Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
90. Pria Iblis Dan Pengampunan


__ADS_3

Di Hutan Panawangan, sebelah Hutan Larangan, Arya menempatkan ratusan prajurit iblis yang sudah tobat, dan sudah merubah wujudnya seperti layaknya manusia.


Di hutan itu, mereka membangun sebuah perkampungan, dibantu oleh seluruh bawahan Arya, yang dikeluarkan dari dalam dunia jiwanya, untuk mendirikan sebuah perkampungan, yang diberi nama Perkampungan Panawangan.


Kebetulan, didalam hutan, ada sebuah danau yang cukup luas, sehingga memudahkan penataannya untuk menjadi perkampungan wisata.


Rumah-rumah berjejer mengelilingi Danau Panawangan, ditepi danau, dibangun sebuah dermaga, untuk sandaran perahu wisata, yang akan membawa pengunjung mengitari danau.


Dan disekeliling danau, dibuat sejumlah gazebo dan taman-taman bunga warna-warni, untuk menambah daya tarik bagi pengunjung.


Arya bersama seluruh bawahannya, terus membantu menyelesaikan pembangunan dan penataan diperkampungan Panawangan, yang sebentar lagi selesai, tinggal menyelesaikan penginapan bertingkat untuk para pengunjung, lengkap dengan dengan rumah makan dan pendopo, serta membuka akses jalan ke Kota Bukit Larangan, kota yang cukup ramai di kawasan Hutan Larangan, untuk memudahkan para pengunjung keluar masuk perkampungan wisata Danau Panawangan.


Arya juga memerintahkan Komandan Seno Adji dan Ratu Derwani, untuk menjemput istri dan keluarganya, serta kerabat dan seluruh bawahannya,  yang ada di Kota Metropolitan Garuda Kencana, untuk hadir dalam acara pembukaan Perkampungan Wisata Danau Panawangan.


Dia juga mengangkat bekas pemimpin iblis, yang sudah diberi nama oleh Arya, dengan nama Gandra Setra, menjadi Ketua Perkampungan Wisata, dan mengangkat Rajendra menjadi komandan keamanan, serta untuk menyusun jabatan lainnya, diserahkan kepada Gandra Setra dan Rajendra.


Kini tinggal beberapa hari lagi, Perkampungan Wisata Danau Panawangan, secara resmi akan dibuka oleh Arya.


Semua undangan disebarkan kepada para penguasa benua dan wilayah di alam ini, sudah dikirimkan melalui bawahannya, tinggal persiapan untuk menyambut para tamu dan para pengunjung, yang sekaligus berwisata di perkampungan Danau Panawangan.


Seluruh warga perkampungan wisata, bahu membahu terus bekerja, menyelesaikan beberapa bangunan yang tinggal sedikit lagi, dan mempersiapkan tiga penginapan bertingkat, untuk istirahat para tamu undangan, dan para pengunjung Perkampungan Wisata Danau Panawangan.


Di gerbang masuk ke perkampungan wisata, disediakan pos penjagaan untuk memeriksa para pengunjung, dengan di jaga oleh tiga puluh prajurit keamanan, yang ranah kekuatannya berada ditingkat Abadi Bintang dua tahap awal dan menengah.


Semua persiapan telah selesai, tinggal menunggu waktunya, untuk pembukaan Perkampungan Wisata Danau Panawangan.


Tiga hari kemudian, semua tamu undangan dari berbagai benua dan wilayah, serta para pengunjung kampung wisata, sudah banyak berdatangan. Mereka sangat menikmati suasana perkampungan yang unik, dengan gaya bangunan kuno, dan semuanya ditata dengan unik dan antik, agar memiliki ciri khas sebagai perkampungan wisata.


Selain ada danau, Arya juga menata sebuah air terjun, yang airnya mengalir ke Danau Panawangan, dengan membuat jalan, agar mudah dilalui oleh para pengunjung.

