Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
41. Para Begundal


__ADS_3

Setelah menikmati daging rusa bakar, Wulan mengajak kedua anak kembar kedalam dunia jiwa, bergabung bersama anak-anak lainnya, yang telah diselamatkan oleh Arya, karena dia sudah membangun sebuah Istana khusus untuk menampung para anak-anak terlantar.


Sudah ada tiga puluh anak terlantar diselamatkan oleh Arya, terdiri dari anak lelaki dan anak perempuan. Mereka ditempatkan di Istana Kasih Anak, yang baru dibangun didalam dunia jiwanya.


Ketiga puluh anak-anak terlantar itu, dididik dan di asuh oleh Wulan beserta para pelayannya, mereka semua dilatih teknik Kultivasi Dewa, serta teknik jurus-jurus Rajawali Sakti tingkat dasar.


Sementara Arya meneruskan perjalanannya kembali, hendak keluar dari kota Kidang Kencana di Benua Utara, menyusuri jalan utama menuju gerbang keluar dari kota. Namun sebelum Arya mencapai gerbang, dia dihadang oleh ratusan prajurit kota, yang hendak menangkapnya, karena dianggapnya telah membuat keonaran didalam kota.


"Berhenti kau bajingan...! Menyerahlah sebelum kami bertindak tegas," hardik Komandan Prajurit Kota, dibantu prajurit Pengaman Garuda Benua, yang akan menangkap Arya.


"Yang bajingan itu kalian semua, yang sudah membiarkan tindakan sewenang-wenang terhadap orang-orang lemah. Apakah kalian bekerja itu hanya untuk melindungi suatu perbuatan yang buruk, ataukah kalian juga sama dengan mereka yang kuat, selalu menindas yang lemah?" balas Arya, bertanya kepada komandan kota.


"Dasar laknat kau, berani berbicara lantang. Apakah kamu sudah bosan tinggal didunia ini, ataukah sengaja ingin mencari mati?" Tanya lantang komandan kota, yang marah dengan ucapan Arya.


"Kenapa tidak berani, kalau memang yang aku lakukan itu benar. Apakah kalian juga sudah bosan tinggal di kota ini, kalau sudah bosan biar aku bantu untuk mengirim kalian ke Hutan Larangan," balas Arya, menatap mereka satu persatu.


Deg.... Para perwira muda Pengaman Garuda Benua, yang baru menyelesaikan pendidikan di Hutan Larangan, terkejut mendengar ucapan Arya, namun mereka tidak sembarang bertindak, sebelum jelas duduk perkaranya. Karena sistem pendidikannya sekarang, telah dirubah ke yang lebih baik lagi, sehingga tidak mudah terprovokasi, dan tidak bertindak tergesa-gesa sebelum mengetahui dengan jelas permasalahannya.


"Bajingan laknat kau, berani berbicara lantang dihadapan ku. Rasakan ini.... Hiiaaatttt....!" Teriak komandan kota, menerjang Arya.


Arya sama sekali tidak bergeser untuk menghindari terjangan itu, malah dia menadahnya dengan kekuatan sepuluh persen.


Duarr.... Duarr....


Dua kekuatan beradu sangat keras, melemparkan komandan kota ratusan meter hingga menabrak sebuah bangunan. Sedangkan Arya masih berdiri tegak, tidak bergeser dari tempatnya.


Semua prajurit kota yang menyaksikan kejadian itu terkejut dibuatnya, mereka dalam hatinya bertanya-tanya. "Siapakah sebenarnya pemuda petualang itu, sehingga dengan mudahnya membuat komandan kota tidak berdaya," ucap batin semua prajurit penasaran.


"Masih adakah diantara kalian yang berani ingin maju?" Tanya Arya, menatap prajurit kota satu persatu.


Para prajurit kota, saling pandang diantara teman-temannya.


"Maaf Tuan Muda, siapakah sebenarnya Tuan Muda ini?" Tanya perwira muda Pasukan Pengaman Garuda Benua, kepada Arya dengan sopan.


Arya tidak segera menjawab pertanyaan perwira muda itu, malah dia memberi perintah kepadanya.


