Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
23. Yel Yel Garuda Kencana


__ADS_3

Di atas langit, lima ratus burung rajawali raksasa, membawa lima ribu pasukan elit Rajawali Sakti dan Pemanah Beracun, melesat dengan kecepatan tinggi kearah timur, mengikuti pasukan gabungan yang dipimpin Jenderal Adiwiyata.


Sementara pasukan Iblis Serigala Hitam, yang dipimpin seorang jenderal bawahan Raja Iblis, dan Panglima Kerajaan Benua Timur, bergerak menuju kearah barat, arah kota Metropolitan Garuda Kencana.


"Panglima, tidak perlu khawatir. Pasukan kita lebih kuat dari pasukan mereka. Pasukan kita paling rendah berada di ranah Pendekar Dewa Langit tahap puncak. Jadi aku merasa yakin, dapat menaklukkan mereka," ucap Jenderal Iblis merasa percaya diri.


"Benar jenderal, kabar terakhir yang aku terima dari mata-mata kerajaan, ranah prajurit pasukan mereka berada ditingkat Pendekar Dewa Bumi. Tentunya kita dengan mudah dapat menaklukkan kota yang megah itu," balas Panglima, sama-sama merasa yakin.


Memang kekuatan pasukan iblis Serigala Hitam, paling rendah berada di ranah Pendekar Dewa Langit tahap puncak, beberapa komandannya berada di ranah Pendekar Dewa Surga tahap awal dan menengah, beberapa jenderal rendahnya di ranah Pendekar Dewa Surga tahap puncak, wakil Jenderal Utama ranahnya ditingkat Penguasa tahap awal, dan jenderal utama pasukan iblis di ranah Penguasa tahap menengah, serta ranah kekuatan Panglima Kerajaan Benua Timur berada pada Pendekar Dewa Surga tahap puncak.


Kalau Raja Benua Timur dan Jenderal Iblis, mengetahui kekuatan Arya beserta pasukannya yang sebenarnya, mereka semua akan muntah darah, karena Arya beserta bawahannya saja sudah di tahap yang mengerikan.


Sedangkan jenderal utama pasukan iblis oleh Arya, dianggap sebagai semut-semut kecil, yang begitu mudah ditaklukkan tanpa mengeluarkan keringat. Namun Arya ingin melatih pasukannya yang baru menyelesaikan pendidikan, dengan bertempur secara langsung menghadapi kekuatan pasukan iblis.


Arya ingin melihat semangat tempur pasukannya, yang paling rendah ranahnya ditingkat Pendekar Dewa Surga tahap puncak, itupun prajurit yang baru menyelesaikan pendidikan di Hutan Larangan, yang belum mempunyai pengalaman bertempur secara langsung dengan kekuatan musuh-musuhnya.


Arya dari atas langit, melihat keberadaan Pasukan Raja Iblis dan Pasukan Gabungan Garuda Kencana, jaraknya tidak begitu jauh, dalam hitungan jam mereka sudah pasti akan berhadapan.


Sementara Pasukan Gabungan Garuda Kencana, sudah tiba ditempat yang telah ditentukan, sebuah tempat yang luas, dan jaraknya lebih dari lima kilometer dari kota Metropolitan.


Jenderal Adiwiyata beserta pasukannya, yang lebih dulu tiba disebuah tempat yang datar dan luas, membagi pasukannya menjadi empat grup, grup pertama dipimpin Jenderal Adiwiyata yang langsung menghadangnya, grup kedua dipimpin Wiraseda menggempur dari sebelah kiri, grup tiga dipimpin Darmasena menyerang dari sebelah kanan, dan grup keempat memutar ke sebelah timur, mengepung pasukan iblis, agar tidak bisa melarikan diri.


Beberapa waktu kemudian, pasukan iblis pun tiba ditempat itu, jenderal iblis tertawa congkak dihadapan Jenderal Adiwiyata dan pasukannya.


"Hahaha.... Semut-semut kecil sudah berani menghadang pasukan gajah, yang lebih kuat daripada semut. Menyerahlah, sebelum pasukan kami membunuh kalian, dan menjadikan kalian sebagai umpan bintang peliharaan kami," sambung Panglima Kerajaan Benua Timur.


"Hahaha..... Biasanya semut-semut kecil itu, akan lebih mudah mengalahkan pasukan gajah," balas Jenderal Adiwiyata tertawa. "Kalianlah yang menyerah, sebelum pasukan ku mencincang pasukan kalian," tambahnya, sambil mengeluarkan aura kekuatan ranahnya yang sudah mencapai tingkat Semi Abadi Bintang Tiga tahap puncak, jauh sekali di atas kekuatan jenderal iblis.


Tentu saja, jenderal iblis dan pasukannya terkejut. Mereka semua langsung tersungkur dan muntah darah. Tidak ada yang lolos dari penindasan yang dilakukan oleh jenderal Adiwiyata.

