Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
75. Membebaskan Dewa


__ADS_3

Hutan Lembah Maut Negeri Awan Mengambang, keberadaannya membuat Arya penasaran. Sampai dia sendiri dibuat kewalahan, dengan menghadapi berbagai kekuatan mistis di hutan Lembah Maut, dari mulai laba-laba raksasa, cincin Penguasa Agung Semesta Alam Raya yang membuat dia tak sadarkan diri, dan terakhir dia dipermainkan oleh sebuah benda yang kasat mata, yang hanya bisa dilihat oleh kekuatan mata malaikatnya.


Namun dia sendiri kembali dibuat tidak berdaya, dengan menghadapi sebuah benda misterius itu, jika dia terus menerus menggunakan kekuatan mata malaikatnya, kekuatannya akan semakin terkuras habis.


Arya terus mencari titik lemah benda misterius itu, dengan sekali-kali menggunakan mata malaikatnya, lalu istirahat lagi sekitar tiga jam, menggunakan lagi mata malaikat. Begitu terus menerus, hingga kembali dia menyerah.


"Akan ku coba dengan kekuatan jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, dipadukan dengan kekuatan laba-laba raksasa, dan kekuatan mistis rantai baja. Apakah benda misterius itu, dapat lolos dari jurus Cengkraman Rajawali," ucap lirih Arya.


Dia kembali mengedarkan mata malaikatnya, mencari keberadaan benda misterius itu lagi. Kali ini dia benar-benar dibuat pusing, karena benda misterius itu bergerak cepat, hingga mata Arya dibuat perih, dengan mengikuti gerakan benda misterius yang sangat cepat sekali.


"Mau tidak mau, aku harus menggunakan kekuatan Dewa Rajawali Mengunci Lawan sepenuhnya, dipadukan dengan kekuatan mistis dari laba-laba dan rantai baja," ucap lirih Arya lagi.


Dengan penuh keyakinan, bahwa dengan cara ini, dia akan berhasil menaklukkan benda misterius.


Gegas Arya mengeluarkan jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, mengitari seluruh hutan, disusul oleh kekuatan mistis tingkat tinggi laba-laba raksasa dan rantai baja, yang mencakupi seluruh hutan, hingga semua makhluk yang berada di hutan tidak berdaya, selain menjadi patung, tubuhnya terasa sakit diremas-remas kekuatan mistis laba-laba raksasa dan rantai baja.


Arya kembali menggunakan mata malaikatnya, mencari keberadaan benda misterius itu. Apakah benda itu sudah terjerat, ataukah lolos?


Baru kali ini, jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, tidak mempan terhadap benda misterius. Hanya kekuatan mistis rantai baja yang mampu melilit benda itu, dua kekuatan lainnya, tidak mampu menjeratnya.


Tampak dimata malaikatnya, sebuah benda misterius meronta-ronta ingin lepas. Tidak terpengaruh oleh kuatnya remasan mistis rantai baja, bahkan benda itu semakin cepat bergerak, walaupun rantai baja melilitnya, hingga terdengar bunyi berderit-derit.


Gegas Arya menghampiri benda misterius itu, sambil terus menambah kekuatan mistis rantai bajanya.


Setibanya didepan benda misterius itu, lalu dia memindai isinya. Ingin tau apakah ada makhluk didalamnya? Ataukah hanya sebuah batu kristal yang memiliki kekuatan alami?


Tanda tanya didalam benak Arya, menghantui pikirannya, sehingga dia terus mencari tau apa isi dari benda misterius.


Sekali lagi dia menggunakan mata malaikatnya, untuk memindai isi dari benda misterius. Tampak dimata malaikatnya, ada sebuah tempat yang tipis dari benda itu. Lalu dia memukul tempat yang tipis, sampai benda misterius terbelah menjadi dua bagian.


