
Hari ini, adalah hari yang sudah ditentukan oleh Arya, untuk meresmikan Prabu Agung Tower, kawasan khusus tempat segala bentuk kegiatan dan usaha.
Didalam lobi Prabu Agung Tower, sudah banyak tamu undangan yang telah berdatangan. Mereka langsung diarahkan memasuki ruangan sebuah restoran mewah, tempat dilaksanakannya acara peresmian itu.
Lukman Atmadja, Suci Oktavia, dan bawahan Arya lainnya, menyambut para tamu undangan yang pada berdatangan, dan dipersilahkan untuk duduk di kursi yang sudah ditata dengan baik.
Suasana di restoran mewah itu cukup meriah, karena selain para petinggi negara, dan pengusaha dari berbagai negara pada berdatangan, juga akan dimeriahkan oleh para artis papan atas dari mancanegara, yang khusus didatangkan oleh George Clooney untuk menghibur para tamu undangan.
Semua tamu undangan sudah pada hadir, acara akan segera dimulai. Namun Arya belum muncul dihadapan mereka, sehingga membuat semua bawahan Arya merasa cemas, takut dia tidak jadi datang.
Banyak diantara mereka saling bertanya satu sama lainnya, mengenai jatidiri Arya, yang belum pernah bertemu dengan mereka.
"Apakah Tuan Muda pemilik Prabu Agung itu orangnya gagah?" Tanya seorang wanita muda yang cantik, penasaran terhadap Arya, yang sering disebut-sebut sebagai orang yang hebat.
"Menurut kabar sih begitu, aku sendiri juga belum pernah bertemu," balas temannya yang sesama pengusaha.
"Cie... Cie.... Naksir ya?" Tanya teman pengusaha lainnya, menyambung obrolan mereka.
"Kalau aku naksir, memangnya kenapa? Ada yang marah?" Tanya wanita muda cantik itu, sedikit ketus.
"Tidak ada yang marah kok! Tapi setiap lelaki yang hebat dan gagah, pastinya sudah ada pendampingnya," balas temannya.
"Benar itu, apalagi dia pengusaha yang hebat. Tentunya, istrinya juga wanita yang sepadan dengan dia. Sama-sama hebat, tampan dan cantik," sambung teman yang lainnya.
Para wanita pengusaha yang pada cantik-cantik, menggunjingkan sesosok pemuda yang hebat dan gagah, yang tak lain adalah Arya. Mereka sangat penasaran dengan sosok pemuda itu, yang selalu dibicarakan oleh semua pengusaha.
Namun sampai acara dimulai, Arya belum Juga menampakkan batang hidungnya.
"Selamat datang kepada semua tamu undangan, kami sebelumnya memohon maaf, karena ada sedikit keterlambatan dari Tuan Muda. Dia pasti akan hadir untuk meresmikan tempat ini, hanya saja ada sedikit kendala dalam perjalanan beliau. Kita tunggu saja sambil acara ini dimulai," ucap seorang panitia pelaksana acara peresmian Prabu Agung Tower.
"Untuk pembukaan acara ini, akan diwakili oleh Direktur Utama PT Prabu Agung, yaitu yang terhormat Tuan Lukman Atmadja. Waktu dan tempatnya, kami persilahkan," tambah panitia itu.
Lukman Atmadja segera menuju ke podium, untuk memberikan sambutan, sekaligus membuka acara peresmian tersebut.
Arya yang ditunggunya belum datang, tapi acara tetap berlangsung, meskipun semua bawahan Arya merasa khawatir, Tuan Mudanya tidak jadi datang.
Rasa kekhawatiran mereka pudar, malah berbalik dari rasa khawatir menjadi terkejut, karena ditengah-tengah acara sedang berlangsung, secara tiba-tiba ada dua siluet cahaya menerobos masuk kedalam restoran, dan langsung menuju ke atas panggung, yang sudah disediakan oleh panitia, untuk meresmikan Prabu Agung Tower.
__ADS_1
Dua siluet cahaya itu adalah Arya dan Ratu Derwani, yang selalu membuat kejutan-kejutan kepada semua orang. Seperti hari ini, mereka datang tidak seperti layaknya manusia bumi, yang datang dengan mobil mewah, serta dengan pakaian dan hiasan yang serba mewah pula.
Arya dan Ratu Derwani datang dengan wujud cahaya, yang melesat terbang menuju kesebuah panggung didepan mata mereka. Setelah berada didepan para tamu undangan, kedua cahaya itu menghilang, dan muncul sesosok pemuda yang gagah dan tampan, walaupun hanya dengan mengenakan pakaian sederhana, diikuti oleh Ratu Derwani yang sangat cantik, bagaikan bidadari baru turun dari kahyangan.
Penampilan keduanya, meskipun sangat sederhana, tapi membuat mereka terhipnotis.
Seluruh tamu undangan, yang awalnya mereka terkejut, berubah menjadi kagum dan takjub. Ternyata benar adanya, yang diperbincangkan oleh kalangan para pengusaha, bahwa Tuan Muda pemilik Prabu Agung itu, selain sakti dan hebat, juga gagah dan tampan, serta didampingi oleh wanita muda yang cantik jelita, bak seorang bidadari dari kahyangan.
"Tuh, apa yang aku bilang. Pastinya orang yang hebat dan gagah itu, didampingi oleh istrinya yang juga sama-sama hebat, dan cantiknya melebihi dari kita," ucap wanita yang pada menggunjingkan Arya tadi.
