Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
32. Menahan Ribuan Prajurit Iblis


__ADS_3

Dihalaman belakang Istana Putih Penguasa Agung, Wulan tampak tengah melatih Mawar, yang telah menjadi adik angkatnya. Mawar begitu semangat berlatih dengan kakak angkatnya. Hingga waktu pun tak terasa, menjelang sore keduanya berhenti berlatih.


Dari dalam istana, Arya keluar menghampiri keduanya, lalu mereka mengobrol sebentar. Arya meminta keduanya berlatih didalam dunia jiwa, agar ranah kekuatan adik angkatnya cepat meningkat.


"Masuklah, dan teruslah berlatih," ucap Arya, sambil membuka gerbang dunia jiwanya.


Whuuss.... Whuuss....


Keduanya berloncatan masuk kedalam dunia jiwa, yang langsung menuju ke Istana Putih di wilayah barat dunia jiwa.


Arya membangun dunia jiwanya sama persis dengan kota Garuda Kencana, hanya ditambah dengan Istana Rajawali Sakti, untuk Latihan Kultivasi dan istirahat seluruh bawahan intinya di wilayah tengah dunia jiwa.


Ada Istana Raja Agung, tempat kediaman Raja Agung Darma Kusumah dan Istrinya, Ratu Kencana Ungu, serta tempat tinggalnya Prabu Widjaya, disebelah timur dunia jiwa.


Di wilayah utaranya, ada Istana para Leluhur Dewa, tempat tinggal ketiga puluh Leluhur Dewa, dan pohon buah-buahan dewa, serta tanaman berbagai sumber daya tingkat dewa.


Dan sekarang, setelah kepulangan Arya dari Benua Barat, dia membangun sebuah danau berwarna didalam dunia jiwanya, persis seperti danau di Kota Telaga Warna.


Danau tersebut terletak ditengah-tengah kota dunia jiwa, yang sekarang menjadi  Kota Rajawali Sakti, persis didepan Istana Rajawali Sakti.


Dengan diperluasnya Kota Rajawali Sakti didalam dunia jiwanya, dia punya rencana ingin menambah kekuatan bawahan intinya, yang nantinya untuk dipersiapkan menggempur Istana Raja Ular Hitam di Alam Neraka Besar, dimasa yang akan datang.


Setelah Wulan dan Mawar masuk kedalam dunia jiwa untuk meningkatkan kekuatannya, Arya bergegas kembali ke Aula Istana, menemui Jenderal Adiwiyata, Jenderal Bayu Amarta dan Jenderal Wiguna, untuk membahas strategi menghadapi pasukan Raja Ular Hitam, yang akan menyerang sewaktu berlangsungnya Pertemuan Tingkat Tinggi Tiga Benua.


"Penguasa Agung, untuk menghadapi pasukan Raja Ular Hitam Iblis itu, akan dikerahkan dari lima Pasukan Khusus dan Pasukan Elite, yaitu Pasukan Khusus Tempur Prabu Widjaya, yang menghadang langsung pasukan Raja Ular Hitam, dibantu oleh Pasukan Elit Rajawali Sakti dan Pasukan Elit Pemanah Beracun. Sedangkan Pasukan Laba-laba Hitam yang dibantu oleh Pasukan Katak Hitam, akan menjerat mereka dengan Jaring Jala Sutranya. Dan semua ini tinggal menunggu perintah dari Penguasa Agung," ucap Jenderal Bayu Amarta, menjelaskan panjang lebar.


"Bagus, malah kita sekarang mendapat bantuan dari para Leluhur Dewa, karena mereka juga punya perhitungan dengan Raja Ular Hitam, yang telah menaklukkan Alam Dewa, dan nanti ketiga puluh Leluhur Dewa itu, akan bergabung dengan Raja Agung Darma Kusumah, Ratu Kencana Ungu, Prabu Widjaya serta dibantu oleh seluruh pasukan gabungan yang telah disiapkan," balas Arya menuturkan.


"Wah, itu merupakan sebuah bantuan yang sangat luar biasa" ucap ketiga Jenderal bersamaan.


