Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
24. Menghancurkan Iblis


__ADS_3

Pasukan Gabungan Garuda Kencana, terus bergerak kearah timur, menuju Ibukota Kerajaan Benua Timur, sambil membawa tawanan Jenderal Iblis dan sejumlah pasukannnya, agar Raja Gandra Salaka dan sekutunya, menyerah tanpa syarat.


Di atas langit, Arya beserta Pasukan Elitnya, terus memantau pergerakan Garuda Kencana, yang hampir mendekati gerbang Ibukota.


Mata-mata Kerajaan Benua Timur, bergegas melaporkan pergerakan pasukan Garuda Kencana kepada Rajanya, yang membawa tawanan Jenderal Iblis dan Panglima Kerajaan beserta sejumlah pasukannnya, menuju kearah Ibukota.


Setelah mendapat laporan, Raja Gandra Salaka sangat marah, aura kekuatan ranahnya yang sudah mencapai tingkat Penguasa tahap puncak, merembes keluar, sehingga membuat bawahannya yang berada didalam istana, tersungkur karena tertindas aura kekuatan rajanya.


Semua yang berada didalam istana kena imbasnya, karena kemarahan Raja Gandra Salaka yang membabi-buta, hingga memporak-porandakan ruangan Aula Istananya.


"Patih Gandra Manah, bawa seluruh pasukan keluar Gerbang Ibukota, kita hadang pasukan Garuda Kencana agar tidak masuk kedalam Ibukota," seru Raja Gandra Salaka, memerintahkan adiknya yang menjadi Patih Kerajaan.


"Baik Yang Mulia," balas Patih, segera menjalankan perintah rajanya.


Raja Gandra Salaka langsung melesat menuju kearah gerbang, diikuti sejumlah sekutunya yang rata-rata berada di tahap Penguasa awal dan menengah.


Tiba diluar gerbang, raja dan sekutunya terus melesat kearah barat, sekitar seribu meter dari gerbang ibukota baru berhenti.


"Kita hadapi pasukan Garuda Kencana itu disini. Seberapa kuat mereka itu? Beraninya membuat masalah di wilayah kerajaan ku," geram Raja Gandra Salaka, mengepalkan tangan karena sangat marahnya.


Tidak begitu lama, puluhan ribu prajurit Kerajaan Benua Timur bersama patihnya, tiba ditempat Raja berdiri.


"Yang Mulia, kami menunggu perintah Yang Mulia," ucap Patih.


"Bagus.... Kita hadapi mereka disini. Sebar prajurit kita mengelilingi area ini, begitu mereka datang langsung kepung, jangan sampai seorangpun melarikan diri," ucap rajanya.


"Baik Yang Mulia," balas patihnya.


Patih Gandra Manah, memerintahkan para prajuritnya membagi kelompok, untuk mengepung pasukan Garuda Kencana, agar tidak dapat melarikan diri.


Namun pergerakan mereka diketahui oleh Arya, yang sudah mencapai tempat itu. Arya beserta bawahan dan pasukannya di atas langit, melihat pergerakan mereka.


Arya pun langsung mengeluarkan jurus andalannya, untuk mengunci pergerakan mereka, jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, sehingga semuanya menjadi tidak bergerak. Lantas Arya dan pasukannya, melesat turun menghampiri Raja Gandra Salaka dan sekutunya.


Dia segera merantai Raja Gandra Salaka, Patih Gandra Manah dan sekutunya dengan rantai baja, yang sudah dialiri oleh kekuatan mistis. Kemudian memerintahkan bawahannya, untuk membawa mereka ketempat yang lebih jauh dari tempat itu.


Setelah semuanya selesai dikerjakan, Arya kembali ketempat semula, memantaunya dari udara.


"Jenderal Adiwiyata, sekarang perintahkan pasukan Garuda Kencana untuk berlatih tempur, agar mereka lebih kuat lagi," ucap Arya, melalui telepati kepada Jenderal Adiwiyata, sambil menarik kembali pengaruh jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan.


"Baik Penguasa," balas Adiwiyata lewat telepati.


Puluhan ribu prajurit kerajaan Benua Timur tidak menyadari bahwa Raja, Patih dan sekutunya sudah ditaklukkan, dan dibawa ke suatu tempat yang jauh dari arena pertempuran, seolah tidak terjadi apa-apa. Tidak ada perubahan sama sekali, karena masing-masing masih berdiri pada tempatnya untuk mengepung pasukan Garuda Kencana.


"Serang.....!" Teriak Jenderal Adiwiyata berseru kepada pasukannya.