__ADS_1


"Bagaimana sekarang? Semut dengan mudah dapat mengalahkan gajah...... Hahaha....!" Jenderal Adiwiyata tertawa.


Jenderal Utama Iblis tidak menjawab, dia sama sekali tidak menyangka, bahwa kekuatan jenderal pasukan Garuda Kencana, sangat mengerikan. Begitu juga dengan pasukannya, yang rata-rata di atas Pendekar Dewa Surga tahap puncak.


"Dan sekarang, tidak ada lagi kata ampunan bagi kalian, karena tempat ini akan dijadikan arena latihan bertarung antara pasukan Garuda Kencana dengan pasukan kalian," tambah jenderal Adiwiyata, sambil menghampiri jenderal utama iblis, dan merantainya dengan rantai baja yang sudah dialiri kekuatan tingi, sehingga dia tidak berdaya, karena semakin banyak bergerak dia akan semakin lemah, kekuatannya akan tersedot oleh kekuatan rantai baja.


"Komandan Komang, bawa tahanan ini, dan perintahkan seluruh pasukan untuk maju bertarung," perintah Jenderal Adiwiyata.


"Siap Jenderal, perintah Jenderal segera dilaksanakan!"


Komandan pasukan Garuda Kencana, segera membawa tahanan jenderal iblis, dan memerintahkan pasukannya untuk maju bertempur.


"Serang..... mereka....!" Seru Komandan Komang, beteriak kepada seluruh pasukannya.


Merekapun serentak menerjang pasukan iblis, dengan teknik bertempur dari jarak dekat, menggunakan jurus-jurus mematikan, begitu pula dengan grup dua, tiga dan grup empat, serentak menerjang dari berbagai arah, sehingga mengunci pergerakan pasukan iblis.


Pertarungan jarak dekat semakin seru, mereka saling bertukar jurus.


Bunyi suara pedang beradu.


Dug.... Bug.... Bug....


Suara pukulan dan tendangan, saling susul menyusul terdengar.


"Argh.... Aahhh.... "


Terdengar Keluh menahan rasa sakit terkena pukulan dan tendangan, membuat pertempuran itu semakin seru.


Para pasukan dari kedua belah pihak, saling beradu kemampuan dan ketangkasan dalam bertarung jarak dekat. Mereka sama-sama menggunakan jurus-jurus andalannya masing-masing, saling membunuh, saling membantai dengan pedang dan tombak, disusul dengan saling pukul dan saling tendang.

__ADS_1


Argh.... Arrgh.... Aaahhh....


Teriakan marah dan jerit kesakitan, berpadu dengan ******* nafas yang memburu, menandakan sebagian pasukan iblis dan prajurit dari Benua Timur, sudah mulai kelelahan.


Setelah puluhan jurus-jurus berlalu, pasukan iblis tampak kewalahan, mereka mulai terdesak. Tidak ada ruang kosong untuk melarikan diri, semuanya sudah terkunci.


Dari atas langit, Arya beserta Pasukan Elitnya, menyaksikan pertempuran. Mereka tidak segera turun ke medan tempur, hanya memantaunya.


Trang..... Ting.....


Terdengar suara pedang beradu terus menerus.


Bug.... Dug.... Argh....


Pukulan dan tendangan saling beradu satu sama lain. Keluh kesakitan terkena tendangan dan pukulan, semakin sering terdengar.


Begitu pula dengan serangan dari jarak jauh, menggunakan pukulan-pukulan jarak jauh yang sangat mematikan, sehingga mereka terbunuh dengan sangat mengerikan.


Duarr.... Duarr.... Bom....


Ledakan demi ledakan terus terdengar, membuat sebagian prajurit iblis dan prajurit Benua Timur, terlempar keberbagai arah, hingga menabrak pepohonan besar.


Melihat banyaknya prajurit iblis dan prajurit kerajaan Benua Timur tumbang, sebagian dari mereka nyalinya menciut. Apalagi melihat teman-temannya sudah mulai terdesak, semangat bertempur sudah mulai down.


Lain halnya dengan pasukan dari Garuda Kencana, semangat bertempurnya masih tinggi, sehingga pasukan iblis mulai tidak berdaya, dan akhirnya pada menyerah mengakui kekalahannya.


Setelah mereka menyatakan takluk dan menyerah, semua tawanan dibawa kembali ke kerajaan Benua Timur oleh Pasukan Garuda Kencana, sekaligus menyerang Istana Raja Benua Timur.


Dalam perjalanan ke Benua Timur, mereka terus menerus meneriakkan Yel-yel Garuda Kencana. Semangat bertempur mereka berkobar-kobar, bahkan darah dan jiwa bertempurnya semakin bergejolak, ingin segera membantai dan menghancurkan seluruh musuh-musuhnya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2