
Iring-iringan sejumlah manusia dipinggir kali Bukit Lodan, menarik perhatian Arya dan Ratu Derwani, yang hendak menuju ketempat Mbah Brojo, hingga keduanya menghentikan langkahnya.
"Mau pada kemana mereka sebenarnya?" Tanya Arya penasaran.
"Pasti mereka mengarahkan acara persembahan ritualnya, kepada dua makhluk bertanduk kerbau itu," jawab Ratu Derwani, menebak iring-iringan rombongan manusia.
"Makhluk bertanduk kerbau!" Seru Arya.
"Iya, Tuan Muda. Makhluk itu jelmaan dari iblis kerbau, yang tinggal dibatu besar itu. Pastinya mereka diarahkan oleh juru kunci Bukit Lodan ini, untuk memindahkan acara persembahannya," balas Ratu Derwani menjelaskan.
"Juru kunci Bukit Lodan!" Seru Arya lagi.
"Benar, Tuan Muda. Karena, dialah satu-satunya juru kunci paling dituakan, di Bukit Lodan ini," balas Ratu Derwani lagi.
"Orangnya yang sudah tua itu, yang berjalan paling depan?" Tanya Arya, sambil menunjuk orangtua yang memimpin rombongan.
"Benar, Tuan Muda. Dialah orangnya!" Seru Ratu Derwani.
"Ikuti aku, tapi jangan sampai terlihat oleh mereka. Kita masuk lagi ke Alam Siluman," ucap Arya, diikuti oleh Ratu Derwani dari belakang.
Whuuss.... Whuuss....
Keduanya melesat masuk ke dunia siluman, menuju kesebuah istana iblis bertanduk kerbau. Istana iblis itu, kalau dilihat oleh manusia, hanya sebuah batu hitam yang sangat besar, berdiri kokoh dipinggir kali Bukit Lodan.
Arya dan Ratu Derwani, dihadang oleh ribuan prajurit iblis kerbau.
"Mau kemana kalian? Beraninya masuk ke wilayah kami," cegah komandan prajurit iblis kerbau, menghardik Arya dan Ratu Derwani.
"Mau menangkap kalian, dan raja kalian!" Seru Arya, menatap mereka.
"Kurang ajar kau, beraninya berbicara lantang kepada kami. Rasakan ini... Hiiaaattt...!" Seru Komandan Prajurit Iblis bertanduk kerbau, menerjang Arya.
Arya dengan mudahnya menangkis serangan pukulan lawan, lalu kaki kanannya masuk menyodok buah namnam milik komandan iblis bertanduk, tepat diselangkangannya. Dan tangan kirinya menghantam tengkuk lawan, karuan saja dia langsung menjerit merasakan kesakitan.
Dug.... Bug.... Aahhh.... Argh....
Komandan prajurit iblis bertanduk berkelonjotan, menahan rasa sakit karena buah namnamnya dihantam oleh dengkul Arya.
Selang beberapa waktu, dia terdiam sejenak, merasakan rasa sakitnya yang bukan kepalang.
"Bagaimana...? Apa mau dilanjutkan?" Ucap Arya, menatap komandan iblis bertanduk. "Atau bermain-mainnya cukup sampai disini saja," tambah Arya, yang kadang selalu bercanda dengan lawannya.
"Bajingan kau....! Rasakan ini balasan dariku!" Teriaknya, langsung menyarangkan pukulannya kearah wajah Arya.
Arya berkelit kesebelah kiri, sambil menyodokkan tangan kanannya, tepat di iga burung lawannya, dengan kekuatan pukulan tiga puluh persen.
Dug.... Bug.... Argh.... Ahhh....
__ADS_1
Komandan prajurit iblis bertanduk itu, kembali berteriak menahan rasa sakit, ketika Arya memukul tepat di iga burungnya.
"Prajurit...! Ayo serang pemuda bajingan itu!" Teriak komandan iblis bertanduk, berseru kepada bawahannya.
Serentak seluruh prajurit iblis bertanduk, mengepung Arya dari berbagai arah. Dengan senjata tombak dan pedang, mereka semua menerjang bersamaan.
Arya dengan tenang menghadapi serangan mereka, dengan menyalurkan setengah kekuatannya ke seluruh tubuh, sehingga semua senjata mereka yang menghantam ke tubuh Arya, hancur berkeping-keping seperti tersambar petir. Begitu juga dengan tangan-tangan mereka, terasa panas seperti terbakar oleh api yang sangat besar.
Mereka semua pada mundur, mengambil posisi yang melingkari Arya, sambil mengeluarkan jaring yang besar dari ruang hampa.
