
Kapal laut yang besar dan megah, milik Naga Asia, kini beralih menjadi milik Arya, dengan bendera Prabu Agung. Dan kapal itu dijadikan kapal pesiar oleh Arya, yang sekaligus menjadi tempat istirahat, sambil berkeliling pulau, serta menikmati keindahan alam laut Nusantara.
Dia bersama bawahannya, berniat ingin berkeliling ke seluruh benua di Alam Bumi ini, menggunakan kapal pesiar.
Namun, niat itu terhalang oleh sebuah tantangan bertarung, dari kelompok Black Dragon, atau Naga Hitam yang berkuasa penuh diseluruh kawasan Atlantik.
Kelompok itu tak segan-segannya menindas orang-orang lemah, dan mengambil paksa aset-aset pengusaha yang tidak mau tunduk, serta menculik para gadis belia untuk dijadikan pemuas nafsu iblis mereka.
Tantangan itu disampaikan langsung oleh petinggi Black Dragon Atlantik, yang diterima langsung oleh sekretaris pribadinya Arya, Suci Oktavia, ketika Arya berkeliling pulau menggunakan kapal pesiar.
Suci Oktavia, melalui radio komunikasi, menghubungi Arya di kapal pesiar, dan diterima oleh bawahan Arya, yang mendampingi nahkoda kapal, dan langsung melaporkannya kepada Arya, yang tengah santai menikmati segarnya angin laut, sambil berbaring di kursi santai di atas kapal.
Arya begitu menerima laporan dari bawahannya, dia langsung memerintahkan seluruh bawahannya, untuk bersiap-siap menghadapi tantangan kelompok Black Dragon Atlantik.
"Panggil Komandan Seno Adji kemari!" Perintah Arya, kepada bawahannya.
"Baik, Tuan Muda," balas bawahannya, yang langsung pergi memanggil Seno Adji.
Tak lama, bawahan Arya datang kembali bersama Seno Adji.
"Salam, Tuan Muda," ucap Seno Adji, ketika tiba dihadapan Arya.
Arya menganggukkan kepalanya, seraya tersenyum renyah. Meskipun dia menerima tantangan, namun dia tetap tenang dan santai, tidak ada rasa takut sedikitpun.
"Komandan Seno, sudah ada lagi sebuah kelompok yang menamakan dirinya Black Dragon, ingin mengajak bermain-main. Kita hadapi permainan mereka, dan arahkan kapal ini menuju ke lautan Atlantik, karena mereka mengajak bermainnya ditengah-tengah lautan," ucap Arya, kepada Komandan Seno Adji, yang sekarang dia diangkat oleh Arya, menjadi Komandan Pengawal Kapal Pesiar.
Kapal pesiar pun putar balik menuju kearah lautan Atlantik, melewati pulau Borneo terus melaju dengan kecepatan tinggi, serta sudah beberapa pulau kecil terlewati oleh kapal pesiar milik Arya.
Ditengah perjalanan, kapal pesiar milik Arya, dihadang oleh kelompok perompak Naga Laut, dengan enam kapal layar ukuran sedang, menghadang laju kapal pesiar.
Arya dan Komandan Seno Adji, begitu melihat ada kelompok perompak menghadang perjalanannya, langsung melesat terbang menghampiri keenam kapal perompak, sambil melancarkan serangan pukulan jarak jauh, dengan kekuatan tujuh puluh persen.
Duarr... Duarr... Duarr... Duarr... Bom....
Empat kapal layar perompak hancur berkeping-keping, hingga membuat para perompak terlempar ke laut, dan terseret ombak lautan yang lagi pasang.
Tak hanya sampai disitu, dua kapal lagi diikat oleh Arya dengan rantai baja, dan menariknya ketengah pulau karang, yang tidak jauh dari tempat itu.
Komandan Seno Adji, hanya bisa melongo melihat tuannya, menarik perahu layar yang cukup besar itu sendirian.
"Sungguh luar biasa, kekuatan Tuan Muda ini," ucap batin Komandan Seno Adji, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kapal layar terus ditarik ke tengah-tengah pulau karang, menerobos batu-batu karang yang pada runcing.
