Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
12. Menghancurkan Istana Kota


__ADS_3

"Selamat Penguasa! Penguasa telah naik tingkat lagi" Seru bawahan Arya, ketika dia keluar dari ruang khusus Kultivasi, memberi ucapan selamat, sambil menangkupkan tangan membungkuk, tanda menghormati majikannya.


Dalam dua tahun diruang Kultivasi, sang monster telah naik tingkat sebanyak enam level. Yang semula tahapannya di ranah Maha Penguasa tahap puncak, kini level ranah kultivasinya naik menjadi Maha Dewa Kuning tahap puncak.


Sedangkan Wulan, setelah keluar dari ruang Kultivasi, ranahnya naik tujuh tingkat. Semula level Penguasa tahap menengah, kini level ranahnya menjadi Maha Dewa Putih tahap puncak. Benar-benar keduanya sangat mengerikan.


"Ayo, semuanya berendam di air kehidupan, agar kita semua lebih kuat. Karena sering berendam di air kehidupan, selain kekuatan kita bertambah, juga kita tidak akan terluka oleh berbagai jenis senjata tajam, dan berbagai jenis senjata beracun. Kita tidak akan mati, kecuali Sang Maha Penguasa Semesta Alam menghendakinya," ucap Arya, menjelaskan panjang kali lebarnya.


Serempak mereka menuju ke kolam air kehidupan, yang lokasinya diruangan khusus Istana Raja Agung. Setelah dapat ijin dari Raja Agung, semuanya masuk keruangan khusus, dan langsung masuk kedalam air untuk berendam. Kolam itu bisa menampung sekitar lima puluh orang.


Waktu diruangan itu juga dipercepat, sama seperti diruang Kultivasi. Satu tahun diruang dunia jiwa, sama dengan satu hari didunia luar.


Mereka berendam sambil berkultivasi, dan menyerap energi dari air kehidupan. Kekuatan mereka terus bertambah. Tulang-tulangnya semakin kuat, tubuhnya semakin keras dan berisi, kulit-kulitnya semakin halus dan putih seputih giok. Badannya terasa ringan dan nyaman.


Satu tahun berlalu, kini kekuatannya sangat mengerikan. Arya naik tingkat lagi, yang semula ranahnya Maha Dewa Kuning tahap puncak, kini menjadi semi Abadi bintang satu tahap puncak.


Wulan dan yang lainnya juga sama. Ranah Kultivasi Wulan naik dari Maha Dewa Putih tahap puncak, sekarang naik tiga tingkat menjadi Maha Dewa Kuning tahap puncak.


Jenderal Adiwiyata dan Jenderal Anggadiredja ranahnya menjadi Maha Penguasa tahap puncak. Dan Darmasena, Komalasari, Saraswati serta Anjani, sama-sama naik tingkat menjadi Pengusaha tahap puncak.


Sedang bekas pimpinan bandit, Wiraseda, dan para anggotanya yang menjadi pelayan Arya, juga turut naik Kultivasinya. Mantan Pemimpin Bandit Wiraseda setelah mereka berada di alam jiwa, yang semula ranahnya Pendekar Spiritual, kini menjadi Pendekar Dewa Surga tahap awal, begitu pula dengan para anggotanya, naik menjadi Pendekar Langit tahap puncak.


"Terimakasih banyak Penguasa," ucap Jenderal Adiwiyata mewakili semua rekannya. Mereka semua berlutut mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya.


"Berkat Penguasa, kami semua terus-menerus naik tingkat. Kami sangat bersyukur sekali menjadi bawahan Penguasa. Karena tanpa bantuan dari Penguasa, kami tidak mungkin seperti saat sekarang ini. Karena untuk menaikkan ranah itu sangat sulit tanpa didukung oleh sumberdaya yang tinggi." Imbuhnya.


Arya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, tanda merasa senang, karena semua ranah Kultivasi bawahannya telah naik secara drastis. Benar-benar bawahan yang sangat mengerikan. Majikannya monster, tentunya juga semua bawahannya turut menjadi monster.


"Mari kita keluar dari ruangan ini, kita menghadap Raja Agung," ucap Arya.


"Baik Penguasa!" Jawab mereka bersamaan.


Bergegas mereka keluar dari ruangan, lalu berkumpul di Aula Istana Raja Agung.


"Hahaha..... Selamat....! Selamat kalian semua telah naik tingkat, aku senang melihat kalian seperti ini," ucap Raja Agung tertawa senang.


"Terimakasih Yang Mulia!"  Seru mereka.


"Teruslah berlatih, supaya kalian menjadi lebih kuat lagi, dan cepat naik ke Alam Agung, karena aku sebenarnya berasal dari Alam Agung. Dan menjadi Raja Agung di Alam itu," jelas Raja Agung.


