
Duarr.... Duarr.... Boom....
Terdengar suara ledakan menggema diseputar Istana Ibukota Alam Agung, dan ledakan demi ledekan terus saling bersahutan, disusul oleh gemuruhnya angin ****** beliung, serta suara petir dan guntur yang menggelegar.
Angin ****** beliung, yang diciptakan oleh Ratu Derwani, menyapu bersih puing-puing bangunan istana, yang digempur dari udara oleh pasukan inti Semesta Alam Raya, yang dipimpin langsung oleh Jenderal Adiwiyata.
Sementara pasukan Inti Pemanah Beracun, yang dipimpin oleh Jenderal Anggadiredja, menggempur pasukan iblis dari berbagai arah, sehingga mereka tidak dapat menghindari ribuan anak panah, melesat menghujani ribuan prajurit iblis.
Baik pasukan Inti Pemanah Beracun, maupun pasukan Inti Srikandi, merupakan dua pasukan inti dibawah kendali pasukan Inti Semesta Alam Raya, yang didirikan oleh Arya, dan bermarkas didalam dunia jiwa.
Pasukan Inti Semesta Alam Raya, bertugas untuk membenahi seluruh alam, yang telah dirusak dan dikuasai oleh pasukan iblis, dan mengembalikan para prajurit yang ranahnya sudah dilumpuhkan, ke alam asalnya, di Alam Iblis Neraka Besar.
Seperti hari ini, pasukan Inti Semesta Alam Raya, terus menerus menggempur prajurit iblis dan prajurit Alam Agung, satu orangpun tidak ada yang bisa lolos, karena selalu dihalau oleh Pasukan Inti Srikandi, yang bertugas menjaga pasukan iblis, agar tidak ada yang bisa meloloskan diri.
Sedangkan Darmasena, Komalasari, Saraswati, Anjani, dan lima puluh prajurit inti, langsung menyerang ke Markas Pasukan Alam Agung, dan menggempurnya dari udara.
Duarr.... Duarr.... Boom....
Ledakan demi ledakan, terus menggema diseputaran Ibukota Alam Agung, membuat pertahanan pasukan iblis dan prajurit Alam Agung, musnah diterjang pukulan-pukulan jarak jauh yang sangat dahsyat.
Sementara pasukan yang dipimpin oleh Wiraseda, menyisir semua tempat, yang disinyalir sebagai tempat persembunyian para prajurit iblis, dan tempat rahasia para petinggi Alam Agung.
Wiraseda dan pasukannya, tidak memberi ampunan kepada para prajurit iblis, dan kepada para petinggi Alam Agung yang telah berkhianat, semuanya dilumpuhkan basis kultivasinya, dibuat cacat seumur hidup, agar tidak dapat melakukan kejahatannya lagi, dan dibiarkan hidup menjadi sampah.
Banyak sudah, para prajurit iblis dan prajurit Alam Agung telah menjadi sampah, dibiarkan hidup dan tidak memiliki ranah kekuatan kultivasi sama sekali.
__ADS_1
Mereka semua, dengan sendirinya pergi ke hutan, menghindari sebuah perkotaan, agar tidak ditindas oleh orang-orang yang memiliki kekuatan.
Akhirnya, ribuan prajurit iblis dan prajurit Alam Agung, yang sudah menjadi cacat seumur hidupnya, berbondong-bondong masuk kedalam sebuah hutan, yang tidak jauh dari ibukota, dan terus menuju kedalam hutan, dengan niat membuat sebuah perkampungan baru, khusus bagi mereka yang tidak memiliki ranah kekuatan kultivasi.
Arya membiarkan mereka memasuki hutan, dia sangat mengerti, jika para prajurit iblis dan prajurit Alam Agung masih tinggal di perkotaan, mereka sudah pasti akan menjadi bahan penghinaan, dan akan selalu ditindas, oleh mereka yang menaruh rasa dendam.
Karena itulah, mereka memutuskan untuk pergi meninggalkan ibukota, dan menjalani hidup baru didalam hutan, tanpa memiliki ranah kekuatan kultivasi sama sekali.
Dengan mudahnya, Arya dan seluruh bawahannya, dapat melumpuhkan seluruh prajurit iblis dan prajurit Alam Agung, karena ranah kekuatan kultivasi mereka, jauh dibawah ranah kekuatan pasukan bawahan Arya, sehingga mereka dibuat tidak berdaya, menghadapi sebuah kekuatan yang sangat besar.
Arya tidak memberikan ampunan lagi, kepada prajurit iblis yang membangkang, semuanya dilumpuhkan basis kultivasinya, dibuat cacat seumur hidupnya, dan bagi mereka yang membangkang, Arya melemparkanya kembali ke Alam Iblis, lewat sebuah portal yang menghubungkan antara Alam Agung dengan Alam Iblis Neraka Besar, tapi bagi mereka yang menyatakan menyerah takluk, setelah dihancurkan basis kultivasinya, mereka dibiarkan masuk kedalam hutan, untuk membuat perkampungan bagi mereka yang sudah tidak memiliki ranah kekuatan.
Sementara, gerbang portal penghubung antara Alam Iblis dengan Alam Agung, oleh Arya ditutup, dan dilapisi oleh kekuatan mistis tingkat tinggi, agar semua prajurit dari Alam Iblis, tidak bisa lagi masuk ke Alam Agung, walaupun mereka memaksakan diri, mereka akan hangus terbakar oleh kekuatan mistis. Dan gerbang portal itu, oleh Arya hanya digunakan untuk membuang para prajurit iblis, dan para penguasa serta para petinggi yang telah bersekutu dengan pasukan iblis.