__ADS_1


Ribuan prajurit Garuda Kencana, menerjang puluhan ribu prajurit Kerajaan Benua Timur. Secara kuantitas memang kalah banyak, tapi dari segi kualitas pasukan Garuda Kencana lebih unggul. Karena prajurit dari Benua Timur rata-rata ranah kekuatannya berada ditingkat Pendekar Dewa Bumi dua puluh ribu orang, ditingkat Pendekar Dewa Langit lima belas ribu orang, dan delapan ribu orang ditingkat Pendekar Dewa Surga tahap awal, menengah dan puncak, karena ditingkat ranah Penguasa sudah ditaklukkan, dan dibawa ke suatu tempat.


Sedangkan kekuatan dari pasukan Garuda Kencana, enam ribu prajurit yang baru menyelesaikan pendidikan lanjutan, ranahnya rata-rata pada Pendekar Dewa Surga tahap puncak, seribu lima ratus orang ditingkat Penguasa tahap awal, menengah dan tahap puncak.


Kekuatan yang cukup mengerikan memang, bila dibandingkan dengan kekuatan dari pasukan Benua Timur.


Pertempuran pun semakin seru, setelah melewati beberapa jurus pembuka, dilanjutkan dengan teknik pertempuran jurus-jurus tingkat menengah.


Arya dan Jenderal Adiwiyata beserta Pasukan Khusus Srikandi, menyaksikan latihan pertempuran itu dari atas langit. Karena Arya menganggapnya, pertempuran itu sebagai ajang latihan pasukan Garuda Kencana, untuk menambah pengalaman bertempur dan meningkatkan kemampuan bertarung.


Sedangkan bawahan Arya dan Pasukan Elit Rajawali Sakti, ditugaskan untuk menjaga tawanan jenderal Iblis, Panglima Kerajaan, Raja Gandra Salaka, Patih Gandra Manah beserta para sekutunya, dan sejumlah pasukan iblis yang lebih dulu ditaklukkan.


__________________


Kembali ke arena pertempuran.


Ditengah-tengah pertempuran, ribuan prajurit dari Garuda Kencana, terus mendesak puluhan ribu prajurit Kerajaan Benua Timur, yang semakin kewalahan menghadapi gempuran Pukulan jarak jauh, dan terjangan-terjangan jurus-jurus pertarungan jarak dekat dari prajurit Garuda Kencana.


Setelah melewati ratusan jurus tingkat menengah, kini dilanjutkan dengan teknik bertempur tingkat tinggi. Terjangan pukulan dan tendangan yang sangat kuat bertukar silih berganti, saling menyerang, saling memukul, menendang dan menerjang menggunakan pedang dan berbagai senjata lainnya, mewarnai hiruk-pikuknya pertarungan.


Ciaattt.... Heaahhh.... Hup.... Bug..... Dug....


Suara pukulan, tendangan dan teriakan para prajurit, terus menerus terdengar.


Keluh kesakitan para prajurit Benua Timur, setelah terkena pukulan dan tendangan mematikan. Bahkan sudah banyak prajurit dari Benua Timur, yang terbunuh dan hancur terkena hantaman pukulan tingjat tinggi dari prajurit Garuda Kencana.


Trang.... Ting.... Trang.... Trang....


Suara pedang beradu terdengar nyaring, diiringi ******* nafas dari para prajurit yang bertarung.


Hembusan angin dari sabetan pedang terus menerus menerpa tubuh-tubuh mereka, darah dan keringat bersatu turut mewarnai gemuruhnya pertempuran.


Teriakan demi teriakan terus menggema saling bersahutan, membuat pertempuran semakin sengit.


Dug.... Bug.... Dug.... Argh....


Suara pukulan dan tendangan mematikan, mendarat di wajah dan tubuh mereka, satu persatu dari prajurit Benua Timur tumbang, tak berdaya menghadapi lawan yang kuat dan tangguh.


Sungguh pertempuran yang sangat seru dan mematikan, meskipun prajurit Benua Timur lebih banyak dari prajurit Garuda Kencana. Namun dari segi kualitas, pasukan Garuda Kencana lebih unggul, sehingga mereka mampu mendaratkan pukulan dan tendangan bertubi-tubi ke tubuh lawan-lawannya.


Tak ayal lagi, raungan dan teriakan setiap prajurit terus menerus terdengar, mewarnai jalannya pertempuran.


Ciaattt.... Het.... Dug.... Bug....


"Rasakan ini.... Hiaattt....!" Teriakan para prajurit menambah semangat mereka.

__ADS_1


Serangan demi serangan dengan gencar dilakukan, baik gempuran dari jarak jauh, maupun serangan dari jarak dekat, bertubi-tubi mendarat ditubuh prajurit kerajaan Benua Timur.


Tak terasa, waktu terus berjalan, semakin lama semakin terdesak. Dari puluhan ribu prajurit Kerajaan Benua Timur, kini yang tersisa kurang dari seribu prajurit.


