Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
70. Negeri Awan Mengambang


__ADS_3

Ribuan prajurit pasukan Alam Dewa Agung Lapisan kedua, melayang terbang di atas langit perbatasan Benua Dewa Dewi Bulan dengan Benua Dewa Bintang Kejora, yang mana Benua Bintang Kejora adalah sekutunya iblis, mereka sama-sama bergabung dalam prajurit Alam Dewa Agung.


"Jangan bergerak dulu, kita tunggu perintah dari Penguasa,' ucap Jenderal Besar Pasukan Alam Dewa Agung Lapisan kedua.


"Baik, Jenderal," balas Komandan prajuritnya.


Ribuan prajurit alam ini, berhadapan dengan tiga ratus orang bawahan inti Arya, yang sudah siap menerjang lawan-lawannya.


Ketiga ratus bawahan inti, dibagi menjadi tiga grup. Seratus bawahan inti grup pertama dipimpin oleh Komandan Seno Adji, bergerak dari sebelah kiri lawan, dan seratus bawahan inti grup kedua dipimpin oleh Ratu Derwani, menggempur dari balik awan, serta seratus bawahan inti grup ketiga yang dipimpin oleh Komandan Sundari, menggempur dari sebelah kiri.


Ratu Derwani dari balik awan, memerintahkan kepada bawahannya untuk segera menggempur musuhnya, serta dia sendiri mengeluarkan jurus angin ****** beliung dan guntur menggelegar.


Duarr.... Duarr.... Duarr.... Whuungg.... Whuungg....


Suara ledakan dan gemuruh angin ****** beliung, menerjang ribuan prajurit alam ini, disusul dengan suara guntur yang menggelegar menghantam mereka.


Dari arah kiri dan kanan prajurit Alam Dewa Agung, ratusan kekuatan menerjang mereka dari jarak jauh.


Duarr.... Duarr.... Bom....


Terdengar lagi ledakan yang sangat kuat menggema diseputaran perbatasan, disusul oleh gemuruhnya angin ****** beliung, petir dan suara guntur yang menggelegar, menerjang prajurit musuh, hingga ribuan prajurit tersapu oleh angin ****** beliung, melemparkan mereka masuk kedalam gulungan angin hitam, lantas membawa mereka ke alam Iblis.


Arya dan Ratu Derwani, sebelumnya sudah menyiapkan sebuah portal untuk membawa mereka ke alam iblis, yang mana portal itu berada di lembah maut, yang telah dikunci untuk sementara waktu. Dan hanya digunakan untuk melemparkan musuh-musuhnya, dibantu oleh Ratu Derwani dengan menciptakan angin hitam yang bergulung-gulung.


Angin hitam yang sangat dahsyat dan bergulung-gulung itu, membawa mereka masuk kesebuah portal di lembah maut, hingga melemparkanya ke alam iblis. Sedikitpun tidak ada yang tersisa, semuanya habis ditelan oleh gulungan angin hitam, termasuk para jenderal dan petinggi alam ini.


Hanya Penguasa Alam Dewa Agung Lapisan kedua dan sebagian petingginya, yang masih berada di istana, karena tengah menunggu kabar dari pemimpin iblis, yang hendak membantu penyerangan, namun kabar yang ditunggu-tunggu itu tidak kunjung tiba, karena pemimpin iblis beserta seluruh prajuritnya sudah dilemparkan ke alam asalnya oleh Arya.


Penguasa Alam Dewa Agung tidak mengetahuinya, bahwa seluruh prajurit iblis dan prajurit Alam Dewa Agung Lapisan Kedua, sudah dilemparkan ke Alam Iblis, satu orangpun tidak ada yang tersisa, kecuali mereka yang masih berada di dalam istana.


Arya dari balik awan, yang sudah mengarahkan gulungan angin hitam itu kesebuah portal di Lembah Maut, segera melesat terbang menuju ke Istana Alam Dewa Agung Lapisan kedua, diikuti oleh Ratu Derwani dan pasukannya.


