Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
46. Dihadang Geng Motor


__ADS_3

Sementara disebuah tempat yang dirahasiakan, lima belas bawahan Arya sedang mengintrogasi keluarga Handoko dan berepa petinggi negara, dengan aura kekuatan yang dimiliki oleh bawahan Arya, menekan Handoko beserta seluruh orang-orangnya, untuk tunduk dan patuh pada perintah Arya. Terutama Handoko untuk menyerahkan seluruh dokumen dan surat-surat berharga, yang menyatakan kepemilikan saham dan seluruh aset-asetnya yang berjumlah triliunan rupiah.


Dengan tekanan yang kuat, mau tidak mau, untuk menyelamatkan seluruh anggota keluarganya, dia menyerahkan semua yang diminta oleh bawahan Arya.


Sedangkan para petinggi negara, setelah mendapat tekanan yang keras, mereka menyatakan tunduk dan bersedia menjadi pengikut Arya.


Setelah semuanya selesai dikerjakan oleh bawahan Arya, para petinggi negara itu dikembalikan lagi ke asalnya dengan dibawa terbang di atas langit, dan memerintahkan besok pagi datang ke rumah Arya di Bogor.


Hanya keluarga Handoko yang belum dikembalikan ketempat asalnya, sebelum seluruh dokumen dan surat-surat berharga dibalik namakan atas nama Arya. Mereka tetap masih ditahan oleh bawahan Arya, disebuah tempat yang dirahasiakan.


Lima bulan sudah Arya berada di Alam Bumi, dengan segenap kekuatan dan kemampuannya, dia berhasil menguasai hampir seluruh benua di Alam Bumi, terutama di wilayah Benua Asia.


Sejumlah pengusaha di daratan Asia, tunduk dan patuh apa kata Arya, mereka semua bergerak dibawah naungan bendera PT Prabu Agung Corp, yang bergerak di bidang Kontraktor dan Development, Perhotelan dan Restoran, Migas dan Petroleum, Industri dan Perdagangan.


Saat ini, di Wilayah Selatan Jakarta, Arya tengah membangun kawasan Perhotelan, Apartemen, Restoran, Graha Pertemuan dan tempat pesta pernikahan, Super Market dan Swalayan, serta perumahan Mewah.


Serta di wilayah pantai Jakarta, dia juga membangun kawasan wisata bertaraf internasional, dengan sejumlah cottage dan restoran mewah.


Semua itu dia percayakan kepada bawahannya, khusus di bidang Kontraktor dan Development dipercayakan kepada Lukman Atmadja, bidang Perhotelan, Restoran dan Pariwisata dipegang oleh Danu Soedirdja, Migas dan Petroleum dijabat oleh Hendra Saputra, serta Industri dan Perdagangan dipercayakan kepada Agoes Mihardja, semuanya dibawah kendali Arya


Dia juga mendirikan sebuah wadah untuk para pengusaha di Asia, yaitu Himpunan Pengusaha Asia, yang di pimpin langsung oleh dirinya sebagai Ketua Umum, dibantu oleh George Clooney sebagai Ketua Pelaksana Harian, Mickey Rourke Wakil Ketua Pelaksana Satu, Robert Pattinson Wakil Ketua Pelaksana Dua, Rangga Kusumah Sekretaris Umum, Suci Oktavia Bendahara serta dibantu oleh beberapa pengusaha lainnya.


Di bidang keamanan, diserahkan kepada Bang Jali Macan Kemayoran, dia dibantu oleh Nurdin Naga Berantai, Arfan Fane, Dicky Kapak Merah, Johannes Simamora, dan seluruh preman bawahannya untuk menjaga semua proyek, perhotelan, perdagangan, restoran mewah dan sejumlah tempat wisata serta hiburan di seluruh Jakarta, yang berada dibawah naungan bendera PT Prabu Agung Corp.


Ada sejumlah Petinggi Negara dan Jenderal bintang empat, bintang tiga dan bintang dua, yang bergabung dibawah kekuasaan Arya.


Seluruhnya dipusatkan di wilayah selatan Jakarta, dengan daerah operasinya tersebar di seluruh penjuru dunia, yang nantinya tidak hanya sebatas di Alam Bumi saja, tapi melebar keseluruh Semesta Alam Raya, setelah Arya ditarik kembali ketempat asalnya.


Sebagai Calon Penguasa Agung di Seluruh Alam Semesta, Arya harus mampu beradaptasi dengan kehidupan diseluruh alam, termasuk di Alam Bumi.


Karena itulah dia dilemparkan ke bumi, untuk memahami seluruh karakter dan peradaban manusia Bumi.


Sebelum waktu yang diberikan kepada Arya tiba, yakni tiga tahun, dia ditarik kembali ke alamnya. Dia harus menyiapkan satu bangunan gedung rahasia dan kokoh, yang tidak mudah hancur walaupun diterjang oleh badai dahsyat sekalipun.


Didalam gedung tersebut, nantinya akan dibangun sebuah portal penghubung antara Kota Jakarta dengan Kota Penguasa Agung, setelah Arya ditarik kembali ke asalnya.

__ADS_1


Dalam perjalanannya di Alam Bumi, dia hanya ditemani oleh sejumlah pelayan dan bawahan biasa, bukan bawahan intinya. Karena seluruh bawahan intinya, termasuk istrinya, dia tinggalkan di Kota Garuda Kencana, Benua Timur Alam Dewa Agung Lapisan Bawah, sementara yang berada didalam dunia jiwanya, hanya tiga puluh pelayan istana, dua puluh tukang kebun tanaman sumberdaya tingkat Dewa, serta sepuluh bawahan yang mengatur para pelayan dan tukang kebun.