"Apakah ada pendapat dari kalian?" Tanya Arya.


"Sudah cukup, Penguasa Agung," katanya serempak.


"Baiklah, mulai malam ini, pengamanan disejumlah wilayah harus lebih ditingkatkan lagi, agar para delegasi dari tiga benua merasa nyaman. Dan jangan biarkan semua kekacauan masuk kedalam kota Metropolitan Garuda Kencana, karena besok waktu pertemuan harus segera dimulai," "ucap Arya, meminta kepada tiga Jenderal bawahannya untuk lebih meningkatkan pengamanan.


"Baik, Penguasa Agung," balas ketiganya serentak.

__ADS_1


Arya meninggalkan ketiganya, hendak memantau situasi keamanan diluar wilayah kota Metropolitan Garuda Kencana, secara diam-diam, dengan menyamar sebagai Arya Sang Petualang, dengan menekan ranahnya seperti biasa berada ditingkat Pendekar Dewa Bumi tahap awal,  agar tidak menjadi perhatian semua orang.


Arya terus melangkah menuju ke gerbang kota disebelah utara, karena ada empat pintu gerban Kota, dua gerbang masuk dan dua gerbang untuk keluar. Gerbang Utara dan Selatan untuk keluar, gerbang Timur dan Barat untuk memasuki kota Metropolitan.


Arya dengan mengenakan jubah hitam dan caping, setelah mendapatkan pemeriksaan dari penjaga pos, terus berjalan keluar gerbang kota, dan memutar menuju kearah barat, kesebuah hutan yang dianggap mencurigakan, karena didalam sebuah Goa dihutan tersebut, terdapat sebuah portal tempat keluar masuk menuju alam lainnya.


Keberadaan hutan itu, ada di wilayah perbatasan antara tiga benua, yaitu diujung timur Benua Barat, ujung selatan Benua Tengah, dan ujung barat Benua Timur.


Setelah jauh dari gerbang Kota Metropolitan, Arya langsung melesat terbang dengan kecepatan tinggi, menuju arah barat. Dia terbang dibalik awan, agar tidak dilihat oleh sejumlah pasukan bawahan Arya, yang terus-menerus berpatroli menjaga keamanan wilayah.


Dari balik awan, Arya terus memantau sekelilingnya, dengan mengedarkan pandangan mata malaikatnya. Dia tak henti-hentinya, mengawasi semua pergerakan dibawah.


Mata malaikatnya, menangkap satu pergerakan yang mencurigakan, dari tempat yang tidak terjangkau, oleh patroli pasukan keamanan. Tempat itu ada disebelah selatan, dipesisir laut selatan ujung timur Benua Barat.


Bergegas Arya melesat terbang, dengan kecepatan tinggi menuju ketempat tersebut, karena dia tidak mau acara pertemuan dengan petinggi ketiga benua batal, maka setiap ada pergerakan yang mencurigakan, langsung dia pantau dari jarak dekat.


Dia terus mendekati tempat itu dari balik awan, dengan mata malaikatnya, dia dapat melihat pergerakan itu dengan jelas, ada ribuan orang dengan mengenakan pakaian prajurit mengarah ke timur, mereka beriringan berjalan menyusuri pantai.


Dari ciri-ciri yang pernah dia temui disebuah hutan, setelah kepulangannya dari Benua Barat, mereka sama persis dengan prajurit iblis Raja Ular Hitam, ada dua tanduk di kepalanya.


Tak menunggu lama, setelah Arya mengetahui prajurit itu adalah prajurit iblis, dia langsung melesat turun kebawah, menghampiri pasukan iblis itu, sambil mengeluarkan jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, agar pergerakan mereka terkunci.


Arya memindai mereka satu persatu, dengan mata malaikatnya, untuk mencari pemimpin pasukannnya.


