Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
103. Mustika Jagat


__ADS_3

Setelah melewati pemeriksaan di gerbang penjagaan, Arya terus berjalan menyusuri jalanan diperkotaan Dewa Awan, yang selalu ramai dikunjungi oleh para kultivator, untuk berburu sumber energi tingkat dewa disebuah hutan, yang tidak jauh dari kota Dewa Awan.


Arya terus melangkah menuju kesebuah rumah makan, untuk mencari sebuah informasi dari pengunjung, biasanya para kultivator sering membicarakan sesuatu, sambil minum tuak dan menikmati makanan daging bakar.


Begitu tiba disebuah rumah makan, dia segera masuk kedalam, dan langsung memesan makanan dan minuman terenak di rumah makan itu.


Arya duduk disebelah pojok, menghadap kearah sebuah jendela, sambil menikmati hembusan angin lembut yang menerpa dirinya.


Tak begitu lama, makanan dan minuman pesanannya diantar oleh seorang pelayan wanita, dan langsung menyajikannya di meja makan dihadapan Arya.


Sambil menikmati makanan dan minuman yang menyegarkan tubuhnya, dia menajamkan pendengarannya, untuk mendengarkan obrolan dari beberapa pengunjung rumah makan.


"Hutan disebelah utara kota ini, sudah banyak dimasuki oleh para kultivator. Mereka pada mencari harta karun, yang katanya sangat berlimpah, dan sudah banyak orang yang mendapatkan barang-barang pusaka tingkat tinggi, lalu dijual ditempat pelelangan, dengan harga yang cukup lumayan," jelas salah seorang pengunjung rumah makan.


"Apakah kita juga akan masuk ke hutan itu?" Tanya salah seorang temannya.


"Kita sama-sama dengan yang lainnya, karena didalam hutan itu, banyak binatang buasnya, yang kekuatannya lebih tinggi daripada kekuatan kultivator," sambung temannya.


Percakapan diantara mereka terdengar jelas oleh Arya, yang selalu penasaran terhadap sesuatu yang aneh dan misterius. Ingin membuktikannya sendiri, apa yang ada dibalik sebuah hutan, yang tidak jauh dari kota Dewa Awan.


Namun selagi menikmati hidangan makanan dan minuman yang menyegarkan, dan asyik mendengarkan obrolan dari para pengunjung rumah makan, tiba-tiba masuk sekelompok pemuda berandalan, yang langsung ngusir para pengunjung yang lagi pada makan dan minum tuak.


Ada juga yang datang ke meja Arya, dan ingin mengusirnya. Namun sebelum tangannya menjangkau baju Arya untuk menariknya keluar, tiba-tiba dia terlempar dengan kerasnya, hingga menabrak dinding rumah makan.

__ADS_1


Tentu saja hal itu, membuat semua pengunjung dan teman-temannya terkejut, karena secara tiba-tiba, kedua pemuda yang hendak mengusir Arya, terlempar dengan gerakan yang sangat cepat, tanpa bisa dilihat oleh mata biasa.


Arya masih tetap santai dan tenang, menikmati makanan dan minuman tuak dewa, yang sangat menyegarkan tubuhnya, seakan tidak pernah terjadi sesuatu.


Teman-teman kedua pemuda yang terlempar itu, segera mendatangi Arya dengan sangat marah, sambil menyabetkan sebilah pedang kearah Arya, namun sebelum menjangkau tubuhnya, dengan gerakan yang sangat cepat, beberapa pemuda dihadapannya, kembali terlempar dengan sangat kerasnya, hingga tidak bergerak lagi.


Arya terlihat masih santai, masih menikmati minuman tuak Dewanya, tidak bergerak dari tempatnya. Sehingga para pengunjung dan pemilik rumah makan juga bingung, tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya. Karena sama sekali Arya tidak terlihat menggerakkan tangannya, untuk memukul para pemuda berandalan.


Usai membayar makanan dan minuman yang dipesannya, dengan santai Arya keluar meninggalkan rumah makan, berniat hendak menuju kesebuah hutan disebelah utara kota Dewa Awan.


Dia terus berjalan menuju kesebuah gerbang keluar kota, melewati pemeriksaan para penjaga pos, lalu menuju kearah hutan, yang disebutkan oleh beberapa pengunjung rumah makan.


Setelah jauh dari gerbang kota, dia langsung melesat loncat dari pohon ke pohon, memasuki hutan lebih kedalam lagi.


Waktu pun tak terasa, dia sudah tiba disebuah lembah yang sangat dalam dan gelap. Arya mengedarkan pandangan mata malaikatnya, untuk memindai dasar lembah, tampak oleh mata malaikatnya, ada sebuah aura energi yang sangat kuat, merembes keluar dari sebuah Goa di dasar lembah.


Setibanya di dasar lembah, dia terus menuju kearah arah Goa, dan langsung memasukinya, menyusuri lorong-lorong Goa yang sedikit pengap dan lembap.