Arya dan bawahannya, terus melesat terbang dengan kecepatan tinggi, menuju kearah Ibukota Dewa Agung, untuk menangkap Penguasa alam ini dan antek-anteknya.


Dalam waktu setengah hari terbang di atas awan, Arya dan bawahannya tiba di atas langit istana Penguasa Dewa Agung, lalu menukik turun ke halaman istana, diikuti oleh Ratu Derwani dan bawahannya.

__ADS_1


Duarr.... Brak....


Sekali pukulan dari jarak jauh, merobohkan istana Dewa Agung, yang menimpa para penghuninya.


Tak lama kemudian, Penguasa Dewa Agung dan antek-anteknya, menyeruak muncul dari dalam reruntuhan bangunan istana itu, namun Arya segera melemparkan rantai baja mistisnya kearah mereka, hingga melilit sekujur tubuhnya.


"Ratu Derwani, lumpuhkan kekuatannya!" Seru Arya, memberikan perintah kepada bawahannya.


"Baik, Penguasa Agung," balas Ratu Derwani, segera melaksanakan perintah Arya.


Dug.... Dug.... Bug.... Argh....


Terdengar suara beberapa pukulan menghancurkan basis kultivasi mereka, dibarengi dengan suara kesakitan karena dipukul dibawah perutnya.


"Biarkan sampah seperti mereka berkeliaran, untuk mengais makanan dari tempat sampah," ucap Arya, sambil menarik kembali rantai baja mistisnya.


"Nah, sekarang rasakan oleh kalian. Bagaimana rasanya menjadi sampah, yang sudah tidak memiliki kekuatan lagi. Ini hukuman bagi kalian, yang sudah bersekutu dengan iblis, dan sudah menyengsarakan rakyat kalian sendiri," ucap Arya, menatap mereka satu persatu. "Silahkan kalian pergi, dan jangan kembali lagi ketempat ini!" Seru Arya menambahkan.


"Ratu Derwani, bawa seluruh pasukan untuk membersihkan antek-antek iblis, dan bereskan semuanya, jangan ada yang tersisa," tegas Arya, kepada Ratu Derwani.


Arya sendiri terbang kearah Benua Dewa Bintang Timur, untuk membersihkan antek-antek iblis, sedangkan Ratu Derwani bersama pasukannya, menyapu bersih antek-antek iblis di Benua Dewa Angin, Komandan Seno Adji berserta pasukannya bergerak kearah Benua Dewa Bintang Utara, dan Komandan Sundari membawa pasukannya menuju Benua Dewa Bintang Kejora.


Seluruh bawahan Arya, bergerak untuk membersihkan antek-antek iblis di alam ini, sekaligus menumpas para perampok, yang sudah meresahkan penduduk di alam ini.


Sementara Arya sendiri, terbang menuju kearah Benua Dewa Bintang Timur, yang paling jauh diantara semua benua. Jika ditempuh dengan perjalanan terbang, memakan waktu sekitar enam hari, apalagi dalam perjalanan menuju ke Benua timur itu, selalu dihadang oleh para perampok udara, yang bersembunyi dibalik awan.


Arya sendiri terbang dibalik awan yang paling atas, untuk memudahkan mengawasi pergerakan dibalik awan dengan mata malaikatnya.


Tidak jauh darinya, tampak ada sebuah awan hitam yang tebal, mengambang di atas awan-awan lainnya, Arya begitu penasaran dengan apa yang ada dibalik awan hitam.


Gegas dia mengedarkan mata malaikatnya kearah awan hitam yang tebal itu, memindai apa yang ada dihadapannya.


Mata malaikat Arya, menangkap banyak pergerakan dibalik awan hitam pekat itu, yang menandakan adanya sebuah kehidupan, namun dia tidak lekas masuk kedalamnya, karena Arya masih memindai tempat itu, untuk mencari gerbang masuk kedalam Awan Hitam.


