Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
20. Pusaka Semesta Alam Dewa


__ADS_3

Di dalam perkampungan Sendang, Arya ditemani Tetua Kampung dan Ki Sutamanggala, tengah berjalan menuju ke suatu tempat yang dirahasiakan. Tempat itu ada di hutan sebelah timur perkampungan.


Mereka bertiga keluar dari perkampungan, menuju kearah hutan wayang, karena di hutan itu sering terdengar suara wayang berbicara, tanpa ada yang menggerakkannya.


Arya dan Ki Sutamanggala, mengikuti Tetua Kampung, terus melangkah menuju kedalam hutan, lebih dalam lagi, hingga mereka sampai disebuah tempat yang tertutup alang-alang tinggi dan pepohonan besar. Tetua Kampung menyibakkan alang-alang, lalu masuk menyelinap ke balik pohon besar. Arya dan Ki Sutamanggala mengikutinya dari belakang.


Ketika Arya berada dibalik pohon besar itu, tampak didepannya ada sebuah lobang goa Yang sangat sempit, karena lobang masuknya pas hanya untuk seorang, dan itu juga harus berjalan miring.


Tetua Kampung berjalan miring memasuki goa, diikuti oleh Arya dan Ki Sutamanggala. Namun semakin kedalam, lorong goa itu membesar. Arya mengeluarkan api dari telapak tangannya, untuk memberikan penerangan, karena semakin kedalam, goa itu sangat gelap sekali.


Tiba diujung lorong, ada dua arah, Tetua Kampung membawa Arya dan Ki Suta ke lorong sebelah kanan, dan terus melangkah hingga ketemu lagi dengan persimpangan, kali ini Tetua Kampung mengambil jalan sebelah kiri dan terus menelusuri lorong-lorong goa.


Sampai disebuah ruangan besar, Arya dan Ki Suta terbelalak matanya, melihat sebuah tumpukan koin emas menggunung.


"Tetua, itu punya siapa?" Tanya Arya, menunjuk tumpukan koin emas.


"Tidak tau punya siapa," jawab tetua kampung.


"Bagaimana ceritanya, Tetua dapat mengetahui tempat ini?" Tanya Ki Suta penasaran.


"Panjang ceritanya." Jawab Tetua Kampung.


Lalu dia bertutur menceritakan awal menemukan tempat itu. Satu tahun yang lalu, ketika dia berburu rusa hutan, pesanan seorang bangsawan, yang anaknya sedang mengidam ingin daging rusa.


Dia pun memasuki hutan untuk mencari rusa. Rupanya keberuntungan sedang berpihak kepadanya. Dia melihat seekor rusa putih besar sekali, lari mengarah ke rerimbunan Alang-alang.


"Aku mengejarnya masuk ke alang-alang, dan menyelinap dibalik pohon besar. Ternyata dibalik pohon ada lobang goa. Pikir ku, pasti rusa itu masuk kedalam goa. Aku pun masuk mengejarnya," tutur Tetua Kampung.


Dia terus menyusuri lorong-lorong goa itu, untuk mengejar rusa, yang masuk kedalam goa, tanpa ada rasa takut sama sekali.


Terlihat rusa putih itu masuk kedalam lorong arah kanan, Tetua Kampung terus mengejarnya, hingga tiba disebuah persimpangan lagi, dan rusa itu masuk ke sebelah kiri.


"Aku terus mengejarnya. Tanpa terasa aku pun tiba ditempat ini. Dan aku heran, rusa itu sampai diruangan ini menghilang. Aku berusaha mencarinya, namun tetap saja tidak ditemukan. Tiba-tiba terdengarlah suara tanpa wujud, aku pun mencari sumber suara itu."


Suara itu menggema didalam goa, mengatakan bahwa dia sedang menunggu seseorang yang mewarisi kekuasaan diseluruh semesta alam ini.


Ciri-ciri orang itu, menurut penuturan Tetua Kampung, ciri-cirinya seperti Arya. Namun harus dibuktikan dulu dengan sebuah mutiara dewa, yang ada di atas batu altar hitam.


