Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
98. Hilangnya Batu Bintang


__ADS_3

Arya dan pria setengah baya, tengah menikmati hidangan makanan dan minuman di rumah makan mewah, di kota Bintang, dengan sesekali diselingi dengan obrolan-obrolan ringan dan santai.


"Maaf Tetua, apakah Tetua asli dari alam ini?" Tanya Arya penasaran.


"Aku berasal dari Alam Bumi, yang beberapa tahun lalu terlempar ke alam ini," jawab pria setengah baya.


"Kok bisa!" Seru Arya penasaran.


"Iya tidak tau. Ketika itu, aku sedang berada di atas pesawat terbang. Kapal yang aku tumpangi ada masalah, entah masalah apa? Tiba-tiba bagian belakangnya meledak terbakar, pesawat itu berusaha mendarat darurat disebuah hutan," balas pria setengah baya, menuturkan apa yang dia telah alami.


Pesawat terbang yang dia tumpangi, ketika hendak mendarat darurat di sebuah hutan, tiba-tiba masuk kedalam putaran angin hitam, dan tersedot memasuki lorong waktu, yang melemparkannya ke Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh.


Waktu itu dia merasa bingung, apa dia sudah di alam penentuan, yang dibilang alam akhir. Ataukah berada di Alam Sawarga?


Ketika dia duduk termenung sendirian, sedang pesawat dan penumpang lainnya entah kemana? Tiba-tiba muncul sesosok pria tua dihadapannya. "Aku mengira pria tua itu malaikat, ternyata dia seorang Dewa, dan membawaku kesebuah Goa. Seorang Dewa itu mengajariku berbagai hal, dari mulai berkultivasi sampai cara bertarung," jelasnya.


Pria setengah baya, setelah lima tahun berada didalam Goa, dan mendapat gemblengan dari seorang Dewa, dia akhirnya memiliki sebuah kekuatan inti seperti saat sekarang ini. Dan ranah kekuatan kultivasinya sudah berada ditingkat Great God King tahap puncak.


"Begitulah ceritanya, setelah aku keluar dari Goa, langsung membuka usaha di kota ini, karena aku diberi bekal oleh Dewa itu, seratus juta koin emas. Sampai sekarang, aku buka cabang dibeberapa kota," ucap pria setengah baya, diakhir penuturannya.


Arya menganggukkan kepalanya, dia mengerti apa yang dituturkan oleh pria setengah baya.


"Aku juga pernah terlempar ke Alam Bumi selama tiga tahun, bahkan membasmi semua kelompok penjahat, dan membuka perusahaan dia Alam Bumi, dengan nama Prabu Agung," ucap Arya, sedikit menjelaskan.


"Prabu Agung! Apakah anak muda ini, yang bergelar Arya Sang Petualang, atau Penguasa Agung Semesta Alam Raya?" Tanya pria setengah baya, sekarang berbalik, dia yang menjadi penasaran.


"Tetua tau dari mana?" Tanya Arya terkejut.


"Aku sebelum terlempar ke alam ini, bekerja di PT Prabu Agung Corp, bawahan Pak Lukman Atmadja," jawab pria setengah baya.


Sekarang giliran Arya yang dibuat kaget, karena dia tidak menyangka, bahwa pria setengah baya yang diajak mengobrolnya, adalah seorang karyawan di perusahaannya, bawahan Lukman Atmadja.


"Nama Tetua siapa?" Tanya Arya.


"Namaku Indrajaya, panggil saja dengan nama Indra," jawab pria setengah baya.

__ADS_1


"Terimakasih saudara Indra, dan aku panggil saja dengan nama Arya. Karena panggilan itu sudah biasa ditelinga ku," balas Arya.


Keduanya asyik mengobrol, sambil menikmati makanan dan minuman yang khas di Alam Dewa Agung Lapisan Ketujuh.


"Saudara Indra, apakah saudara mengenal Dewa Artenkra Salaka?" Tanya Arya.


"Tentu aku mengenalnya, karena dia adik dari Dewa yang menolongku," jawab Indrajaya. "Kok Nak Arya kenal dengan Dewa Artenkra, memangnya Nak Arya kenal dimana," tambahnya sambil bertanya.


"Aku mengenal dia di Alam Dewa Agung," jawab Arya. "Itupun secara kebetulan dapat berteman dengan dia, ketika berada di Alam Dewa Agung," tambah Arya.


"Saudara Arya, apakah saudara ingin bertemu dengan Dewa Artenkra?"


"Ya, begitulah. Jika saudara mau mengantarkannya."


"Nanti sore kita ketempatnya, kalau pagi hingga sore dia selalu keluar, entah pergi kemana. Baru sore harinya dia pulang," ucap Indrajaya.


"Baik, saudara. Terimakasih sebelumnya."


Keduanya menikmati minuman tuak Dewa Agung Lapisan Ketujuh, yang sangat menghangatkan tubuh mereka.


"Hai kamu minggir, aku mau duduk dengan Tuan Indra. Kamu sampah tidak pantas duduk bersamanya!" Seru Tuan Muda Kota, mengusir Arya, dan hendak menarik kerah bajunya. Namun secara tiba-tiba, tubuh Tuan Muda itu terlempar dengan sangat kerasnya, hingga menabrak tiang penyangga rumah makan.


Tentu saja kesepuluh prajurit pengawalnya terkejut, mereka berusaha menyerang Arya, dengan menggunakan pedangnya.