Namun seluruh pelayan, tukang kebun dan sepuluh bawahan Arya, jika di Alam Bumi ini kekuatannya sangat dahsyat. Tidak ada yang mampu menandingi para pelayan dan bawahannya.


Dan sekarang, Arya mengeluarkan empat puluh bawahannya dari dunia jiwa. Sepuluh pelayan wanita khusus menangani pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci, menyetrika, dan membersihkan rumah.


Sepuluh pelayan pria dilatih menjadi supir, karena di Alam Bumi ini, Arya membeli sepuluh kendaraan bermotor sejenis mobil-mobil mewah. Dan sepuluh bawahan yang biasa mengatur para pelayan didalam dunia jiwa, khusus mewakili Arya untuk menangani berbagai macam masalah di Alam Bumi.


Sepuluh tukang kebun, empat orang tetap menjadi tukang kebun, yaitu membersihkan taman dihalaman belakang, halaman samping dan halaman depan. Enam orang lagi menjadi penjaga pos didepan bergantian, sesuai dengan jadwal tugasnya.


Di Alam Bumi, Arya menjadi konglomerat, bukan penguasa agung lagi. Karena dia memiliki perusahaan besar yang menggurita, mencakup hampir seluruh bidang usaha.


Hari ini, Arya menggunakan sebuah mobil mewah keluaran terbaru, sedan Mercedes Benz jenis Tiger, sebuah mobil paling mewah di waktu itu.


Dia duduk dibelakang supir sebagai Konglomerat, disebelah supir duduk Ajudan pribadinya, dan disampingnya duduk sekretaris pribadinya, Suci Oktavia, yang menjadi bendahara di Himpunan Pengusaha Asia.


Sedan mewah itu meluncur dengan kecepatan sedang di Jalan Gerbang Pemuda Senayan, menuju kearah Kebayoran Lama Jakarta Selatan.


Tiba-tiba di pertengahan jalan, ada sejumlah gangster motor memepet mobil yang ditumpanginya.


"Baik, Tuan Muda," balas ajudannya langsung keluar dari mobil.


Ajudan pribadi Arya, menghampiri gangster motor, yang menghadang mobil Arya, mereka dengan sengaja menghentikan mobil mewah itu, untuk memeras penumpangnya.


"Mana bos eluh, kasih tau dia, jika ingin dia selamat! Sediakan sejumlah uang yang gue minta. Gue minta seratus juta. Cepat sampaikan sama bos eluh!" Seru pimpinan geng motor, mengancam ajudan pribadinya Arya.


Duarr.... Duarr....


Selesai pemimpin geng motor berbicara, tiba-tiba dia dengan kelompoknya terlempar beberapa puluh meter, menghantam Jalan aspal.


Ahhh.... Aduh.... Uhh....


Terdengar keluh kesakitan dari geng motor, seiring dengan ******* nafasnya yang memburu.


Mereka lantas berdiri dan berjalan tertatih-tatih, menghampiri ajudannya Arya, sambil memberikan sebuah ancaman.

__ADS_1


"Tunggu pembalasan dari gue. Eluh-eluh pada, belum tau siapa gue ini," ucap pemimpin geng motor, langsung pergi dari hadapan ajudannya Arya.


Perdi kembali masuk kedalam mobil sedan mewah, dan duduk disebelah supir.


Mobil mewah kembali melaju dengan kecepatan tinggi, menuju arah selatan kota Jakarta.


Dibelakang Arya, ada dua buah motor mengikutinya. Kedua motor itu, nampaknya geng motor yang merasa penasaran. Arya dan bawahannya, sudah mengetahui ada yang membuntutinya.


"Jalan terus! Jangan berhenti! Biarkan mereka mengikutinya," Ucap Arya.


"Baik, Tuan Muda," balas supir.


"Kita mampir dulu di restoran mewah itu," tunjuk Arya kearah depan, yang tampak ada sebuah restoran mewah.


Mobil mewah pun belok ke kiri, memasuki halaman parkir restoran mewah, yang sudah dibeli oleh Arya. Namun, kendati restoran itu sudah menjadi milik Arya, dia baru sekali masuk kedalam restoran itu, ketika pertama penandatanganan berkas balik nama pemilik restoran mewah itu, dan kedua kalinya dengan sekarang.


Setelah mobil berhenti ditempat parkir. Mereka berempat turun dari mobil, kemudian masuk kedalam restoran.


Sementara kedua motor yang mengikutinya, menunggu ditepi jalan raya, yang tidak jauh dari restoran itu. Dia menghubungi kawan-kawannya melalui pesawat HT, agar segera datang ketempat yang disebutkan oleh anggota geng motor.


Tak lama kemudian, empat mobil dan puluhan motor, tiba didepan restoran mewah itu. Ketua geng motor yang dilemparkan oleh ajudannya Arya, sekarang datang membawa Kakaknya yang menjadi Wakilnya Bang Jali Macan Kemayoran.


"Dimana orangnya yang menghajar adikku itu?" Tanya Nurdin Naga Berantai, kepada orang yang mengikuti mobil mewah itu.


"Didalam restoran, Bang," balas anggota geng motor.


"Kita tunggu disini, jangan membuat keributan diarea restoran milik bosku. Jika sampai ketauan membuat ulah di restorannya, kita semua bisa dihabisinya," ujar Nurdin Naga Berantai.


"Baik, Bang," balas anggota geng motor bersamaan.


Tidak lama kemudian, Arya beserta bawahannya, keluar dari restoran mewah miliknya. Keempatnya menuju ketempat parkir mobil.


Setelah berada didalam, mobil melaju perlahan menuju ke gerbang keluar restoran. Kemudian meluncur di jalan raya dengan kecepatan sedang.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2