
Didalam Goa lembah kabut, Arya masih khusuk duduk lotus, memulihkan pondasi kultivasinya, hingga lima jam, dia baru membuka matanya. Setelah dirasa cukup, dia turun dari atas batu, istirahat sejenak. Tiba-tiba suara tanpa wujud itu terdengar lagi, "Kamu cepat berendam di kolam ketiga, kolam inti api. Kamu harus bisa bertahan, untuk menyempurnakan inti api yang sudah ada didalam tubuhmu," ucap suara tanpa wujud itu.
Tanpa banyak bertanya, Arya segera menuju ke kolam inti api, untuk melaksanakan perintah dari suara tanpa wujud.
Lidah api hitam keemasan, menjilat-jilat keluar dari dalam kolam, seakan ingin menyambar siapa saja yang hendak mengambil inti api.
Arya begitu tiba ditepi kolam inti api, dia mengingat pesan Dewa Artenkra Salaka, Dewa dari lapisan ketujuh, bila ingin menundukkan inti api, harus memancingnya dengan inti api yang berada didalam dirinya, dan melindungi seluruh tubuhnya dengan inti api , agar tubuhnya tidak terbakar.
Dia segera mengeluarkan inti api dari tangan kanannya, sekaligus melindungi tubuhnya dengan inti api yang dia miliki.
Kemudian dia masuk kedalam kolam inti api, dan duduk lotus didasar kolam. Lidah api menjilat tubuh Arya, dan menyelimutinya dengan api hitam kemerahan.
Arya menyerap energi inti api dari dasar kolam, inti api hitam keemasan menyeruak masuk kedalam tubuh Arya, berusaha ingin menguasai tubuhnya.
Dengan sekuat kemampuannya, Arya berusaha menaklukkan kekuatan inti api, untuk dikuasainya, bersama dengan inti api yang sudah berada didalam dirinya.
Enam jam Arya bergelut dengan kekuatan inti api didalam tubuhnya, yang selalu memberontak ingin menguasai tubuh Arya. Namun dengan kegigihan dan kemampuannya, dia berusaha menjinakkan kekuatan inti api, sehingga bersedia tinggal didalam tubuhnya, bersatu dengan inti api yang sudah ada.
Sepuluh jam kemudian, tubuhnya terasa nyaman dan ringan. Tidak ada lagi pemberontakan didalam tubuhnya, kedua inti api sudah bersatu didalam jiwanya.
Dengan adanya inti api didalam jiwa Arya, tentunya sangat mempengaruhi besarnya energi didalam dunia jiwanya. Kekuatan energi yang sangat dahsyat didalam dunia jiwa, sangat dirasakan oleh seluruh penghuninya, apalagi ditambah dengan tingginya ranah kekuatan pemilik dunia jiwa.
Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom....
Terdengar lagi suara teredam, dari dalam tubuh Arya sebanyak tujuh kali, menandakan dirinya naik tingkat lagi sebanyak tujuh tahap.
Kini ranah kekuatan kultivasinya sudah berada ditingkat Great God King Tahap Sempurna Bintang Tujuh puncak, sama dengan Penguasa Dewa Agung Lapisan Ketujuh. Namun Arya belum bisa diangkat menjadi Penguasa Agung Semesta Alam Raya, karena ranah kekuatan kultivasinya masih dibawah batas kekuatan Dewa Agung Lapisan Ketujuh, belum lagi dengan lapisan kedelapan dan kesembilan, yang harus Arya lewati, jika dia ingin dinobatkan sebagai Penguasa Agung Semesta Alam Raya.
Karena yang akan menobatkan Arya menjadi Penguasa Agung Semesta Alam Raya, adalah Raja Dewa Agung (Great God King) dari lapisan kesembilan, lapisan alam di dunia fantasi ini, dengan ranah kekuatan kultivasinya sudah berada ditingkat Raja Dewa Agung (Great God King) Abadi tahap puncak.
Untuk mencapai ranah Raja Dewa Agung Abadi, Arya harus berusaha mencari sumber energi lainnya, yang mampu menaikkan ranah kekuatan kultivasinya hingga mencapai batas tingkatan Raja Dewa Agung Abadi, yang paling tinggi tingkatannya berada di ranah Raja Dewa Agung Abadi Tahap Sempurna Bintang Sembilan.
"Aku harus bisa. Aku harus mampu menguasai seluruh alam semesta ini," ucap Batin Arya.
Arya segera beranjak dari kolam inti api itu, dan kembali ke atas sebuah batu besar, untuk memulihkan pondasi kultivasinya.
__ADS_1
"Selamat kamu sudah naik tingkat lagi, teruslah berlatih dan tingkatan kekuatanmu," ucap suara tanpa wujud.
"Maaf Tuan, aku ingin sedikit bertanya. Siapakah Tuan sebenarnya? Agar aku tidak penasaran!" Seru Arya sambil bertanya.
"Baiklah....! Aku leluhur Raja Dewa Agung Lapisan Ketujuh," balas suara tanpa wujud singkat.
"Maafkan aku Yang Mulia Leluhur Raja Dewa Agung, jika ucapan ku tidak berkenan. Dan aku ucapkan banyak terimakasih, atas bantuan dan dukungan dari Yang Mulia," ucap Arya sambil berlutut.