Mata malaikatnya menemukan jalan masuk kedalam Awan Hitam, dan hanya ada satu gerbang masuk kedalamnya, disebelah utara Awan Hitam yang sangat tebal dan pekat itu.

__ADS_1


Arya segera menuju kearah utara Awan Hitam, mendekati sebuah gerbang masuk, yang dijaga ketat oleh ratusan prajurit. "Apakah ada kota di balik awan hitam itu? Ataukah mereka sengaja bersembunyi dibalik awan?" Tanya Arya didalam batinnya yang penasaran.


Segera dia melangkahkan kakinya menuju kesebuah pos penjagaan, dan bertanya kepada para penjaga.


"Salam saudara penjaga," sapa Arya, menangkupkan kedua tangannya di dada, sambil membungkukkan setengah badannya, tanda menghormati para penjaga. "Maaf sedikit mengganggu, apakah saya boleh memasuki kedalam Kota ini?" Tanya Arya.


Para penjaga menatap Arya dari bawah hingga keatas, menyelidiki ranah kekuatan kultivasinya, namun mereka hanya bisa melihat ranah kultivasi Arya ditingkat Semi Abadi Bintang Satu tahap awal, dan mereka menganggap Arya hanya seorang sampah. Bila dibiarkan masuk juga, dia tidak mampu untuk berbuat keonaran, karena kultivasi di negeri Awan Mengambang ini, paling rendah berada ditingkat Imortal Bintang Satu tahap awal, dan paling tinggi di ranah God King tahap puncak. Hanya ada seorang yang mencapai tahap itu di negeri Awan Mengambang ini, yaitu leluhur pendiri negeri ini, yang sudah ditarik ke alam di atasnya.


Sedangkan ranah Penguasa di negeri Awan Mengambang, baru sampai tingkat Low God tahap puncak, karena sudah mentok disitu. Sudah tidak bisa menaikkan tingkat kekuatannya lagi.


Ranah kultivasi para penjaga pos negeri Awan Mengambang, rata-rata berada ditingkat Imortal Bintang Lima tahap puncak, komandannya berada ditingkat Imortal Bintang Enam tahap awal.


Kekuatan di negeri Awan Mengambang, lebih tinggi dari Alam Dewa Agung Lapisan kedua, yang batas tertingginya sampai ditingkat Great Imortal Bintang Sembilan tahap akhir.


"Identitasnya, anak muda?" Pinta penjaga pos, membuyarkan pikiran Arya.


Arya mengeluarkan identitas dirinya, yang dibuat di benua Dewa Dewi Bulan, ketika pertama kali dia masuk ke alam itu, dan menyerahkannya kepada penjaga pos masuk negeri Awan Mengambang.


"Oh, pantas saja ranahnya rendah, ternyata dari Benua Dewa Bulan," ucap penjaga pos, setelah melihat identitas diri Arya.


Arya hanya tersenyum, tanpa banyak bicara.


"Sepuluh koin emas untuk biaya masuknya," ucap penjaga pos, sambil menyerahkan kembali identitas diri milik Arya.


Arya mengeluarkan lima belas koin emas.


"Ini kelebihan anak muda!" Seru penjaga pos.


"Sisanya buat kalian," balas Arya, sambil berlalu meninggalkan pos penjagaan.


"Terimakasih, anak muda," ucap penjaga pos, senang menerima tip dari Arya.


Arya terus berjalan kaki menuju kedalam kota negeri Awan Mengambang, karena ada larangan untuk terbang.


Didalam kota, setelah Arya berbelanja disebuah toko pakaian, membeli jubah tebal dari kulit beruang salju, karena udaranya sangat dingin, Arya langsung mencari sebuah rumah makan, hanya untuk sekedar mencari sebuah informasi, tentang keberadaan negeri Awan Mengambang.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2