Tentu saja, kapal layar itu rusak parah di bawahnya, terkena tajamnya batu karang di pulau tersebut.
Para anggota perompak yang tersisa, berjumlah empat puluh orang, berloncatan dari dua kapal layar yang ditarik oleh Arya, pada menyelamatkan dirinya masing-masing.
"Mau pada lari kemana kalian, mau pada kabur? Sudah tidak ada tempat lagi untuk kalian bisa lolos, dari pulau karang ini," sergah Arya, kepada para anggota perompak, yang hendak kabur.
__ADS_1
"Ampuni kami, Tuan...! Mohon ampuni kami, Tuan....!" Ucap mereka memohon ampunan kepada Arya.
"Apakah kalian juga suka mengampuni orang lain?" Tanya Arya, menatap mereka satu persatu.
Anggota perompak itu pada diam, mereka menyadari apa yang telah mereka lakukan. Berbuat kejam kepada mangsanya, bahkan kalau ada wanita muda cantik, langsung mereka bawa tanpa belas kasihan.
"Sekarang kalian, harus mempertanggungjawabkan perbuatan kalian, yang telah banyak menodai gadis-gadis cantik tak berdosa. Dan telah merampas harta mereka," ucap Arya tegas.
"Mohon, Tuan...! Ampuni kami! Kami bersedia menjadi budak Tuan, jika Tuan mengampuni kami!" Seru mereka berharap.
"Apakah benar kalian mau jadi budak-budak ku?" Tanya Arya, memancing keseriusan mereka.
"Benar, Tuan...! Kami bersumpah atas nama bumi dan langit, bahwa kami tunduk dan patuh pada, Tuan...! Seru mereka bersumpah.
Duarr.... Jeder.... Jeder.... Riyeg... Riyeg....
Suara geledek terdengar dari atas langit, dan bumi terasa bergoyang, tanda bersumpah mereka diterima oleh langit dan bumi.
Begitu Arya melihat keseriusan mereka, dan berani bersumpah atas nama bumi dan langit. Arya pun memaafkan mereka, dengan satu syarat, mereka harus bekerja di kapal pesiar milik Arya, dengan gaji yang cukup buat mereka. Karena Arya tidak mau mereka menjadi budaknya.
"Kalian semua aku terima, tapi menjadi pekerja di kapal pesiar, bukan menjadi budak-budak ku. Karena aku paling tidak suka dengan yang namanya perbudakan," ucap Arya, menatap mereka semua.
Mereka semua pada senang mendengar ucapan Arya, hingga merekapun pada berdoa.
"Semoga Tuan Muda panjang umur dan diberkati...! Amin....!" Ucap mereka berbarengan.
"Amin...!" Balas Arya dan Komandan Seno Adji.
"Baik, Tuan Muda," balas Seno Adji.
Komandan Seno Adji pun mengikat sekujur tubuh mereka dengan rantai baja, lalu merubahnya kebentuk cahaya, dan membawa terbang ke atas kapal pesiar, yang berada ditengah lautan.
Arya tersenyum melihat kemampuan bawahannya, yang dapat merubah orang lain menjadi cahaya, agar mudah dibawa terbangnya.
Dia pun segera beranjak dari tempat itu, kembali ke kapal pesiarnya.
Kapal pesiar pun kembali melaju dengan kecepatan tinggi, menuju kearah lautan Atlantik, memenuhi tantangan Black Dragon.
Tidak begitu lama, kapal pesiar sudah memasuki lautan Atlantik. Dari jauh terlihat ada sebuah kapal besar, berbendera Black Dragon Atlantik, lebih besar dari kapal pesiar milik Arya.
"Kita menuju ke kapal besar itu," ucap Arya, yang sudah mengetahui keberadaan kapal musuhnya.
"Baik, Tuan...!" Balas nahkoda.
"Tapi jangan terlalu dekat, ambil jarak sekitar seribu meter," ucap Arya lagi.
"Siap, Tuan Muda," jawabnya sigap.
Kapal pesiar pun berhenti, dengan jarak seribu mil dari kapal milik Black Dragon.
__ADS_1
"Komandan Seno, bawa dua puluh orang untuk menaklukkan kelompok Black Dragon!" Seru Arya, memberi perintah bawahannya.