Mata malaikat Arya, menangkap dua sosok iblis yang menyeramkan, yang berada dibarisan paling belakang. Keduanya berpangkat jenderal iblis, dengan ranah kekuatan ditingkat Abadi Bintang Satu tahap puncak, para komandan pasukannya ditingkat Abadi Bintang Satu tahap awal, dan para prajuritnya hampir rata-rata ditingkat Semi Abadi Bintang Sembilan tahap puncak. Sebuah kekuatan pasukan yang sangat mengerikan!


Pasukan iblis itu, hampir seimbang kekuatannya dengan Pasukan Elit Rajawali Sakti, dan Pasukan Pengaman Garuda Benua, namun dalam kedua pasukan itu, ranah terendahnya berada ditingkat Penguasa tahap puncak, itupun para perwira muda yang baru menyelesaikan pendidikannya di hutan larangan.


Hanya beberapa komandan yang sudah ditingkat Semi Abadi Bintang Sembilan tahap puncak, dan Jenderal pemimpin pasukannnya berada ditingkat Abadi Bintang Satu tahap puncak, karena kedua Jenderal itu dididik oleh Arya, didalam dunia jiwa, sehingga kekuatannya cepat meningkat.


Kedua jenderal iblis beserta pasukannya, langsung dimasukkan kedalam penjara dunia jiwa, di wilayah Utara, yang selalu diawasi oleh para Leluhur Dewa, karena para Leluhur Dewa itu musuh bebuyutannya Raja Ular Hitam Iblis.


Setelah semuanya dibereskan, Arya kembali melesat ke atas langit, dan terbang dibalik awan menuju kearah timur, untuk menyisir seluruh pantai wilayah selatan, sambil mengedarkan pandangan mata malaikatnya.


Dengan kecepatan tinggi, Arya terus mengawasi sepanjang pesisir pantai.


Kembali mata malaikatnya menangkap suatu pergerakan yang mencurigakan, Arya langsung melesat menuju ketempat itu.

__ADS_1


Setelah berjarak kurang lebih sekitar tiga ratus meter, Arya melesat turun menghampiri sekelompok orang yang sedang mengeroyok seorang wanita muda, Arya segera mengeluarkan Wulan untuk membantu Wanita muda yang kelihatan sudah terdesak.


Whuuss.....


Wulan muncul dihadapan Arya.


"Ada apa Kak? Kak Arya memanggilku?" Tanya Wulan penasaran.


"Itu lihat disebelah sana," tunjuk Arya.


Wulan segera melihat kearah yang ditunjuk oleh Arya. Wulan melihat seorang wanita muda yang dikeroyok oleh sekelompok pemuda.


"Siapa mereka, Kak?" Tanya Wulan.


"Sepertinya sekelompok anak muda berandalan. Coba bantu wanita itu, kasihan sudah terdesak," ucap Arya, berharap Wulan mau membantunya.


"Baiklah, Kak."


Wulan langsung melesat, menghampiri sekolompok pemuda berandalan, sambil menghantamkan pukulan Cakar Rajawali pemberian dari Arya.


Duarr.... Duarr....


Terjangan pukulan jarak jauh Cakar Rajawali, melemparkan kelompok berandalan, hingga menabrak beberapa pohon besar.


Wulan menghampiri wanita muda itu, untuk memberikan pertolongan pertama, dan setelah melihat luka-lukanya cukup serius, Wulan mengajak wanita itu, masuk kedalam dunia jiwa, untuk mengobati luka-lukanya.


Arya kembali membuka gerbang dunia jiwanya.


Whuuss.... Whuuss....


Keduanya berloncatan, dibawa oleh Wulan masuk kedalam dunia jiwa.


Usai menolong wanita muda, Arya bergegas meninggalkan tempat itu. Dan segera kembali ke Kota Metropolitan Garuda Kencana.


Bersambung....


__________________

__ADS_1


NB : Telah terbit karya terbaru ABI KUSUMAH dengan judul "Sengsara Membawa Berkah"


Seorang bocah lelaki berumur sebelas tahun bernama Arya, duduk di bangku Sekolah Dasar kelas enam, mampu menaklukkan jawara kahot di Bandung dan beberapa preman, lalu membawanya kejalan yang baik.


__ADS_2