
Sekarang Arya sudah memiliki sebelas kapal besar Angkasa, lengkap dengan pasukan khusus Pengaman Semesta Alam Raya, dan kesebelas kapal besar Angkasa, sudah berubah warna dan lambangnya, sesuai dengan bendera Semesta Alam Raya.
Rombongan yang dipimpin oleh Arya, melayang terbang masuk ke Alam Dewa Agung Lapisan Kesembilan, dengan kecepatan tinggi.
Di atas awan langit Alam Dewa Agung Lapisan Kesembilan, rombongan kapal Angkasa mengitari seluruh kawasan hutan, yang tampak diselimuti oleh kabut tebal.
Arya memerintahkan kapalnya berhenti di atas awan, karena dia penasaran dengan hutan dibawahnya, yang tampak dari balik awan, setelah dipindai oleh Arya dengan menggunakan kekuatan mata malaikatnya, ada sebuah kekuatan yang manrik-narik dirinya untuk segera memasuki hutan.
Sebelum meninggalkan kapal, Arya berpesan kepada seluruh bawahannya agar jangan meninggalkan kapal Angkasa. Harus tetap saling menjaga, karena di Alam Dewa Agung Lapisan Kesembilan, kekuatannya cukup mengerikan.
Arya melesat terbang menuju kearah hutan, yang diselimuti kabut tebal, hingga menghalangi pemandangannya.
Dengan menggunakan kekuatan mata malaikatnya, dia terus masuk kedalam hutan, menuju kesuatu tempat yang memancarkan aura energi.
Ternyata aura energi yang sangat kuat itu, berasal dari dalam sebuah lembah yang curam dan gelap. Arya mengarahkan kekuatan mata malaikatnya kearah dasar jurang, tampak dimata malaikatnya ada sebuah Goa, yang dijaga oleh lima orang makhluk yang sangat menyeramkan.
Dia melayang turun mendekati mulut Goa, dengan kekuatan mistis mata malaikatnya, Arya mampu menundukkan kelima makhluk yang menjaga pintu Goa, yang berubah menjadi lima cahaya, dan masuk kedalam Goa, diikuti oleh Arya dari belakang.
Arya mengikuti lima cahaya menyusuri lorong Goa yang pengap dan lembap, di kiri kanan dinding goa, banyak ditumbuhi lumut spiritual tingkat menengah. Dari atas langit-langit Goa, banyak air yang menetes jatuh membasahi dirinya, dan banyak binatang yang berbisa, bila disengat bintang berbisa itu, langsung tubuh seseorang akan mengerikan, hingga orang tersebut akan lumpuh untuk selamanya.
Dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, untuk menindas semua binatang mematikan itu, Arya dengan aman melangkah mengikuti lima cahaya, hingga tiba disebuah ruangan yang cukup besar, dan terang oleh ribuan cahaya yang berada didalam ruangan.
Begitu dirinya memasuki ruangan, Arya langsung dikerubuti oleh ribuan cahaya, yang menyeruak masuk kedalam tubuhnya, sehingga dia merasakan sakit yang luar biasa.
Dengan mengerahkan seluruh kekuatan, Arya berusaha menaklukkan ribuan cahaya yang masuk kedalam dirinya.
Sekitar enam jam dia mampu bertahan, namun setelah itu, Arya langsung tumbang tak sadarkan diri. Dia tergeletak di tanah basah, tapi anehnya, pakaiannya tidak basah dan kotor sama sekali, bahkan pakaiannya kering dan diselimuti oleh ribuan cahaya, yang sudah bersatu dengan tubuh Arya, sehingga tubuhnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
__ADS_1
Masih dalam keadaan tak sadarkan diri, Arya seolah dijaga oleh ribuan cahaya yang menyelimuti dirinya, bahkan dia sendiri tidak mengetahui dirinya lebih kuat dari sebelumnya, dia merasakan di alam bawah sadarnya, tengah dibawa oleh ribuan bidadari menuju kepuncak Agung Istana Dewa Nirwana Lapisan Terakhir.
Arya melayang dibawa masuk kedalam Istana Agung Dewa Nirwana, oleh ribuan bidadari yang menjemputnya. Dan didalam istana, dia disambut oleh Raja Dewa Agung Seluruh Lapisan Alam, yang menobatkan dirinya menjadi Penguasa Semesta Alam Raya, ketika berada disebuah Goa Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh.
Kini dia bertemu lagi dengan Raja Dewa Agung di alam bawah sadarnya, dan memberikan kekuatannya lagi, agar dirinya bisa menembus kebeberapa Lapisan Alam tanpa harus melewati sebuah portal.
Dengan kekuatan barunya, Arya dengan bebas dapat menjelajahi seluruh alam semesta, tanpa harus terombang-ambing lagi didalam lorong waktu, yang melemparkannya ke alam lain.
Dalam dirinya yang masih belum sadar, tergeletak di jaga oleh ribuan cahaya, terdengar suara teredam dari dalam tubuhnya sebanyak sebelas kali, menandakan dia menerobos ketingkat lebih tinggi lagi.
Bom... Bom... Bom... Bom... Bom... Bom... Bom... Bom... Bom... Bom... Bom...
Kini ranah kultivasinya naik sebelas tahap, yang semula berada ditingkat Great God King Abadi Bintang Delapan tahap awal, sekarang ranahnya naik ketingkat Great God King Maha Abadi Bintang Dua tahap puncak.