"Untuk membuktikan apa rahasia yang ada didalam goa ini, Penguasa harus dapat memegang mutiara itu. Jika mutiara dewa itu mengeluarkan kekuatan lima cahaya merah keemasan, hitam keemasan, Kuning keemasan, cahaya biru dan cahaya putih kemilau. Lalu kelima cahaya itu menyelimuti badan Penguasa. Itulah sang pewaris itu," jelas tutur Tetua Kampung.


Arya pun dibuat penasaran. Lalu dia mendekati batu altar hitam. Sejenak dia menatap sebuah mutiara tersebut.


"Aku akan memegangnya, apakah sebenarnya yang ada dibalik sebuah goa ini," ucap Arya penasaran.


Swhuusss.... Swhuusss.... Swhuusss.... Swhuusss.... Swhuusss....


Ketika Arya memegang mutiara dewa, kelima kekuatan cahaya melesat keluar dari dalam mutiara, kemudian berputar di atas kepalanya.


Kilauan kekuatan lima cahaya itu, menyilaukan pandangan Tetua Kampung dan Ki Suta. Kecuali Arya, yang tidak terpengaruh oleh kekuatan yang menyilaukan matanya.


Kelima cahaya itu turun mendekati Arya, dan menyelimutinya. Tanpa sadar, Arya dibawa ke dunia kecil milik para Dewa.


Whuuss.....


Arya tiba-tiba muncul disebuah taman yang indah. Didalam taman itu ada dua kolom air yang berwarna putih bening, dan satu kolamnya lagi berwarna biru mengkilau. Dia menatap kedua kolam itu. Tiba-tiba muncul tiga puluh pria gagah dan tampan dihadapannya.


Arya terkejut atas kemunculan tiga puluh pria itu secara tiba-tiba. "Tu.... Tuan, siapakah kalian ini?" Tanya Arya gugup.


Tiga puluh Dewa berdiri menatap Arya. Meski dia terkejut, namun penasaran dengan adanya tiga puluh pria gagah dan tampan disekelilingnya.

__ADS_1


"Tuan, siapakah kalian semua ini?" Tanya Arya lagi penasaran.


"Kami rombongan para dewa," jawab salah seorang pria gagah dan tampan itu singkat.


Arya bingung, sambil menggaruk-garuk kepalanya, walaupun tidak gatal.


"Rombongan para dewa! Kenapa mereka pada berada disini?" Batin Arya bertanya-tanya.


Rombongan para Dewa itu surti apa yang sedang dipikirkan oleh Arya, lalu salah seorangnya mendekati Arya, sambil menepuk pundaknya dan berkata. "Jangan bingung nak, nanti juga kamu akan mengetahuinya. Lebih baik sekarang kamu ikut dengan kami!" Ucap seorang Dewa itu, mengajak Arya untuk mengikutinya.


Tanpa banyak bicara, Arya pun mengikuti mereka menuju kesebuah istana besar dan megah. Dia dibawa masuk kedalam istana.


"Nak, ini adalah Istana Suci. Dan dua kolom di taman itu adalah kolam suci dan kolam abadi," jelas Dewa itu, sambil mereka menuju ke kursi di Aula Istana.


"Ayo sini nak, duduk bersama kami, tidak perlu sungkan. Kami ini adalah leluhur mu," ucap Dewa itu.


"Salam kepada semua para Dewa leluhur," ucap Arya, menangkupkan kedua tangannya di dada, sambil membungkuk memberi salam.


"Ayo duduk nak, tidak perlu sungkan," ucap Dewa.


Arya pun duduk disebelah Dewa berjubah putih, yang mengajaknya masuk ke istana.


"Siapa namamu nak?" Tanya dewa itu.


"Arya" Jawabnya singkat.


Para dewa itu pun tersenyum menatap Arya, sambil memperkenalkan dirinya masing-masing.


"Aku Dewa Batara Aji Kala Sungsang, Penguasa Alam Dewa," ucapnya memperkenalkan diri.


"Aku Batara Aji Sangkakala," ucap yang lainnya.


"Aku Batara Banyu."


"Aku Batara Bayu."


"Aku Batara Cakrabumi."


Mereka pada memperkenalkan dirinya masing-masing.