Belahan benda misterius menghilang dari hadapan Arya, tiba-tiba muncul seorang pria setengah baya tersenyum ramah, dan mengucapkan terima kasih karena Arya, yang telah menyelamatkan dirinya, dari hukuman leluhur Dewa di lapisan Alam Ketujuh.


"Terimakasih, anak muda. Kamu telah menyelamatkan diriku," ucap pria setengah baya.


"Kenapa Tuan berada didalam benda misterius itu?" Tanya Arya.


"Aku terkena hukuman oleh leluhur Dewa Agung Lapisan Ketujuh," jelas pria setengah baya. "Aku berada didalam kerangkeng baja itu sudah ribuan tahun, menunggu orang yang bisa membebaskanku, dari jeratan mistis kerangkeng baja tingkat Dewa, dan hanya satu orang yang bisa membebaskan diriku, yaitu orang yang memiliki kekuatan mistis rantai baja," tambahnya.


"Apa hubungannya kekuatan mistis rantai baja, dengan kekuatan mistis kerangkeng baja. Dan apa masalahnya, sampai Tuan di hukum seperti ini?" Tanya Arya penasaran.


"Kekuatan mistis rantai baja itu, sebenarnya dari Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh, yang sudah lama menghilang, bersamaan dengan dilemparkannya kerangkeng baja ke alam lain," jawab pria setengah baya menjelaskan.


Kemudian pria setengah baya itu menceritakan, awalnya dia mendapatkan hukuman dari leluhur Dewa Agung. Karena dia sendiri juga seorang Dewa di lapisan ketujuh, yang sudah menyalahi aturan para leluhur Dewa, karena membantu para Penguasa Dzalim yang menindas rakyatnya, yang semestinya rakyat lemah itu dia lindungi, bukan malah menindasnya.


Karena perbuatannya, banyak rakyat tak berdosa hidupnya menderita, dan para leluhur Dewa mengambil tindakan tegas, dengan menyidangkannya dihadapan semua leluhur Dewa, dengan satu keputusan yang bulat, yaitu dimasukkan kedalam kerangkeng baja, yang dilapisi oleh kekuatan mistis, dan dilemparkan ke alam lain, bersama rantai baja yang juga memiliki kekuatan mistis.


Kerangkeng baja mistis, tidak ada satu orangpun yang bisa membukanya, kecuali orang yang memiliki kekuatan mistis rantai baja, dipadukan dengan kekuatan mata malaikat. Karena, kalau tidak diikat dulu oleh rantai baja, dan tidak menggunakan mata malaikat, sulit untuk menemukan titik kelemahan kerangkeng baja, walaupun dirinya memiliki kekuatan sedahsyat apapun, namun tetap tidak akan mampu menemukan titik kelemahannya.


"Begitulah ceritanya, jadi orang yang bisa menghancurkan kerangkeng baja, adalah orang yang memiliki kekuatan mistis rantai baja, dan mampu menggunakan kekuatan mata malaikatnya," jelas pria setengah baya, yang ternyata seorang Dewa, menuturkan kepada Arya.


Pantas saja dia tidak bisa menggunakan kekuatan jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, dan kekuatan mistis laba-laba raksasa, menghadapi kekuatan kerangkeng baja, yang telah dilapisi oleh kekuatan mistis tingkat Dewa.

__ADS_1


"Dan aku sudah berjanji dalam diriku sendiri, untuk memberikan kekuatan kepada siapa saja yang dapat membebaskanku, dari jeratan hukuman kerangkeng baja," ucap seorang Dewa, yang sudah menerima hukuman.


Arya menganggukkan kepalanya, dia mengerti apa yang telah dituturkan oleh seorang Dewa dari Alam Lapisan Ketujuh, yang sudah ribuan tahun berada didalam kerangkeng baja.


"Anak muda, silahkan duduk dihadapan ku, untuk menerima kekuatan yang akan aku berikan kepadamu," ucap Dewa itu, meminta Arya duduk dihadapannya.