Sedangkan Pasukan Garuda Kencana masih utuh, tidak ada yang terluka ataupun tewas, karena sebelum berangkat, mereka semua diberi minum air kehidupan dan air abadi oleh Arya, agar pasukannnya kuat dari serangan berbagai senjata dan berbagai racun mematikan. Hanya air suci Dewa Nirwana yang tidak sembarang diberikan. Karena itu menyangkut penyucian dan pembersihan darah didalam tubuhnya, hingga darahnya dapat berubah menjadi darah Dewa Nirwana.


Pasukan Garuda Kencana terus mendesak prajurit Benua Timur, hingga pergerakannya semakin terjepit, dan tidak ada jalan untuk melarikan diri. Semua pergerakannya sudah terkunci.


Dan sekarang, prajurit dari kerajaan Benua Timur yang tersisa hanya tinggal seratusan, itupun mentalnya sudah lemah. Tidak berdaya menghadapi kekuatan pasukan Garuda Kencana.


Akhirnya mereka yang tersisa menyerah, dan menjadi tawanan perang, disatukan dengan tawanan lainnya.


Arya tersenyum merasa puas, dengan kemampuan bertarung para prajurit Garuda Kencana, dia berniat akan memberikan hadiah buah-buahan dewa dan sumberdaya lainnya, untuk meningkatkan ranah kekuatan prajurit tersebut.


Setelah selesai pertempuran, Arya membawa seluruh pasukan beserta tawanannya menuju kedalam Ibukota Kerajaan, dan langsung mengamankan kerajaan dari sisa-sisa pasukan iblis kelompok Serigala Hitam.


Sebagian pasukannya menyisir seluruh wilayah Ibukota Kerajaan, mencari keberadaan sisa-sisa kelompok Serigala Hitam, dan menangkapnya.


Sedangkan Arya dan bawahannya, langsung menuju ke Istana Raja Gandra Salaka, dan membersihkan sisa-sisa kelompok iblis yang menjaga istana.


Semua sudah dibersihkan, tidak ada lagi prajurit Pasukan Iblis yang menyamar menjadi kelompok Serigala Hitam.


Setelah semuanya selesai, Arya mempercayakan kekuasaan kerajaan Benua Timur kepada paman dari istrinya, Ki Sutamanggala, Patih Kerajaan dipercayakan kepada Ki Danuarta, yang sebelumnya menjadi Tetua Kampung. Untuk para menteri dan Panglimanya, Ki Sutamanggala yang menentukan, yang penting orang-orangnya dapat dipercaya.


Ki Sutamanggala sendiri, setelah mendapat bantuan dan arahan dari Arya, ranah kekuatannya meningkat drastis, sekarang sudah mencapai tingkat Maha Dewa Penguasa tahap puncak.


Suatu kekuatan yang dapat diandalkan, untuk menguasai wilayah Benua Timur, apalagi dibantu oleh Pasukan Garuda Benua, sebagai pasukan pengaman benua di seluruh Alam Dewa Agung Lapisan Bawah, dan pasukan Khusus Cakrabenua, sebuah pasukan Elit Angkatan Darat dibawah Angkatan Perang Prabu Widjaya.


"Paman, setelah urusan kerajaan selesai, dua bulan kedepan, kita mengadakan pertemuan di Istana Penguasa Garuda Kencana," ucap Arya kepada pamannya.


"Baik nak Arya, nanti aku bersama Ki Danuarta berangkat ke Kota Metropolitan Garuda Kencana," balas pamannya.


"Paman, aku titipkan semua tawanan perang. Khusus bagi tawanan prajurit kerajaan yang menyerah, jaga dan bina mereka, yang memang bisa dibina, dan hancurkan basis kultivasinya bagi seluruh pasukan iblis, karena memang mereka tidak layak untuk dibina, karena darahnya sudah merupakan darah iblis," ucap Arya, menitipkan tawanan perang.


"Dan kirim balik pasukan iblis itu ke alamnya, biar raja iblis dan leluhurnya tau, siapa yang mereka hadapi itu?" Tambah Arya.


"Baik nak Arya, terimakasih atas kepercayaannya," ujar Ki Sutamanggala.


"Baiklah, kalau begitu aku undur diri," sahut Arya, pamitan pada pamannya.


Arya dan Wulan beserta bawahannya, dan diikuti Pasukan Elit Rajawali Sakti, melesat kearah barat meninggalkan Ibukota Kerajaan Benua Timur.


Arya berniat menyusun rencana berikutnya, untuk menaklukkan Benua Barat dan Benua Utara, serta menumpas kedzaliman yang dilakukan oleh pasukan Raja Iblis, hingga ke Alam Bayangan, tempat dimana para iblis dan leluhurnya tinggal.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2