__ADS_1


Wulan beserta keluarga, kerabat dan seluruh bawahannya, telah sampai di perkampungan wisata, semuanya kangen kepada Arya, yang tiba-tiba menghilang tidak ada kabar berita. Terutama istrinya, Wulandari, yang selalu merindukan suaminya.


Istrinya sempat marah dan kecewa, karena Arya tiba-tiba menghilang begitu saja, tanpa ada kabar berita, namun setelah dijelaskan oleh Komandan Seno Adji dan Ratu Derwani, apa yang dialami oleh Arya, ketika berpetualang di Benua Utara, sampai dibawa oleh empat cahaya ke Alam Bumi, selama tiga tahun di Alam Bumi, kemudian dilemparkan kembali ke Alam Dewa Agung oleh empat cahaya itu, sebagai proses pembelajaran bagi Arya, yang telah dipersiapkan untuk menjadi seorang Penguasa Agung Semesta Alam Raya.


Akhirnya semuanya mengerti, karena tugas berat seorang Penguasa Agung Semesta Alam Raya, akan dipikul oleh dirinya.


Wulan begitu bertemu dengan Arya, langsung melepaskan rasa kangen dan rindunya, memeluk dan menciumi Arya, walaupun banyak orang, dia tetap melakukan itu, begitu pula dengan Arya, sama-sama melepaskan rasa kangen dan rindunya.


Keluarga, kerebat dan bawahannya, sangat mengerti dengan kerinduan seorang istri terhadap suaminya, yang sudah ditinggalkan selama bertahun-tahun.


"Aku kira, Kak Arya sudah benar-benar tiada, habis tidak ada kabar sama sekali," ucap Wulan, sangat manja dipelukan Arya.


"Maafkan diriku, karena semua itu tidak disengaja. Awalnya aku penasaran dengan sebuah batu hitam dan besar, yang didalamnya ada kehidupan, namun setelah aku masuk kedalam batu itu, aku diselimuti oleh empat cahaya, dan membawanya ke Alam Bumi," balas Arya, menjelaskan kepada istrinya.


"Iya, Komandan Seno Adji dan Ratu Derwani, telah menceritakan semua kejadian yang dialami oleh Kak Arya," ucap Wulan lagi.


Setelah melepas rasa kangen dan rindunya, Arya memberikan salam kepada Kakek Widjaya, Raja Agung Darma Kusumah dan Istrinya, Ratu Kencana Ungu, para Leluhur Dewa, Jenderal Adiwiyata, Jenderal Anggadiredja, Darmasena, Saraswati, Anjani, Komalasari, Ratnawati, Wiraseda dan seluruh bawahannya. Begitu sebaliknya, mereka sama-sama memberikan salam penghormatan.


Tentu saja, semua orang yang berada ditempat itu terkejut, ketika mendengar ucapan dari Raja Agung Darma Kusumah.


"Apakah benar, yang dikatakan oleh Raja Agung Darma Kusumah itu, Nak Arya?" Tanya Kakek Prabu Widjaya, penasaran dengan ranah kekuatan kultivasi yang dimiliki oleh Arya.


"Benar, Kakek. Dan semua yang aku dapatkan ini, hanyalah sebuah keberuntungan ku didalam perjalanan," balas Arya.


"Pantas saja, komandan Seno Adji dan Ratu Derwani, kekuatannya melebihi dari batas kekuatan di Alam Bawah ini," ucap Kakeknya Arya.


"Benar, Kakek. Nanti juga, setelah acara pembukaan ini. Semua keluarga dan orang-orangku, akan aku bantu untuk meningkatkan kekuatannya, serta seluruh pasukan akan dijadikan lebih kuat lagi, dan aku akan merubah batas kekuatan di Alam Bawah ini, paling rendah ditingkat Imortal tahap awal, paling tinggi di ranah God King Tahap Sempurna Bintang Sembilan Puncak," jelas Arya.


Tentu saja, apa yang diucapkan oleh Arya, membuat mata semua orang yang berada ditempat itu, terbelalak hampir loncat karena kaget.

