pasukan Raja Iblis Ular Hitam, karena kami tertarik oleh sebuah batu besar dan tinggi," jelas pria iblis itu menuturkan kepada Arya, satupun tidak ada yang terlewati.
"Begitulah ceritanya, Tuan Muda. Dan ada untungnya kami bisa bertemu dengan Tuan Muda," ucap pria iblis itu diakhir ceritanya.
"Kalian kepingin kembali ke Alam Bayangan!" Tanya Arya.
"Ya, kepinginnya sih kembali ke alam asal kami, namun apa daya, kami tidak menemukan jalan untuk kembali ke Alam Bayangan," jawabnya menatap Arya.
"Tunggu saja nanti, kalau sudah waktunya pasti kita akan kembali. Karena aku ditugaskan di Alam Bumi ini, dalam waktu tiga tahun paling lamanya," ucap Arya menjelaskan.
"Baik, Tuan Muda. Kami akan mengikuti Tuan Muda," sambung pria iblis.
Akhirnya mereka kembali menata dan membenahi semua ruangan, serta Arya pun mengeluarkan barang-barang mewah dari cincin penyimpanannya, seperti kursi kayu jati serta berbagai perlengkapan mewah rumah tangga yang terbuat dari ukiran kayu jati.
Arya juga mengeluarkan dua puluh orang pelayannya dari dunia jiwa, sepuluh orang wanita dan sepuluh orang pria. Semuanya diberi penjelasan mengenai keberadaannya di Alam Bumi, dan diberikan tugas sesuai dengan pungsinya masing-masing ketika berada didalam dunia jiwa.
Untuk menambah kelengkapan rumah mewah yang sekarang dimiliki oleh Arya, Arya memerintahkan beberapa bawahannya untuk membeli sepuluh jenis kendaraan bermotor sekaligus, karena ada empat orang bawahannya, yang mampu mengendalikan pikiran orang dari jarak jauh.
Karena itulah Arya menyuruh keempatnya, untuk mengendalikan orang-orang yang memiliki dealer mobil untuk mendatangi Arya, dan membawakan sepuluh mobil pesanannya. Termasuk mobil sedan yang paling mewah di waktu itu, serta mencari partner untuk mengolah koin emas dan berlian menjadi perhiasan dengan harga yang sangat mahal.
__ADS_1
Keempat bawahannya cepat bergerak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh tuannya, keempatnya mengelilingi seluruh tempat, yang ternyata berada di Pulau Jawa bagian barat. Tepatnya mereka berada di wilayah kota hujan Bogor. Keempatnya terus mengedarkan pandangan mata Dewanya untuk memindai seluruh kota Hujan, namun di kota itu tidak ada yang memiliki perusahaan pengolahan emas dan berlian, juga tidak ada yang memiliki perusahaan dealer mobil-mobil mewah.
Keempatnya terus melesat terbang menuju kearah kota besar, yakni Kota Metropolitan Jakarta. Mereka terbang dibalik awan, agar tidak dilihat oleh penduduk bumi.
Dari balik awan, keempat bawahan Arya mengedarkan pandangan mata Dewa, memindai seluruh ibukota Jakarta.
Pandangan mata Dewanya tertuju ke beberapa tempat, yang sesuai dengan keinginan Arya, yaitu dealer mobil-mobil mewah, pusat pengolahan berlian dan emas murni.
Keempatnya kemudian mengendalikan pikiran para pemilik dealer dan pemilik pengolahan berlian serta pengolahan emas, untuk segera mendatangi Arya.
Para pemilik dealer dan pengolahan perhiasan, dengan pikirannya yang dikendalikan oleh bawahan Arya, mereka bergerak pada berdatangan ke rumah Arya, untuk membuat perjanjian kerjasama.
Perjanjian kerjasama yang saling menguntungkan, ditandatangani oleh kedua belah pihak, untuk pembelian sepuluh mobil ditandatangani antara Arya dan pihak dealer, serta untuk pengolahan emas dan berlian ditandatangani antara Arya dan pihak pengolahan perhiasan.
Setelah semuanya selesai dikerjakan oleh Arya dan bawahannya, kini Arya berniat berkeliling diseputar Jakarta. Hanya di Alam Bumi ranah kekuatan Arya ditekan oleh ruang dan waktu, karena semua penduduk di Alam Bumi hanya menggunakan kekuatan fisik, hanya sedikit yang menggunakan kekuatan tenaga inti. Itupun hanya kekuatan tingkat rendah.
Sedangkan Arya memiliki kekuatan Inti Tingkat Dewa, sebagai Kultivator Tingkat Dewa, walaupun di Alam Bumi ranahnya sedikit ditekan oleh ruang dan waktu, namun Arya masih bisa terbang jika dia mau. Itupun jika terdesak, dia bisa melakukannya lebih cepat daripada pesawat terbang.
Arya keluar dari rumahnya yang terletak didalam kota Bogor, berjalan kaki menyusuri pusat perkotaan, hingga berkeliling diluar area Istana Kebon Raya.
Setelah puas, dia langsung melesat terbang menuju kesebuah kota besar, Ibukota Jakarta, dibalik awan dengan kecepatan tinggi.
Dari balik awan, dia mengawasi semua pergerakan didalam ibukota itu. Tampak beberapa pergerakan yang mencurigakan, daripada mafia-mafia ibukota yang tengah melakukan transaksi kejahatan terselubung.
Dengan gerakan cepat yang tidak dapat dilihat oleh semua mata, hanya yang terlihat siluet cahaya biru melesat masuk kearah sebuah restoran mewah, tanpa diketahui oleh para mafia-mafia itu, Arya sudah berada dibelakang kursi mereka, duduk membelakangi para mafia ibukota.
Dia mendengarkan seluruh pembicaraan mafia-mafia itu, diantaranya mengenai bisnis ilegal, atau bisnis para pengusaha yang melakukan cara-cara yang tidak baik, yang bekerjasama dengan beberapa pejabat tinggi.
"Ini suatu kesempatan untuk unjuk kebolehan di Alam Bumi ini," ucap batin Arya, sambil mengeluarkan jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, agar mereka semua tidak berdaya.
Setelah mereka menjadi patung, tanpa diketahui oleh semua orang. Dia langsung melesat dengan cepat memasukkan mereka kedalam dunia jiwanya, kemudian duduk kembali ditempat semula. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Tidak begitu lama, beberapa pelayan menghampiri Arya dan bertanya.
"Mas, rombongan yang tadi duduk disini itu pada kemana ya?" Tanya pelayan wanita merasa heran, karena para tamunya yang duduk disebelah Arya, raib tanpa jejak.
"Tadi sih pada kebelakang, tapi yang lainnya tidak tau pada pergi kemana," jawab Arya berbohong.
Pelayan itu meninggalkan Arya, untuk memberikan laporan kepada atasannya. Arya pun segera beranjak meninggalkan tempat itu, untuk terus melanjutkan perjalanannya. Dia ingin mengetahui keadaan waktu malam didalam wilayah ibukota Jakarta.
__ADS_1
Bersambung.....