Raja Agung pun menceritakan kisahnya ketika dia menjadi seorang penguasa di Alam Dewa Agung Lapisan Pertama, hingga terlempar bersama istananya ke Alam Dewa Agung Paling Bawah.


Kisahnya dimulai dari sang raja dikhianati oleh saudara tirinya, yang bersekutu dengan Raja Iblis. Saudara tirinya yang dibantu oleh Pasukan Raja Iblis menggempur Raja Agung, hingga semua kerabat dan sanak keluarganya yang turut berjuang melawan Pasukan Raja Iblis, musnah dibantai dengan kejam.


Sebelum pasukan Raja Iblis menggempur habis kerajaannya, Raja Agung beserta istrinya berhasil lari membawa istana dan semua isinya masuk kedalam portal, hingga terlempar ke dunia lain di Alam Bawah.


"Karena itulah, aku meminta bantuan nak Arya, untuk merebut kembali kerajaanku di Alam Agung," pinta Raja Agung, penuh harap.


"Tidak perlu sungkan Yang Mulia. Aku dengan senang hati dapat membantu Yang Mulia," balas Arya tersenyum.


"Tapi tidak usah terburu-buru, Nak Arya dan yang lainnya harus lebih meningkatkan kekuatan lagi. Karena kekuatan Raja Iblis ribuan tahun lalu di ranah Penguasa tahap puncak, kemungkinan sekarang sudah di ranah Abadi Bintang Tiga tahap awal," jelas Raja Agung.


"Baiklah Yang Mulia! Lagi pula untuk saat sekarang ini, aku akan menyelesaikan semua urusan di Alam Bawah dulu," balas Arya.


"Ya, tenanglah nak Arya, jangan tergesa-gesa. Lagi pula, kekuatan nak Arya, setidaknya harus lebih tinggi dari Raja Iblis," ujar Raja Agung.


Arya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui. Lalu mereka berpamitan, hendak meneruskan perjalanannya lagi di Benua Selatan.


Whuuss..... Whuuss.....


Mereka semua muncul di kamar hotel, kamar yang disewa Arya selama tiga hari. Pas hari ini hari ke tiga, meskipun didunia jiwa waktunya dipercepat tiga tahun, namun didunia luar waktunya tidak berubah.

__ADS_1


Hari ini sudah waktunya meneruskan perjalanannya lagi. Mereka pun ke luar dari hotel mewah itu, melangkah menyusuri jalanan kota. Namun secara tiba-tiba dihadang oleh ratusan prajurit kota Harimau Perak, yang berloncatan mengepung mereka.


"Tangkap mereka semuanya!" Teriak komandan prajurit kota.


Para prajurit serentak menghujamkan senjatanya kearah rombongan Arya. Arya beserta bawahannya tersenyum tenang menghadapi mereka. Hanya dengan satu serangan tunggal, mereka semua terlempar keberbagai arah, hingga tidak bergerak lagi.


Arya beserta bawahannya bergerak menuju ke Istana Kota. Setiap prajurit yang menghadang, semuanya terlempar hanya dengan satu serangan tunggal.


"Jenderal Adiwiyata, prajurit yang masih hidup, segera bereskan mereka!" Seru Arya, memberi perintah kepada bawahannya.


Jenderal Adiwiyata pun paham betul, setiap Arya memerintahkan untuk membereskannya, berarti perintah membunuh mereka.


Arya tidak membuang-buang waktu lagi, dia ingin segera membereskan semua urusannya, untuk segera naik ke alam di atasnya.


Karena itulah, dia beserta seluruh bawahannya, menggempur Kota Harimau Perak, dan berlanjut menuju Ibukota Kerajaan Benua Selatan.


Serangan di Kota Harimau Perak sudah tersebar hingga ke telinga Raja Rangga Setu, penguasa Benua Selatan.


Paduka Raja Rangga Setu, sangat marah mendengar kabar tersebut. Sehingga dia memerintahkan Panglima Kerajaannya untuk segera menangkap pemberontak. Karena Arya beserta rombongannya dianggap sebagai pemberontak.


Dan memang secara kebetulan, di Benua Selatan sedang ada pemberontakan dari sebuah aliansi aliran putih dan para kultivator. Mereka bersama rakyat ingin menggulingkan rajanya yang lalim.


Berita hancurnya Kota Harimau Perak, juga terdengar ditelinga semua para petinggi aliansi. "Kita harus bisa mendekati kelompok yang menghancurkan Kota Harimau Perak itu, untuk mengajaknya bergabung. Dan jangan sampai menyinggung mereka, karena menurut kabar, mereka datang dari Benua Tengah, yang kekuatannya sangat mengerikan," ucap Ketua Alinsi, Ki Rangga Seta, pada jajarannya.