Jaring yang besar dan panjang itu, dilemparkan kearah Arya, dan ditarik dengan sekuat-kuatnya oleh semua prajurit iblis bertanduk.
Namun, Arya hanya tersenyum melihat perbuatan para prajurit iblis, sedikitpun jaring itu tidak ada yang mampu mengenai tubuh Arya, malahan jaring yang besar itu hancur lebur jadi abu.
Semua prajurit iblis bertanduk terkejut, karena jaring besar yang dianggap kuat oleh mereka, tidak dapat menyentuh tubuh Arya, malah Arya dengan mudah menghancurkan jaring tersebut.
"Sungguh luar biasa, kekuatan pemuda itu!" Decak kagum komandan prajurit iblis bertanduk, bergumam dalam batinnya. "Hanya sayangnya, dia adalah musuh kita. Coba kalau dia berada dengan kita, tentunya pasukan kita akan lebih kuat lagi," gumamnya dalam batin.
"Ayo, semuanya mundur!" Seru komandan prajurit iblis bertanduk, berteriak kepada seluruh bawahannya.
Serempak seluruh prajurit iblis bertanduk mundur, menjauh dari hadapan Arya. Arya yang diikuti oleh Ratu Derwani, leluasa melangkah menuju ke Istana Iblis Bertanduk Kerbau.
Didepan halaman istana iblis bertanduk, Arya berdiri tegak menghadap ke istana, dibelakangnya berdiri Ratu Derwani, memperhatikan apa yang dilakukan oleh Arya.
Kedua tangan Arya, setelah terisi oleh kekuatan yang disalurkannya, sekitar tujuh puluh persen kekuatan, lalu dihantamkan kearah istana iblis.
Ledakan demi ledakan, telah menghancurkan istana iblis bertanduk kerbau, rata dengan tanah, lalu puing-puing reruntuhan bangunan istana itu disapu bersih oleh angin yang kencang sekali, yang diciptakan oleh Ratu Derwani, hingga tidak menyisakan barang sedikitpun.
Namun kedua iblis bertanduk kerbau itu tidak terlihat, setelah Arya mengedarkan mata malaikatnya, tampak ada jalan rahasia menuju ketempat Mbah Brojo
Arya begitu melihat ada sebuah lorong rahasia, dibawah istana iblis bertanduk, dia cepat menarik kuncen tua dengan rantai mistisnya, dibawa masuk ke Alam Siluman, lalu dibawa pergi melalui lorong rahasia itu, dengan diikuti oleh Ratu Derwani dari belakang.
Sementara diluar Alam Siluman, rombongan manusia yang akan melaksanakan acara ritual persembahan, didepan batu hitam yang besar, dan berdiri kokoh dipinggir kali Bukit Lodan, buyar berlarian ketika mendengar beberapa kali suara ledakan, dan batu hitam yang besar itu hancur secara tiba-tiba, disusul oleh suara gemuruhnya angin yang sangat kencang sekali, menyapu bersih reruntuhan batu besar itu, hingga rata dengan tanah.
Namun dibekas reruntuhan batu besar itu, ada lobang besar masuk kedalam tanah. Seperti lorong menuju kearah ruang bawah.
Mereka yang melihat dari kejauhan, terbengong-bengong melihat kejadian aneh seperti itu, yang sudah beberapa kali terjadi dalam waktu dua malam menimpa area Bukit Lodan.
"Sepertinya, tempat ini sudah tidak mendapatkan widi dari Maha Pencipta Langit dan Bumi," ucap kencen tua, yang tiba-tiba menghilang dari hadapan mereka.
Semua orang yang berada ditempat itu, terkejut melihat kuncen tua secara tiba-tiba menghilang, entah pergi kemana.
"Waduh....! Pak Tua menghilang! Pak Tua raib!"
"Pak Tua raib....! Pak Tua raib! Pak Tua menghilang...!" Seru mereka saling bersahutan, memberi tau yang lainnya, bahwa kuncen tua menghilang.
"Ternyata, Pak Tua itu memiliki ilmu menghilang. Ayo kita cari dirumahnya, siapa tau dia sudah duluan balik kerumahnya," ucap salah seorang dari mereka, mengira kuncen tua memiliki ilmu menghilang.
__ADS_1
"Wah, kebangetan kalau dia pulang duluan, tanpa mengajak kita," sambung yang lainnya.
"Mungkin Pak Tua ingin menunjukkan kepada kita, bahwa dia memiliki ilmu menghilang, yang selama ini kita tidak pernah tau," balas yang lainnya lagi.
"Benar itu, pasti Pak Tua sudah tau tentang kita, yang terkadang kita suka menyepelekannya," sahut pria setengah baya, yang telah sukses jadi pengusaha, karena dibantu oleh Nyai Derwani.
