
Pagi harinya, seluruh penduduk kota Bintang, dihebohkan dengan berita kembalinya batu bintang ketempat semula, kehebohan itu menyebar hingga ke Ibukota Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh.
Para penduduk yang penasaran, berbondong-bondong mendatangi taman kota, untuk membuktikan kebenaran berita yang menghebohkan tersebut, apakah benar adanya, ataukah hanya guyonan orang-orang yang tidak bertanggungjawab, yang sengaja ingin mengacaukan suasana di kota Bintang?
Dengan kehebohan berita kemunculan batu bintang, membuat semua penduduk penasaran, bukan hanya penduduk dari kota Bintang saja, melainkan juga para penduduk dari luar kota, yang penasaran dengan berita kemunculan kembali batu bintang, termasuk Tuan Kota, para petinggi dan Penguasa alam ini, pada berdatangan ketempat batu bintang berada.
Batu Bintang tetap berdiri dengan kokoh ditempat semula, tidak bergeser satu inci pun, hingga membuat Penguasa di alam ini penasaran, sampai menerjunkan para ahli untuk meneliti jejak batu bintang.
Para ahli yang diterjunkan, berusaha untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya. Tentang kemisteriusan batu bintang tersebut.
Beberapa waktu berlalu, namun satu orangpun dari para ahli yang diterjunkan, tidak ada yang mampu memecahkan kemisteriusannya.
Dengan rasa kecewa, para petinggi dan Penguasa alam ini, kembali lagi ke ibukota dengan membawa rasa ke penasarannya.
Sedangkan Tuan Kota beserta para prajurit ibukota, terus memburu orang yang telah membuat para prajurit dan anaknya cacat, hingga tidak bisa lagi memiliki ranah kekuatan kultivasi.
Ribuan prajurit Kota Bintang bersama prajurit Ibukota Dewa Agung Lapisan Ketujuh, yang langsung dipimpin oleh Tuan kota, terus menerus mencari sosok seorang pemuda misterius, tidak memiliki ranah kekuatan sama sekali, namun mampu membuat lumpuh para prajurit dan Tuan Muda Kota.
Semua tempat digeledah, termasuk penginapan dimana Arya tengah beristirahat. Arya segera mengeluarkan ranah kekuatan kultivasinya, Raja Dewa Agung (Great God King) Abadi Bintang Dua tahap puncak, karena yang dicari seorang pemuda yang tidak memiliki kekuatan sama sekali.
Seluruh prajurit yang hendak memeriksa tempat itu, tersungkur muntah darah, akibat tertekan oleh aura kekuatan Raja Dewa Agung (Great God King) Abadi Bintang Dua tahap puncak, yang dikeluarkan oleh Arya, agar mereka tidak jadi memeriksa ke kamar yang diisi olehnya.
Seorang jenderal yang memimpin prajurit dari ibukota, tidak berdaya tertindas oleh aura kekuatan yang Maha Dahsyat, sehingga dia kembali keluar dari dalam penginapan.
__ADS_1
"Ranah kekuatan kultivasinya, lebih tinggi daripada Penguasa Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh. Siapa sebenarnya yang berada didalam kamar penginapan itu," ucap batin seseorang jenderal dari ibukota, yang memimpin ribuan prajuritnya hanya untuk menangkap Arya.
Jenderal itu kembali ke ibukota, untuk memberi laporan kepada penguasa alam ini, bahwa di Kota Bintang ada seorang kultivator dengan ranah tinggi, melebihi ranah kekuatan Penguasa Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh.
Sedangkan Tuan Kota bersama beberapa prajuritnya, yang hendak menuju ke kamar Arya, ambruk tidak bergerak lagi. Mereka seperti ditimpa oleh sebuah gunung, sesak tidak bisa bernafas dan tubuhnya hampir remuk.
Arya menarik kembali kekuatannya, itu hanya sebagai terapi bagi mereka yang selalu menyalahgunakan kekuasaannya.
Namun dia tidak mengetahui keadaan diluar kamar, bahwa Tuan Kota beserta prajuritnya, sudah tergeletak tidak bergerak. Begitu dia keluar dari kamarnya, baru dia terkejut melihat keadaan diluar kamar. Itu baru dengan auranya, belum dengan kekuatan pukulannya, yang mampu menghancurkan alam ini.
"Sebegitu dahsyatnya aura kekuatan yang baru aku miliki ini," ucap batin Arya, tertegun melihat Tuan Kota dan prajurit bergelimpangan.