"Ini merupakan suatu keberuntungan bagi kita, untuk dapat menghancurkan kedzaliman Penguasa Benua Selatan, yang didukung oleh para pasukan iblis dan aliran hitam," tambahnya.


"Baik ketua, biar aku dan adikku yang mendekati kelompok itu," sambung Wakil Ketua Alinsi, Wira Saba, yang berniat mengajak adiknya, Wira Boma.


Sebenarnya, mereka itu bertiga saudara kembar. Kakaknya yang tertua adalah Wira Seda, yang kini sudah menjadi bawahan Arya, dan adik-adiknya, yaitu Wira Saba dan Wira boma. Mereka bertiga saling sayang menyayangi, dibawah asuhan Ki Rangga Seta, pamannya. Karena kedua orang tuanya meninggal dibantai oleh Raja Rangga Setu, kakaknya Ki Rangga Seta, yang serakah dan dzalim itu.


Karena itulah, mereka membuat aliansi untuk menghancurkan rajanya. Namun sayangnya, Wira Seda pergi entah kemana, kecewa atas tindakan pamannya yang menjadi Raja Benua Selatan.


Awalnya, Wira Seda pergi ke Benua Tengah, karena dia tahu Benua Tengah adalah benua yang terkuat diantara semua benua di alam ini, untuk mencari guru yang hebat.


Arya beserta kedua jenderal dan bawahannya, sudah mengetahui latar belakang Wira Seda, dan keinginannya menjadi kuat.


Maka Arya pun membantunya, menjadi kuat dengan berbagai sumber energi yang ada, dan secara kebetulan Arya pun ingin menundukkan Benua Selatan, menjadi bawahannya.


Karena Dimata Arya, Benua Selatan tidak ada apa-apanya. Kekuatan ranahnya paling tinggi hanya sampai pada Pendekar Dewa Langit tahap puncak. Maka jika Arya ingin menghancurkan benua itu, sebenarnya sangat mudah bagi dirinya. Hanya dia ingin melatih bawahannya bertarung, supaya memiliki pengalaman dan kemampuan bertempur.


Lagi pula, Raja Rangga Setu dibantu oleh Pasukan Raja Iblis, yang kemungkinan kekuatannya hampir sama dengan Benua Tengah. Maka, alangkah baiknya Benua Selatan dijadikan arena pertempuran bagi para bawahannya.


Setelah melakukan perjalanan selama seminggu, Arya beserta rombongannya, tiba dipinggir hutan perbatasan Ibukota Kerajaan Benua Selatan, sekitar seribu meter dari gerbang ibukota.


"Kita istirahat dulu disini, biar Wiraseda bersama jenderal Adiwiyata yang masuk duluan ke ibukota, untuk mencari informasi lebih lanjut. Dan mencari tau markas pasukan iblis di benua selatan ini," ucap Arya.


"Baik Penguasa, kami akan melaksanakan titah Penguasa," sahut Jenderal Adiwiyata undur diri pamit. Lalu keduanya berangkat ke Ibukota.


Setelah kepergian kedua bawahannya, Arya beserta yang lainnya, masuk ke dunia jiwa, dan langsung menuju Istana Rajawali untuk berkultivasi.


_______________


Ditengah Perjalanan.


"Kakak.... Kakak Wiraseda!" Panggil Wirasaba berteriak.


Wiraseda terkejut tiba-tiba ada yang memanggil namanya. Ketika Wirasaba menoleh kearah sebelah kanan, tampak kedua adiknya bergesas menghampirinya.


"Kakak kemana saja? Aku bersama Wiraboma dan Paman Ranggaseta, terus-menerus mencari kakak," ucap Wirasaba setelah berhadapan dengan kakaknya.


Wiraseda tersenyum senang, bisa bertemu dengan dua saudara kembarnya.

__ADS_1


"Secara kebetulan kita bertemu disini," ucap Wiraseda tersenyum, lalu memperkenalkan kedua adik kembarnya kepada Jenderal Adiwiyata.


Ketiga saudara kembar dan Jenderal Adiwiyata berbincang sebentar, kemudian mereka berempat pergi menuju Markas Aliansi, di Lembah Maut Gunung Harimau.


Lembah Maut Gunung Harimau, dulunya adalah tempat pembuangan mayat oleh para begal. Setiap begal membunuh sasarannya, mayatnya dibuang ke lembah itu, hingga sampai saat ini, lembah itu dinamakan Lembah Maut.


Namun sekarang, lembah itu dijadikan Markas Pergerakan Pasukan Aliansi. Pasukan gabungan dari aliran putih dan para kultivator, yang berniat menggulingkan raja yang serakah dan dzalim.