"Kami ini semua dari alam Dewa, keberadaan kami disini karena invasi pasukan Raja iblis yang kekuatannya melebihi kekuatan kami. Mereka semua ingin menguasai alam semesta, dan semua alam sudah ditaklukkannya. Alam Langit, Alam Dewa Agung Lapisan Pertama dan Alam Dewa. Alam Dewa Lapisan bawah pun sekarang sudah menjadi targetnya, mereka sudah memasuki alam ini, dengan iming-iming memberikan kekuatan pada Raja dan aliran hitam. Mereka terus memperluas wilayah kekuasaannya, lewat tangan-tangan jenderal Raja Iblis," jelas Penguasa Alam Dewa panjang lebar.


"Hanya kami para petinggi di Alam Dewa yang masih hidup, yang lainnya sudah tewas. n


Rakyat di Alam Dewa semua sudah ditundukkan, dan mengabdi kepada Raja Iblis," tambah Dewa Batara Sangkakala.


"Kami pergi ke Alam Bawah ini sambil menyelamatkan dua kolom itu, karena kalau kedua kolam itu dihancurkan oleh Raja Iblis, maka tidak akan ada seseorang yang dapat mewarisi kekuasaan diseluruh semesta alam. Pasti Raja Iblis akan menghancurkannya, karena kedua kolam itu tidak akan berguna bagi dirinya, yang bukan pewaris seluruh alam," ujar Dewa Batara Aji Kala Sungsang, Penguasa Alam Dewa menjelaskan.


"Tanda orang itu dapat menguasai seluruh alam, dan menjadi kultivator tingkat Dewa, dia dengan mudah diterima oleh kedua kolam itu, dan mampu bertahan lebih dari sebulan didalam kolam. Selama ini belum ada yang diterima oleh kedua kolam itu, bahkan para Dewa pun tidak dapat memasukinya, kalau bukan benar-benar pewarisnya." Lanjut Penguasa Alam Dewa.


Arya pun dibuat penasaran, dengan apa yang diceritakan oleh Penguasa Alam Dewa.


Dan memang Arya selalu penasaran, kalau dia sendiri tidak merasakannya secara langsung.


Seperti hari ini, Arya ingin segera mencoba kedua kolam yang penuh dengan misteri itu. Menjadi Kultivator Tingkat Dewa, dan mewarisi kekuatan seluruh semesta alam raya.


"Kalau begitu, bolehkah aku berendam didalam kedua kolam itu, Penguasa Dewa!" Arya meminta izin dari Penguasa Alam Dewa.


"Oh, silahkan nak Arya. Aku malah senang jika kamu diterima oleh kedua kolam itu," balas Dewa tersenyum.

__ADS_1


Arya bergegas menuju kearah kedua kolam, yang penuh misteri didalam taman tak jauh dari Istana Suci. Setelah tiba dipinggir kolam, gegas Arya masuk kedalam kolam tanpa melepas pakaiannya terlebih dahulu, dengan penuh hati-hati dia menuju ketengah kolam, lalu menyelam ke dasarnya yang tidak terlalu dalam, sekitar empat meter dalamnya.


Tiba-tiba Arya melihat sebuah cahaya, yang melesat dari dalam celah batu hijau di dasar kolam. Cahaya itu seperti cahaya Mutiara Dewa, di atas altar batu hitam didalam goa.


Arya mendekatinya, setelah hampir berjarak satu meter dari batu hijau itu, dengan sendirinya batu hijau itu bergeser, dan.... Kemudian Arya tersedot dengan kuatnya masuk kedalam batu hijau itu.


Whuuss......


Dia pun muncul disebuah Istana besar dan megah sekali. Batin Arya bertanya-tanya, istana apakah ini?


Penasaran dengan apa yang dilihatnya, dia segera melangkah menuju ke istana megah itu.


Setibanya didepan pintu istana, pintu itu pun ada yang membukanya dari dalam. Seorang pria sepuh mengenakan jubah putih keluar dari dalam istana. Walaupun sudah sepuh, pria itu masih gagah dan tampan.


"Salam, Tuan! Maaf jika aku mengganggu, di alam manakah ini?" Tanya Arya heran.