Setelah ranahnya naik ketingkat lebih tinggi lagi, timbul dari dalam tubuhnya sebuah aura yang sangat nyaman, dan membuat sebuah manusia dan Dewa menjadi segan kepadanya.
Karena didalam tubuhnya, telah bersatu ribuan cahaya Alam Nirwana Lapisan Terakhir, dan sebuah mahkota di atas kepala Arya, serta pakaian kebesaran Penguasa Agung Semesta Alam Raya.
Setelah ingatannya pulih kembali, dan merasakan didalam tubuhnya ada sesuatu kekuatan yang sangat dahsyat, dia langsung sujud bersyukur, mengucapkan rasa terimakasih kepada Penguasa Alam Nirwana Lapisan Terakhir, yang telah memberikan kekuatannya.
Lama dia bersujud, hingga tidak menyadari bahwa disekelilingnya, sudah berada ribuan bintang yang mematikan, berbaris rapi mengelilingi Arya.
Begitu Arya bangkit dari bersujudnya, dia terkejut melihat ribuan bintang mematikan, berbaris dihadapannya, dan berbicara mengucapkan salam kepada Arya.
"Salam hormat kepada Penguasa Agung, semoga Penguasa Agung Semesta Alam Raya diberkati," ucap ribuan bintang mematikan itu, sambil membungkuk dihadapan Arya.
"Semoga Penguasa Agung diberkati, semoga Penguasa Agung diberkati, semoga Penguasa Agung diberkati." Suara ribuan bintang mematikan bersahutan, menggema diseputar ruangan Goa.
__ADS_1
Hanya Arya yang bisa mendengar seluruh suara binatang di Alam Semesta, dan semua binatang pada tunduk kepadanya.
Dengan diberikannya kekuatan oleh Raja Dewa Agung Seluruh Lapisan Alam, semua makhluk di Alam Semesta tunduk kepada dirinya.
Begitu pula dengan Raja Iblis dan pasukannya, akan merasa ketakutan kepada Arya, karena sekarang kekuatan Raja Iblis Ular Hitam, sangat jauh dibawah kekuatan Arya. Dan sekarang, Arya dengan mudah dapat memasuki Alam Iblis, tanpa harus banyak persyaratan dan pemeriksaan.
Arya berniat akan menghancurkan kekuasaan Raja Iblis, setelah berpetualang di Alam Dewa Agung Lapisan Kesembilan.
Setelah Arya berbicara dengan bintang berbisa yang mematikan, dia segera pamitan kepada Raja binatang mematikan, dan segera beranjak keluar dari dalam Goa, ingin melanjutkan perjalanannya kembali di alam ini.
Dia terlihat terbang menembus awan, kembali ke atas kapal angkasanya. Dan memerintahkan bawahannya untuk meneruskan perjalanannya.
Semua bawahan, termasuk keluarga dan para leluhur Dewa yang mengikuti Arya, sekarang mereka merasa segan dan takut kepada Arya, karena pembawaan dari sebuah kekuatan baru, kekuatan yang sangat dahsyat, yang diberikan oleh Raja Dewa Agung seluruh lapisan alam.
Kesebelas kapal Angkasa, melaju menuju ke Ibukota Alam Dewa Agung, dengan kecepatan sedang dibalik awan, agar tidak dilihat oleh penduduk alam ini, sambil menikmati pemandangan alam yang sangat indah.
Tiba di atas langit ibukota Dewa Agung Lapisan Kesembilan, kesebelas kapal berhenti dibalik awan, Arya memerintahkan kepada seluruh keluarga, bawahan, pasukan khusus pengaman Semesta Alam Raya, termasuk Leluhur Dewa dan istrinya, untuk masuk kedalam dunia jiwanya, agar berlatih terus untuk meningkatkan ranah kekuatan kultivasinya, serta Arya juga mengamankan kesebelas kapal Angkasa, dengan memasukkannya kedalam cincin penyimpanan tingkat Dewa Nirwana Lapisan Terakhir, pemberian dari Raja Dewa Agung seluruh lapisan alam.
Usai memasukkan seluruhnya, Arya melesat terbang menuju kepinggir hutan, lima ratus meter dari gerbang ibukota.
Arya mendarat dijalanan pinggiran hutan yang sepi, dan melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki, menuju kearah gerbang masuk ibukota, yang sudah terlihat banyak orang yang sedang mengantri, menunggu giliran pemeriksaan dari petugas penjaga gerbang.
Sebelum dia sampai digerbang ibukota, dia menekan ranah kultivasinya ketingkat High God Tahap Awal, dan menyembunyikan kekuatan seribu cahaya didalam dirinya, agar semua orang tidak merasa segan dan takut kepada dirinya.
Dengan menyembunyikan seribu kekuatan dari cahaya, dia bisa bebas berkawan dengan siapa saja, karena semua orang tidak merasa takut dan segan kepada dirinya. Apalagi dengan menekan ranah kekuatannya, sehingga banyak orang yang merendahkan dan menghinanya.
Itulah yang dia inginkan, lebih baik dibawah daripada di atas, dan lebih baik di hina daripada di puji.
__ADS_1
Karena dengan penghinaan, dia akan lebih menyadarinya bahwa manusia itu adalah makhluk paling lemah, penuh dengan berbagai cobaan dan godaan. Tapi dengan pujian dari orang-orang disekitarnya, akan menimbulkan sifat sombong, angkuh, arogan dan selalu merendahkan orang lain, serta menindasnya.
Bersambung........