Semuanya diam, merenungi seluruh kejadian yang melanda tempat itu. Tidak ada satupun yang berbicara, terdiam seribu basa seperti patung arca.
Di Alam Siluman, Arya yang membawa kuncen tua itu, memasuki lorong dibawah tanah, yang diikuti oleh Ratu Derwani.
"Ratu Derwani, bawa kakek tua ini, dan ikuti aku dari belakang," ucap Arya, kepada Ratu Derwani, dan langsung melesat lari dengan cepat menuju ketempat Mbah Brojo, di lorong bawah tanah.
Ratu Derwani, yang mengikuti Arya dari belakang, menyeret kuncen tua dengan keadaan yang tidak berdaya, karena sekujur tubuhnya diikat oleh rantai mistis.
Arya terus melesat dengan cepatnya, hingga dalam hitungan menit, dia telah sampai didepan istana Mbah Brojo.
Dia berdiri tegak didepan istana, melihat kedalam istana dengan mata malaikatnya, diikuti oleh Ratu Derwani dibelakangnya, yang menyeret kuncen tua, yang sama sekali sudah tidak berdaya lagi.
Tampak kedua iblis bertanduk kerbau itu, tengah berbincang dengan Mbah Brojo, yang diselingi oleh tertawa ngakak, sambil meminum anggur merah darah, yang terbuat dari darah ayam hitam cemani.
Arya yang melihat ketiga makhluk iblis ada didalam istana, dia langsung menggempur Istana Mbah Brojo dengan kekuatan sepenuhnya. Karena Arya ingin cepat-cepat menyelesaikan urusannya.
Duarr.... Duarr....
Ledakan yang sangat dahsyat menghancurkan istana Mbah Brojo, dan reruntuhannya menimpa ketiga makhluk iblis itu.
Begitu ketiga makhluk iblis keluar dari puing-puing reruntuhan bangunan istana, Arya segera mengeluarkan rantai baja mistis, dan dilemparkan kearah ketiga makhluk iblis.
Dengan sendirinya, rantai baja mistis itu melilit tubuh ketiga makhluk iblis, dan langsung *******-***** sekujur tubuh mereka.
Arya menarik ketiganya, dengan kekuatan rantai baja mistis, dan menyatukan dengan kuncen tua yang menjadi budaknya, sebagai penghubung di Alam Manusia.
"Sekarang kalian berempat, akan aku penjarakan didalam tanah Bukit Lodan, dengan keadaan tetap dirantai, sampai tiba waktunya nanti, kalian berempat akan dijemput oleh orang-orangku, untuk dipindahkan ke sebuah penjara khusus makhluk-makhluk iblis," ujar Arya, kepada keempat iblis, sambil melemparkan ke Bukit Lodan.
Arya dengan dibantu oleh Ratu Derwani, membuat sebuah penjara didalam tanah dibawah bukit, lalu keempatnya dimasukkan kedalam penjara itu, digencet oleh batu-batu besar dibawah Bukit Lodan.
Di Alam Manusia, semua rombongan yang gagal melaksanakan acara ritual persembahan, setelah melihat kejadian aneh diarea Bukit Lodan, segera menuju ke rumah kuncen tua, untuk membuktikan apa kuncen tua itu sudah berada dirumahnya, atau masuk ke dunia lain.
Namun semua rombongan itu, tidak menemukan kuncen tua dirumahnya, bahkan dicari ketempat yang sering dia gunakan untuk menyepi juga tidak ada. Mereka semua bingung dan bertanya-tanya. Apakah raibnya kuncen tua itu, ada hubungannya dengan semua kejadian di Bukit Lodan?
Satu orangpun tidak ada yang bisa menemukan keberadaan kuncen tua, walaupun dicari ke seluruh tempat, namun keberadaannya tetap misterius.
Akhirnya, mereka menganggap raibnya kuncen tua itu, dibawa pergi oleh Penguasa Bukit Lodan, yang tidak senang tempatnya digunakan untuk pemujaan.
Dan sejak kejadian itu, mereka tidak pernah datang lagi ke Bukit Lodan, untuk mengadakan acara ritual persembahan pesugihan, dan ritual-ritual lainnya.
Malah tempat itu oleh petani dijadikan lahan pertanian, karena sejak kejadian itu, reruntuhan batu besar dan batu-batu yang lainnya, tersapu oleh angin ****** beliung jatuh ke kali, dan dengan sendirinya, kali Bukit Lodan itu terbendung hingga airnya mengalir ke persawahan dan perkebunan milik penduduk.
__ADS_1
Bersambung......