"Benar juga katamu tadi, dia didampingi oleh istrinya yang sama hebatnya. Wah, kalau aku seperti dia, aku pasti akan merasa senang dan bahagia," balas wanita cantik, yang naksir sama Arya.
"Mulai deh, mengkhayal," sambung temannya.
Mereka akhirnya pada tertawa riang, sehingga mengundang tatapan dari para tamu yang lainnya.
"Shiitt..! Jangan terlalu keras tertawanya, tuh mereka pada ngeliatin kita," ujar wanita cantik itu, sambil menempelkan telunjuk kanannya ke bibirnya yang merah merona.
"Lihat tuh kedepan, apa yang dia katakan. Kamu sih bicara terus, jadi kita tidak fokus deh," ucap wanita cantik itu.
"Ah, sudahlah. Kita dengarkan dulu apa yang diucapkannya!" Balas temannya tersenyum kearah Arya.
Arya yang didampingi oleh Ratu Derwani, Suci Oktavia, Lukman Atmadja, George Clooney, Mickey Rourke, Robert Pattinson dan para bawahan lainnya, meresmikan Prabu Agung Tower, dengan menggunting pita yang warna warni.
Semarak Tepuk tangan dari seluruh tamu, menggema disekitar restoran mewah, hingga suara tepuk tangan dari para tamu itu terdengar keluar.
Satu persatu, para tamu undangan maju ke depan untuk bersalaman dengan Arya, mengucapkan selamat atas diresmikannya Prabu Agung Tower.
Arya dan Ratu Derwani, menerima ucapan selamat dari mereka dengan senang hati. Arya juga memberikan beberapa hadiah kepada para tamunya, terutama tamu wanita, diberi hadiah sebuah kalung berlian yang harganya cukup mahal. Dan untuk para prianya, dikasih hadiah sebuah jam tangan emas berlian.
Tentu saja, mereka semua sangat senang dan gembira sekali, mendapatkan hadiah istimewa yang sangat mewah dan mahal harganya.
Mereka semua mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Arya dan Ratu Derwani, yang selalu tersenyum ceria dan ramah.
"Terimakasih Tuan Muda, atas semua hadiah yang diberikan kepada kami," ucap mereka semua.
Arya menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum renyah.
__ADS_1
"Wah, senyumannya itu, membuatku tergila-gila," ucap wanita cantik itu.
"Tergila-gila nih yee...." Ucap temannya.
"Mulai kumat lagi deh, gilanya," tambah teman lainnya.
"Namanya juga tergila-gila, asal jangan jadi gila beneran saja," ucap wanita cantik itu lagi, menimpali ucapan teman-temannya.
Para wanita pengusaha muda itu, tertawa senang, sambil menyantap hidangan yang disajikan di restoran mewah itu.
Setelah acara selesai, Arya dan Ratu Derwani, tidak ingin berlama-lama ditempat itu, karena tempat itu bukan dunianya. Keduanya segera pamit undur diri, untuk menyelesaikan semua urusannya.
Keduanya sekarang tidak terbang, melainkan bareng dengan yang lainnya berjalan, dan menggunakan lift untuk turun kelantai bawah.
Arya dan Ratu Derwani, tampak keluar dari tower Prabu Agung. Setelah keduanya berada diluar, gegas mereka terbang menembus awan, menuju ketempat khusus yang dirahasiakan, untuk membuat sebuah persiapan sebagai akses keluar masuk Alam Bumi dengan Alam Atas, setelah Arya ditarik kembali ke Alam Atas.
Kini waktunya tinggal sebentar lagi berada di Alam Bumi, tinggal beberapa hari lagi, seiring dengan selesainya pembangunan Prabu Agung Tower, yang memakan waktu kurang seminggu dari tiga tahun.
Maka tepat pada waktunya, pas tiga tahun, Arya akan ditarik kembali ke alam asalnya.
Karena itulah, dia sekarang memanfaatkan waktu yang hanya seminggu lagi, untuk menyelesaikan semua urusannya di Alam Bumi ini, sebelum meninggalkannya.
Arya dan Ratu Derwani, terus melesat terbang dibalik awan menuju ketempat rahasia, dengan kecepatan tinggi.
Kurang dari satu jam, keduanya sudah tiba ditempat yang dituju. Sebelum keduanya masuk kedalam tempat rahasia, Arya mengajak Ratu Derwani untuk jalan-jalan terlebih dahulu, menikmati udara di dua gunung yang saling berhadapan, Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak.
Keduanya dengan menyamar sebagai petualang, menukik turun dari balik awan menuju kesebuah perkampungan, yang ada ditengah-tengah kedua gunung itu,
Kemudian keduanya berjalan kaki, menuju kesebuah perkampungan, untuk mencari sebuah warung kopi, hanya sekedar menikmati secangkir teh tubruk gula aren, kesukaannya di Alam Bumi ini.
Namun diperkampungan kecil itu, tidak ada warung kopi, hanya yang ada warung kecil biasa saja, tempat menjual kebutuhan sehari-hari para penduduk kampung.
Arya dan Ratu Derwani, kembali melesat terbang untuk meneruskan perjalanannya lagi.
Bersambung.....
NB : Baca Juga cerita "Menantu Terusir ", cerita tentang seorang pria muda sampah dan pecundang, yang terusir dari rumah mertuanya.
__ADS_1