__ADS_1


Mereka baru kali ini, mendengar ada sebuah kekuatan yang benar-benar sangat mengerikan, karena mereka hanya mengetahui batas kultivasi tertinggi di alam ini, hanya sampai tingkat Abadi Bintang Sembilan tahap puncak.


"Terimakasih, Nak Arya. Namun kakek masih penasaran, apakah tidak ada larangan dari Maha Dewa, jika kekuatan di alam ini ditingkatkan lagi?" Tanya Kakek Prabu Widjaya.


"Tidak, Kakek. Bahkan leluhur Dewa Agung Lapisan Kedua, yang ranahnya sudah mencapai tingkat God King tahap akhir, sudah aku taklukkan, dan sudah ku hancurkan basis kultivasinya, serta kekuatan di Alam Dewa Agung Lapisan Kedua, sudah aku tingkatkan, paling rendah berada ditingkat Imortal tahap awal, paling tinggi di ranah God King Tahap Sempurna Bintang Tiga Puncak," jawab Arya, menjelaskan kepada kakeknya.


"Apa, leluhur Dewa Agung sudah ditaklukkan!" Seru Raja Agung Darma Kusumah, terkejut mendengar ucapan Arya, apalagi Arya meningkatkan kekuatan di Alam Dewa Agung Lapisan Kedua, ketingkat yang lebih tinggi lagi.


"Benar, Kakek Raja Agung. Semua itu aku lakukan, agar tidak ada yang berani menyerang Alam Dewa Agung lagi," balas Arya.


Raja Agung Darma Kusumah, menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Kapan kira-kira, Nak Arya akan menaklukkan Alam Agung, yang masih berada didalam kekuasaan Dewa Agung?" Tanya Raja Agung Darma Kusumah.


"Nanti, Kakek. Setelah aku meningkatkan semua pasukan di Alam Bawah ini," jawab Arya.


"Iya, terimakasih, Nak. Kakek berharap, semoga semuanya berjalan dengan baik, tanpa adanya rintangan," ucap Raja Agung Darma Kusumah.


"Semoga Penguasa Agung diberkati.... Semoga Penguasa Agung diberkati.... Semoga Penguasa Agung diberkati...!" Seru seluruh bawahan Arya serempak.


"Amin..... Amin..... Amin.....!" Balas Arya, Wulan, dan Kakek Prabu Widjaya, Raja Agung Darma Kusumah serta Ratu Kencana Ungu.


Lalu semuanya masuk kedalam penginapan, yang sudah disediakan untuk mereka. Begitu pula dengan Arya dan Wulan, segera masuk kedalam kamarnya, untuk melepaskan rasa rindu dan hasratnya, yang sudah lama tidak bertemu.


Esok harinya, Arya dengan disaksikan oleh keluarga, kerabat, seluruh bawahannya, serta oleh para pengunjung, membuka kampung wisata Danau Panawangan, dengan memukul Gong besar, yang digantungkan disebuah tiang pendopo.


"Sejak hari ini, kampung wisata Danau Panawangan, resmi menjadi Perkampungan Wisata di Alam Lapisan Bawah ini. Dan di air terjun, dibuka untuk tempat berkultivasi, karena ditempat itu, aku menemukan sumber energi alami yang sangat kuat, dari dasar dan dibalik dinding air terjun," ucap Arya, diakhir kata sambutannya.


Semua pengunjung dan tamu undangan, pergi ke air terjun untuk membuktikan ucapan Arya. Kecuali Wulan, keluarga, kerabat dan seluruh bawahannya, tidak mengikuti mereka, karena mereka langsung dibawa oleh Arya kedalam dunia jiwanya, untuk berlatih dan berkultivasi, agar kekuatan mereka meningkat secara drastis.

__ADS_1


Bersambung......


NB : sudah terbit cerita baru berjudul "Menantu Terusir", seorang pemuda sampah, pecundang dan tak berguna, yang diusir oleh mertuanya, telah sukses menjadi seorang kultivator yang hebat, dan menjadi seorang konglomerat!


__ADS_2