"Siap, Tuan Muda," balas Komandan Seno Adji, bergegas mengumpulkan dua puluh anggota pengawal kapal pesiar.
"Ayo, kita berangkat!" Ajak Arya, berseru kepada dua puluh satu bawahannya, termasuk Komandan Seno Adji.
Gegas Arya melesat terbang menuju kearah kapal besar, diikuti oleh dua puluh satu bawahannya.
Dari atas kapal besar Black Dragon Atlantik, pemimpin Black Dragon dan anggotanya terkejut, melihat ada sejumlah manusia yang terbang menuju kearahnya.
"I... Itu...!" Tunjuk semua anggota Black Dragon berseru gugup, sambil menunjuk kearah puluhan manusia yang sedang terbang, mengarah ke kapalnya.
"Jangan gugup, siapkan semua senjata untuk menembaknya," ucap pemimpin Black Dragon, memberi perintah anggotanya. "Nanti, begitu mereka sudah dekat. Langsung tembak," tambahnya lagi.
"Siap, Bos," balas bawahannya.
Arya dan bawahannya, tiba di dekat kapal Black Dragon Atlantik.
"Tembaakkk.....!" Teriak pemimpin Black Dragon Atlantik, berseru memerintahkan anggotanya, untuk menembak Arya dan bawahannya.
Dor.... Dor.... Teretet... Dereded.... Dor.... Dor....
Terdengar suara rentetan tembakan, yang mengarah kepada Arya dan bawahannya.
Seperti biasa, Arya dalam menghadapi para begundal-begundal itu, hanya membalikkan pelurunya kepada mereka.
Ratusan orang tumbang, dan ada yang terlempar ke laut, terkena pelurunya sendiri, yang dikembalikan lagi oleh Arya.
Arya segera mengeluarkan jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, agar tidak merusak kapal besar milik Black Dragon, karena dia ingin menjadikan kapal itu menjadi miliknya.
Seluruh anggota kelompok Black Dragon, menjadi patung hidup, seperti biasa, Arya selalu iseng Kepada pemimpin para begundal itu. Dia segera turun menghampiri bos Black Dragon, yang kebetulan memiliki kumis yang baplang, Juga pipinya dipenuhi oleh brewok.
Arya mencabuti kumis dan brewoknya satu persatu, hingga wajahnya yang hitam jelek itu, terlihat semakin jelek lagi.
Terlihat wajahnya meringis, menahan rasa sakit, dicabuti brewok dan kumisnya, hingga Arya hanya menyisakan sebelah.
"Nah, kalau begitu kan, tambah ganteng saja," ucap Arya mengejeknya.
"Hahaha.... Benar, Tuan Muda! Bos Black Dragon sungguh tambah hitam, dan tambah jelak," sambung bawahan Arya, tertawa ngakak.
"Bawa mereka semua, dan masukkan kedalam penjara khusus manusia iblis," ucap Arya, memberi perintah kepada bawahannya. "Dan yang lainnya, bersihkan kapal ini, jangan ada begundal yang tersisa, atau bersembunyi," tambahnya.
"Baik, Tuan Muda," balas mereka, langsung bergerak mengikat dan merubah wujud mereka menjadi cahaya, dan membawanya terbang, ketempat penjara khusus manusia iblis.
Dan bagi bawahan lainnya, segera menyisir seluruh ruangan kapal yang besar dan mewah, dari lantai bawah sampai lantai atas. Satupun tidak ada yang terlewati, hanya menyisakan crew kapal dan nahkodanya.
Setelah benar-benar bersih, para pekerja di kapal pesiar dipindahkan ke kapal besar milik Black Dragon, yang kini sudah dikuasai oleh Arya, dan benderanya diganti dengan bendera Prabu Agung, karena kapal ini lebih besar dan lebih mewah, serta pasilitasnya lebih lengkap dan modern.
Begitu pula dengan para pengawal kapal, dibagi dua dengan kapal pesiar besar.
__ADS_1
Akhirnya kedua kapal pesiar itu melaju beriringan, kapal lebih besar didepan, diikuti oleh kapal pesiar yang semula digunakan oleh Arya.
Bersambung......