Tak seberapa lama, dia tiba disebuah ruangan yang cukup besar, yang terang oleh ribuan batu kristal Dewa, yang tertumpuk di setiap sudut ruangan.


Diruangan itu, terlihat ada tumpukan milyaran koin emas, platinum dan berlian. Ditengah ruangan ada sebuah batu altar hitam, dan diatasnya ada sebuah cambuk petir, dialiri oleh sebuah cahaya yang sangat menyilaukan mata.


Dengan menggunakan mata malaikatnya, agar matanya tidak terkena pengaruh cahaya petir, dia mendekati batu altar hitam, dan berusaha untuk meraih cambuk petir. Namun tanpa diduga oleh dirinya, cambuk petir itu melesat menyeruak masuk kedalam tubuhnya, mengalir menjalar ke seluruh tubuh, sehingga terasa oleh Arya ada sesuatu kekuatan, yang sangat dahsyat didalam tubuhnya.

__ADS_1


Arya berusaha untuk menaklukkan sebuah kekuatan didalam dirinya, yang ditimbulkan oleh sebuah cambuk petir.


Dia bergelut melawan kekuatan dari cambuk petir, yang hampir membuat dirinya kewalahan. Namun dengan mengerahkan kekuatan inti petir, yang sudah ada didalam dirinya, dia mampu meredam kekuatan cambuk petir, sehingga terdengar suara teredam didalam tubuh Arya sebanyak lima kali, menandakan dia berhasil menerobos ke ranah yang lebih tinggi lagi.


Kini ranah kekuatan kultivasi Arya berada ditingkat Great God King Abadi Bintang Sembilan tahap puncak, selangkah lagi menuju ranah Great God King Maha Abadi Bintang Satu tahap awal, sesuai dengan keinginan dari Raja Dewa Agung seluruh lapisan alam, yang menghendaki Arya untuk meningkatkan ranah kekuatan kultivasinya, agar bisa menembus ke Alam Dewa Nirwana Lapisan terakhir.


Arya segera memasukkan seluruh harta yang berada didalam ruangan, kedalam cincin penyimpanannya. Dan berlalu meninggalkan ruangan itu, keluar menyusuri lorong Goa, untuk meneruskan perjalanannya lagi.


Dia kembali terbang menembus awan, berniat melanjutkan perjalanannya kearah selatan Alam Dewa Agung Lapisan Kesembilan, masih penasaran dengan beberapa hutan di kawasan selatan alam ini.


Dengan mengedarkan mata malaikatnya, dia terus terbang ke wilayah selatan dengan kecepatan tinggi, hingga tak terasa, dia sudah tiba di atas sebuah hutan wilayah selatan, kemudian turun masuk kedalam hutan, dan mendarat persis disebuah air terjun, yang memancarkan aura energi yang sangat kuat.


Dia menggunakan mata malaikatnya, untuk memindai dibalik air terjun, yang tampak oleh mata malaikat Arya, ada sebuah lobang besar mirip Goa, namun tidak dalam.


Didalam lobang itu, ada sebuah mustika jagat Alam Dewa Agung Lapisan Kesembilan. Jika benda itu dapat ditaklukkan, orang yang menaklukkannya, akan menguasai seluruh Alam Dewa Agung, dari mulai lapisan bawah hingga lapisan kesembilan.


Gegas Arya melesat terbang menuju kebalik air terjun, dan berusaha untuk mengambil mustika jagat Alam Dewa Agung Lapisan Kesembilan. Namun sekali lagi terjadi seperti didalam Goa sebelumnya, benda pusaka itu langsung melesat masuk ke tubuh Arya, dengan kekuatan yang lebih besar lagi, daripada kekuatan sebelumnya.


Arya berusaha mengendalikan kekuatan mustika jagat, yang mengeluarkan cahaya pelangi dengan aura energi yang sangat dahsyat, menekan kekuatan Arya dari dalam tubuhnya, sehingga dia terjengkang kebelakang, dan tak sadarkan diri.


Ketika dalam keadaan tergeletak, ada beberapa kekuatan dari dalam diri Arya menyelimuti tubuhnya. Seperti kekuatan seribu cahaya, kekuatan inti api, kekuatan inti petir, dan kekuatan energi abadi, energi kehidupan, serta kekuatan energi suci, yang terbentuk dari beberapa kolam air energi didalam dunia jiwanya.


Beberapa cahaya itu, berusaha melindungi tuannya, yang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Bahkan semua energi yang melindungi Arya, berusaha ingin menaklukkan kekuatan dari mustika jagat, yang terus menerus memberontak didalam tubuh Arya, hingga dia sendiri tidak mampu untuk melawannya.

__ADS_1


Setelah dikepung oleh kekuatan yang yang ada didalam dirinya, lama kelamaan mustika jagat itu mulai tenang, dan berusaha menarik seluruh kekuatan alam semesta untuk masuk kedalam tubuh Arya.


Bersambung.....


__ADS_2