"Sampaikan kepada Jenderal Komang dan Jenderal Lukita, untuk segera menangkap Pemimpin Kota beserta antek-anteknya, yang telah berani melindungi semua perbuatan jahat diwilayahnya. Kalau tidak mampu menangkapnya, akan aku hancurkan kota ini termasuk kedua jenderal itu," ucap Arya tegas, mengancam mereka.


Tentu saja semua prajurit dan perwira muda itu terkejut, ketika mendengar ucapan Arya yang berani mengancam kedua jenderal atasan mereka.


Untuk membuktikan keseriusan ancaman Arya, lalu Arya pun mengeluarkan rantai baja dari cincin penyimpanannya, dan merantai sekujur tubuh komandan kota.

__ADS_1


Dengan begitu, semua perwira muda Pasukan Pengaman Garuda Benua ketakutan, karena yang memiliki rantai baja itu hanya orang-orang tertentu, yang dipercaya oleh Penguasa Agung Seluruh Alam.


"Nah, dengan ini, kedua jenderal itu akan tau apa yang harus dilakukannya," ucap Arya, kepada perwira muda yang terbengong melihat adegan itu.


"Dan yang terakhir, kirimkan Pemimpin Kota beserta antek-anteknya ketahanan Hutan Larangan, dan mencari penggantinya sesuai dengan kriteria dari Penguasa Agung. Apakah kalian mengerti?" Ucap Arya, diakhiri dengan sebuah pertanyaan kepada perwira muda.


"Mengerti Tuan Muda. Sebenarnya Tuan Muda ini siapa? Apa hubungannya dengan Penguasa Agung?" Tanya perwira muda penasaran.


"Kalian tidak perlu tau sekarang, nanti kedua jenderal itu yang akan menjelaskannya. Yang penting segera laksanakan perintahku," ucap Arya lagi, menekankan kepada para perwira muda.


Tidak perlu banyak membuang-buang waktu lagi, Arya pun segera beranjak dari tempat itu, untuk meneruskan perjalanannya ke seluruh kota di Benua Utara.


Langkah kakinya terus keluar melewati pos penjagaan gerbang kota, meninggalkan kota Kidang Kencana, berjalan dipinggiran hutan Jati, karena di Benua Utara ini hampir seluruh hutannya ditanami pohon jati, yang usianya sudah ratusan tahun.


Arya terus melangkah tanpa berhenti, waktu pun cepat berlalu. Menjelang sore, terdengar suara ledakan dari arah depan. Tanpa menunggu lama, dia langsung bergerak cepat kearah suara ledakan.


Dari sebuah dahan pohon yang tinggi, Arya mengawasi sekitar tempat itu. Terlihat didepannya sedang terjadi sebuah pertarungan seru dua kelompok, kelompok pengawal rombongan kereta kuda dengan kelompok begal.


Pertarungan yang tidak seimbang, karena kelompok begal lebih banyak anggotanya dari pada kelompok pengawal. Dan ranah kekuatan anggota kelompok begal rata-rata diatas Pendekar Dewa Langit tahap puncak, dan pemimpinnya berada di ranah Pendekar Dewa Surga tahap puncak. Sedangkan kelompok pengawal berada dibawahnya, dan jumlah anggota pengawal lebih sedikit dari kelompok begal Hutan Jati.


Meskipun kelompok pengawal terdesak, dan sudah banyak yang terluka, namun mereka tetap bertahan untuk menjaga keamanan tuannya, yang berada didalam kereta kuda.


Duarr.... Duarr....


Setelah debu-debu itu sirna dari hadapan para pengawal kereta kuda, seorang pemuda mengenakan jubah hitam dan caping, berdiri tegak diarea pertarungan itu. Namun yang membuat mereka terkejut, seluruh kelompok begal sudah tidak bergerak lagi, sebagian tubuhnya hancur.


Seorang pemuda yang tak lain adalah Arya, langsung melesat kembali loncat dari pohon ke pohon menuju kedalam hutan, meninggalkan para pengawal yang tidak sempat mengucapkan kata terimakasihnya kepada Arya.


Arya terus melompat dari pohon besar ke pohon besar, dengan begitu cepatnya, hingga tak terasa sudah sampai disebuah danau yang cukup luas.


Sebelum Arya turun dari dahan pohon, dia mengedarkan pandangan mata malaikatnya, untuk memindai seluruh tempat itu, hingga matanya terbentur pada sebuah Goa yang sangat mencurigakan.