Tanpa banyak bicara, Arya segera melaksanakan apa yang diminta oleh Dewa itu, dia duduk lotus dihadapannya. Lalu Dewa itu mengarahkan jari telunjuk tangan kanannya, kearah kening Arya, yang sudah siap menerima kekuatan Dewa Lapisan Ketujuh.


Terasa hawa panas menyeruak dari kening, menjalar ke sekujur tubuhnya, dan ada sengatan seperti kesetrum oleh listrik tegangan tinggi. Namun kali ini, dia tidak merasakan sakit, karena didalam tubuhnya sudah benar-benar kuat dan kebal, bila menerima kekuatan lain, dengan mudah dapat dikuasainya.


Seperti hari ini, dia menerima lagi kekuatan yang hebat dari seorang Dewa, yang berasal dari Alam Dewa Lapisan Ketujuh. Namun karena tubuhnya sudah kuat, dia hanya merasakan ada hawa panas, dan sengatan dari aliran listrik tegangan tinggi.


Beberapa waktu berjalan, terdengar suara teredam dari dalam tubuhnya, sebanyak tujuh kali, menandakan dia naik tingkat lagi tujuh tahap.


Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom....


Kini ranah Arya berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Empat Puncak, meskipun sekarang ranah Arya sudah tinggi, dia tetap belum bisa naik ke Alam Dewa Lapisan Kelima, Keenam dan Ketujuh. Kecuali dia sudah mencapai tingkat Great God King Tahap Sempurna ke atas, atau tingkat Raja Dewa Agung Tahap Sempurna, baru dengan sendirinya dia bisa naik ke alam yang lebih tinggi lagi.


Karena tingkatan kultivasi di Alam Dewa Agung Lapisan Kelima, Keenam, Ketujuh, Jedelapan dan Kesembilan adalah sebagai berikut ;




Low God tahap awal, menengah, dan puncak.






God King tahap awal, menengah, puncak, dan Akhir.




God King tahap sempurna bintang satu awal, menengah, dan puncak, hingga bintang tujuh awal, menengah, puncak, dan akhir.




Great God King (Raja Dewa Agung), tahap awal.



__ADS_1


Great God King, tahap menengah.




Great God King, tahap puncak.




Great God King, tahap akhir.




Great God King, tahap sempurna bintang satu awal, menengah dan puncak, hingga bintang tujuh awal, menengah, puncak dan akhir.




Great God King Abadi Bintang Satu hingga Sembilan, tiap-tiap bintang dibagi tiga, awal, menengah dan puncak.




Great God King Maha Abadi Bintang Satu hingga Sembilan, tiap-tiap bintang dibagi menjadi tiga, awal, menengah dan puncak.




Great God King Maha Abadi Tahap Sempurna Bintang Satu hingga Sembilan, tiap-tiap bintang dibagi menjadi tiga bagian, awal, menengah dan puncak.




Itulah tingkatan ranah kultivasi di Alam Dewa yang lebih tinggi lagi. Makanya Arya berusaha dan berjuang terus, untuk mencapai ranah lebih tinggi lagi, karena dia sendiri ingin naik ke Alam Dewa Agung Lapisan Kelima, Keenam dan Ketujuh.


"Anak muda, aku tunggu kedatangan mu di Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh. Carilah nama Dewa Artenkra Salaka," ucap Dewa dari Alam Lapisan Ketujuh, langsung menghilang dari hadapan Arya.


"Terimakasih Dewa, pasti suatu saat nanti, aku akan mampu mencapai Alam Dewa Lapisan Ketujuh. Tunggu saja kedatanganku," balas Arya, dan dia juga segera meninggalkan hutan aneh itu.


Arya melesat terbang menembus awan, melanjutkan perjalanannya lagi, dengan kecepatan tinggi menuju kearah gerbang keluar Negeri Awan Mengambang.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2