Dia segera keluar meninggalkan penginapan, hendak menuju ke gerbang keluar dari kota, namun di pos penjagaan, dia dihadang oleh ratusan prajurit yang ingin menangkapnya.
Usai membuat semua prajurit kota tidak berdaya, dia segera meninggalkan pos penjagaan, sambil menarik kembali pengaruh Dewa Rajawali Mengunci Lawan.
Kemudian dia berjalan kearah timur, menyusuri jalanan dipinggiran hutan, dan berbelok kearah kiri masuk kedalam hutan.
Sementara di penginapan, terjadi kehebohan, para pelayan penginapan menemukan para prajurit dan Tuan Kota tergeletak di lantai tiga. Keadaan mereka semua sudah tidak bernyawa lagi.
Tentu saja, kejadian itu membuat mereka bingung, karena tidak ada tanda-tanda keributan, atau perkelahian di lantai tiga, para pelayan hanya tau, mereka sedang mencari seorang pemuda.
Berita itu cepat tersebar, apalagi ditambah dengan ratusan prajurit, yang tiba-tiba kehilangan ranah kekuatan kultivasinya, ketika hendak mengepung seorang pemuda misterius, yang dianggapnya tidak memiliki ranah kekuatan kultivasi.
__ADS_1
Pemuda itu benar-benar sangat misterius, tidak memiliki kekuatan, tapi dapat membuat semua orang tidak berdaya, jika berhadapan dengan dirinya.
Kabar pemuda misterius itu cepat tersebar keberbagai penjuru Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh, hingga terdengar oleh Penguasa alam ini, yang segera mengumumkan kepada semua rakyatnya, untuk berhati-hati jika berhadapan dengan seorang pemuda misterius, jangan sampai menyinggungnya.
Penguasa Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh, mengeluarkan maklumat seperti itu, karena dia mendengar berbagai laporan dari para bawahannya, termasuk dari para jenderalnya, yang melaporkan ada seorang pemuda petualang yang tidak memiliki ranah kekuatan, tapi mampu membuat semua orang tak berdaya, dan seorang jenderal melaporkan dari hasil penyelidikannya, ketika dia ingin naik ke lantai tiga sebuah penginapan di kota Bintang, dia tertindas oleh sebuah kekuatan yang sangat dahsyat, melebihi kekuatan di alam ini.
Karena itulah, Penguasa di alam ini, membuat maklumat untuk disebarkan ke seluruh penjuru Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh, agar rakyatnya berhati-hati jika bertemu dengan seorang pemuda misterius, yang ciri-cirinya disebutkan dalam sebuah pengumuman tersebut.
Dan untuk menghindari lebih banyak korban dari para prajurit, Penguasa alam ini memerintahkan kepada seluruh jenderalnya, untuk menarik kembali seluruh prajuritnya yang hendak menangkap seorang pemuda misterius itu, yang tak lain adalah Arya.
Akhirnya Penguasa Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh, menemui para leluhurnya yang berada di Alam Lapisan Kedelapan, yang memiliki ranah kekuatan kultivasinya berada ditingkat Great God King Abadi Bintang Satu tahap awal, untuk membantu menangani masalah keamanan.
Para leluhur Dewa Agung Lapisan Ketujuh, yang berada di Alam Lapisan Kedelapan, segera memberi laporan kepada atasannya yang lebih tinggi ranah kekuatannya, yaitu berada ditingkat Great God King Abadi Bintang Satu tahap puncak.
Akhirnya para leluhur Dewa Agung turun dari Alam Lapisan Kedelapan, hanya untuk membuktikan laporan Penguasa Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh, apakah benar ada seorang pemuda misterius, yang memiliki ranah kekuatan kultivasinya, sudah melebihi batas kekuatan di Alam Lapisan Ketujuh.
Rasa penasarannya terhadap seorang pemuda misterius, para leluhur Dewa Agung Lapisan Ketujuh, ingin segera bertemu dengan Arya, yang kini tengah berpetualang ditengah hutan berkabut.
Para leluhur Dewa Agung, segera melesat menuju kesebuah hutan, karena Pemimpin Dewa Agung, yang ranahnya sudah berada ditingkat Great God King Abadi Bintang Dua tahap awal, dua tingkat dibawah ranah kultivasi Arya, melihat keberadaan Arya dengan kekuatan mata Dewanya, sedang berada didalam hutan.
Segera rombongan para leluhur Dewa Agung Lapisan Ketujuh, terbang menuju kearah hutan yang tidak jauh dari kota Bintang.
Bersambung.....
__ADS_1