Gegas Arya mendekatinya hingga tiba di mulut Goa, dan menyelinap masuk kedalamnya, menyusuri lorong-lorong Goa yang pengap dan lembap, serta dindingnya dipenuhi oleh lumut serta jamur sumberdaya tingkat rendah, yang tidak berguna untuk Arya.


Dari dalam Goa, Arya mendengar percakapan orang-orang dari sebuah ruangan yang cukup besar.


Ada puluhan orang berkumpul didalam ruangan itu, mengelilingi sebuah api unggun yang menerangi seluruh ruangan.


"Tempat ini aman bagi kita, untuk menyembunyikan seluruh harta hasil merampok, karena tidak ada seorangpun yang bakal menyangka, bahwa Goa pengap ini ada penghuninya,' ucap kepala rampok Hutan Jati.


"Bagaimana kalau ada orang yang mengikuti kita ketempat ini?" Tanya anggota perampok.

__ADS_1


"Tidak akan ada yang berani masuk ketempat ini, jika memang ada, tentunya orang itu mau mencari kematian," balas pemimpin kelompok perampok.


Baru saja mereka selesai berbicara, sebuah serangan pukulan jarak jauh Cakar Rajawali melesat kearah para perampok.


Duarr.... Duarr....


Mereka tiba-tiba mendapat serangan mendadak, yang tidak sempat untuk menghindarinya.


"Hahaha.... Rupanya kalian bersembunyi didalam Goa ini," ucap suara dari balik dinding Goa.


"Hai, siapa yang berani menyelinap ketempat ini?" Tanya pemimpin rampok terkejut.


"Hahaha.... Siapa aku kalian tidak perlu tau, yang perlu kalian tau, aku datang ketempat ini untuk menjemput kalian semua," ucap suara dibalik dinding Goa itu lagi.


"Bajingan, keluar kamu! Jangan bersembunyi seperti seorang pengecut!" Seru pemimpin rampok marah.


Duarr.... Duarr....


Kembali pukulan jarak jauh Cakar Rajawali menerbangkan mereka, hingga menabrak dinding Goa.


Tak hanya sampai disitu, dengan gerakan cepat yang tidak dapat dilihat oleh pandangan mata, Arya melesat kearah semua perampok melumpuh basis kultivasi mereka.


"Bagaimana dengan kabar kalian sekarang, setelah kalian tidak memiliki kekuatan lagi?" Tanya Arya, mengejek mereka semua.


"Bajingan laknat kamu. Hiiaaatttt....!" Pemimpin rampok berusaha untuk menerjang Arya, meskipun sudah tidak memiliki kekuatan lagi. Namun pemimpin rampok itu menggunakan kekuatan fisik yang tidak seberapa kuat.


"Hahaha.... Rupanya kamu masih mau bermain-main denganku. Baiklah, aku akan layani dengan beberapa jurus sederhana," ucap Arya, sambil menangkis serangan pukulan pemimpin rampok, yang hanya menggunakan kekuatan fisiknya.


Dug.... Dug.... Bug....


Dua pukulan tanpa kekuatan tenaga dalam beradu, meskipun hanya menggunakan kekuatan fisik, Arya lebih unggul dari pemimpin perampok, yang tangan kanannya remuk beradu dengan kekuatan fisik tangan Arya.


"Ahhh.... Bajingan laknat kamu!" Teriak pemimpin rampok, merasakan sakit ditangan kanannya.


"Masih ingin bermain-main lagi, ayo maju," ucap Arya.


Pemimpin rampok tidak menjawab, dia merasakan tangan kanannya yang sakit sekali.


"Baiklah jika kalian tidak ingin bermain-main denganku, rasakan ini," ucap Arya, sambil mengeluarkan rantai baja dari cincin penyimpanannya, dan merantai sekujur tubuh seluruh perampok.


Usai merantai seluruh perampok, Arya memasukkan semua harta yang ada diruangan itu kedalam cincin penyimpanannya, untuk dibagikan kepada warga yang lemah, dan cepat meninggalkan para perampok yang sudah tidak berdaya didalam Goa, itung-itung tempat itu merupakan sebuah penjara bagi mereka.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2