Tak begitu lama, keempatnya tiba di Lembah Maut. Wiraseda dan Jenderal Adiwiyata langsung dibawa kesebuah goa, yang dijadikan markas pergerakan.


Diruangan cukup besar, para petinggi Aliansi berkumpul. Mereka terkejut melihat kedatangan Wiraseda dan Jenderal Adiwiyata.


Ki Ranggaseta langsung berdiri, menyambut kedatangan keponakannya.


"Salam Paman," ucap Wiraseda, senang bertemu dengan pamannya.


"Salam mu aku terima Seda," balas Ki Ranggaseta, memeluk keponakannya yang sudah lama menghilang.


"Kamu kemana saja, pergi tidak ada kabar sama sekali?" Tanya Ki Ranggaseta.


"Aku di Benua Tengah, Paman. Dan ini Jenderal Adiwiyata, Panglima Angkatan Udara Kerajaan Benua Tengah, yang disegani dan ditakuti," jelas Wiraseda, sambil memperkenalkan Jenderal Adiwiyata kepada para petinggi Aliansi.


Tentu saja mereka terkejut dan kagum. Masih muda, sekitar usia tiga puluhan sudah hebat. Ranahnya juga sudah melebihi kekuatan di Benua Selatan. Ini baru Panglimanya, bagaimana dengan penguasanya?


"Kekuatan Penguasa Benua Tengah, sudah mencapai ranah Semi Abadi Bintang Satu tahap puncak," jelas Wiraseda, mengerti apa yang dipikirkan pamannya.


Glekh.... Ughuk.... Semua petinggi Aliansi seperti keselek, mendengar ucapan Wiraseda.


"Kenapa Paman?" Tanya Wiraseda, menatap paman dan para petinggi Aliansi.


"Ti.... Tidak apa-apa Seda," Pamannya gugup.


Jenderal Adiwiyata menjelaskan keberadaannya di Benua Selatan, yaitu ingin membalaskan sakit hatinya Wiraseda terhadap rajanya. Namun tidak dijelaskan ingin menundukkan semua kerajaan di seluruh benua.


"Terimakasih Panglima! Ini sebuah keberuntungan buat kami," ucap Ki Ranggaseta.


Kemudian mereka bincang-bincang mengenai situasi di kerajaan, termasuk Markas Pasukan Iblis dan semua aliran hitam, yang membantu kedzaliman Raja Benua Selatan.


Setelah jenderal Adiwiyata mengantongi sejumlah informasi, dia berpamitan untuk melaporkan hasilnya.


"Saudara Wiraseda, ayo kita kembali. Semua ini harus kita laporkan kepada Penguasa," ucap Panglima Jenderal Adiwiyata.


"Baik Panglima," balas Wiraseda, sambil keduanya berpamitan kepada para petinggi Aliansi.


______________


Didalam Dunia Jiwa, Arya dan semua bawahannya, sudah satu tahun berlatih dan berkultivasi. Berlatih tanding diantara mereka, dengan jurus dan teknik bertempur Rajawali Sakti, yang diberikan oleh Arya. Setiap hari mereka terus berlatih, dan memahami lebih luas lagi teknik berkultivasi.


Dalam satu tahun mereka berlatih, kekuatan dan kemampuan bertempurnya, semakin meningkat.


Ranah mereka juga terus naik, Arya dalam satu tahun didunia jiwa, naik tingkat lagi enam tahap. Jadi dua bulan sekali dua tahap. Begitu juga dengan yang lainnya, semuanya pada naik tingkat.


Ranah Arya yang semula Semi Abadi Bintang Satu tahap puncak, naik enam tahap, sekarang menjadi Semi Abadi Bintang Tiga tahap puncak.


Wulan dari semula Maha Dewa Kuning tahap puncak, sekarang Semi Abadi Bintang Dua tahap puncak. Jenderal Anggadiredja Maha Dewa Putih tahap puncak. Darmasena, Komalasari, Saraswati dan Anjani Maha Dewa Penguasa tahap puncak, serta para anggota bawahan Arya, rata-rata naik menjadi Penguasa Tahap Puncak.


Semuanya setelah berendam di air kehidupan, kecepatan naik ranah begitu menakjubkan. Karena air kehidupan adalah satu-satunya harta sumber kehidupan dan kekuatan di seluruh alam semesta ini.


Maka tidak heran bila mereka berendam di air kehidupan, dengan otamatis ranahnya akan naik tak terhingga. Melebihi kekuatan monster.


Sudah cukup berlatih didunia jiwa, mereka pun lantas keluar, kembali ketempat semula, dipinggiran hutan, dekat dengan gerbang Ibukota Kerajaan.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2