
Setelah acara pembukaan Perkampungan Wisata Danau Panawangan, Arya beristirahat bersama Wulan dan keluarga, kerabat serta seluruh bawahannya didalam dunia jiwa, sambil mengarahkan semuanya untuk meningkatkan ranah kekuatan kultivasi mereka.
Sesekali Arya bercengkrama bersama Wulan di kamarnya, di Istana Putih dunia jiwa, untuk melepaskan rindu dan hasratnya yang menggebu-gebu. Keduanya saling berpagutan, berpelukan sambil tiduran, saling menumpahkan rasa kasih dan sayangnya, hingga keduanya tertidur pulas karena merasa lelah.
Esok harinya, Arya segera memerintahkan kepada para jenderal bawahannya, untuk mengumpulkan seratus ribu prajurit pilihan, bersama para komandan dan seluruh jenderal, untuk dilatih dan digembleng didalam dunia jiwanya.
Jenderal Adiwiyata dan Jenderal Anggadiredja, segera keluar dari dalam dunia jiwa, menghubungi seluruh jenderal bawahan, untuk mengumpulkan seratus ribu prajurit pilihan, dari pasukannya masing-masing, diikuti oleh Arya, menuju ke Markas Pasukan Prabu Widjaya, di Hutan Larangan.
Arya menunggu para jenderal mengumpulkan prajurit pilihan, di Markas Komando Pasukan Prabu Widjaya. Prajurit pilihan yang akan mengikuti pendidikan lanjutan, terdiri dari prajurit elit Pasukan Rajawali Sakti, prajurit Pasukan Pemanah Beracun, prajurit Pasukan Tempur Cakrabenua, prajurit Pasukan Garuda Kencana, prajurit Pasukan Srikandi, prajurit Pasukan Prabu Widjaya, dan prajurit Pasukan Pengaman Benua.
Beberapa hari kemudian, semua jenderal sudah membawa prajuritnya masing-masing, mereka semua dikumpulkan dilapangan Markas Komando Pasukan Prabu Widjaya, seluruhnya berjumlah seratus ribu prajurit pilihan.
Jenderal Adiwiyata segera menghubungi Arya, lewat telepati jarak jauh, kebetulan Arya masih berada diruang khusus Markas Komando Pasukan Prabu Widjaya, sedang beristirahat, jadi jaraknya tidak terlalu jauh.
Arya lalu keluar, dan langsung menuju ke lapangan, tempat seratus ribu prajurit pilihan berkumpul. Kemudian dia membuka gerbang dunia jiwanya, memasukkan seluruh prajurit, untuk digembleng dan dilatih.
Dengan dipimpin oleh Jenderal Anggadiredja dan Jenderal Bayu Amarta, seratus prajurit pilihan berloncatan memasuki dunia jiwa, setelah seluruhnya masuk, baru diikuti oleh Jenderal Adiwiyata, Jenderal Wiguna, Jenderal Kartadipura, dan terakhir Arya mengikuti dari belakang, sambil menutup gerbang dunia jiwanya.
Arya memerintahkan kepada para Jenderalnya, untuk membagi prajurit pilihan menjadi beberapa grup, dan dipimpin oleh jenderalnya masing-masing, agar bisa bergiliran berendam di empat kolam energi plus kolam tiga warna, yang baru dipindahkan oleh Arya dari Alam Dewa Agung Lapisan Kedua, kedalam dunia jiwanya.
Setelah membagi tugas kepada para jenderal, Arya segera pergi dari tempat itu, dan langsung menuju ke Istana Putih, tempat istrinya, Wulandari beristirahat.
Wulan sendiri merasa penasaran, dia ingin tau yang namanya Nawangsari, yang diceritakan oleh Ratu Derwani, apakah dia itu sepupunya yang Diculik oleh prajurit iblis, dan dibawa ke Alam Atas, ataukah Nawangsari lainnya?
Semakin hari, semakin penasaran, ingin segera bertemu dengan Nawangsari, untuk membuktikan apakah dia itu benar sepupunya, ataukah bukan?
Arya sangat paham betul, apa yang tengah dipikirkan oleh istrinya.
"Nanti ya, sayang. Setelah membereskan semua urusan di alam ini, kita berpetualang lagi," ucap Arya, kepada istrinya, sambil mengecup keningnya.
"Iya, Kak. Aku hanya penasaran saja. Apakah benar dia itu sepupu ku, yang beberapa tahun lalu diculik oleh prajurit iblis, dan dibawa ke Alam Atas," balas Wulan, yang penasaran terhadap Nawangsari.
"Sekarang kita keluar sama-sama, melihat latihan para prajurit pilihan, yang sedang pada berendam di lima kolam air energi," ajak Arya, kepada istrinya.
"Oh, mereka sudah pada berada didalam dunia jiwa! Baiklah, Kak. Ayo, kita lihat mereka," balas Wulan.
Keduanya keluar dari kamar Istana Putih, lalu menuju kearah utara, dimana kelima kolam air energi berada, dikelilingi oleh pohon buah-buahan dewa dan pohon abadi, serta oleh berbagai tanaman spiritual, dan sumberdaya energi tingkat dewa.
Para leluhur Dewa, kerabat dan keluarga Arya, ikut mengarahkan para prajurit pilihan, dan memberi sedikit kekuatan pada mereka, terutama kepada para jenderal dan komandannya, agar mereka lebih kuat dari alam lainnya.
__ADS_1
Arya mempercepat waktu didalam dunia jiwanya, sehari berbanding satu tahun. Satu hari didunia luar, sama dengan satu tahun didalam dunia jiwa.