Arya sendiri tidak akan memberi ampunan kepada para pengganggu, semuanya dibuat patung oleh jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan.


"Untuk sementara kalian jadi patung disitu, sambil ngeliatin aku lagi minum tuak yang menyegarkan ini," ucap Arya.


Tentu saja, kejadian yang secara tiba-tiba itu, membuat semua para pengunjung terkejut, termasuk para pelayan dan pengelola rumah makan.


Satu orangpun tidak ada yang berani mengganggu Arya, yang semula mereka kira benar-benar seorang pemuda sampah, ternyata seorang kultivator ahli tingkat tinggi, yang sedang menyamar.


Begitu pula dengan Indrajaya, ada rasa penasaran dengan kekuatan Arya, karena dia sendiri, tidak dapat melihat ranah kekuatan kultivasi yang dimiliki oleh Arya.


Namun dia sedikit mengerti, karena ada beberapa orang, yang memiliki cara untuk menyembunyikan ranah kekuatan kultivasinya. Seperti seorang Dewa yang menjadi gurunya, ranahnya tidak dapat dilihat oleh orang lain, seolah sama sekali tidak memiliki ranah kekuatan kultivasi.

__ADS_1


Apalagi Arya berteman dengan Dewa Artenkra, setidaknya kekuatannya sama dengan Dewa, "Sungguh luar biasa, dia mampu menyembunyikan ranah kekuatan kultivasinya, hingga tidak dapat ditembus oleh kekuatan mata biasa," ucap batin Indrajaya.


Beruntung dia sejak awal tidak menyinggung Arya, yang ternyata selain seorang kultivator ahli tingkat tinggi, dia juga seorang Penguasa Agung Semesta Alam Raya, dan sebagai pemilik perusahaan Prabu Agung Corp, yang ditinggalkannya di Alam Bumi.


Usai menikmati hidangan makanan dan minuman, Arya bergegas menghancurkan basis kultivasi Tuan Muda Kota, dan sepuluh Prajurit Kota yang mengawal anak majikannya, serta mengambil beberapa kantong koin emas dari cincin penyimpanan anak Tuan Kota, dan menyerahkannya kepada pemilik rumah makan, untuk mengganti kerusakan yang ditimbulkannya.


"Sekarang kalian semua pergi dari tempat ini, dan sampaikan salamku kepada Tuan Kota, jika dia merasa penasaran, ingin membalaskan dendam anaknya, aku akan menunggunya di kota ini," ucap Arya, mengusir mereka.


Setelah membayar makanan dan minuman yang dipesannya, Arya keluar dari rumah makan mewah itu, diikuti oleh teman barunya, seorang pengusaha di kota Bintang, yang berasal dari Alam Bumi.


Keduanya berjalan menyusuri jalanan diperkotaan, dengan dipandu oleh Indrajaya, yang membawanya ketempat prasasti batu bintang, yang berdiri tegak di atas permukaan tanah, dekat sebuah danau ditengah-tengah kota, dengan mengeluarkan energi yang sangat kuat.


Arya mengedarkan pandangan mata malaikatnya, untuk memindai batu bintang itu. Tampak dimata malaikat Arya, didalamnya ada sebuah energi yang sangat besar, keluar dari batu kristal yang mengeluarkan cahaya sangat terang.


Dengan diam-diam, Arya mengeluarkan jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, hingga membuat semua orang yang berada disana terdiam menjadi patung. Dan dengan gerakan cepat serta kekuatan sepenuhnya, Arya memindahkan batu bintang itu kedalam dunia jiwanya.


"Biarlah, untuk sementara batu bintang itu berada didalam dunia jiwa. Sebelum aku nanti mengembalikannya lagi," ucap batin Arya.


Gegas Arya kembali ketempat semula, pura-pura duduk di tepi danau, dan menarik kembali pengaruh Dewa Rajawali Mengunci Lawan, hingga semua orang kembali seperti biasa, tidak merasakan apa yang telah terjadi.


Kehebohan mulai terjadi, setelah sebagian orang yang berada disekitar batu bintang, mulai menyadarinya, bahwa batu bintang yang berada didekatnya, menghilang secara tiba-tiba.


"Benar-benar misterius," ucap beberapa pengunjung.


Arya mengawasinya dari jauh, sedang Indrajaya mendekati kearah kerumunan orang-orang, yang pada membicarakan hilangnya batu bintang secara misterius.


Kabar hilangnya batu bintang secara tiba-tiba itu, tersebar ke penjuru kota, hingga ke telinga Tuan Kota, yang bergegas untuk membuktikan kabar hilangnya batu bintang, yang telah menjadi buah bibir penduduk kota.


Tuan kota sangat terkejut dan bingung, tidak masuk di akalnya. Bagaimana batu bintang itu bisa menghilang dari tempatnya? Dan tidak mungkin ada yang mengambilnya, karena batu bintang itu sangat besar sekali. Jikapun ada yang mencurinya, pasti akan ketahuan oleh para pengunjung yang berada ditempat itu.


Semua orang bertanya-tanya didalam batinnya, kenapa batu bintang bisa menghilang secara misterius. Padahal sudah ribuan tahun berada ditempat itu.


Kabar menghilangnya batu bintang, yang sudah menjadi ikon kota Bintang, terdengar oleh telinga Penguasa Alam Dewa Agung, yang segera datang ke kota Bintang, untuk membuktikan kebenarannya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2