Pria sepuh itu tidak menjawab pertanyaan, malah dia tersenyum ramah menyambut kedatangan Arya.


"Selamat datang Penguasa Semesta Alam Raya," sambutnya ramah.


Arya terbengong bingung dibuatnya. Tiba-tiba seorang pria sepuh itu menyebut dirinya dengan panggilan Penguasa Semesta Alam Raya. Batin Arya terus bertanya-tanya. "Apakah aku benar-benar sudah diterima oleh seluruh alam semesta?"


Pria sepuh itu paham, apa yang dipikirkan oleh Arya?


"Jangan bingung Penguasa, lebih baik masuk dulu. Nanti juga penguasa akan mengetahuinya," ucap pria sepuh.


"Ayo, Penguasa sudah ditunggu diruangan khusus," tambahnya.


Arya pun mengikutinya dari belakang, walaupun batinnya terus bertanya-tanya. Tapi sifat ke penasarannya terus mendorongnya untuk mengikuti pria sepuh itu, menyusuri lorong-lorong istana megah.


Tiba didepan pintu sebuah ruangan khusus, pria sepuh itu membukakan pintu untuk Arya, dan mempersilahkannya masuk.


Tampak didalam ruangan itu ada tiga orang pria, yang sudah tua sekali, ketiganya mengenakan jubah putih, namun masih gagah, dan wajahnya berseri menyambut kedatangan Arya.


"Selamat datang Penguasa Semesta Alam Raya!"


Ucapan ketiga pria itu, sama dengan pria yang menyambutnya didepan pintu istana, memanggil Arya dengan sebutan Penguasa Semesta Alam Raya.


"Salam tuan, sebenarnya tuan-tuan ini siapa?" Tanya Arya penasaran.


"Kami adalah leluhur para dewa, Yang telah ratusan ribu tahun berada ditempat ini, menantikan sang pewaris Penguasa Alam Raya datang. Kami hanya diperintahkan menjaga tempat ini oleh penguasa sebelumnya. Dan setelah kami bertiga menyerahkan Pusaka Suci Alam Semesta, dan memberikan kekuatan pada sang penguasa, kami bertiga akan kembali ke Alam Nirwana, karena kami ini hanya serpihan jiwa yang ditugaskan menunggu Penguasa," ucap salah seorang leluhur Dewa, panjang kali lebar.


"Kemarilah Penguasa, kami bertiga akan memasukkan pusaka suci pedang berlian ke tubuh Penguasa," sambung leluhur lainnya.


Arya pun menghampiri mereka. Yang satu orang dihadapan Arya, dan dua orang lagi dibelakangnya. Leluhur yang didepannya menusukkan jarinya ke kening Arya, dan seberkas cahaya putih kemilau kebiruan masuk menelusup ke seluruh tubuhnya. Arya bergetar keras dan berteriak.


"Ahhh....!" Teriakan Arya menggema diseputaran ruangan itu.


"Tahan Penguasa, jangan sampai tak sadarkan diri. Penguasa harus dapat mengendalikannya," kata leluhur Dewa yang dihadapan Arya. Sedangkan dua leluhur dibelakang punggungnya, berusaha membantu menyerap energi dari pusaka berlian yang telah masuk, dan membantu menstabilkan pondasi kultivasinya agar tidak goyah.


Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom....


Terdengar suara teredam dari dalam tubuhnya sebanyak lima kali. Ranahnya naik ketingkat Maha Abadi tahap puncak. Namun kekuatan ranah Arya masih terus berlanjut, seiring dengan ketiga leluhur Dewa memasukkan kekuatan dari pusaka suci Alam Semesta, yang terbuat dari berlian nomor satu.


Bom.... Bom.... Bom....


Terdengar lagi suara teredam dari dalam tubuh Arya, sebanyak tiga kali. Akhirnya dia berhasil menerobos delapan tingkat. Benar-benar dahsyat pengaruh kekuatan dari pusaka suci itu.


Ranah Arya sekarang naik lagi ketingkat Maha Dewa Abadi tahap puncak, setengah langkah lagi ketingkat Absolute tahap awal.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2