Dia menargetkan dalam waktu satu bulan didunia luar, atau tiga puluh tahun didalam dunia jiwa, mereka harus mencapai paling rendah ranah kekuatan kultivasinya berada ditingkat God King tahap awal, dan paling tinggi berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Lima Puncak, karena ranah kultivasi Arya dan Wulan, setelah beberapa kali naik tingkat, sekarang ranah kekuatan kultivasi Arya, berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Sembilan Puncak, satu langkah lagi menuju ke ranah Great God King tahap awal.
Sedangkan ranah kultivasi Wulan, sekarang berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Enam Awal.
Sebuah kekuatan yang sangat mengerikan, karena Arya ingin membentengi Alam Lapisan Bawah dengan kekuatan yang tinggi, agar tidak dijajah lagi oleh pasukan iblis, yang kemungkinannya akan menyerang lagi keberbagai alam, terutama di Alam Bawah dan Alam Dewa Agung.
Dan memang benar, Raja Iblis Ular Hitam dari Alam Neraka Besar, sangat menaruh dendam kepada Arya, yang telah menghancurkan jutaan prajuritnya di Alam Lapisan Bawah, Alam Dewa Agung, dan Alam Bumi.
Karena itulah, sekarang Raja Iblis Ular Hitam, tengah mempersiapkan jutaan prajuritnya, untuk menyerang keberbagai alam. Terutama ke Alam Bawah dan Alam Dewa Agung, namun Arya juga telah mempersiapkan ratusan ribu prajuritnya, untuk menghadapi serangan pasukan iblis, di ketiga alam.
Alam Dewa Agung, dibawah kekuasaan Nawangsari, dibantu oleh Panglima Argadana dan Jenderal Besar Handaka, beserta seluruh prajurit yang telah digembleng oleh Arya didalam dunia jiwanya, setidaknya mampu mengusir pasukan iblis yang menyerang ke alamnya.
Sementara di Alam Lapisan Bawah, Arya tengah menggembleng seratus ribu prajurit pilihan, untuk menghadapi serangan dari pasukan Raja Iblis Ular Hitam, dari Alam Neraka Besar.
Memang dari segi kuantitas, pasukan Arya kalah banyak dari pasukan iblis. Namun dari segi kualitas, pasukan Arya di atas pasukan iblis. Terutama Arya menggembleng para pemimpin di Alam Bawah, agar mampu menaklukkan para pemimpin dari Alam Neraka Besar.
Arya menggembleng Penguasa Benua Tengah Alam Bawah, Tuan Begawan Abisana dan para petingginya, Penguasa Benua Selatan, Ranggaseta serta para petingginya, Penguasa Benua Timur, Tuan Sutamanggala bersama para petingginya, serta Wakil Penguasa Agung, Tuan Suramanggala, kakak kembar dari Sutamanggala.
Sedangkan Penguasa Benua Barat dan Benua Utara, nanti akan digembleng oleh Penguasa dari Benua Tengah dan dari Benua Selatan.
Arya dan Wulandari, beserta para leluhur Dewa, kerabat dan seluruh bawahan intinya, terus menerus menggembleng dan melatih seratus prajurit pilihan, serta melatih para jenderal, para komandan, para pemimpin dan petinggi dari tiga benua.
Seratus ribu prajurit pilihan itu, ditempatkan untuk menjaga dan melindungi Alam Bawah, dari serangan musuh yang akan menjajahnya.
Ranah kekuatan kultivasi dari seratus ribu prajurit pilihan, yang telah menjadi prajurit elit Alam Bawah, rata-rata berada ditingkat God King Tahap Puncak, Tahap Akhir, dan Tahap Sempurna Bintang Satu Awal, seribu orang komandannya berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Satu Menengah dan Puncak. Dan ranah seratus jenderal bawahan berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Dua Awal dan Menengah, serta ranah kekuatan sepuluh jenderal besarnya berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Dua Puncak, Panglima Alam Bawah ranahnya berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Tiga Awal, Dan Prabu Widjaya, sebagai Penguasa Alam Bawah, ranahnya berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Empat Puncak.
Sedangkan ranah Kekuatan kultivasi Raja Agung Darma Kusumah, berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Lima Puncak, Kencana Ungu berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Lima Awal, Jenderal Adiwiyata dan Jenderal Anggadiredja, ranahnya berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Lima Awal, serta ranah kultivasi Darmasena, Komalasari, Saraswati, Anjani, Ratnawati, dan adik angkatnya Arya, Mawar Jingga, rata-rata ranah kekuatannya sudah berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Empat Puncak.
Wiraseda, ranah kekuatan kultivasinya sudah berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Empat Awal, tiga puluh bawahan Wiraseda, ranahnya berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Tiga Puncak, dan dua ratus pasukan khusus yang berada didalam dunia jiwa, serta para pelayan didalam dunia jiwa, rata-rata ranahnya berada ditingkat God King Tahap Sempurna Bintang Empat Awal dan Menengah.
Dan tingkatan ranah kekuatan kultivasi di Alam Bawah ini, setelah ditingkatkan oleh Arya, tingkatan ranah kultivasinya sebagai berikut :
Imortal Bintang Satu hingga Bintang Sembilan, setiap bintang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap awal, menengah dan puncak.
__ADS_1
Great Imortal Bintang Satu hingga Bintang Sembilan, setiap bintang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap awal, menengah dan puncak.
Low God tahap awal, menengah dan puncak.
High God tahap awal, menengah dan puncak.
God King tahap awal, menengah, puncak dan akhir.
God King Tahap Sempurna Bintang Satu hingga Bintang Sembilan, setiap bintang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap awal, menengah dan puncak.
Great God King tahap awal, menengah, puncak dan akhir.
__ADS_1
Di atas ranah Great God King masih ada, dan itu hanya ada di Alam Dewa Nirwana, serta di Alam Dewa Agung Lapisan Keenam dan Ketujuh.
Bersambung......