"Teruslah berlatih, dan tingkatkan kekuatanmu, agar kamu bisa naik ke Alam Raja Dewa Agung Lapisan Kesembilan," ucap suara tanpa wujud. "Selamat tinggal anak muda," tambahnya.
Bersamaan dengan berakhirnya ucapan dari suara tanpa wujud, semua keadaan disekitarnya berubah. Arya kembali ketempat semula, dimana dia pertama kali masuk keruangan didalam Goa.
Setelah menyadari apa yang dia alami, dan melihat kedalam dirinya. Dia tidak bermimpi, semua kejadian yang dia alami itu benar-benar kenyataan. Dan ranah kekuatan kultivasinya benar meningkat, sekarang dia berada ditingkat Great God King Tahap Sempurna Bintang Tujuh Puncak.
Gegas Arya keluar dari dalam Goa, kembali menyusuri lorong goa yang basah dan lembab.
Tak lama kemudian, dia sudah berada diluar Goa. Lalu melesat terbang menembus kabut tebal yang berada di lembah kabut, dan terus terbang menembus awan.
Dari atas awan, dengan mata malaikatnya, dia memandang keadaan dibawahnya, untuk memastikan apakah ada kota yang terdekat dari hutan dibawahnya?
Tampak dimata malaikatnya, ada sebuah kota di wilayah utara hutan berkabut. Dia bergegas menuju ke wilayah utara hutan, terbang dengan kecepatan tinggi, ingin mencari informasi tentang keberadaan Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh.
Ranah Arya sangat jauh sekali dibawah kekuatan Alam Lapisan Ketujuh, karena di alam ini ranah terendahnya berada ditingkat Low God tahap awal, dan tertingginya berada di ranah Great God King Tahap Sempurna Bintang Sembilan Puncak.
Sedangkan Arya sengaja menekan ranah kekuatannya ketingkat Imortal tahap awal, biarpun perbedaannya sangat jauh sekali, namun dengan begitu, dia bisa mengetahuinya. Apakah di alam ini para penghuninya pada ramah, bisa saling menghargai sesama manusia, ataukah sama saja dengan alam lainnya, yang dipengaruhi oleh nafsu iblis?
Arya segera keluar dari dalam dunia jiwanya, kali ini tidak mengajak Wulan dan yang lainnya, karena kekuatan bawahannya masih jauh dibawah kekuatan alam ini.
Karena itulah, Arya memerintahkan kepada istri dan seluruh bawahannya, untuk terus berlatih dan meningkatkan kekuatannya.
Whuuss....
Arya kembali ketempat semula, melayang terbang dibalik awan. Dan terus menukik turun menuju ke pinggiran hutan, sekitar lima ratus meter jaraknya dari gerbang kota, dia mendaratkan kakinya di jalanan pinggiran hutan.
Lalu berjalan kaki menuju kearah gerbang kota, ikut mengantri dengan yang lainnya, menunggu giliran pemeriksaan.
__ADS_1
Para kultivator didepan Arya, pada melirik kearah antrian belakang, dimana Arya sedang ikut mengantri.
Semua orang yang berada didalam antrian, merasa heran ada seorang pemuda yang ranahnya jauh dibawah kekuatan alam ini.
"Maaf anak muda, apakah kamu baru di alam ini?" Tanya seorang pria setengah baya, yang sedang mengantri dihadapannya.
"Benar Tetua, aku berasal dari Alam Bawah. Dan baru tiba di alam ini," jawab Arya.
"Oh, pantas ranahmu sangat rendah sekali. Tapi jaga dirimu anak muda, karena di kota ini, banyak berandalan yang sering menindas orang-orang yang lemah," ucap pria setengah baya, memberi peringatan kepada Arya.
"Terimakasih, Tetua," balas Arya tersenyum.
Tiba giliran mereka berdua diperiksa, pria setengah baya membantu Arya, agar tidak banyak pertanyaan.
"Maaf prajurit penjaga, dia ini adalah budakku," ucap pria setengah baya.
"Ya, sudah. Sepuluh koin emas biaya masuknya," sambut prajurit penjaga, sambil menyerahkan kembali identitas milik pria setengah baya.
"Ini sepuluh koin emas," balas pria setengah baya, menyerahkan sepuluh koin emas.
"Ayo, anak muda," ajak pria setengah baya, sambil berlalu meninggalkan pos penjagaan, diikuti oleh Arya dari belakang.
"Terimakasih Tetua, Tetua Telah membantuku masuk kedalam kota ini," ucap Arya. "Untuk membalas kebaikan Tetua, bagaimana kalau kita mencari rumah makan mewah, biar aku yang mentraktirnya," tambah Arya.
"Serius," balas pria setengah baya singkat.
"Serius, Tetua," ucap Arya lagi.
"Baiklah, ayo ikuti aku. Aku tau rumah makan yang paling enak di kota ini."
"Tetua sering kemari?"
"Aku memiliki cabang usaha di kota ini."
"Oh.... Pantas Tetua tau rumah makan yang paling enak!"
__ADS_1
Keduanya terus melangkahkan kakinya, menuju kesebuah rumah makan yang paling mewah di kota Bintang.
Bersambung......