Gerbang portal penghubung ke Alam Iblis, sangat bermanfaat untuk menghukum para pengkhianat, dan para petinggi yang berbuat dzalim terhadap rakyatnya.
Raja Agung Darma Kusumah, memilih mereka dihukum dengan dibuang ke Alam Iblis, tentunya juga setelah basis kultivasi mereka dihancurkan, agar tidak menjadi penghalang di masa depan.
"Setelah kekuatan mereka musnah, sebaiknya mereka dibuang ke Alam Iblis, agar tidak bisa kembali lagi ke alam ini," ucap Raja Agung Darma Kusumah.
"Baik, Yang Mulia," balas Jenderal Indrajati, yang ditugaskan untuk membersihkan sisa-sisa pertempuran.
Jenderal Indrajati, dengan dibantu oleh Komandan Seno Adji dan Ratu Derwani, membawa Penguasa Alam Agung dan para petingginya, kesebuah portal penghubung ke Alam iblis, dibelakang Istana yang sudah dihancurkan.
Mereka semua dilemparkan ke gerbang portal iblis, oleh Komandan Seno Adji, dan oleh Ratu Derwani. Lalu keduanya menutup gerbang portal kembali, dan memagarinya dengan kekuatan mistis, sehingga para prajurit iblis, tidak akan ada yang mampu memasuki alam ini lagi.
__ADS_1
"Jenderal Adiwiyata, bersihkan semua sisa-sisa makhluk iblis di alam ini, kejar terus sampai ketempat persembunyiannya. Tangkap dan hancurkan basis kultivasinya, dan lemparkan kembali ke alamnya!" Seru Arya, memerintahkan jenderal bawahannya.
"Baik, Penguasa Agung," balas jenderal bawahannya, bergegas pergi menjalankan perintah dari Arya.
Jenderal Adiwiyata beserta seluruh pasukannya, memburu sisa-sisa prajurit iblis dan para pemimpin benua di alam ini, yang telah bersekutu dengan pasukan Raja Iblis Ular Hitam, hingga ke seluruh benua di Alam Agung.
Dengan membagi lima kelompok, untuk menyisir sisa-sisa prajurit iblis dan para Penguasa benua, mereka menyebar kelima benua di Alam Agung, karena disinyalir masih ada para prajurit iblis, yang disembunyikan oleh para Penguasa benua.
Seluruh bawahan Arya terus bergerak, menyapu bersih antek-antek iblis, hingga ke seluruh pelosok dan hutan. Dan hasilnya cukup memuaskan, sekitar empat ribu prajurit iblis dan antek-anteknya, berhasil dilumpuhkan oleh bawahan Arya, dan dibuang ke alam asalnya. Serta seluruh bawahannya, menangkap para Penguasa dan para petinggi benua, dan langsung diserahkan kepada Raja Agung Darma Kusumah, untuk diberikan hukuman yang setimpal.
"Jenderal Adiwiyata, hancurkan basis kultivasi mereka, dan buang ke Alam Iblis!" Perintah Raja Agung, berseru kepada Jenderal Adiwiyata.
"Baik, Yang Mulia," balas Jenderal Adiwiyata, langsung bergerak menjalankan perintah dari Raja Agung Darma Kusumah.
Para petinggi dan pemimpin benua, yang telah bersekutu dengan pasukan iblis, dilumpuhkan ranah kekuatan kultivasinya, hingga mereka cacat seumur hidupnya, dan dilemparkan kedalam portal iblis, yang berada dibelakang reruntuhan istana.
Setelah semuanya beres, Raja Agung dan bawahannya, kembali membangun dan menata ini, dan meningkatkan ranah kekuatan kultivasi seluruh pasukannya, sama seperti di Alam Bawah dan Alam Dewa Agung.
Begitu pula dengan Arya dan seluruh bawahannya, turut membatu meningkatkan ranah kekuatan pasukan Alam Agung, dan meningkatkan batas akhir ranah kultivasi di alam ini, sekarang disamakan dengan ranah kekuatan di Alam Dewa Agung, namun masih dibawah kekuatan Alam Bawah, karena di masa depan, semua pengendali kekuasaan di seluruh Semesta Alam Raya, akan dipusatkan di Ibukota Garuda Kencana, di Benua Timur Alam Bawah.
Sekarang, Raja Agung Darma Kusumah dan Ratu Kencana Ungu, kembali memimpin Alam Agung, setelah sekian lama menghilang, karena dikhianati oleh saudara tirinya, yang bersekutu dengan pasukan iblis.
Raja Agung Darma Kusumah, kembali menata dan membenahi seluruh benua, dan mengangkat para pemimpin benua, untuk bersama-sama membangun serta mengembangkan kemajuan di Alam Agung, yang setara dengan Alam Dewa Agung dan Alam Bawah.
Pembangunan demi pembangunan, terus ditingkatkan dan dilaksanakan diberbagai benua, semua penduduknya bahu membahu menyelesaikan pekerjaan proyek pembangunan disetiap benua, yang ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun.
__ADS_1
Target dalam satu tahun, harus bisa terselesaikan dengan baik, karena setelah itu, Arya beserta rombongannya, akan melanjutkan perjalanannya lagi, menuju ke Alam Dewa Agung, untuk menghilangkan rasa ke penasarannya Wulan terhadap Nawangsari.
Bersambung......